One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Persiapan



Hari terus berlalu orang yang bersangkutan telah tiba di mana sang pemilik acara baru saja mendarat kan kakinya di Landon dan langsung menuju ruangan di mana semua Orang berkumpul .


" Hello orang paling cantik datang " Teriaknya dari luar membuat semua orang menghela napas panjang .


" I'm coming baby " Pekiknya lagi lalu berlari ke arah Queen dan memeluknya " Kangen " Ucapnya lalu mencium seluruh wajah Queen .


" Kakak " Pekik Queen kesal membuat Eliza tertawa dan menghentikan gerakan nya .


"Kalian tidak merindukan kakak " Ucap Eliza menatap tajam adiknya " Tidak " Jawab mereka bersamaan .


" Menyebalkan " Ucap nya kesal lalu berdiri mencium satu persatu orang tertua di setho .


" Abang tidak ingin memeluk kakak " Ujarnya saat sudah di depan Edward .


" Memuakkan " Eliza hanya tertawa kecil " Baiklah ,aku yang akan memeluk mu " Eliza pun langsung memeluk Edward yang hanya terdiam lalu melepaskan .


" Kalian tidak lupakan kado untuk kakak, jika barangnya murah ,kakak tidak akan mengambilnya " Jawabnya tegas .


" Kenapa kamu ke sini ?? Pulang lah ke asalmu " Ucap Henry ketus .


" Merepotkan sekali " Timpal Daddy Radit.


" Ayolah Opa , Eyang apa kalian tidak merindukan Cucu kalian yang paling cantik di Antara mereka itu " Tunjuknya pada adik²nya .


" Kau bahkan lebih jelek " Ucap Jose ketus .


" Terimakasih pujiannya Opa Jose ,tapi Zaza sudah sering mendengar itu " Ucap nya menunduk .


" Zaza tidak lelah, istirahat saja dulu di kamar " Ucap Mommy Ellena .


" Tidak Eyang ,bahkan aku sudah tidak sabar untuk menunggu malam " Semua orang saling berpandangan satu sama lain .


" Hanya acara keluarga princess " Eliza mengagguk " Zaza tahu Opa tapi Zaza bahagia dan ingat apa pun yang Zaza mau kalian " Tatapannya berganti menatap yang lebih tua " Harus mengikuti apa pun yang Zaza mau " Ucap Eliza Tersenyum kuda .


" Memang kamu mau apa " Tanya Raymond menatap Eliza .


" Bugatti " Jawabnya bangga .


" Kau akan mendapatkan nya " Ucap Raymond tenang .


" Daddy / Daddy Ray " Raymond hanya menatap mereka dengan datar .


" Daddy memang terbaik ,apa aku harus jadi anak Daddy " Ucap Eliza Tersenyum.


" Kartu keluarga Daddy sudah penuh ,Daddy tidak butuh tambahan " Ucap Erland kesal .


" kalaupun ada tambahan mommy akan kembali hamil " Ucap Eric menatap tajam Eliza yang hanya tersenyum kuda .


" Daddy " El merengek manja .


" Umurmu belum cukup " Ucap Raymond membuat El kesal .


" Kau tidak ingin meminta pada ayah " Tanya Naufal .


" Tidak, Semua yang aku mau ayah sudah penuhi jadi aku Tidka meminta papa ,hanya meminta ayah dan bunda terus sehat untuk Kaka dan adik² " Naufal dan Queen Tersenyum kecut .


Mereka jadi berpikiran jika Eliza tahu apa semua nya akan tetap sama .


Apa Eliza akan membenci mereka jika iya Queen mau pun Naufal tidak bisa membayangkan itu .


" Jangan memikirkan hal yang tidak penting " Suara Daddy Radit membuat ke duanya tersadar .


"Apa kakak punya pacar " Tanya Faisal .


" Punya " Ucap Eliza .


" Siapa " Kali ini Naufal yang bersuara dingin .


" Rahasia " Jawabnya Tersenyum .


" Bohong " Ucap Xana mencibir.


" Tahu apa kamu anak kecil " Ujar Eliza kesal .


" Memang ,mana ada yang mau sama kakak yang cerewet menyebalkan " Ucap Xana .


" Banyak, bahkan di kampus Kaka wanita tercantik " Ujarnya sombong sambil menyibakan rambut nya .


" Mau bukti " Eliza mengeluarkan HP menampakkan layar HP nya sambil tersenyum .


" Pacar Kaka " Tanya Salwa, Eliza hanya tersenyum saja .


" Jangan macem-macem,atau bunda akan membuat kepala mu gundul Tidak ada sisa " Eliza mengaguk saja .


" Hanya teman Bunda " Jawab Eliza tertawa kecil .


" Opa tidak yakin " Ucap Jose memicing matanya .


" Tatapan nya begitu dalam " timpal Alan .


" Hanya teman Opa ,serius !! Zaza masing sayang nyawa apa Opa tahu setiap kegiatanku pengawal sialan itu selalu membututi ku seperti pencuri " Ucapnya kesal dan memanyunkan bibirnya.


" Apa kau tidak senang " Tanya Henry .


" Sangat senang Opa ,bahkan aku ingin memberikan mereka ciuman sebagai tanda terima kasih ku yang begitu besar telah menjaga dan melaporkan apa kegiatan Zaza di sana " Ucapnya sambil tersenyum paksa .


PLak .


" Sakit Oma " Ucap Eliza saat Desi memukul punggung nya dengan keras .


" Mulutmu selalu berkata sesukanya " Geram Desi menatap sang Cucu .


" Papa " Eliza menatap Daniel mencari pembelaan " Maaf Papa tidak ikutan " Ucap Daniel mengangkat tangan .


" Jangan menatap ku matamu sangat menjijikan " Umpat Rifat saat tahu sorot mata Eliza .


" Fixs, kalian Tidak Sayang Zaza lagi ,Zaza harus mencari ayah ,papa,papi ,dan bapak yang baru " Ucapnya kesal .


" Apa kakak perlu bantuan El " Ucap El Tersenyum .


" Iya, kami siap membantu Kaka " timpal Ghozi .


" Nanti setiap dinding atau setiap lampu merah kami memberikan browsur kakak yang mencari orang tua baru " Ucap Daffi .


" Benar kata Kak Daffi itu lebih muda kakak mendapatkan ayah yang baru " Timpal kanz .


" Kalian " Tunjuknya pada adik²nya tidak terkecuali Edward yang hanya diam saja sejak tadi sambil memainkan HP nya .


" Kakak akan mencari adik yang baru kalian sudah kadaluwarsa " Ucap Eliza ketus .


" Sudah kepala Eyang mau pecah sejak tadi mendengar kalian bicara " Ucap Daddy Radit sambil memijat kepala nya .


" Mereka yang mulai Eyang " Rengek Eliza manja .


" Kau itu sudah tua, apa tidak bisa diam kau bukan anak SD " Eliza menatap tajam pria yang baru saja bersuara .


Siapa lagi kalau bukan pria dingin,kaku ,datar yang tidak bisa di sentuh yaitu Edward .


" Dari pada Abang, dingin kaku seperti es balok " Cibir Eliza .


" Apa peduliku " Balas Edward tenang .


" Eliza masuk kamar " Ucap Henry yang sudah mulai jengah .


" Kaka istirahat dulu " Ucap elvi lembut .


" Baiklah ,Eliza juga lelah " Ucap Eliza .


" By semuanya ,ingat nanti malam kadonya " Lanjut nya sebelum meninggal kan ruangan itu .


" Kami tidak punya uang " Ucap Gani .


" Saham rumah sakit cukup untuk kak " Jawabnya sambil berjalan .


" Pengemis " Cibir Bara ,Eliza hanya tertawa menuju kamarnya yang di lantai 3 .


" Siapkan diri kalian, apa pun yang terjadi jangan terlalu memaksanya " Queen dan Naufal menghela napas panjang lalu mengaguk .


" Kalian masih bisa menundanya " Ucap Alan yang melihat wajah Queen ketakutan .


" Tidak ayah, sekarang ataupun nanti tetap akan sama ini sudah waktu yang tepat " Ucap Queen berat .


" Ayah Davin bisa membuat semuanya jadi baik " Ucap Jeje .


" Iya Queen " Jawab Davin ,Queen menggeleng pelan " Biarkan tetap seperti ini " Jawabnya .


" Sudah jangan membahas nya ,apa kalian sudah siapkan untuk nanti malam " Tanya mommy Ellena.


" Belum " Jawab para wanita m


" Lalu kalian duduk tenang di sini buat apa ?? Apa makanan akan jadi sendiri nya sedangkan kalian melarang pelayan untuk membuatnya " Ucap Mommy Ellena ketus .


" Maaf mom " Jawab mereka lalu berdiri .


" Biarkan mereka saja " Ucap mommy Ellena saat melihat Desi dan Marni ikut berdiri .


" Biar kami saja Ma ,mama di sini saja " Ucap Adara .


" Iya Mom ,mommy di sini saja ,jangan sampai wanita yang duduk di kursi roda itu mengamuk " Ucap Queen pada Desi .


" Sudah sana " Usir Daddy Radit.


" Iya " Ucap mereka kesal .


" Kalian tidak ingin berdiri hah" Bentaknya pada cucu perempuan " Apa kalian ingin pelayan juga nantinya yang melayani suami kalian ,berdiri " Titah Elvi tegas .


" Oma " Elvi menatap tajam cucu perempuan nya satu persatu.


" Kukuku " El menatap kuku nya yang baru saja di poles .


" Ah tangan halus ku " Ucap Afifah


" membosankan " Ucap Syifa dan Syafa


" setelah ini aku akan meminta uang pada ayah untuk kesalon pasti badan Qia akan remuk " Ucap Qiandra .


" Badanku akan bau asap " Ucap Salwa .


" Diam ,sana ke dapur " Ucap Ana tajam .


" Iya Oma " Mau tidak mau mereka langsung meninggalkan ruangan itu dengan lesu .


" Kakak eli..."


" Sana jangan mencari alasan ' Ucap Adara saat El bersuara.


" Iya mom " Jawabnya lirih


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟