
Pagi harinya Eliza ke rumah utama seperti ucapan Edward Eliza akan ke rumah utama weekend ,dia datang saat penghuni rumah besar itu sarapan .
" Pagi " Semua orang menatap ke sumber Suara .
" Siapa yang mengundang mu " Tanya Henry menatap Eliza .
Cup
Eliza mencium Daddy Radit, mommy Ellena ,Henry ,Elvi ,Jose, Ana dan Alan serta Elsa .
" Di rumah ayah tidak ada sarapan soalnya ayah sudah miskin " Jawabnya menarik kursi duduk di samping Elvi .
" Kan ada butiknya Bunda " Jawab Rangga .
" Skip .... Itu butik kakak bukan lagi butik bunda " Jawabnya mengambil sarapannya tanpa di persilahkan .
" ayah dan bundamu pasti sangat bangga padamu , bahkan saat penghuni rumah saja belum makan Zaza sudah makan " Ucap Alan sinis .
" Lapar Opa " Jawabnya Tersenyum .
" Sudah jangan lagi ribut " Ucap Daddy Radit .
" Mau makan apa " Tanya Edward .
" Makan buah saja " Jawab Nova seadanya lalu mengambil buah yang ada di depannya .
" Makan sama karbo " Tegur Amanda .
" Masih kenyang Aunty ,tadi habis minum susu juga " Jawab Nova Tersenyum tipis .
" Nova " Panggil Edward rendah .
" Iya " Nova mengambil nasi goreng dengan ayam goreng tepung lalu menggeser piring buah nya .
Eliza melihat sikap Nova sedikit bingung seperti orang yang banyak beban ,apa selama ini tidak bahagia tapi bukan kah kata Edward dia baik² saja setiap menanyakan kabar Nova .
Setelah sarapan pagi para pria langsung ke belakang main golf begitu juga Edward .
Sedangkan Eliza menyusul Nova yang langsung ke kamar ,karena para wanita sibuk membuat makanan yang biasa kalau weekend karena hari berkumpul sehingga Merkea menyibukkan diri memasak .
Tok ....tok ...
" Va ,ini aku !! Boleh masuk " Panggil Eliza dari luar kamar .
Ceklek .
" Masuk Za " Ucap Nova lalu menutup kembali pintu kamarnya saat Eliza sudah masuk .
Keduanya langsung ke balkon memperlihatkan kegiatan para pria di lapangan luas sana .
" Kamu beda " Tanya Eliza to the poin ,Nova Tersenyum tipis menatap Eliza lalu kembali menatap ke depan .
" Tidak ada yang beda Za, aku hanya menyesuaikan diri saja " Jawab nya .
" Apa sebulan ini belum cukup " Nova mengaguk " aku akan lambat ' jawabnya Tersenyum paksa.
" Ah iya aku baru sadar " Ucap Eliza tertawa .
" Aku pengen cerita banyak tapi nanti saja kalau semuanya sudah baikan " Ucap Eliza dengan helaan napas .
" kamu siap saja dulu " Jawab Nova ,Eliza mengaguk .
" Bagaimana selama sebulan di sini " Eliza menatap Nova yang tersenyum " Baik semua baik² saja " Ucap Nova .
" Tapi aku melihatnya beda " Jawab Eliza membuat Nova tertawa kecil .
" Kamu seperti peramal saja , aku harus belajar sedikit demi sedikit ....."
" Kenapa harus belajar tidak perlu merubah diri mu hidup lah seperti biasanya " Nova mengagguk saja.
Iya kau benar mau berubah bagaimana pun pada dasarnya mereka hanya menginginkan kamu menjadi pendamping Edward bukan aku Ucap Nova dalam hati .
Keduanya kembali bercerita sekalipun Nova hanya menimpali sesekali dan ikut bicara seadanya untuk mengusir rasa canggung dan penasaran Eliza pada nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Edward kembali ke kamar setelah lelah bermain dan Eliza juga sudah ke luar dari kamar mereka karena dia ingin mencicipi masakan para wanita .
" Eliza ke sini " Nova hanya mengaguk sebagai jawaban nya " Aku mandi dulu " Lanjutnya langsung ke kamar mandi .
Nova langsung berdiri menyiapkan pakaian ganti Edward berjalannya waktu dia semakin bingung dengan perasaannya ,apa lagi sifat Edward terkesan biasa saja menurutnya .
Tapi Nova tetap diam karena dia tidak ingin semuanya semakin rumit .
Tanpa dia sadari jika semua yang dia khawatir kan dan ada dalam pikirannya itu tidak beralasan .
Sekalipun dia terlihat baik² aja di depan mereka tapi itulah dia berusaha sebisa mungkin untuk menutupi semuanya .
" Apa nantinya Bunda akan di minta pergi saat kalian lahir " Gumam Nova .
Edward masuk melihat Nova terdiam sambil memegang pakaian untuknya dia mendekati wanita itu .
" Kamu melamun lagi " Nova lalu membalikkan badannya kaget .
" Maaf " Edward mengambil pakaian yang ada di tangan Nova .
" Pergilah jika kamu tidak nyaman semenjak di sini kamu banyak diam ,aku tidak akan menahanmu !! karena kamu sudah tahu aku tidak akan meninggalkan rumah ini " Ucap Edward tanpa membalikkan badannya .
" Aku akan bicara pada Keluarga ku nantinya "Lanjutnya sambil memakai pakaiannya lalu meninggalkan kan Nova dalam ruangan ganti .
" Apa kamu menginginkan itu juga " Tanya Nova menghentikan langkah Edward yang sudah di ambang pintu .
" Aku atau kamu " Jawab Edward tanpa membalikkan badannya .
" Kamu " Edward Tersenyum lalu membalikkan badannya menatap Nova .
" Aku " Edward menaikan alisnya sebelah menatap Nova " Katakan sikapmu yang mana yang menginginkan kamu pergi Tanya Edward .
" Bukannya kamu sudah janji syarat aku ikut dengan mu tidak tinggal di rumah ini " Tanya Nova
" Apa kamu mendengar aku menjawab iya ,aku hanya bilang mengusahakan tapi jika pun tidak kita akan tetap di sini !! aku juga tidak menjanjikan untuk ke luar dari rumah ini bukan " jawab Edward .
" Kenapa kita terus membahas masalah ini, apa saat aku pergi mereka menyiksa mu atau apa " Lanjutnya .
" Kenapa kamu tidak bisa ngerti perasaan ku " Tanya Nova kesal .
" Lalu kamu mengerti perasaan ku ?? Posisikan dirimu di kehidupan ku !! Apa aku memintamu untuk mencintai ku " Ucap Edward meninggikan suaranya .
" Kamu yang menarikku di kehidupan mu Nova ,tapi bukan berarti sesuka mu dalam bersikap di sini aku suamimu sekalipun kamu lebih tua " Lanjut nya .
" Ke luar lah,kita di tunggu di luar " Ucap edward , Nova mengambil handuk edward menyimpan di keranjang kotor ,lalu ke luar dari kamar yang mereka tempati .
" Maaf Abang telah " Ucap Edward saat semuanya berada di gazebo depan rumah .
" Tidak papa, sini Nak " Panggil Adara pada Nova .
Nova mendekati Adara lalu duduk di samping nya sedangkan Edward duduk di samping Eliza .
" Belum pulang " Eliza menatap Edward " Abang ingin aku pulang " Edward mengagguk kepalanya .
" Apa kamu tidak merindukan ku " Tanya Eliza .
" Tidak " Jawab Edward .
" Bohong sekali " Edward tertawa kecil " Gimana lancar " Eliza menatap Edward " Lancar tapi melelahkan " Jawabnya tertawa kecil .
Nova terus menatap ke arah Edward dan Eliza yang begitu nyaman satu sama lain tanpa ada rasa canggung beda saat Edward bersama nya hanya akan kecanggungan apa lagi sikap Edward yang begitu dingin beda halnya dengan Eliza.
Nova membuang mukanya ke arah lain mengatur napasnya sebaik mungkin lalu kembali menatap ke arah Adara saat mendengar suara wanita itu .
" Mau makan yang mana sayang " Tanya Adara .
"Apem saja Mom " Jawab Nova Tersenyum , Adara mengambil yang di minta Nova " Hanya ini " Tanya Adara lagi .
" Sama bolunya Mom " Adara kembali mengambilkan lalu memberikan pada Nova .
" Daddy tolong minumnya untuk Nova " Raymond memberi kan segelas minuman lalu di berikan pada istrinya .
"Makasih Dad " Ucap Nova , Raymond hanya mengaguk saja .
" Makan bang,kakak " Tegur Raymond pada Edward dan Eliza .
" Iya Dad ,Abang mau makan apa " Tanya Eliza menatap Edward .
" Apa saja kak " Eliza mengagguk lalu berdiri mengambil apa saja lalu di berikan pada Edward baru setelah itu dia mengambil untuk dirinya .
Melihat itu Nova hanya tersenyum simpul sekalipun sesak tapi dia berusaha sebisa mungkin untuk menelan kue nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...
dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰😘😘
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟