One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Kepergian dadakan



Setelah makan malam semua nya berkumpul ada Rifat,Daffi dan juga Qiandra ke dua anak Amanda itu memilih duduk di samping Rifat di banding dirinya .


" El nanti jadi ikut Eliza " Tanya Elvi lembut .


" Kakak larang Oma, katanya cari yang lain saja " Jawabnya cemberut .


" Lagian kenapa harus butik ,kan sudah ada Eliza " Tanya Rifat .


" Suka saja Uncle, dan menurut El hanya itu yang cocok !! El tidak mau seperti Daddy " Jawabnya jujur .


" Lalu kakak mau jadi apa ?? " Tanya Raymond .


" Seperti mommy " Raymond langsung menatap anak perempuan semata wayangnya itu " Mau menikah " El menggeleng cepat " Bukan seperti itu Dad ,kalau yang itu sudah pasti tapi Maksudnya sesuai gitu nah " Jawab El bingung harus menjelaskan dari mana .


" Kalaupun El ingin menikah ,Opa setuju " Raymond langsung menatap Henry " Daddy saja yang menikah jangan menyuruh El yang menikah " Ucap Raymond kesal .


" Daddy hanya bercanda mas " Ucap Adara lembut .


" Bercanda apa nya, dia anak²ku jangan berani kalian mengurusi nya " Adara hanya mendengus kesal .


" El juga tidak mungkin menikah secepat itu Dad ,nanti suami El makan apa " Ucap El karena memang dia tidak perna menyentuh alat dapur .


Dan semua itu karena aturan sang Daddy siapa lagi kalau bukan Raymond .


Makanya dia sering berdebat dengan sang istri hanya masalah kecil seperti itu .


"Ada pembantu " Adara sudah duga jawaban sang suami .


" Kata Kaka Eliza, dia takut tinggalin El sendirian di sana, jadi dia suruh El di sini saja ,kalau pun Abang sama Rangga ke sana pasti mereka sibuk dengan urusan mereka " Ucap El menjelaskan alasan Eliza menolaknya .


"Jadi kakak mau di sini saja " Tanya Qiandra .


" Iya mau gimana lagi " Jawabnya sendu .


" Nanti El belajar sama Kaka Eliza di sini juga bagus koh katanya jadi hitung² sambil bekerja " Lanjutnya .


" Mulut anak kakak Queen memang iya selalu sesuka hatinya bilang saja dia mendapat kan karyawan gratis " Ucap Radhi tertawa kecil .


" Kaka yakin " Tanya Raymond di jawab anggukan oleh El .


Saat semuanya sendang membahas Eliza dan El ponsel Henry berdering dan respon Henry terlihat kesal .


" Apa " Jawabnya saat panggilan terjawab .


" Opa " Rengeknya manja ,membuat Henry semakin kesal lalu menghidupkan pengeras suara nya .


' Kenapa ?? Opa sibuk " Jawab Henry ketus .


" Uang Zaza habis "


" Aku tidak peduli " Jawab Henry kesal ,ada² saja tingkah Eliza habis uang dia pikir Bodoh apa .


" Ah kirain Opa langsung mengirim kan uang " Eliza berdecak kesal " gimana kabarnya sayang " Tanya elvi lembut .


" baik Oma ,tapi tiba² dada Eliza sakit karena Opa Tidak mengirimkan uang Aahhh sakit "


" Mati sekalian "


PLak


" Daddy " Pekik Eliza kesal .


" Apa ?? Wanita centil itu sedang berakting pakai otakmu apa mungkin Naufal sama Queen membiarkan dia kehabisan uang " Ucap Henry emosi tapi itu membuat Eliza tertawa senang .


" Opa " Panggil Eliza Serius


" Hebm"


" Zaza ketemu bunda Lian " Henry langsung menegangkan duduk nya " Seperti nya mereka liburan bersama keluarga nya " Ucap Eliza terbata .


" Opa " Henry masih terdiam tapi wajahnya sudah berubah dingin " Dia hiks ....."


" Jangan menangis jika tidak ingin Opa marah " Hanya ada suara tangisan yang begitu memilukan .


" Opa akan ke sana bersama Oma " Ucap Henry .


" Siapkan penerbangan malam ini Za " Titah Henry tidak ingin di bantah .


" Tapi Dad, iya Dad " Reza langsung berdiri saat melihat tatapan tajam Henry.


Raymond dan yang lainnya hanya bisa terdiam bahkan hanya untuk membuka suara mereka takut .


Jangan sampai jadi amukan sang penguasa ke dua itu .


" Princess dengar Opa " Eliza mengehentikan tangisan nya sekalipun masih sesegukan " Jangan katakan apa pun pada ayah sama bunda, Opa sama Oma akan ke sana kita akan berlibur terserah Zaza mau ke mana " Ucap Henry serius .


" I-ya Opa " Jawab Eliza.


" Tunggu Opa jangan melakukan hal apa pun ,Opa tutup Love you princess " Ucap Henry langsung mematikan sambungan teleponnya .


Tidak berselang lama Reza datang bersamaan juga dengan Elvi .


" Jam berapa " Tanya Henry .


" Sekarang waktu kita sejam saja " Henry mengagguk " Jaga adik²mu " Titahnya pada Raymond yang hanya di jawab anggukan .


"Aku antar Daddy sama mommy dulu iya " Ucap reza pada Riane .


" Hati² tidak usah balap² " Reza hanya mengaguk lalu mencium kening sang istri .


" Jaga Mama Iya ,tunggu Papa pulang " Ujarnya pada kedua anaknya .


" Iya Pa " Jawab Rangga dan Randy .


Henry berpamitan pada anak, menantu dan cucu nya , sekalipun perasaan nya saat ini Tidak tenang karena mendengar tangisan Eliza .


Tapi dia juga harus bersikap biasa di depan yang lainnya karena mereka sangat berarti untuk Henry .


" Hati² Opa "Ucap Edward .


" Iya bang ,jaga adik²nya iya " edward mengagguk.


Mereka mengantar Henry dan Elvi ke depan pintu hingga kedua orang itu masuk mobil dan meninggalkan pekarangan rumah besar itu .


" Kasian iya kakak Zaza " Ucap Bara .


" Iya ,syukur Qiandra belum ketemu Bundanya jika sudah ingin sekali tarik mulut nya bikin anak baru tidak di hiraukan " Ucap Qiandra ketus ,tanpa dia sadari jika ucapan nya itu menyinggung seseorang siapa lagi kalau bukan Amanda .


" Sayang tidak boleh begitu " Tegur Rifat .


" Kesal ayah " Rifat hanya tersenyum saja .


" Kalau kita Tidak sekolah , pasti Syafa sudah ikut Opa " Ucap si kembar .


" Jika kamu ingin pergi lah, jangan bersikap seperti orang susah " Ucap Eric ketus .


Gayanya sekolah ,kaya kamu paham saja kalau di terangkan " Cibir Erland .


" Ayah "


" Kau Anaknya . .....


" Jauhkan tangan mu " Randy langsung menarik tangan nya dari wajah Erland dan mengepal di udara saat suara bariton seseorang terdengar begitu menakutkan siapa lagi kalau bukan Raymond


" Ajarin anak kakak " Ucap Radhi kesal .


" Ayah sudah , nanti kalau Daddy tahu dia akan kembali lagi " Radhi mendengus kesal .


" Kasih tau iparmu itu " Jawabnya lalu menarik sang putri kembarnya masuk ke dalam rumah .


Rifat menatap Amanda yang hanya terdiam lalu dia mendekati nya dan memeluk pinggangnya .


" Kenapa Hm " Amanda menatap Rifat Tersenyum lalu menggeleng .


Rifat paham dengan perasaan sang istri tapi dia tidak ingin memaksa nya dan untuk anak² dia akan memberikan pengertian pada mereka dengan pelan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟