
" Kenapa ?? Apa kamu tidak di beri uang sama ibu mu atau kurang ciuman " Ucap Radhi saat menatap Bara dengan wajah kusutnya .
" Bisa ayah pergi ,jangan menggangguku " Ucap sang anak dengan wajah datar .
" Kau lupa ini rumah siapa ?? jadi kamu yang harus pergi ,pergi sana " Usir Radhi,bukannya rendah Bara semakin kesal .
" Ibu ' Aduh Bara pada Vania " Bisa jangan ganggu anak² ,suka betul ribut dengan mereka " Ucap Vania menatap sang suami.
" Kamu membelanya " Vania menghela napas panjang " Sudah sini " Radhi mengembangkan senyumnya sambil mengejek Bara lalu berbaring di paha sang istri .
" Dasar suami manja " Cibir Bara .
" Masa bodoh " Ucap Radhi .
" Kenapa ? apa Kaka belum siapa cerita " Bara mengaguk pelan " Bu " Vania menatap sang anak sulung " Apa boleh kakak ke Landon " Vania masih terdiam .
" Beri alasan yang bisa di terima ,agar ayah mengizinkan mu, jangan membawa nama Oma dan Opa mu " Ucap Radhi tanpa menatap anaknya karena wajahnya menghadap perut sang istri sedang kan Syafa dan Syifa sibuk memainkan ponsel yang hanya bisa di pegang jika ada kedua orang tuanya selebihnya mereka akan menyimpan nya dalam laci .
" Ayah "
" Jika itu masuk akal saat ujian Abang mu,kamu bisa ke sana " Ucap Radhi .
"Bara belum siap cerita yah, " Ucap Bara lirih " Maka ayah juga belum siap memberikan izin " Ucap Bara tegas ,Vania Tersenyum hangat pada sang anak .
" Pikirkan baik-baik alasannya biar ayah bisa izinin Oma sama Opa pasti senang mendengar kamu ke sana " Ucap Vania lembut .
" Ibu " Vania menatap Syifa ' Iya " Jawabnya lembut .
" Apa Opa masih menjadi pendeta " Tanya Syifa polos
" Opa sudah terlalu tua sayang ,jadi hanya sesekali ke gereja " Ucap Vania .
" Kalau Oma " Tanya Syafa .
" Oma juga tapi dia masih tetap mengajar " Jawab Vania .
" Bagaimana kalau kita telepon mereka " Ucap Syifa semangat ,lalu dia melakukan panggilan video menggunakan HP nya .
" Opa " Panggil Syifa di sambut senyuman dari ayah dan ibu Vania yang berada di Landon .
" Cucu Oma sangat cantik, kenapa jarang menghubungi kami " Ucap Oma nya .
" Kami pulang sekolah sudah sore Oma ,jadwal kami padat" Ucap Syafa yang duduk di samping sang kakak .
" Kakak mu mana " Syifa mengarahkan Hp nya ke arah Bara " Kenapa dengan wajahnya " Tanya Opa .
" Kakak mau ke Landon tapi dia belum memberikan alasan pada ayah tujuannya ke Landon " Mendengar itu ayah mertua Radhi langsung meradang .
" Kenapa harus memakai alasan , dia ke sini ingin menjenguk kami ,di sini juga ada Opa Radit dan Oma Ellena " Ucap sang mertua .
" Itu hanya alasannya Dad" Ucap Radhi tenang .
" Mau alasan atau apa ,biarkan dia ke sini,Aku merindukan Cucuku " Ucap sang ayah mertua.
" Tidak bisa Dad " Ucap Radhi tenang tapi terdengar sangat tegas .
" Aku menyesal mengizinkan Vania menikah dengan mu " Radhi hanya tersenyum lalu mengambil HP sang anak " Aku juga menyesal memiliki mertua seperti Daddy " Balas Radhi Tersenyum .
" Jangan pernah ke sini ,rumahku tertutup rapat untukmu " Ucap sang ayah mertua .
" memang Radhi mengatakan akan ke situ, Mimpi !!Daddy harus ingat tanpa aku Daddy tidak akan melihat Cucu yang ganteng dan cantik² jangan lupa kaya sejak dalam kandungan bahkan saat mereka belum ada " Ujarnya sombong .
" Sombong sekali suami mu Vania " Pekik sang ayah hanya di sambut senyum oleh Vania ,itu sudah biasa baginya dan sang ibu .
" Jangan selalu berdebat dengan Radhi , katanya merindukan Cucu kita " Ucap ibu Vania.
" Berikan pada Cucu ku HP nya ,aku mual melihat wajah mu "
" Dan aku pun jantungan melihat wajah Daddy yang semakin tua " Vania memukul pelan lengan sang suami lalu mengambil HP nya di berikan pada si kembar .
" Nanti kalau Abang ujian kami akan ke sana menjenguk Opa sama Oma " Ucap Bara yang sudah berada di samping adik² nya .
" Iya kami tunggu iya sayang,Gimana sekolah nya lancar " Ketiga anak Vania mengaguk cepat .
" Iya Oma ' Jawab mereka bersamaan .
" Syifa kangen sama masakan Oma ,masakan ibu tidak ada yang enak, syukur ada pelayan " Vania hanya menggeleng mendengar aduan sang anak .
" Memang istriku pelayan untuk kalian " Cibir Radhi ketus yang hanya mendapatkan Rekasi sinis dari ketiga anaknya .
" Opa dulu sangat melarang Ibumu ke dapur sayang ,jadi di maklumi iya " Ucap Oma lembut .
" Memang ayah mu sudah kehabisan uang untuk membayar pelayan ,bukannya kalian sudah kaya sebelum ada " Ucap Opa ketus .
" Orang tua mana tahu tentang uang " Cibir Radhi ketus .
" Sudah jangan berdebat jika Daddy hanya ingin mengajak Radhi berdebat sana pergi, mommy ingin bicara dengan tenang sama Cucu ku " Omel sang istri membuat mertua Radhi terdiam .
" Opa sama Ayah kenapa sih selalu berdebat " Ucap Syafa heran, setiap mereka melakukan panggilan pasti selalu seperti ini .
" Biarkan mereka sayang,mungkin lagi kurang kerjaan " Sela Oma lembut .
" Kalian semua ke sini kan sayang " Tanya Oma .
" Anak² saja Mom, Vania harus menemani Radhi kalau dia libur nanti kami susul " Ucap Vania .
" Tidak usah ....
" Pergi " Usir sang istri membuat suaminya terdiam di tempat dan itu mengundang gelak tawa dari Radhi yang semakin membuat sang ayah mertua kesal .
" Iya sudah tidak papa , kehadiran anak² sudah lebih dari cukup " Ucap Nya sambil tersenyum .
" Iya mom " Jawab Vania .
" Kami akan ke sana saat natal saja Mom " Jawab Radhi .
" Iya Mommy tunggu, tapi anak² tidak papa kan duluan " Ucap ibu mertua .
" Iya Mom " Jawab Radhi lembut .
" Apa nanti Oma akan membuat rumah itu seperti sebelumnya " Tanya Bara.
" Kenapa ?? Kakak tidak suka " Tanya Oma .
" Terlalu ramai Oma ,Bara tidak nyaman " Ucap Bara jujur .
" Baiklah, Hanya ada kita saja boleh kan " Bara mengaguk ,itu lebih baik dari tahun² sebelum nya yang selalu di kelilingi orang² kenalan Opa dan Omanya dan itu membuatnya muak apa lagi teman² Oma nya yang selalu bertanya ini itu tentang dia .
" Iya sudah kalian istirahat lah, Besok kalian akan sekolah lagi " Ucpa Oma .
" Iya Oma ,sehat² di sana i love you Opa Oma " Ucap Syifa .
" Love you too princess, prince Opa " Balas Opa nya lembut .
" Hp nya di simpan sayang ' Syifa dan Syafa menurut menyimpan HP nya saat suara sang ayah ke luar .
" Kita tidur di sini boleh kan ayah " Izin Bara pada sang ayah .
" Iya " Jawab Radhi seadanya membuat anak-anak heboh langsung berlari ke luar kamar mengambil perlengkapan tidur mereka .
" Ayo tidur ,aku merindukan mainan ku " Vania hanya menggaguk tapi sebelum itu dia membuat tempat tidur anak-anak nya di bantu Radhi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟