One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Pertemuan



Sesampainya di desa mereka langsung menuju rumah kepala desa sebelum nantinya akan ke rumah nenek Nur .


Mobil yang membawa mereka menjadi tontonan para warga yang masih berada di luar,karena penasaran tidak sedikit mereka mengikuti mobil hingga ke rumah kepala desa .


Melihat mobil berhenti tepat di depan rumahnya kepala desa langsung berdiri dan ke luar dari rumahnya ,dia sudah menunggu sejak anak buah Daddy Radit menghampiri rumahnya.


Arif membukakan pintu untuk Daddy Radit sedangkan yang lainnya langsung ke luar begitu juga mobil yang di belakang mereka .


Sedangkan pengawal menjadi pagar penahan para bosnya ,karena warga sudah mulai berdatangan padahal ini malam hari .


" Selamat datang tuan " Ujar kepala desa menunduk kepalanya di ikuti Istri dan anak²nya .


" Terimakasih,maaf sudah membuat anda menunggu terlalu lama " Ujar Daddy Radit sopan .


" Tidak papa tuan, suatu kehormatan tuan besar bisa berkunjung ke kampung yang tidak seberapa ini " Ujar Kepala desa .


" Duduk dulu tuan ,maaf jika anda kurang nyaman " Ucapnya sungkan .


" Kenapa tidak nyaman, bahkan saya merasa nyaman hanya menatap sekeliling nya masih sangat utuh " Ucap Daddy Radit .


" Saya sudah mendengar ceritanya dari pengawal Tuan, maaf jika kami tidak tahu menahu tentang menantu anda , jika kamu tahu mungkin sudah sejak lama kami memberi tahu pada anda ' Ujar kepala desa tidak enak .


" Tidak papa pak, dia sudah cukup bermain di luar sudah saatnya kembali ke rumah karena suaminya suami bosan sendiri " Ucap Daddy Radit Tersenyum menatap Edward yang hanya memasang wajah datar .


" Tuan besar kami bisa minta fotonya " Teriak salah satu warga membuat kepala desa menatap warga nya tajam .


' Kalian bisa mengambil sepuasnya " Ujar Daddy Radit .


" Tapi tidak dengan Cucu ku dan istri nya nanti ,jadi mohon berkerja sama nya " Lanjutnya .


Ucapan Daddy Radit membuat warga bertanya-tanya siapa menantu dari keluarga tenama itu hingga membuatnya mengunjungi desa kecil di ujung kota itu .


" Maaf tuan ,kami hanya menyiapkan ini " Ucap istri kepala desa .


" Kenapa harus repot-repot ,kalian menerima dan menjaganya saja itu sudah lebih dari cukup untuk kami " Ucap Henry .


" Kami menerima nya karena memang orang nya baik Tuan sekalipun kami jarang melihat nya karena hanya berada di rumah " Jawabnya lembut .


" Daddy aku Lapar " Ucap Davin membuat Henry menatap nya tajam .


" Maaf pak " Ucap Daddy Radit tidak enak .


" Tidak papa Tuan, kami senang jika tuan dan yang lainnya bisa mencicipi hidangan yang tidak seberapa ini " Ucap kepala desa tersenyum kuda.


" Silahkan tuan " Ucap istri kepala desa melayani keluarga Daddy Radit di bantu anak² nya.


" Daddy ingat kolesterol " Tegur Davin membuat Daddy Radit mendengus kesal tapi itu membuat keluarga kepala desa tersenyum .


" Ayo pak bu gabung makan ini terlalu banyak kami tidak mungkin menghabiskan " Ucap Jose pada warga yang ada di sana .


" Terimakasih tuan " Jawab mereka tapi tidak satu pun mereka maju .


" Kalian makanlah " Ucap Raymond pada pengawal .


" Baik tuan " Ucap pengawal bersamaan, setelah itu warga pun ikut makan juga walau hanya sedikit asal bisa makan bersama.


20 menit setelah makan mereka istirahat sebentar baru lah mereka ke rumah nenek Nur ,karena Daddy Radit tidak kuat berjalan jauh sehingga kepala desa menggunakan motor membawa daddy Radit sedangkan yang lainnya memilih untuk jalan kaki .


Bahkan mereka harus memakai penerangan karena tidak ada nya lampu jalan sekalipun setiap rumah yang mereka lewati sudah memakai lampu listrik .


Sesampainya di depan pagar kayu rumah nenek Nur mereka berhenti sejenak , kepala desa dan istri nya masuk lebih dulu .


Edward menatap sekeliling nya di mana rumah nenek Nur sedikit jauh dari rumah warga, rasa sesak dalam dada Edward membuatnya mengutuk dirinya .


Tok ....tok ....


Di dalam rumah nenek Nur dan Nova yang baru saja selesai makan malam, Nova sedang membersihkan piring kotor mereka .


" Nenek ke depan dulu iya Nak " Ucap Nenek nur .


" Iya Nek " Jawab Nova yang masih sibuk sama piring cucian nya .


Ceklek .


" Maaf Nek mengganggu waktu istirahat Nenek " Ucap Istri kepala desa .


" Tidak papa Bu,ada yang bisa saya bantu " Ucap nenek Nur ramah .


" Ada Nova Nek " Tanya kepala desa .


" Ada pak, lagi di belakang " Ujar Nenek nur .


" Bisa di panggil kan ke sini ,ada hal yang saya ingin bicarakan Nek " Ucap Kepala desa .


Kepala desa memanggil keluarga Daddy Radit untuk masuk kedalam.


Sedangkan dalam rumah nenek Nur langsung menghampiri Nova .


' Nova "


" Iya Nek " Jawab Nova .


' Itu kepala desa ingin bertemu Dengan mu " Nova langsung mengentikan kegiatan nya " Ada apa iya Nek " Tanya Nova gugup .


" Nenek juga tidak tahu nak, ayo kita temui " Nova mengaguk mencuci tangan nya .


" Nova takut Nek " Ujar Nova jujur .


" Jangan takut, Nenek bersama mu " Nova mengaguk sambil memegang tangan Nenek Nur berjalan ke arah luar .


Langkah Nova terhenti saat melihat siapa yang ada ruangan itu membuat Nenek Nur juga berhenti .


" Kenapa nak " Tanya nenek Nur menatap Nova membuat Nenek nur mengikuti pandangan nya bingung .


' Nenek ' Panggil Nova terbata .


Melihat Nova ketakutan Edward langsung mendekati wanita itu .


" Jangan takut ' Ucap Edward lembut langsung memeluk Nova dengan erat " Aku merindukan mu baby " Ucap Edward serak .


" Ab......bang bikin apa di sini " Tanya Nova gugup menatap kebelakang Edward ,pria itu langsung melepaskan pelukannya


" Maaf Nek sudah membuat anda tidak nyaman " Ucap Edward lembut .


" Apa dia ayah dari anakmu " Nova hanya mengaguk pelan, dengan perlahan Nenek Nur melepaskan tangan Nova sekalipun wanita menolaknya .


" Apa sudah puas Berkeliling nya " Tanya Edward setelah kepergian nenek nur bergabung dengan yang lainnya.


Hanya ada keluarga Daddy Radit dan Kepala desa sedangkan warga di larang mendekat karena ini urusan pribadi .


" Kenapa ke sini " Tanya Nova lagi .


" Mereka sehat kan " Tanya Edward tanpa berniat menjawab pertanyaan Nova .


" Hai baby ,ini Daddy gimana kabar kalian " Ucap Edward menunduk kepalanya tepat di depan perut Nova .


membaut wanita itu mundur beberapa langkah,Edward langsung menatap ke atas .


" Jangan takut, aku ke sini hanya ingin menjemput kalian ' Nova menggeleng cepat " Abang bisa kembali ,saya akan tetap di sini bersama Nenek " Tolak Nova .


' Ayah sama ibu sudah di rumah menunggu mu " Nova langsung menatap edward " Mommy juga menunggumu ,banyak hal yang harus kita selesaikan baby ,aku mohon " Ujar Edward lembut .


" Tapi bagaimana dengan Zaza, aku tidak ingin menjadi Penghalang untuk kalian, biarkan kami hidup tenang begitu juga Abang " Ucap Nova cepat .


" Ikutlah ,kita akan selesaikan di rumah nanti " Ucap Edward .


" Tapi ...."


" Opa Tolong periksa Nova " Ucap Edward cepat .


" Nova tidak ingin ...."


" Kamu tidak punya pilihan ,mau tidak mau kamu tetap ikut " Ucap Edward tegas .


" Boleh Opa periksa " Tanya Davin saat sudah di dekat mereka .


" Iya Opa " Jawab Edward tanpa mengalihkan pandangannya dari Nova .


" Maaf apa Opa periksa di sini " Tanya Davin.


" Di mana kamarnya " Tanya Edward ,nova menghela napas lalu berjalan ke arah kamar di ikuti Davin dan Edward .


Sedangkan di sisi lain Daddy Radit dan Henry sedang berbicara pada Nenek Nur di mana bisa di dengar oleh yang ada di ruangan itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟