
Setelah pembahasan dengan Raymond Reza dan Rangga ,Edward kembali ke kamarnya .
Bibirnya terangkat sedikit saat melihat pesan yang baru masuk .
📥
good night
Edward langsung menelepon karena dia malas mengetik bahkan dia melakukan panggilan video
" Sudah selesai "
" Iya aku baru pulang "
" Sudah mandi "
" Belum, kenapa kau ingin menemaniku "
" Jangan memancing ku, aku bisa saja langsung ke situ sekarang juga "
" Iya² tuan muda Mateo aku percaya padamu, Gimana sekolah mu "
" Menyebalkan "
" Apa dia kembali mengganggu mu " Edward mengaguk sebagai jawaban " Wah dia tidak menyerah iya " Ucapnya sambil tertawa kecil .
" Iya dia sama seperti mu tidak mau menyerah " Cibir Edward .
" Tapi kamu mau kan " Edward hanya berdecak saja " Terpaksa karena aku kasihan denganmu seperti pengemis " Ucapnya ketus .
" Tadi aku bicara sama Daddy, aku akan melanjutkan di new York bersama Rangga karena dia lompat kelas "
" Semangat ,semoga apa yang kamu impikan jadi kenyataan " Edward hanya mengaguk " Seperti nya dia akan bahagia kalau tahu kamu ke sana "
" Aku belum memberitahunya, awas jangan kamu beri tahu sekalipun dia sahabatmu aku akan memutuskan mu saat itu juga " Ancam nya tidak main² .
" Dasar " Ucapnya.
" Nova "
" Iya "
" Miss you "Ucap Edward serius .
" Maka cepat lah selesai kan urusanmu, dan menemui orang tuaku " Ucapnya .
" Apa aku temui sekarang saja ,meminta restu "
" Jangan gila ,kamu akan membuat ayah sama ibuku pingsan, kamu tahu siapa kami "
" Aku tidak peduli " Ucap Edward tegas .
" jangan macem² Abang ,biarkan aku selesaikan ini dulu biar keluarga mu bangga dan tidak sia² memberikan beasiswa padaku dan menanggung semua selama aku di sini " Ucapnya dengan memohon .
" Baiklah, hanya dua tahun lewat dari situ aku tidak akan menerima alasan apa pun " Nova mengaguk cepat .
" Apa tidak bisa jangan mengancam terus ,aku akan mengadukan pada kakakmu biar nanti dia memukul kepala mu "
" Aku tidak peduli " Ucapnya Edward .
" Baby "
" Hebm"
" Cepat atau lambat Mungkin nanti kamu akan mendengar kan berita tentang ku tapi aku harap kamu bisa paham "
" Ada masalah " Edward menggeleng " Tidak ,aku hanya mengatakannya , agar nanti kamu tidak kaget " Nova mengaguk paham .
" Aku tutup iya "
" Iya " Jawab Nova .
Edward menarik selimutnya lalu mematikan lampu utama hingga hanya lampu tidur yang menyala .
Dia menatap Layar HP nya potret cantik wanita cantik yang sempat dia ambil sebelum kembali ke Indonesia .
" Jelek " Gumam Edward lalu menyimpan HP nya dan memejamkan matanya .
Di lain sisi Wanita yang kini berstatus kekasih dari seorang Edward Dara Alexander Mateo hanya bisa tersenyum saja .
Iya dia Nova Denisha anak kampung yang di bawah Henry ke kota untuk menyelesaikan sekolahnya .
Awalnya dia tidak setuju tapi karena sedikit ancaman dan dorongan dari orang tuanya Akhirnya dia menyetujui nya .
Saat sampai di rumah besar milik keluarga Edward ,Nova merasa takjub dan takut tapi syukur mereka menerima nya dengan begitu baik ,apa lagi ada anak yang seusia Nya siapa lagi kalau bukan Eliza gadis centil yang dulu sangat cerewet bahkan sampai sekarang
Dari situ lah mereka bersahabat hingga Eliza tahu semua tentang perasaan Nova pada sang adiknya,kadang juga Nova menginap di rumah orang tua Eliza.
Sekalipun Nova tinggal di rumah utama tapi dia tidak pernah merasa dirinya di atas dia selalu membantu pelayan bekerja sekalipun sudah di larang .
Perna sekali dia di marahi Henry karena belum menyelesaikan tugasnya dan itu semua karena Eliza yang tiba² berteriak tanpa melihat situasi .
sejak saat itu pula sejak pulang sekolah dia langsung menyelesaikan tugasnya agar bisa membantu pelayan bekerja karena baginya dia pun sama di rumah itu di gaji dengan bayaran sekolah,makan dan tempat tinggal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menjelang semua orang sudah bersiap di meja makan ,ada sedikit perubahan di sini di mana Rifat dan Radhi juga sudah berada di meja makan karena memang sudah memutuskan tinggal di rumah besar itu .
" Abang " Edward mengaguk Tersenyum .
" Morning Dad mom " Edward mencium pipi kedua orang tuanya lalu mencium pipi kedua opa dan Oma nya .
Kini semuanya sudah siap dengan sarapan masing-masing .
" Kakak jadi ikut Abang " Rangga menatap Raine lalu mengaguk " Iya Ma " Jawab Rangga .
" Kakak ikut Abang ke mana " Tanya Randy .
" Kaka lompat kelas ,makanya kemarin Papa ke sekolah " Randy menatap Reza yang hanya fokus pada sarapannya .
" Koh Ade tidak pak " Ujar Randy .
" Bukan Papa yang atur dek, tapi guru di sekolah " Ucap Reza tenang .
" Kalau kakak ikut Abang, berarti nanti Kaka ikut Abang juga kuliahnya " Rangga mengaguk .
" Randy kenyang " Randy langsung meninggalkan meja makan itu begitu saja .
" Adek ....."
" Biarkan saja ,nanti Papa yang bilang " Reza menahan tangan Raine .
" Tapi dia belum makan ' Ucap Raine khawatir
" Dia sudah besar Ma ,kalau dia lapar nanti ke kantin " Riane mendengus kesal .
" Awas kalau nanti Randy sakit " Reza hanya mengaguk saja .
"Iya kalau Randy sakit potong saja adik kecilnya " Timpal Radhi .
PLak
" Sakit Bu " Ucap Radhi kesal .
" Sudah selesai kan sarapannya " Titah Henry .
Setelah selesai semuanya berpamitan pada Henry dan Elvi serta Adara dan Vania .
Saat semuanya sudah pergi ke empat orang itu masuk kembali dalam rumah .
" Kita buat apa ini " Tanya Elvi menatap ke dua menantunya .
" Terserah mommy saja " Ucap Vania .
" Kita kebelakang saja ,sambil memikirkan apa yang harus kita lakukan jujur Mommy bosan " Adara dan Vania hanya tertawa kecil .
Sedangkan Henry hanya menyimak saja pembicaraan 3 wanita itu sambil merangkul mesra pinggang sang istri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayo siapa kemarin yang bilang itu Eliza 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jangan lupa dukung Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Mampir di novel sebelah iya kak jangan lupa 😘😘😘😘