One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Hamil simpatik



Seminggu sudah Edward selalu mengalami mual di pagi hari dan itu sangat menyiksa karena membuatnya lemas,saat dia tengah berada di dalam kamar mandi dia mendengar ada yang memanggil nya karena pintu kamar mandi tidak tertutup.


Edward ke luar dengan wajah pucatnya sesekali dia memijat kepalanya karena terasa pusing .


Ceklek .


" Abang Kenapa " Tanya El kaget saat melihat wajah pucat Edward .


" Tidak papa ,hanya masuk angin " Jawabnya seadanya .


" Kenapa " Tanya Edward.


" Sudah di tungguin di bawah ,Abang benar tidak papa " Belum juga menjawab Edward sudah berlari kembali ke kamar mandi di ikuti El yang karena khawatir .


" Abang " Panggil El lirih sambil mengelus belakang Edward .


Tidak ingin terjadi papa dengan Edward, El langsung berlari ke luar dari kamar Edward sambil memanggil ke dua orang tuanya dengan keras .


" Daddy ... mommy " Panggil El sambil menuruni tangga .


" Daddy ..... Mommy " Ulangnya lagi sambil berjalan ke arah meja makan .


" Kenapa Angel " Tanya Raymond,El mengatur napasnya lalu menatap Raymond .


" Abang muntah ,wajahnya pucat " Adara dan Raymond langsung berlari ke lantai dua di susul yang lainnya, meninggalkan daddy Radit dan mommy ellena .


" Bibi ' Panggil Daddy radit.


" Iya tuan besar " Ujar pelayan sopan


" Tolong telepon Davin atau Alister " Ucap Daddy Radit .


" Baik tuan " Jawab pelan .


" Bawa kami ke atas " Ujar mommy Ellena pada pelayan yang lainnya .


Tanpa menunggu lagi mereka membawa Daddy Radit dan mommy Ellena menuju lift Karena Henry melarang keras mereka menggunakan tangga begitu juga yang lainnya .


Raymond langsung masuk dalam kamar mandi dia mendapat kan Edward sedang bersandar di wastafel .


" Abang " Raymond langsung membantu sang anak ke luar dari kamar mandi .


"Mom tolong ambil baju Abang " Adara langsung masuk dalam ruangan ganti Edward .


" Abang kenapa " Tanya Reza khawatir .


" Masuk angin Pa " Jawabnya lirih dengan mata terpejam .


" Buka bajumu bang ,itu basah " Ujar Elsa , edward membuka bajunya lalu lempar asal .


" Abang " Edward menerima pakainya lalu di pakai .


" Buatkan air hangat Bu " Ujar Alan,Elsa ke luar dari kamar bertepatan dengan Daddy radit dan mommy Ellena .


" Maaf Dad ,mom " Ujar Elsa karena panik mereka sampai lupa karena selama ini Edward tidak pernah sakit kecuali saat kecil dulu .


" Mau ke mana " Tanya Daddy Radit .


" Buat minum untuk Abang " Ujarnya lalu melanjutkan langkahnya .


" Abang kenapa " Semua orang menatap ke arah belakang .


" Mual Opa " Jawab Reza .


" Tunggu, pelayan sudah menelepon ayah kalian " Ujar mommy Ellena .


" Mom " Adara langsung mendekat " Iya Abang butuh sesuatu " Tanya Adsra lembut .


" Mau rujak "


DUAR


Ruang itu mendadak hening mencerna apa yang baru saja mereka mendengar hingga suara Edward kembali menyadarkan mereka .


" Mom " Panggilnya lagi .


" Ah iya sayang " Jawab Adara terbata .


" Mau rujak " Ujarnya ulang .


" Abang ini masih pagi masa mau makan rujak, tumben ' Ujar El bingung .


" Abang mau rujak apa " Tanya mommy Ellena .


" Mangga kayanya enak, pakai bengkoang,nanas sama jambu air " Jawbanya membuat mereka saling melirik berbicara lewat Sorot mata .


" Abang aneh deh, apa karena sudah lama tidak makan rujak jadi pengen " Ujar Rangga menggeleng .


" Koh mommy diam sih " Ujar Edward kesal.


" Ah iya sayang, mommy ke bawah dulu iya lihat buah nya " Ujar Adara lalu meninggalkan kamar Edward dengan perasaan yang sulit di gambar kan .


" Minum dulu bang "Edward menerima cangkir itu lalu meminumnya dengan pelan .


" Makasih Oma " Ujar Edward .


Tidak berselang lama Davin masuk dalam kamar Edward setelah di antar pelayan karena Alister harus ke rumah sakit ada jadwal operasi .


" Abang sakit " Tanya Davin langsung duduk di ujung tempat tidur setelah Raymond berdiri .


" Masuk angin " Tanya Davin dengan dahi mengkerut, Edward mengaguk sebagai jawaban .


" Tumben ,apa Abang selemah itu " Tanya Davin mengeluarkan alatnya.


" Memang kalau masuk angin menandakan seseorang lemah " Davin mengaguk sebagai jawaban lalu memeriksa Edward .


" Bagaimana Vin " Tanya Daddy Radit dengan wajah serius setelah Davin memeriksa Edward .


" Abang baik² saja ,tidak ada hal yang aneh " Jawabnya tenang .


" Kau yakin " Davin mengaguk " Abang yakin hanya masuk angin " Edward mengaguk .


" Abang,ada nya mangga masak , bengkoang,nanas sama jambu juga tidak ada ,bisa tunggu bibi ke pasar dulu " Tanya Adara yang baru saja masuk dalam kamar .


" Lama tidak, Abang ingin " Tanya nya Edward .


" Tidak lama ,mereka akan membeli di pasar " Edward hanya mengaguk saja,Adara kembali ke luar .


" Abang mau apa " Tanya Davin menatap Edward .


" Rujak " Davin menatap sekeliling nya yang hanya terdiam " Sejak kapan Abang mual " Tanya Davin .


" Seminggu tapi hanya pagi hari setelah itu semuanya kembali normal " Jawabnya membuat semua orang semakin terdiam .


" Riane bawah Della ke luar, El juga iya " Ujar Davin serius .


" Iya ayah " Jawab Riane .


" Biar kakak saja Ma " Rangga membawa adiknya ke luar dari kamar Edward begitu juga El .


' Maaf ,kalau pertanyaan Opa membuatmu tidak nyaman " Edward mengagguk saja " Apa Abang pakai pengaman saat bersama Nova dulu " Edward menggeleng, membuat ada yang di ruangan itu hanya menghela nafas panjang .


" Kenapa Opa menanyakan hal itu " Tanya Edward menatap Davin .


" Kemungkinan Nova hamil anakmu, dan yang kamu alami sekarang itu kehamilan simpatik di mana yang biasanya di alami ibu hamil di awal kehamilan ,mual ,mengidam dan banyak lagi itu Abang yang merasakan nya " Ujar Davin dengan helaan nafasnya .


" Maksud Opa ,Nova hamil anak edward " Tanya nya Terbata .


" Kemungkinan begitu " Edward melototkan matanya " Opa tidak bercanda kan " Tanya Edward serius .


" kamu bisa tanya sama Opa Jeje ,karena dulu saat Oma ana hamil aunty Ela dia mengalami itu " Edward langsung menatap Jeje yang mengaguk sebagai jawabnya .


" Shhiiitt " Edward menarik rambutnya kasar " Edward harus cari Nova " Raymond menahan tangan Edward .


" Kamu masih lemah " Edward menggeleng " Abang baik² saja Dad ,tidak mungkin Abang hanya diam di kamar " Ujar Edward serius .


" Kita tunggu mereka bang " Ujar Henry .


" Sampai kapan Opa, Abang tidak ingin Nova dan anakku kenapa² " Henry menghela nafas panjang" Kita juga menginginkan itu Abang ,tapi kamu sendiri sudah tahu hasilnya " Edward mengusap wajahnya kasar membuat Adara semakin bersalah apa lagi kini dia tahu Nova sedang hamil .


Sedang kan di desa Nova membantu Nenek Nur mencabut rumput liar yang mulai tumbuh .


Sesekali dia menyekat keringatnya yang memenuhi wajahnya .


" Istirahat dulu nak " Ujar Nenek Nur .


" Iya Nek " jawab Nova lalu berjalan ke arah pohon untuk istirahat .


" Kenapa aku gampang cape iya ,tidak biasanya " Gumam Nova lalu mengambil botol minum .


" Kenapa nak " Tanya Nenek Nur menghampiri Nova .


" Tidak Nek, hanya belakangan ini Nova gampang lelah " Jawabnya setelah meneguk air minumnya .


" Kan Nenek bilang tunggu saja d rumah " Nova menggeleng " Bosan Nek " Jawab Nova .


" Tapi badan kamu berisi nak " Ucap Nenek Nur tiba² .


" Itu karena Nova makan enak terus nek " Jawabnya sambil tersenyum .


" Bukan karena kamu hamil kan nak " Tanya nenek Nur khawatir .


Nova langsung menatap nenek Nur kaget bahkan dia sampai menutup mulutnya .


" Nenek. " Panggil Nova lirih.


" Nenek sudah bisa menebakmya karena nafsu makan mu bertambah apa lagi bagian dadamu sedikit membesar " Nova terdiam .


" Nek apa yang harus Nova lakukan" Tanya nya Gugup .


" Tidak ada yang harus kamu lakukan nak, dia rezeki yang harus kamu jaga , terlepas apa pun permalasahan mu pasti semua ada jalannya ,kamu tahu kan nenek yang hanya hidup sendiri karena tidak diberi kepercayaan untuk memiliki anak Sampai suami nenek meninggal ,kamu harus bersyukur karena di beri kepercayaan itu, ayo kita kembali ke rumah mandi kita harus ke bidan " Ujar nenek Nur .


" Tidak usah iya nek " Nenek Nur tidak mendengar kan ucapan Nova " Ayo, nenek akan menjaga kalian,kamu sudah sebagai anak nenek ,jadi jangan memikirkan yang tidak pasti " Ujar nenek Nur lembut .


Setalah lama terdiam akhirnya Nova berdiri ,dia juga ingin tahu apa dia hamil atau hanya karena kelelahan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟