One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Icip-icip



Tok ....tok .....


" Ini Eliza " Ucapnya dari luar


Ceklek


" Boleh Zaza masuk " Izin nya saat Queen membukakan pintu .


Eliza masuk saat mendapat kan anggukan dari Queen dan langsung merebahkan kepalanya di paha Naufal yang tengah duduk bersandar di tempat tidur .


" Hadiah Zaza mana " Naufal dan Queen saling melirik .


" Kaka mau hadiah apa " Tanya Queen yang sudah berada di dekat ke duanya .


" Entah, Zaza sudah punya semua nya bahkan Zaza dapat dari kecil " Jawabnya tanpa menatap ke arah orang tuanya.


" Ayah" Eliza menjeda ucapannya ' Maaf jika Zaza sudah menyakiti ayah sama Bunda, tidak ada Niat Zaza untuk itu ' Naufal mengusap kepala Eliza yang masih berbaring di pahanya .


" Kenapa ayah menyembunyikan hal ini " Lanjutnya dengan suara serak .


" Ayah tidak ingin kamu kecewa dan merasa sendiri, Karena Zaza punya ayah ,bunda dan adik² " Ucap Naufal membuat Eliza kembali mengeluarkan air matanya .


Queen yang melihat punggung Eliza bergetar mengelus punggung nya untuk menenangkan nya .


" Jangan menangis " Eliza hanya diam saja .


" Maaf untuk semalam " Naufal dan Queen hanya terdiam .


Bukan hal yang muda juga untuk Eliza menerima semua ini, di saat dia tahu kalau Selama ini dia tumbuh dan besar di keluarga yang tidak ada hubungan apa pun dengan dirinya .


" Ayah " panggil Eliza lirih .


" Aku ke luar dulu iya " Naufal mengagguk lalu mencium sekilas bibir Queen ,sebelum wanita itu ke luar membiarkan Eliza dan Naufal di kamar .


" Gimana rasanya " Tanya Naufal .


" Perih " Naufal hanya tersenyum saja " Jangan mengulangi lagi bunda sejak semalam tidak bisa tidur bahkan dia tidur hanya 2 jam " Eliza mengaguk ' mAaf ayah " Naufal hanya tersenyum sekalipun tidak di lihat nya .


" Jangan membenci siapa pun ,jangan pernah memikirkan jika kehadiran mu tidak di inginkan oleh siapa pun termaksud mereka jangan melihat kebelakang perjalanan mu masih panjang !! Ayah tidak akan melarang mu bertemu dengan mereka karena mereka orang tuamu,kamu sudah dewasa sudah bisa melihat mana yang baik dan buruk ,ayah hanya berpesan padamu jaga dirimu baik-baik " Eliza hanya terdiam .


" I love you " Ucap Eliza lirih sambil mempererat pelukannya .


Sedang kan di tempat lain Edward sedang memikirkan hubungannya dengan seseorang .


Entahlah dia sendiri bingung dengan perasaannya hingga dia memilih mengurung diri di kamar setelah sarapan .


30 menit terdiam dia mengalikan pandangan nya dari HP nya saat nama seseorang menelpon nya .


Ini pertama kalinya dia menelpon setelah dia kembali dari Paris .


" Kangen " Edward hanya terdiam tanpa mengatakan apa pun .


" Maaf untuk yang kemarin aku tidak bermaksud apa pun ,kami hanya teman tidak....."


" Bukan urusanku " Jawabnya ketus .


" Abang " Panggilnya lirih .


" Bicaralah waktumu hanya 5 menit " Ucapnya dingin .


" Apa aku berhenti saja " Tanyanya serak" Baiklah, aku akan ikuti mau mu semoga Abang bahagia " Ucapnya lalu mematikan sambungan telepon itu .


Edward membuang kesamping benda itu lalu mengusap wajahnya kasar dan bersandar di tempat tidurnya dengan helaan napas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Daddy " Raymond menatap El yang baru saja turun kini mereka tengah menikmati indah nya sore .


" Kenapa " Tanya Raymond


" Itu apa Hm " El menatap Adara meminta bantuan tapi sepertinya wanita itu enggan membantu nya karena tidak paham kode darinya m


" 5.....4.....3...."


" Boleh El ke luar " Raymond menaikan alisnya sebelah " Ada teman El yang juga liburan di sini hanya sebentar " Lanjutnya memohon .


" Iqbal Ardi Ansyah Siregar ,kuliah fakultas hukum anak dari seorang pengacara Dwi Yanto Siregar tidak lain pengacara keluarga Mateo " Terang Reza menatap El yang memucat bahkan dia sudah berkeringat dingin .


" Sebelum jam makan malam pulang " El menarik napas panjang nya " Terimakasih Dad, Pulang nanti El cerita " Raymond hanya mengaguk .


El langsung mencium Raymond dan Adara begitu juga dengan yang lainnya .


" Kaka ikut boleh " Tanya Syifa menatap El .


" Anak bau kencur di rumah saja ,cuci kaki nya jangan lupa sikat gigi baru bobo " Ucap El lalu mengacak rambut Syifa dan meninggalkan ruangan itu .


" Hubungi mereka untuk makan malam di sini " Reza hanya mengaguk patuh .


" Dia sangat beda dengan Henry dulu " Bisik Jeje .


" Dia Longgar tapi penuh aturan " Balas Jose .


" Iya Henry ketat dan aturan juga ketat " Ucpa Jeje sambil tertawa kecil begitu juga Jose .


" Kami membahas kerjaan hen " Ucap Jeje kikuk .


" Dan kau berharap aku percaya, menjijikan " Umpat Henry .


" Lo Abang mau ke mana " Tanya Henry menatap Edward yang sudah melangkah mendekati mereka .


Jangan tanyakan penampilan pria itu sekalipun terlihat biasa tapi apa pun yang melekat padanya itu sangat luar biasa di pandang mata .



" Ada janjian di luar " Tanya Edward lalu mencium pipi Adara begitu juga Raymond .


" Siapa " Tanya Raymond .


" Daddy akan tabu nanti " Jawabnya .


" Wanita " Tanya Ana ,Edward hanya mengaguk sebagai jawaban setelah berpamitan di langsung meninggalkan ruangan itu .


" Jangan pulang larut , uncle Arif bersama mu " Edward hanya menaikan tangannya saat suara Adara memenuhi ruangan itu .


" Aku iri " Ucap Salwa menunduk " Jangan macem-macem jika tidak ingin bunda memotong lehermu " Salwa meringis lalu memegang lehernya .


" Dear " Tegur Alister karena memang dia tidak suka ada orang yang berkata kasar pada anak-anak nya sekalipun itu istrinya Ana.


" Iri² kencing saja masih suka bengkok ,sudah mau ingin pacaran " Cibir Ghozi .


" Dari pada kamu tidak ada yang mau " Cibir Salwa menatap Ghozi .


" Lalu kamu ada yang mau " Balas Ghozi membuat Kaka beradik dengan status sepupu itu saling memicing kan matanya tajam .


"Opa " Semua mata menatap Eliza yang sejak tadi diam .


" Apa boleh Zaza bertemu bunda Lian " Henry menatap Naufal dan Queen bergantian .


" Apa sudah membicarakan ini pada ayah mu " Eliza menunduk lalu menggeleng pelan .


" Ini yang terkahir " Ucapnya menatap Henry .


" Bunda Lian sudah menikah dan kamu memiliki adik 3 orang satu laki² dan duanya perempuan mereka mirip denganmu karena dia menikah dengan ayah mu " Eliza mengaguk saja .


"Apa kamu sudah siap bertemu mereka " Tanya Henry .


" Eliza hanya ingin melihat mereka sekalipun dari jauh " Ucap Eliza .


" Jangan Sakiti hatimu karena melihat keadaan mereka ,siapkan dulu hatimu jika sudah siap temui Opa " Ucap Henry tegas .


" Apa mereka baik² saja " Henry menggaguk karena sejak saat itu dia terus memantau gerakan mereka karena takut terjadi sesuatu pada keluarga nya nanti .


" Syukurlah " Ucap Eliza sekalipun sesak .


" Eliza ke luar dulu mau cari angin " Ucapnya dengan helaan napas .


" Di temani sama kanz iya Princess " Eliza menggeleng " Zaza sendiri saja Ayah " Ucap Eliza .


" Jangan ke club' atau Eyang akan membuat nya rata dengan tanah " Eliza tertawa kecil .


" Kalau orang luar begitu Eyang itu tanda nya Zaza sudah dewasa " Ucap Eliza Tersenyum.


" Kamu bukan orang luar " Cibir Jeje .


" Hanya icip-icip Opa " Jawab Eliza .


" Apa ada icip-icip bisa membuat seseorang mabuk " Ucap Jose .


" Khilaf " Jawabnya singkat .


" Khilaf membawa kenikmatan " Ucap Alan .


" Iya Opa Alan benar , Apa Zaza ulang lagi "


" Eliza " Pekik semua yang ada di ruangan itu membuat nya tertawa lepas lalu keluar dari ruangan itu .


" Jika kamu pulang mabuk lagi bunda akan membunuhmu ELIZA " Teriak Queen keras .


" Hanya sedikit Bunda " Balas Eliza tak kalah keras .


" Sayang sudah " Naufal menahan Queen yang akan mengejar Eliza karena kesal


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟