
Edward meremas ponselnya saat melihat apa yang di kirim kan pengawal sang kekasih .
di mana dia sendang dinner dengan pria yang itu hari mengantar nya pulang ke apartemen .
Edward langsung menghubungi Nova dengan amarah yang memenuhi Kepala nya .
" Kamu di mana " Tanya Edward dingin .
" Apartemen " Jawab Nova terbata ,dia yakin jika pria itu sudah tahu yang dia lakukan tadi malam
" Kau bersenang-senang " Nova hanya terdiam seribu bahasa .
" Kita selesai sampai di sini aku benci wanita murahan yang bisa di pakai semua orang termaksud dirimu ,jadi kamu bebas sekarang bersama nya " Ucpa Edward ketus
" A-bang ,aku bisa ...."
Tut ...
Pyar
Edward melempar Ponselnya hingga benda itu hancur tidak beraturan lalu dia menendang meja kaca yang ada di kamarnya hingga meja itu pun pecah di atas lantai dingin itu .
Ceklek
Raymond langsung masuk tanpa mengatakan apa pun lalu mengunci kamar Edward agar sang istri tidak mengetahui nya .
" NOVA " Teriak Edward sambil mengepalkan tangan nya kuat dan menarik selimut dan di buang begitu saja.
" Abang " Raymond mendekati anaknya dengan pelan " Aku membenci nya Dad " Edward menatap lurus ke depan .
" Daddy paham , tapi apa tidak ....."
" Aku tidak mau Mendengar papa Dad,dan Abang tidak suka milik ku di sentuh orang lain " Raymond hanya bisa diam menatap anaknya .
" Bilang Papa ,Edward akan melakukan jalur cepat aku akan new York bersama Rangga "
" Kita belum bahas bersama mommy bang " Ucap Raymond .
" Tahan sedikit lagi ,bukannya lagi 3 bulan " Edward mengusap wajahnya kasar .
" Tarik semua pengawal,kita tidak punya hubungan apa pun dengan nya "
" Abang ...."
" Jika Daddy tidak bisa ,Edward yang akan melakukan nya " Raymond menghela napas panjang " Baik Daddy akan tarik semua nya " Jawab Raymond .
" Tidur lah di kamar tamu ,kamarmu di bereskan pelayan dulu " Ucpa Raymond yang hanya di jawab anggukan .
Kedua pria itu ke luar dari kamar Edward yang sudah seperti kapal pecah ,lalu dia meminta pelayan membersihkan kamar anaknya Sedang kan Edward sudah ke lantai satu menuju kamar tamu .
Tok ....tok .....
Ceklek.
" Ke ruangan kerja " Reza mengaguk lalu mengikuti Raymond dari belakang .
" Tarik pengawal yang ada di Paris ,sisakan satu dan buat jangan di ketahui siapa pun bahkan Edward " Reza masih bingung sehingga dia hanya bisa terdiam .
" Maaf apa terjadi sesuatu" Raymond hanya mengaguk pelan " Lalu Reza mengambil iPad yang ada di atas meja ,iPad khusus laporan dari pengawal .
" Lalu apartemen " Tanya Reza saat melihat beberapa foto dan video .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya semua menatap Edward yang tidak seperti biasanya ,pria itu hanya diam setelah menyapa kedua orang tuanya .
" Abang sakit " Edward menatap Adara ,lalu menggeleng " Abang ...." Raymond menahan tangan sang istri untuk tidak melanjutkan pertanyaan nya .
" Aku tunggu di mobil " Ucpa Edward menatap Rangga .
" Iya bang " Jawab Rangga .
" Pergilah ,Nanti Papa minta penjaga mengantarkan ke sekolah " Rangga langsung menyimpan rotinya lalu meminum jus hanya setengah lalu menyusul Edward .
Peserta di meja makan itu saling melirik tapi mereka tidak berani membuka suara hanya untuk menanyakannya .
" Bunda jadi antar kami " Amanda mengaguk Tersenyum .
Daffi dan Qiandra memilih Amanda tetap berkerja dengan catatan mengantar mereka sekolah dan saat pulang Amanda sudah berada di rumah .
Bagaimana pun mereka juga tidak ingin egois, mereka harus memikirkan perasaan Amanda juga .
" Seperti nya ayah akan menjadi sopir tiap pagi buat kalian " Qiandra hanya tertawa kecil .
" Gaji nya ayah nanti minta sama bunda iya " Canda Qiandra membuat Rifat Tersenyum .
" Daddy ingin bicara " Semua orang menatap Raymond tapi tidak dengan Reza yang hanya fokus pada sarapan nya .
" Abang kalian sedang tidak baik-baik saja ,jadi usahakan jangan membuatnya emosi ,Erland dengar kata Daddy " Erland mengaguk cepat .
" Ada masalah " Raymond menatap Adara " Jangan menanyakan apa pun padanya jika kamu tidak ingin sakit hati, kamu tahu bukan sifatnya seperti apa " Adara mengaguk pelan .
" Bukannya Abang semalam baik² saja Dad " Tanya Eric .
" Banyak hal yang kalian belum tahu, jadi sebisa mungkin jangan mengusiknya " Eric mengaguk paham .
" Eric pulang telat, mau temani Aira cari buku " Raymond mengaguk " Jangan sampai makan malam " Jawab Raymond .
" Iya Dad " Jawab Eric .
" Terus aku sama siapa kak ,masa aku ikut kalian terus,nanti aku di bilang pengawal " Ucap Erland kesal .
" Kamu bisa ikut Abang " Erland melotot kan matanya tajam " Apa kakak tuli atau lupa ingatan Daddy barusan bilang jangan ganggu Abang,apa kakak ingin Erland mati karena takut " Ucpa Erland kesal .
" Ikuti kakak Daffi saja " Erland mendengus kesal .
" Selesaikan sarapannya nanti kalian telat " Ucap Raymond tegas .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟