One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Tidak ada perubahan



...Selamat pagi semuanya semoga kalian selalu sehat ....


...maaf belakangan ini author jarang up ...


...bukan karena sengaja karena ada lain hal jadi up nya jarang² itu pun di sempat²in ...


...sekali lagi author minta maaf iya buat lope² nya author ....


...terimakasih sudah dukung karya author tanpa kalian author hanya angin lewat 😁😁😁😁...


...vote...like .... koment...hadianya....bintang 5 😘😚😚😚...


...Lope² sekebun buat kalian 😍😍🥰🥰🥰🥰...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah pulang dari perusahaan Edward langsung masuk dalam kamarnya.


Bahkan kini wajahnya semakin datar dan dingin di mana dia kembali melihat Nova begitu akrab dengan pria lain .


Dia bukan tidak tahu bahwa pria itu menyukai Nova terlepas Nova sadar atau tidak tapi itu semakin membuat nya membenci Wanita itu .


" Kau tidak berubah " Gumam Edward menjatuhkan tubuhnya di sofa memejamkan matanya kuat .


Edward mengurung dirinya hingga malam hari bahkan dia melewatkan makan malamnya .


Tok ....tok ....


"masuk "


Ceklek .


Raymond masuk di ikuti pelayan dengan membawa nampan yang berisi makanan untuk Edward .


" Kenapa membawa ke sini Dad ,nanti Abang turun makan " Ucapnya Edward .


" Marah " Edward hanya diam saja " Makanlah " Edward mengaguk , Raymond menatap anaknya dengan lekat hingga Edward selesai makan .


" Daddy tidak akan bertanya apa pun " Ucap Raymond .


Ceklek


Kedua pria itu menatap ke arah pintu, masuk seorang wanita dengan wajah kusutnya .


" Kenapa " Adara langsung duduk di samping Raymond menyembunyikan wajahnya di dada suaminya .


Raymond dan Edward saling melirik bingung lalu menatap Adara .


" Maaf baru pulang " Ucap Adara merasa bersalah .


" Tidak papa, sudah puas " Adara mengaguk .


" Abang makan di kamar " Tanya Adara saat melihat nampan di atas meja .


" Iya, soalnya Abang baru bangun ,cape dari perusahaan " Kilah Edward .


" Abang serius hanya dua Minggu di sini " Edward mengagguk Tersenyum " Maaf mom, Edward janji akan cepat selesai " Janji Edward .


" Mandi dulu " Adara mengaguk lalu melepaskan tangannya dari pinggang Raymond " Air hangat baby " Ucap Raymond lagi .


" Iya ,kalau begitu mommy ke kamar dulu " Ucap Adara berdiri.


" Jangan lama² berendam nya "


" Iya Dad " jawabnya lalu ke luar dari kamar Edward


Tapi baru saja membuka pintu dia melihat anak bungsu nya yang sedang tersenyum kuda .


" Ada Abang " Tanya nya sambil menatap ke dalam .


" Ah ada " Erland langsung masuk tanpa mempedulikan Adara .


" sabar ,sabar dia anakku !! Sabar Adara jangan sampai setan menguasai mu " Gumamnya lagi lalu Kembali menutup pintu kamar Edward .


" Kenapa " Tanya Edward saat Erland sudah duduk manis di samping Raymond .


" Abang " Panggil Erland manja sambil menatap Edward sedang kan Raymond hanya diam saja di tengah ke duanya .


" Kenapa "


" Abang " Panggil Erland lagi sambil meremas kedua tangan nya .


' Kau ingin aku bunuh " Erland menggeleng cepat " Bisa minta tolong " Lanjutnya .


"Kenapa harus Abang " Tanya Edward .


" Kalau Abang pasti mommy langsung jawab ,kalau Erland pasti di ceramahi dulu karena sudah sering beli kalau Abang kan tidak pernah pasti mommy langsung setuju " Ucap Erland


" Bukannya kamu punya uang ,kartu dan HP mu mana ??" Tanya Edward .


" Di tahan mommy " Jawabnya lesuh dengan wajah menunduk " makanya jangan keras kepala " Erland semakin menunduk .


" kembali ke kamar nanti Abang ke sana " Erland langsung menatap Edward dengan mata berbinar .


" janji " Edward hanya mengaguk " Assikkk " Ucap Erland sambil tersenyum .


" By Abang ,Daddy CUP " Erland mencium keduanya tapi saat akan ke luar dia menghentikan langkahnya membalik badannya menatap Raymond " Daddy tidak berniat memberi tahu mommy kan " Raymond hanya menaikan bahunya " Daddy " rengek Erland " Nanti laptop Ade di sita lagi " Lanjutnya .


"Keluarlah " Usir Edward, Erland menggeleng " Mau ke luar atau ....."


BRAK


" Shhiiit " Umpat Edward


" Jangan libatkan Daddy,jika mommy mu tahu " Edward mengaguk .


" Daddy takut olahraga malamnya terganggu " Raymond berdecak saja membuat Edward Tersenyum kuda .


" Sudah daddy ke kamar dulu ,jangan memikirkan yang belum terjadi " Edward mengagguk saja " Istirahat lah " Ucap Raymond sebelum meninggalkan kamar Edward


Ceklek


" Sudah makan " Adara mengaguk, Raymond mendekati istri nya di sofa lalu mencium bibirnya sekilas.


" Erland meminta uang sama Abang, jadi jangan memarahi mereka " Adara hanya menghela napas panjang .


Percuma dia menyita HP dan kartu Erland ,pasti anak itu akan mencari sumber uang yang menurutnya bisa dia andalkan .


" Daddy hanya diam saja" Raymond mengaguk " Selalunya !! Apa tidak bisa melarang mereka " Ucap Adara kesal .


" Jika mommy keras ,Daddy juga begitu lalu anak² nanti nya ke mana ?? Yang ada mereka takut baby bahkan hanya untuk hal kecil pun mereka akan menutup diri , aku tidak melarang mu menghukum atau apa pun itu tapi yang sewajarnya ,jangan sakiti anak² " Ucap Raymond lembut.


" Kamu tahu bukan apa akibatnya " Adara memukul pelan lengan Raymond yang memeluknya sejak tadi " Iya aku tahu bahkan sangat tahu " Raymond hanya tersenyum lalu kembali mencium bibir sang istri.


🌵


🌵


🌵


🌵


Sejak pulang tadi Nova hanya terdiam setelah mandi dan makan malam dia hanya menatap kosong .


Entahlah apa yang ada di pikirannya, padahal dia sudah bertemu Eliza sahabatnya.


Tapi pertemuan nya dengan Edward sekalipun tidak sengaja membuat nya banyak diam ,apa lagi Edward sama sekali tidak menghiraukan kehadiran nya lebih tepatnya masa bodoh .


Atau hanya sekedar sapa dan menanyakan kabar tapi itu sangat mustahil baginya bahkan Edward enggan untuk menatap nya, sekalipun saat meeting tadi mereka duduk bersebelahan tidak ada percakapan ke duanya atau mungkin karena lagi di ruangan meeting dan banyak orang .


Lagi² Nova hanya membuang napas kasar mengingat kejadian pagi tadi .


" Apa begitu besar kesalahanku bang, Setidaknya dengar dulu apa penjelasan ku " Gumam Nova .


" Aku dan dia tidak ada hubungan apa pun !! hanya sekedar teman ,apa aku salah jika berteman dengannya jika iya aku minta maaf tapi tolong dengar kan penjelasan ku dulu " Nova menundukkan kepalanya " Sakit bang " Nova terisak mengingat kembali malam di mana Edward mengakhiri hubungan mereka,bahkan dia harus menerima kata² kasar tanpa mau mendengarkannya


Nova menekan dadanya sekuat mungkin hingga meremas piyama tidurnya.


Sudah setahun lebih dia berusaha melupakan pria itu tapi nyatanya dadanya semakin sesak rasa itu terlalu besar,apa dia harus memulai hubungan dengan orang lain .


Tapi itu tidak mungkin karena dia akan menyakiti orang lain ,lalu dia harus bagaimana .


" Aaakkhhhhh " Nova menarik kasar rambutnya, memikirkan pria es itu selalu membuat nya kesal dan sakit .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟