One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Kelelahan



Sesampainya di rumah sakit Nova langsung di bawah ke ruangan pemeriksaan di tangani Alister , di luar Edward berdiri di depan pintu menunggu Alister ke luar .


" Abang " Panggil Henry .


" Iya Opa " Jawab Edward tapi tetap di tempatnya.


" Duduk dulu ,Nova akan baik-baik saja " Ujar Jose ,Edward menarik napas panjang lalu duduk bersama Henry dan Jose .


Tidak berselang lama Raymond langsung mendekati mereka sedangkan Reza menjaga Mommy Ellena karena belum ada penggantinya padahal bisa saja mereka meminta perawat untuk menjaga mommy Ellena .


" Nova sakit apa " Tanya Raymond .


" Demam Dad ,sejak semalam " Jawab Edward pelan , Raymond hanya menghela nafas panjang.


" Oma sudah bangun " Tanya Jose.


" Sudah Pa ,lagi sama Reza tadi habis di periksa ayah " Jawab Raymond .


" Lalu bagaimana dengan keinginan Oma mu " Tanya Henry .


" Reza sudah menghubungi Lintang ,mungkin besok atau malam nanti mereka sudah sini bersama ke orang tuanya " Jawab Raymond .


Setelah menunggu beberapa menit pintu ruangan terbuka dan Edward langsung berdiri begitu juga yang lainnya .


" istriku baik² saja kan Uncle " tanya Edward cepat .


" Untuk sementara Nova harus di rawat,bagaimana pun dia habis melakukan operasi biasanya orang pasca operasi SC butuh waktu dua bulan untuk kembali beraktivitas seperti sebelumnya , Sepertinya dia memaksa kan kondisinya hingga bekas operasi nya sedikit infeksi dan kelelahan " Ujar Alister pelan .


"Hanya itu saja kan,tidak ada lagi yang lain " Tanya Raymond .


" Iya " Jawab Alister.


" Bisa Abang masuk " Tanya Edward .


" kalau sudah di pindahkan " Jawab Alister.


" Kita sarapan dulu di kantin " Ujar Jose .


" Iya Opa " Jawab Edward lemah " Nova akan baik-baik saja ,dia hanya kelelahan " Ujar Raymond menepuk pundak edward yang hanya di jawab anggukan kepala .


" Sudah sarapan " Tanya Henry menatap Raymond .


" Sudah Dad " Jawab Raymond .


" Kembali ke ruangan Oma ,nanti setelah itu biar Daddy sama Papa yang jaga Oma " Ujar Henry .


" Iya Dad " jawab Raymond .


" Ayo " Ajak Jose pada Alister .


" Papa duluan saja , Alister harus ke dalam dulu " Jawab Alister.


" Iya " Jawab jose lalu mereka ke kantin sedangkan Raymond langsung kembali ke ruangan mommy Ellena .


Ceklek


" Gimana " Tanya Reza saat melihat Raymond masuk.


" Infeksi , kelelahan " Jawab Raymond seadanya .


" apa Nova akan di rawat " Raymond mengaguk sebagai jawaban .


" Papa sama Daddy masih sarapan setelah itu mereka akan ke sini " Ujar Raymond .


" Bisa suruh Zaza ke sini " Reza dan Raymond menatap mommy Ellena " Mommy ingin cerita dengan nya " Lanjutnya lagi .


" Nanti Ray telepon Oma " Jawab Raymond .


" Erland baik² saja kan " Raymond mengaguk sebagai jawabannya .


" syukurlah " Jawab Mommy Ellena


" Apa kalian sudah beri tahu Lintang sama yang lainnya " Tanya mommy Ellena .


" Sudah Oma ,kalau Lintang sudah di sini Rangga akan menjemput Vika , Iqbal juga nanti akan ke sini " Jawab Reza .


" makasih " Jawab Mommy Ellena .


" Apa Opa kalian tidak ke sini " Tanya mommy Ellena lagi.


" Reza telepon dulu " Mommy Ellena mengaguk , Reza pun langsung menelpon Riane .


" Hallo Pa " Jawab Della


" Sayang, Mama mana " Tanya Reza lembut .


" Iya Pa " Jawab Raine .


"Berikan Ponsel nya pada Opa " Ujar Reza .


" Iya sayang " Jawab Reza .


" Kenapa Nak " Tanya Daddy Radit .


" Iya Mom ,mommy butuh sesuatu " Tanya Daddy Radit lembut .


" Daddy tidak ke sini " Tanya Mommy Ellena lagi .


" Daddy akan usahakan iya ,soalnya anak² rewel " Jawab Daddy Radit dengan helaan napas panjang .


" Opa kesini saja, anak² biar sama mereka " Ujar Raymond .


" Iya Nak " Jawab Daddy Radit membuat mommy ellena tersenyum .


" Bawakan selimut Mommy " Ucap mommy Ellena .


" Iya sayang " Jawab Daddy Radit lembut .


" Daddy tutup iya Mom ,setelah sarapan Daddy ke situ " Lanjutnya lagi .


" Iya Dad " Jawab Mommy Ellena ,Reza mematikan Panggilan nya lalu kembali menyimpan ponsel nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Princess Daddy kenapa " Tanya Raymond yang baru saja masuk bersama Reza dan Edward sudah mendengar tangisan Nora .


Sedangkan Daddy Radit sudah berada di rumah sakit setelah sarapan bersama Henry dan Jose


" Jangan menangis " Ujar Edward lembut mengelus pipi Nora yang berada di gendongan Adara .


Sebenarnya dia ingin berada di rumah sakit menjaga istri nya tapi Henry dan Jose meminta nya kembali melihat keadaan anak² nya .


" Mau sama Daddy Hm " Tanya lembut ,dengan pelan Edward mengambil ahli Nora .


" Nora sudah ASI Mom " Adara mengaguk " Abang sudah sarapan " Tanya balik Adara .


" Sudah tadi di rumah sakit " Jawab Edward .


" Ade mau ke mana ?? Ke kamar Eyang atau mau ke kamar Daddy ?? " Tanya Edward dengan lembut .


" Kamar Daddy mau ?? " Tanya lagi sekalipun Nora hanya menjawabnya dengan tangisan .


" Bawa ke sana dulu bang ,siapa tahu dia bisa tenang " Edward mengaguk " Ikuti abangnya Dek " El mengaguk sambil membawa botol susu Nora .


" mau ke kantor " Tanya Adara menatap Raymond .


" Iya " Jawab Raymond sekalipun dia enggan tapi karena kewajiban dia harus tetap berkeja .


" Rif'at sama Radhi sudah pergi " Tanya Reza .


" Sudah Pa ,Kaka tadi ikut Radhi " Jawab Riane.


" Mau di bantu " Raymond menggeleng " Sama anak² saja " Jawab Raymond .


" Iya Dad " Jawab Adara .


" Mom " Elvi menatap Adara " Bagaimana ini " Lanjutnya dengan wajah bingung dan sendu .


" Sudah jangan terlalu di pikirkan nanti kamu juga sakit " Ujar Elsa lembut .


" Tapi Nora lalu Enzi " Kini pandangan Adara menatap Enzi yang tidak perna sama sekali menangis tapi beberapa hari belakangan ini selalu menangis semenjak mommy Ellena di rumah sakit .


" Kita bisa ganti²an menjaga mereka seperti biasanya " Ujar Amanda .


" Sudah jangan memikirkan apa pun, biar mereka juga bisa tenang " Timpal Ana .


" Iya Mi " Jawab Adara, Vania ,Raine dan Amanda .


Sedangkan di dalam kamar Edward terus menggendong Nora di temani El sang adik .


" Abang mandi dulu ,Ade biar sama El " Ucap El .


" Tidak ke butik " El menggeleng " Mommy bilang nanti saja kalau keadaan Ade sudah baikan " Edward mengaguk saja .


" Abang mau apa ? Biar El ambilkan " Ujar El lagi .


" Tidak ada " Jawab Edward .


" El siapkan air Abang iya " Edward mengaguk sebagai jawabannya.


" Makasih " El hanya tersenyum lalu melanjutkan kangkahnya ke dalam kamar mandi .


" Doakan bunda cepat sehat, biar nanti kita ke luar negeri buat obatin Ade " Ujar Edward lembut mengelus pipi Nora .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟