
" Kakak " Rangga Tersenyum saat melihat wanita yang begitu di sayangi nya menghampiri nya .
" Kita mau ke mana " tanya Vika ,Rangga menjemput nya di rumah dan dia sudah mendapat izin pada Abi nya .
" Jangan pulang sore kak, ingat pesan Abi " Vika mengaguk Tersenyum saat mendengar suara begitu lembut .
" Selamat pagi Tante ,maaf Rangga minta izin Bawa Vika " Izin Rangga sopan .
" Boleh, hati² iya " Rangga mengaguk " Ayo " Rangga membukakan pintu .
" Kami jalan dulu Tante " Ucap Rangga lalu masuk dalam mobil setelah mendapatkan persetujuan .
" Kita mau ke mana Kaka " Rangga menatap Vika " Ketemu Papa " Vika langsung melotot kan matanya " Kakak koh tidak bilang, katanya mau jalan saja sebelum Kaka pergi ' Rangga hanya tersenyum mengacak kain yang menutup kepala sang kekasih .
" Jilbabnya kusut kak ' Rangga hamya Tersenyum kuda " Apa kita datang dengan tangan kosong " Ucap Vika .
" Tidak papa dek, Papa tidak menuntut kita harus membawa barang Papa hanya ingin bicara denganmu " Ucap Rangga lembut .
" Untuk apa ?? Apa Vika buat salah " Bukannya menjawab Rangga malah tersenyum " Tidak, Papa hanya ingin bertemu " Jawabnya .
" Kita beli sesuatu dulu iya " Ucap Vika .
"Tidak usah dek " Tolak Rangga .
" Pokonya kita beli dulu ,jika tidak Vika marah " Ucap nya sambil melipat tangannya di dada dengan mulut yang di manyungkan .
" Memang mau beli apa " Tanya Rangga .
" HM apa iya ? beli kue saja . Papa mu suka " Rangga mengaguk saja, sopir yang melihat interaksi anak muda itu hanya mengulum senyum .
Setelah singgah membeli kue Rangga membawa Vika keperusahan, dia benar² serius dengan ucapan nya membuat Vika menjadi gugup .
" Ka-kak " Rangga paham karena ini pertemuan pertama Vika dan Papa nya " Ayo " Mau tidak mau akhirnya Vika turun karena tidak ingin mengecewakan Rangga .
Keduanya masuk dalam perusaan dan langsung menuju lift khusus menuju ke ruangan Reza di mana lantai teratas .
Sesampainya di lantai itu Vika semakin Gugup, dan itu bisa dirasakan Rangga " Jangan Takut , Papa tidak akan memakanmu " Ucap Rangga Tersenyum.
Tok .....tok ...
" Masuk " Vika semakin menegang saat mendengar suara berat dari dalam.
Gluk
Bismillah Batik Vika menelan ludahnya dengan paksa .
CEKLEK .
" Duduklah " Ucap Reza saat melihat siapa yang masuk ,Vika semakin gugup bahkan tangannya berkeringat .
" Ayo " Vika hanya mengaguk saja mengikuti Rangga dari belakang lalu duduk di sofa .
Raymond dan Reza masih duduk di kursi kerjaannya karena memang mereka harus menyelesaikan nya .
" Kenapa " Vika menggeleng, Rangga menarik tisu dan memberikan pada Vika " Jangan takut " Vika hanya mengaguk tapi nyatanya keningnya sudah berkeringat .
Setelah menunggu beberapa menit Raymond dan Reza bergabung ke sofa .
" Si-ang Oo-mm " Sapa Vika gugup lalu merentangkan tangannya , Raymond dan Reza pun menerima nya dengan baik.
" Ah iya Dad ,Pa ini Vika bawakan kue " Rangga mendorong kotak kue itu ke depan pria matang karena mereka enggan di katakan tua .
Bukannya menjawab kedua pria itu malah mengaguk membuat Vika semakin takut.
" Kau siap menunggu Rangga,kamu masih muda umur mu juga beda setahun dengannya , Rangga akan kuliah jauh Om yakin kamu sudah tahu itu " Rangga mendengus kesal " Dad ,bisa bicara dengan lembut Vika ketakutan " Ucap Rangga kesal .
" Ini sudah lembut, mau lembut seperti apa lagi " Ucap Raymond .
Lembut versi Raymond dan Reza adalah tidak berkata ketus dan membentak tapi beda dengan versi orang lain .
" Kamu harus kuat, sekalipun usiamu masih terbilang muda Om tidak melarang kalian dekat tapi Om hanya minta jangan terlalu menyimpan perasaan perjalan kalian masih panjang !! Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya jadi bertemanlah layaknya berteman agar nanti kalian tidak saling menyakiti " Ucap Reza, Rangga menatap sinis pada orang yang di depannya .
Seperti nya mempertemukan Vika dengan dua pria itu kesalahan terbesar nya ,dan dia menyesal untuk itu .
Bisa saja pulang dari sini Vika akan menjadi trauma atau bisa bisa langsung sakit atau yang lainnya .
" I - ya Om " Jawab Vika menunduk .
" Bukannya Papa tadi malam hanya ingin bertemu kenapa membuat nya semakin takut " Tegur Rangga menatap kesal Reza .
" kakak tidak boleh begitu, Vika baik² saja " Tegur nya pada Rangga sedikit berbisik .
" Baik² dari mana tuh " Rangga menunjuk jilbab Vika " sudah basah padahal di sini AC nya dingin " Ucapnya .
" Ma-af Om " Rangga mengambil tisu kembali memberikan pada Vika dan langsung di terima lalu Vika membalikkan badannya sedikit menghapus keringat nya .
" Adrian mendidik anaknya dengan baik " Ucap Raymond .
" Mau pakai kamar mandi " Vika menggaguk karena dia harus merapikan kembali jilbabnya " Ayo aku antar " Vika pun berdiri " Permisi Om ,maaf Vika jadi repotin " Ucapnya lalu mengikuti Rangga .
" Penghuni surga Za " Ucap Raymond menatap Vika " Iya dan kita penghuni neraka shalat saja tidak " Jawab Reza .
" kakak shalat " Tanya Raymond membuat gerakan Rangga yang ingin duduk terhenti " Kenapa " Tanya Rangga duduk .
" Daddy hanya tanya " Ucap Raymond .
" Kadang² " Jawabnya Rangga .
" Karenanya " Rangga menggeleng " Shalat itu kewajiban Pa, dan dia hanya memberikan arahan saja ,kita melakukan nya harus niat bukan karena orang lain " Ucap Rangga , kedua pria itu hanya terdiam .
" Aku lapar " Ucap Reza lalu membuka kotak kue yang di bawa Vika .
CEKLEK
" Eh ada keponakan uncle yang paling ganteng " Ucap Radhi yang baru saja masuk sambil membawa beberapa berkas .
Dan bertepatan dengan itu juga ruangan kamar pribadi Raymond terbuka dan keluarlah seseorang wanita .
" Kakak selingkuh " Ucap Radhi sedikit meninggikan suaranya membuat Vika yang baru ke luar kaget .
" Uncle " Tegur Rangga emosi .
"Kakak selingkuh sama anak kecil , astaga Kaka sadar kakak dia cocok jadi anakmu " Radhi menggeleng tidak percaya " bagaimana kalau Kaka Ipar tahu,belum lagi Daddy mommy bisa habis burung kakak nantinya " Ucap Radhi menatap Vika yang berdiri di tempat nya .
" Penampilan tertutup tapi tidak becus " Cibirnya
Bugh
" Aawwww " Radhi meringis langsung terjatuh memegang tulang keringnya .
" Dia teman Rangga " Radhi menatap Rangga yang menatapnya kesal " Ah maaf " Jawabnya tanpa beban .
" Hallo " Radhi melambaikan tangannya lalu berdiri kembali " Uncle nya Rangga, lebih tepatnya Mama nya Rangga adik kembar uncle " Ucap Radhi memperkenalkan diri .
" Ah iya ,salam kenal Om, saya Vika " Ucap Vika menunduk .
" Aisyah wanita surga " Ucap Radhi Tersenyum .
" Kamu punya adik ,atau kakak uncle mau satu untuk anak uncle " Radhi melupakan niat awalnya ke ruangan Raymond bahkan dia menghampiri Vika yang masih berdiri .
" Ada Om, tapi SMP " Jawabnya terbata .
" bagus ,kasih tau ..... Kamu panggil orang tuamu apa " Tanya Radhi .
" Abi sama Umi " Jawab vika .
" Ah aku jadi ingat lagi Umi ...Umi ..." Raymond dan Reza serta Rangga hanya mendengus saja " Bilang uncle akan datang melamar untuk anak uncle Bara " Ucap Radhi .
" Dia anak Adrian " Ucap Reza , membuat Radhi menatap ke arahnya lalu menatap Vika " Kamu anaknya Adrian " Vika mengaguk pelan karena ternyata mereka mengenal orang tuanya .
"Tapi Uncle tidak percaya ,masa anaknya secantik kamu mana Sholehah lagi " Ucap Radhi .
" Ayo " Rangga yang sudah mulai jengah menarik pelan tangan Vika lalu kembali duduk di sofa .
" Pacarmu " Radhi memicing kan matanya menatap Rangga " Teman uncle " Ucap Rangga .
" Tapi uncle ....."
" Kau masuk ke sini mau ngapain " Radhi langsung tersadar " Astaga ,karena melihat bidadari surga jadi lupakan " Gumamnya lalu memberikan berkas yang dia bawa tadi .
" Aku minta tanda tangan " Ucap Radhi .
" Simpan di atas meja, nanti aku periksa dulu " Radhi mengaguk paham lalu Kembali ke sofa langsung mengambil kue yang tadi di bawah Vika .
" Tumben kakak beli kue " Tanya Radhi sambil memakan kuenya .
" Dari Rangga dan temannya " Jawab Reza .
" Rasa surga " Ucap Radhi membuat Vika Tersenyum karena pembawaan sikap Radhi tidak seperti Raymond dan Reza sehingga dia lebih nyaman .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟