One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Istirahat dengan tenang



" Sapa Oma dulu di dalam " Ujar Daddy Radit saat melihat kedatangan Queen berserta beserta keluarga nya.


" Iya Opa ,Zaza ayo " Panggil Queen menatap Eliza .


" Bunda saja ,Zaza nanti nyusul " Jawab Eliza mendudukkan bokong nya di sofa yang kosong .


" Eliza " Tegur Elvi " Jangan paksa Eliza Oma " Jawab Eliza serius .


" Tapi nanti nyusul iya " Eliza hanya mengaguk saja, Queen dan Naufal langsung ke ruangan perawatan Mommy Ellena .


Malam ini mereka berkumpul karena esoknya weekend bahkan Xavier dan Alister juga ikut menginap .


Karena selama ini mereka berada di rumah orang tua nya hanya Jose dan Davin yang stay di rumah utama , mereka tidak mungkin meninggalkan rumah apa lagi masih ada kakek san nenek mereka juga .


Tidak berselang lama pelayan datang memberi tahu jika makan malam sudah siap satu persatu meninggalkan ruangan itu menuju meja makan .


"Nanti saja ,Queen baru saja ke sana " Ujar Jose saat Aqila akan meminta pelayan untuk memanggil Queen dan suami nya .


" Daddy mau makan apa " Tanya Nabilla menatap Daddy Radit


" Apa saja nak " Jawab Daddy Radit .


" Princess " Eliza menatap Henry mengaguk lalu mengambil makanannya .


" Mau makan yang lain " Tanya Jose lembut ,Eliza menggeleng sebagai jawabannya " Jangan di pikirkan " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya .


El dan Rangga yang melihat perubahan sikap Eliza hanya bisa diam melanjutkan makannya .


" Abang mau yang mana " Tanya Nova lembut .


" Kamu sudah Pompa " Nova mengaguk " Mau daging saja baby " Nova mengambil kan daging sesuai permintaan Suaminya .


Tapi saat semuanya sedang di sibukkan menyiapkan makanan untuk para suami mereka ,perawat datang menghampiri mereka dengan napas memburu .


" Dok " Davin dan Alister menatap ke arah perawat " Nyonya besar dadanya sakit " Davin dan Alister langsung berdiri meninggalkan meja makan itu .


Sedangkan dalam ruangan Queen terus memanggil mommy Ellena .


" Oma ...Oma ...Mana yang sakit " Tanya Queen serak .


" Oma .... mau apa " Tanya lagi air matanya tidak bisa di tahan lagi .


" Jangan ....Menangis ...." Ucap mommy Ellena terbata sambil menahan sakit di dadanya .


" Iya ....Queen tidak menangis " Jawabnya tapi air matanya terus ke luar . .


" Naufal " Naufal langsung mendekat ke arah mommy Ellena " Jaga keluarga mu " Naufal hanya diam saja terus menggegam tangan sang istri .


Ceklek .


"Ke luar " Titah Davin pada Queen dan Naufal .


" Jangan " Ucap mommy Ellena lirih sambil menahan sakit nya .


" Ke luar " Bentak Davin memenuhi ruangan itu bahkan mungkin suara nya sampai ke luar karena pintunya belum tertutup .


" Panggil Daddy Nak " Davin menghiraukan ucapan mommy Ellena dia lebih memilih memeriksa mommy Ellena .


Alister yang paham langsung ke luar memanggil Daddy Radit di susul yang lainnya ,membuat Davin semakin meradang .


" Apa aku meminta kalian masuk, ke luar " Teriak Davin .


" Jangan Paksa mommy Nak, mommy sudah tidak kuat " Davin tetap melakukan kegiatannya hingga Alan dan Jeje menariknya .


" lepas Bajingan " Bentak Davin memberontak .


" Maaf " Daddy Radit hanya menggaguk tersenyum lalu menggegam tangan Mommy Ellena dan mencium nya .


" Aku tidak papa, di sini ada anak² jangan takut " Ujar Daddy Radit dia tetap tersenyum.


" Maaf " Daddy Radit hanya mengulum senyumnya " Elvi " Henry menarik sang istri mendekat ke arah mommy Ellena .


" Elvi tidak mau " Tolak Elvi ,tapi Henry tetap memaksa nya " Jaga anak² , sekarang rumah ini jadi tanggung jawab mu " Ujar Mommy Ellena dengan suara pelan .


" Mas ...Davin periksa mommy dulu iya " Ujar Elvi serak .


" Mommy sudah cape Nak ,rumah mommy juga sudah jadi " Ucap mommy Ellena .


" Princess " Eliza langsung mundur ke belakang " Angel " sama halnya dengan Eliza, El memilih mundur .


" Jangan nakal " Ujar mommy Ellena .


" Abang " Edward hanya menunduk tanpa menatap mommy Ellena " Jaga Nora dengan baik " Edward hanya diam saja .


" Mommy ....Titip Daddy jangan tinggalkan dia sendirian ..."


" Oma akan sembuh " Potong Alister


" Oma...sudah Lelah nak " Ujar Mommy Ellena dengan napas yang terputus .


" Jo panggil mereka " Jose langsung ke luar dari ruangan perawatan Mommy Ellena .


" Eyang " Panggil Eliza serak " jangan ....tinggal kan Zaza ,Zaza butuh Eyang " Ujar Eliza sesegukan .


" Zaza Mau Eyang selalu di samping Zaza ,Zaza mau menikah mau buat pesta yang mewah , Zaza Hiks ....Hiks ....Hiks Zaza mau Eyang " Naufal Langsung memeluk Eliza dengan erat .


"Lintang sudah mengabulkan keinginan Zaza, Eyang jangan tinggalkan Zaza " Eliza menangis dalam pelukan Naufal kedua tangan nya meremas jaket Naufal .


" Eyang akan menantikan pesta nya Nak " Ujar Mommy Ellena .


Nabilla ,Ana dan Elsa Hanya bisa terdiam menangis dalam pelukan suami mereka, sedangkan Aqila menangis dalam pelukan Reza .


" Jangan menangis ,biarkan mommy pergi dengan tenang " Uajr Mommy Ellena .


" Mana Anak Abang " Edward langsung ke luar memanggil pelayan .


Saat memasuki ruangan itu baby four langsung menangis dengan kencang seolah merasakan apa yang di rasakan oleh orang dewasa.


Dengan pelan ,Amanda , Riane ,Vania dan Adara menggendong mereka membawa nya dekat mommy Ellena .


" Maaf Eyang tidak bisa menemani kalian bermain " Ucapnya dengan pelan , Adara mendekat baby Enzi mencium pipi mommy ellena begitu juga yang lainnya .


Dengan perlahan mommy Ellena memejamkan matanya dengan nafas yang mulai terputus ,Daddy Radit langsung berdiri mencium kening istrinya dengan lembut .


" Aku mencintaimu Ellena Mateo " Ujar Daddy Radit lalu mencium bibir mommy ellena dan mencium keningnya .


Ting ....


Ting ....


Ting ...


' Mommy "


" Oma "


" Eyang "


Davin dan langsung mendekat kearah tempat tidur Mommy Ellena begitu juga Alister .


Alister memeriksa denyut Nadi mommy Ellena, sedangkan Davin mengambil alat lalu meletakan di dada mommy Ellena tapi hasilnya tetap sama .


" Siap kan mobil " Titah Davin tapi tidak ada yang bergerak sedikit pun " Apa kalian Tuli Hah " Pekik Davin Emosi .


" Mommy .....Mommy " Panggil Davin emosi ,Alan dan Jeje hanya terdiam begitu juga Henry, Raymond , Reza ,Edward dan Rangga .


" Bawa mereka ke luar " Ujar Henry, Adara ,Amanda ,Vania dan Raine membawa Baby Four ke luar dari ruangan itu dengan cairan yang terus membasahi pipi mereka .


" Jangan Nangis ,anak Mommy harus kuat " Ujar Adara lalu mencium pipi baby Ethan .


Daddy Radit menatap Della yang sejak tadi hanya diam ,dengan lembut dia menarik Della .


" Cium Eyang sayang " Della menurut mencium Mommy Ellena, dia bukan akan kecil anak seumuran dirinya sudah paham apa yang terjadi .


" Eyang jangan sedih ,Della janji akan menemani Eyang nanti tiap malam Della akan tidur sama Eyang " Daddy Radit hanya mengaguk tersenyum" Makasih " Daddy Radit memeluk Della dengan lembut .


Tidak berselang lama Jose masuk dengan langkah gontai dia menguatkan hatinya sekuat mungkin ,karena itu janji mereka saat di rumah sakit .


" Istirahat dengan tenang Mom, terimakasih untuk semua nya Henry akan melakukan semua yang mommy ucapkan terimakasih untuk cinta yang luar biasa ini , terimakasih " Henry mencium kening Mommy Ellena dengan lembut dan mengusap kepala mommy Ellena.


" Istirahat lah, mommy tidak sakit lagi !! Jose akan memastikan semuanya baik² saja ,tidak usah takut kami akan menjaga Daddy dengan baik ,rumah mommy sudah jadi ,I love you Mom , terimakasih sudah berbesar hati membesarkan Jose tanpa membedakan aku dengan Henry terimakasih sudah memberikan kasih sayang yang begitu tulus terima kasih Mom , Titip salam untuk ayah dan ibu jika mommy bertemu mereka katakan pada mereka jika Jose bahagia " Ujar Jose serak menahan sesak di dadanya .


Jeje,Alan dan Davin hanya bisa diam di tempat nya,bahkan hanya membuka suara saja lidah mereka terasa kelu.


" Mommy " Panggil Jeje serak .


" Maaf ,Jeje sudah menahan nya " Ujar Jeje menghapus air matanya " Terimakasih sudah menerima Jeje dan Alan , terimakasih untuk semuanya terimakasih " Ukar Jeje menundukkan kepalanya berpegangan pada ujung tempat tidur mommy Ellena .


" Maaf " Hanya itu yang bisa Davin ke luarkan dari mulut nya " Maaf " Lanjut nya lagi bersamaan dengan cairan yang keluar dari ujung matanya .


Sampai di sini saja iya ,jujur Author nulis ini sambil nangis 🥲🥲😥😢😢berasa jika posisi itu berada sama author hingga tidak tahan lagi ,kalau ada kata² yang tidak tepat maafkan author karena nulisnya sambil mewek 😭😭😭😭😭😭😭😭😭


By mommy Ellena terimakasih untuk perjalanan yang cukup panjang ini dari Henry bertemu Elvi hingga akhirnya kini mereka sudah memiliki Cicit yang ganteng dan cantik 😭😭😭😭😭😭💐💐💐💐💐💐💐


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘