
Pagi harinya Eliza meringkuk tubuhnya di bawah selimut tebal itu, kepalanya terasa sangat berat .
Dia bukannya tidak ingat hanya malas untuk mengingatnya karena itu akan kembali teringat dengan hal yang membuatnya berakhir di club' sialan itu .
Ah memikirkan saja Eliza Tersenyum sungguh Hadiah yang sangat istimewa bahkan mungkin di luaran sana banyak yang tidak menginginkan hadiah itu termaksud dirinya .
Tok ....tok .....
" Zaza Ini Oma " Ketuk dari arah luar .
" Iya " Jawabnya .
Ceklek .
Desi masuk dengan langkah pelan sedangkan Eliza masih Beta di dalam selimut .
" Eliza "
" Hebm"
" Apa kamu membenci Oma ,Opa dan yang lainnya " Eliza menghembuskan napas panjang.
" Jangan membahas itu Oma ,maaf jika eliza kasar tapi Eliza tidak ingin mengingat itu " Desi paham mungkin Cucu perempuan nya ini belum bisa menerima kenyataan nya .
" Baiklah , kepala mu masih sakit ,ayo bangun dulu Oma bawakan teh hangat " Eliza membuka selimut nya .
Ah ternyata benar dia menatap wajah Desi yang begitu cantik sambil tersenyum padanya .
" Takdir yang menyebalkan " Ucapnya lalu bangun dari tidurnya mengambil teh itu dan menimun nya .
" Jangan mengulangi lagi, Bundamu semalaman Tidak berhenti menangis karena memikirkan kamu " Eliza hanya diam saja menatap ke arah jendela .
Dari lubuk hati nya yang paling dalam tidak ada niat menyakiti siapa pun tapi dia sendiri bingung harus melampiaskan pada siapa rasa sakit dan kekecewaan yang dia punya .
" Mandi lah ,semua orang akan bertemu di meja makan " Eliza hanya mengaguk saja lalu Desi pun ke luar dari kamar itu .
Dan bertepatan dengan itu Naufal dan Queen juga berada di depan kamar Eliza .
" Biarkan dia sendiri dulu, nanti saja baru di bahas " Naufal dan Queen mengaguk lalu ketiga Manusia itu turun ke bawah .
Apa aku salah !! Tapi bukan kah wajar jika aku kecewa ,marah dan sakit benar kata ayah takdir yang kami miliki seolah sangat lucu ,Apa yang harus aku lakukan sekarang aku bukan anak atau pun cucu sah di keluarga ini ?? Eliza menundukan kepalanya menarik napas panjang air matanya kembali turun mengingat kata perkata yang ke luar dari mulut Naufal Aku membenci keadaan ini Lanjutnya dalam hati .
Dengan sekuat hati Eliza menunjukkan kakinya ke kamar mandi dia tidak ingin semua orang menunggunya nya ,kini ria harus sadar diri siapa dia di rumah ini ,di keluarga ini bahkan untuk menampakkan diri dia sangat malu .
Ingin sekali menyalakan Lian dan pria bajingan itu tapi Ah sudahlah dia malas berpikir .
Setelah beberapa menit Eliza ke luar dari kamarnya mata sembab,hidung merah karena dia kembali menangis dalam kamar mandi .
Dia menuruni tangga satu persatu menuju meja makan ,saat akan sampai di meja makan dia mengikat rambut panjang nya yang tadi di gerai begitu saja .
" Maaf Eliza terlembat " Ucap Eliza sungkan.
" Tidak papa Sayang, ayo sarapan dulu " Ucap mommy Ellena .
" Gimana kepalanya sudah mendingan " Eliza menatap Elvi lalu mengaguk " Maaf sudah merepotkan " Ucapnya lalu mengambil roti tanpa campuran apa pun .
Entahlah Untuk makan saja dia tidak selera bahkan untuk hidup pun .
Tapi dia harus memikirkan perasaan orang yang sudah merawat dan menyayangi nya Selama ini itu lah kenapa dia terlalu lama di kamar mandi .
Karena banyak hal yang harus dia pikirkan untuk kedepannya tentunya cara membalas semua yang dia sudah dapat saat ini .
"Mobilmu sudah ada di depan " Ucap Raymond ,Eliza hanya mengaguk Tersenyum " Makasih Daddy " Raymond hany diam saja tanpa memberikan respon apa pun .
" Setelah ini Eliza akan kembali ,maaf kalau Eliza tidak bisa berlama-lama di sini " Queen langsung menatap Eliza .
" Ada kegiatan mendadak bunda " Jawab Eliza .
" Pergilah jika itu membuatmu bahagia ,maaf kalau ayah dan bunda banyak salah padamu " Eliza langsung meremas garpu yang ada di tangannya .
Semua orang menatap ke arah Naufal yang sudah menyelesaikan sarapan nya.
" Maaf Opa, Dad, Naufal kembali ke kamar " Ucapnya lalu meninggalkan meja makan itu .
" Duduk di tempat mu " Tahan Edward saat Eliza akan berdiri ' Selesai " Eliza menurut lalu kembali memakan rotinya .
" Maaf Queen susul mas Naufal dulu " Mereka hanya mengaguk saja .
Keheningan terjadi di meja makan tidak ada lagi yang membuka suara hingga sarapan itu selesai tapi tidak ada yang berani meninggalkan meja besar itu .
" Apa Eliza marah " Tanya Daddy Radit .
" Tidak " Jawabnya cepat .
" Lalu " Lanjutnya lagi .
" Hanya bingung dengan posisi dan keadaan " Jawabnya Tersenyum .
" Jika bisa memilih ayah dan bundamu tetap ingin menyimpan rahasia ini sampai mereka meninggal,tapi mereka tidak ingin kamu mendengar dari orang lain karena di luar sana masih banyak pihak yang ingin menjatuhkan ayah mu apa lagi mereka tahu siapa kamu ,dan mereka tidak ingin kamu tersakiti mungkin menurut Zaza ini hadiah yang sangat buruk di umur Zaza yang ke 18 tapi mereka hanya ingin jujur tapi bukan berarti kamu bukan anak mereka ,Zaza bisa lihat cara mereka menyayangi mu sebelum ada adik²mu sampai sekarang , Opa tidak meminta Zaza membalas budi atau apa pun tapi yang Opa minta jangan membenci atau kecewa apa pun pada mereka atau kami yang ada di sini . Kamu tetap Cucu cicit pertama di keluarga ini terlepas kamu anak siapa lahir dari rahim siapa tapi di mata negara di mata kami kamu yang pertama " Eliza meremas ujung bajunya sambil menunduk " Adik²mu Tidak mengungkit apa pun tidak melihat mu sebagai orang lain ,tapi mereka melihat sebagai anak Naufal dan Queen " Lanjut Henry .
" Are you ok " Bisik Edward ,Eliza hanya mengaguk pelan .
" Sekarang kamu sudah tahu semuanya , Ayah sama bunda mu sudah bisa bernapas lebih baik lagi tidak ada ketakutan sebelumnya karena ini, jadi pasang badanmu angkat kepala mu siapa pun di luar sana yang mengetahui latar belakang mu dan mengungkit itu dan menjadikan kelemahan mu habisi " Tekan Jose menatap Eliza .
" Kamu punya kekuasaan jika mereka memulai Kami tidak akan melarang mu " Timpal Jeje .
" Opa siap kapan pun " Ucap Alan .
Eliza menarik bibirnya ke atas " kalian seperti power renjer " Ucapnya .
" Temui ayah sama bundamu " Ucap Henry .
" Iya Opa " Eliza berdiri meninggalkan meja itu tapi sedetik kemudian dia membalikkan badannya " Kado Zaza belum di terima hanya kado Daddy Ray " Setelah mengatakan itu Eliza melanjutkan langkahnya .
" jika tahu begini lebih baik tadi aku mengurung diriku di kamar " Ucap Daffi .
" Sia² air mataku keluar demi dia " Ucap Bara .
"Apa dia tidak punya rasa malu memeras anak SMA " Ucap Gani .
" Karena nya aku harus menguras tabunganku " Timpal Ghozi .
" Sudah sana siapkan hadiah untuk kakak kalian " Semuanya mendesah pelan.
" Jika tahu dia menyebalkan seperti ini mungkin tadi rotinya akan ku simpan kan racun kecoa " Ucap Erland kesal .
" Terlalu ringan bagaimana kalau oli kotor mungkin dia kembali mabuk seperti semalam " Timpal Eric tertawa kecil .
Setelah itu mereka meninggalkan meja makan hanya tinggal para orang tua saja yang masih terlihat berbincang di meja itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰😘😘
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟