One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Merindukan nya



Sebulan sudah Edward dan Rangga berada di negara yang di kenal julukan the City that Never Sleeps itu dan selama seminggu itu keduanya hanya di sibukkan berkeliling dan sesekali ke perpustakaan terbesar di kota itu hanya sekedar membaca karena memang mereka suka membaca .


Besok adalah hari yang mereka tunggu di mana pengumuman kelulusan mereka akan di umumkan sedangkan untuk di sekolah mereka sudah menerima nya kemarin dan tentunya Raymond dan Reza yang menggantikan mereka .


Saat ke duanya tengah asik membaca seseorang menghampiri keduanya .


" Hai ,boleh gabung " Rangga menatap orang itu lalu kembali pada bukunya , sedangan Edward hanya diam saja .


" Seperti kita dari negara yang sama....."


" Ini perpustakaan bukan cafe " Ucap Rangga ketus membuat wanita terdiam .


" Maaf " Ucapnya lalu membuka bukunya ,tapi bukan nya untuk di baca karena matanya fokus menatap ke dua pria itu .


Edward yang mulai jengah langsung berdiri di ikuti Rangga sendang kan wanita itu hanya menatap ke duanya .


" apa mereka Malaikat kenapa ganteng sekali ,aku akan mencari tahu di mana mereka tinggal " Dia pun langsung berdiri menyimpan bukunya mengikuti ke mana Edward dan Rangga pergi .


" Abang "


" Biarkan saja " Jawab Edward dia masih fokus mencari buku bisnis sesuai jurusan yang di ambil sedangkan Rangga berjalan ke rak sebelahnya .


Paris, Nova tengah di sibukkan dengan segudang tugasnya di mana dia mempercepat waktu kuliahnya.


Di mana dia juga sedang menyusun tugas akhirnya dan penelitian nya .


Bahkan kadang dia hanya tidur beberapa jam tiap malamnya hanya untuk mengejar semuanya .


Dia harus selesai menyelesaikan secepat mungkin karena dia sudah berjanji dengan seseorang dan akan kembali ke negara asalnya dan memulai berkerja di sana .


" Aku ingin mati saja " Gumamnya merebahkan kepala nya di atas meja .


Nova mengambil Hpnya menatap layar depan di mana foto Edward masih terpanjang di sana .


" Abang ,aku kangen " Ucapnya lirih .


" Aku butuh Abang, ingin bercerita aku benar² cape bang " Nova kembali menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya di meja belajarnya .


Suara tangisannya kembali pecah, hanya dengan itu hidupnya kembali tenang karena hanya dengan menangis dia bisa melupakan semua masalah hidupnya sekalipun hanya sementara .


" Abang ,aku sudah tidak sanggup , aku lelah mau lepas dari semua ini " Gumamnya lagi .


Nova menatap kembali Hp nya saat ada panggilan masuk .


" I-ya "


" Kau menangis lagi "


" Aku cape Za ,aku lelah " Lanjutnya masih dengan tangisannya .


" Kamu boleh cerita dengan ku ,dan aku akan mendengar kan mu " Ucap eliza lembut ,dia juga merasa sesak mendengar sahabat baiknya menangis .


" Sabarlah ,sedikit lagi kamu akan kembali bahkan kamu mengalahkan ku " Eliza mencoba memberikan semangat pada nya .


" Aku bingung harus menerima nya atau tidak Za ,kamu tahu posisi ku sekarang " Eliza kembali terdiam .


" Nikmati saja Va " Nova mengaguk sekalipun Eliza tidak melihat nya.


" Kau ingin aku memberi tahu nya " Tanya Eliza .


" Jangan ,aku tidak ingin dia melihat aku sebagai wanita lemah " Nova mengakat wajahnya menghapus air matanya .


Sekarang dia sudah lebih baik tidak seperti tadi lagi yang menurut nya terasa sesak hanya untuk bernapas .


" Are you ok " Tanya Eliza .


" Iya sudah lebih baik " Jawabnya .


" Aku tahu kamu bisa lewati nya, semangat aku selalu bersama mu !! " Ucap Eliza .


" Iya aku tahu itu, dan kamu sumber kekuatan ku " Ucap nya serius .


" Iya aku aku harus bahagia untuk itu " Nova ikut tertawa saat mendengar Eliza tertawa .


" Iya aku tutup iya , fighting baby " Ucap Eliza .


" Makasih " Ucap Nova ,lalu kembali menyimpan Hpnya menarik napasnya lalu kembali melanjutkan membereskan tugas² nya .


" Kamu bisa Nova " Gumamnya lalu memasang Lagu dari ponsel nya untuk teman nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟