One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Weekend siang



Suara baby four dan baby twins memenuhi rumah besar itu di mana para penghuni nya menghabiskan pagi di belakang rumah setelah dari menyapa Mommy Ellena dan mengantarkan bunga.


Della dan Ethan terus mengejar Nora,Elea dan Rachel yang terus bersembunyi di belakang tubuh besar sang penjaga ,sedangkan Enzi dan Richard melindungi adik mereka masing-masing di belakang penjaga


Tawa mereka membuat para penghuni rumah besar itu ikut tertawa sambil menikmati camilan yang ada di depan mereka .


" Paman ...Paman ....Pegang Abang " Pekik Ethan


" Jangan paman, paman berdiri saja lindungi kami " Pekik Enzi lagi sambil berlari ke kiri dan ke kanan karena menghindari Ethan begitu juga Richard yang melindungi adiknya .


" Ethan ke samping ,kakak Della ke samping sini " Ujar Della .


" Paman " Pekik Elea ,Nora dan Rachel .


" Kabur " Pekik mereka bersamaan lalu lari berhamburan di mana Della dan Ethan terus mengejar salah satu dari mereka untuk di jadikan bagian mereka .


" Kapan kalian menikah " Tanya Henry menatap para bujangan .


" Sekarang, atau besok " Jawab Bara tenang .


" Opa serius ,jangan buat Opa memukul mu " Jawab Henry kesal .


" Bara juga serius kalau bukan besok ,berarti besoknya lagi dan seterusnya nya begitu sampai perempuan mau " Lidah Henry berdecak .


" itu sama saja kamu belum mau menikah bodoh " Umpat Eric .


" Yang penting sudah menjelaskan " Jawabnya tertawa kecil .


" Randy " Tegur Daddy Radit,Reza langsung menatap anak bungsu laki² nya itu .


" Belum Eyang,Randy masih muda masih ingin menikmati hidup " Jawab Randy .


" Lalu kamu pikir Aku tua " Jawab Rangga ketus .


" Maybe ,contohnya dua kecebong kakak sudah sebesar itu " Jawab Randy .


bugh


Randy meringis sambil mengelus tulang keringnya " Kebiasaan " Ujar Randy kesal .


" Makanya bicara yang benar, kecebong .... kecebong mau kakak congkel biji matamu " Jawab Rangga ketus.


" Apa Diandra tidak ingin menikah denganmu " Tanya Edward .


"Apa ada yang tidak mau menikah denganku ' Jawabnya sombong .


" Lalu " Randy menghela napas panjang " Entahlah " Jawabnya menatap ke arah lain .


" Gani " Tanya Henry .


" Pekerjaan Gani banyak Opa ,Ayah terlalu membebaniku seperti nya ayah membuatku ingin mati secara perlahan " Rif'at menatap anak sulungnya tajam " Apa tidak ada jawaban yang lebih bagus lagi " Ujar Rif'at ketus .


" Tidak ada Yah " Jawab Gani cepat.


Saat mereka tengah sibuk membahas para bujangan teriakan pada bocil dan pengawal membuat mereka menatap ke arah anak² di mana Nora dan Rachel terjatuh karena terus berlari hingga keduanya bertabrakan tanpa senjata


" Nora "


" Rachel "


" Nona Muda "


Henry dan Raymond langsung berdiri dari duduknya tapi langkahnya berhenti saat melihat Nora hanya tertawa begitu juga Rachel .


Kedua pria itu menghela napas panjang ,begitu juga Edward rasanya jantung nya seperti akan lepas .


Sedangkan para penjaga hanya bisa menelan ludah nya kasar syukur Nora dan Rachel baik² saja , sekalipun ini bukan kesalahan mereka sepenuhnya tapi itu sama saja mereka kalau dalam menjaga nona muda mereka .


" Sudah mainnya ayo, kalian sudah berkeringat ! Della bawa adik²nya ke sini" Titah Elvi .


" Iya Oma " Jawab Della lalu membawa adik²nya ikut bergabung ke arah orang tua mereka .


" Nora baik² saja " Tanya Nova lembut .


" Iya Bunda, Nora tidak terluka seruh Bun" Jawabnya sambil tersenyum kuda .


" Minum dulu " Ujar Adara lalu memberikan minuman pada baby four dan twins .


" Mas minta " Ujar Della langsung mengambil minuman Randy .


" Mas ...Mas ...kalau minta itu di izinkan dulu baru ambil " Ujar Randy tapi tetap membiarkan Della meminum minuman nya .


" Berbagi itu indah Mas " Jawab Della lalu meletakan gelas kosong di depan Randy .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Daddy ......Bunda "


bugh ....bugh ....bugh


Edward menghela napas panjang,menatap pintu kamarnya di gedor dari luar di mana ke empat anaknya sudah berada di sana .


Nova yang paham akan keinginan Edward hanya mengulum senyum mengelus rahang sang suami .


" Sakit baby " Nova mengagguk paham " Tahan sebentar ya " Edward merebahkan tubuhnya menahan sesuatu yang mulai bangun .


Ceklek


" Bukannya Bunda bilang tidur siang " Tanya Nova lembut mensejajarkan tubuhnya dengan mereka .


"Mau bobo sama bunda sama Daddy " Nova menaikan alisnya sebelah " Elea yang mau " Timpal Enzi dengan malas .


"Tapi Daddy sudah tidur karena lelah ,ayo bunda antar ke kamar kalian " Ujar Nova lembut .


" Tapi Bun ....."


" Jangan keras kepala, tadi Abang sudah bilang kita tidur di kamar saja " Potong Ethan saat Elea kembali bersuara .


" Sudah² jangan berdebat ,ayo " Mau tidak mau baby four kembali lagi ke kamar mereka .


" Nanti malam tidurnya sama Daddy sama Bunda ya " Ujar Nova .


" Iya Bunda " Jawab Elea lalu naik ke atas tempat tidurnya ,begitu juga Nora


CUP


Nova memberikan kecupan di kening Elea dan Nora begitu juga dengan Enzi dan Ethan .


" Adiknya di jaga ya ,tidur siang kan tadi sudah janji sama Opa " Ujar Nova .


" Iya Bun " Jawab Mereka serempak .


" Bunda ke kamar ya,selamat siang anak Bunda " Ujar Nova lembut .


" Siang " jawab Ethan dan Enzi .


Lalu Nova ke luar dari kamar si kembar bertepatan dengan Adara yang akan masuk .


" Mom " Ujar Nova sambil memegang dadanya karena kaget .


" Anak² sudah tidur " Tanya Adara .


" belum, tapi sudah mau tidur " Jawab Nova .


" Ya sudah ,mommy hanya ingin melihat mereka " Nova mengaguk " Nova ke kamar ya mom " Adara hanya mengaguk lalu masuk ke dalam kamar si kembar.


Ceklek


Nova masuk ke dalam kamar tidak lupa mengunci pintu nya ,lalu berjalan ke arah tempat tidur .


" Sudah " Nova mengagguk tersenyum lalu naik ke arah tempat tidur .


" Sini " Ujar Edward menepuk kedua pahanya " Sini Nova " Ulang nya lagi .


Karena sudah tidak sabar ,Edward menarik Nova hingga wanita itu duduk di pangkuan nya lalu membungkam mulut nya dengan kasar .


" Hhhmmmppp" Nova memukul Dada Edward dengan pelan karena kaget .


Edward membuka resleting pakaian Nova hingga terlihat dua gundukan yang selalu membuatnya panas dingin .


Besar


Padat


Menggairahkan


" Mereka selalu membuatku tidak tahan " Ujar Edward berat ,lalu mengulum kedua benda itu bergantian ,Nova memejamkan matanya meremas rambut Edward .


" OugHhhhhhh"


Nova bergerak tidak karuan hingga membuat Edward semakin kesetanan kala bokong sintal itu menggesek sang junior .


" OugHhhhhhh....Aahhhhhh Ed ...ward "


" Aaahhhhhh "


Nova terus mendesah sungguh rasanya sangat nikmat,itu kenapa mereka selalu melakukan sekalipun berada di perusahaan .


Edward membalikkan posisi nya hingga kini Nova sudah berada di bawa Kungkungan nya ,Edward kembali membungkam mulut Nova.


Sedangkan tangan Edward mulai menyelusup kedalam belahan yang sudah terasa lembab .


" Hhhmmmppp " Lenguh Nova tertahan kalah jari besar Edward mulai menerobos lahan basah itu .


" Suka " Tanya Edward berat .


' Aaahhhhh .....Sa...yang Aahhhh " Pekik Nova kenikmatan kala Edward menambahkan tempo jarinya .


" Terus baby, aku menyukai nya " Ujar Edward lalu mengulum benda kenyal yang selalu menantang nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰😘😘


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟