One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Mengalah



Semua keluarga sudah berkumpul di ruangan tengah bahkan ada Nova juga yang di jemput edward sebelum makan malam tadi .


Mommy Ellena ,Elvi ,dan Marni ibu dari Adara sudah berbicara pada nya tapi hasilnya tetap sama ,dia menolak wanita yang bernama Nova dan alasannya selalu sama !! Kedudukan mereka berbeda .


Entahlah apa yang dipikirkan Adara tapi keputusan nya membuat para ibu² 62+ yang dulu memujanya kini berbelok menghujat nya dengan terangan² .


Jadi sebelum rumah utama di serang mereka jadi sadarlah wahai Adara yang dulu wanita berhati lembut dan selalu berkata lembut ,bukan yang sekarang yang seperti orang kerasukan jin kiprit .


" Kita tidak bisa membuang waktu lagi, bagaimana pun Nova ....."


" Maaf " Potong Nova cepat menatap Daddy Radit " Ada yang ingin kamu katakan " Nova mengaguk pelan .


" Saya tidak mau menikah " Edward langsung menatap Nova " Baby " panggil Edward .


" Kita sudah membahas ini kan,dan kamu sanggup bukannya kamu akan membantu ku kenapa kamu membuat nya semakin rumit " Nova mendudukkan kepalanya " Maaf " Cicit Nova .


" Jangan membuatku marah Nova , Kamu sudah tahu jika itu terjadi jadi tarik kembali kata²mu " Bentak Edward emosi .


" Abang " Reza menarik edward menjauh dari Nova .


" Apa alasannya kamu membatalkan pernikahan kalian " Tanya Henry serius .


" Maaf jika saya sudah membuat kelurga tuan kecewa ,saya tidak ingin tuan Edward mengorbankan semuanya hanya karena saya ....."


" Tidak ada yang di korban di sini ,dia tidak meninggalkan apa pun " Potong mommy Ellena.


" Saya tidak mau karena hubungan kami ,tuan Edward menjadi anak durhaka dan membantah ucapan nyonya Adara " Ucap Nova,Edward mengepalkan tangannya Kuat.


" Saya tidak tahu apa yang kamu lewati selama seminggu ini ,tapi kamu sudah mengatakan padaku untuk bersama Edward !! ,Lalu kenapa sekarang kamu berubah " Tanya Raymond .


" Maaf tuan saya mengatakan tanpa berpikir ,sekali lagi saya minta maaf " Ucap Nova menundukkan kepalanya .


"Nova ...." Edward menarik napasnya laku di hembuskan kasar menahan emosi nya .


" Nova aku mengenal mu sudah lama ,apa ada yang kamu sembunyikan " Tanya Eliza pada sang sahabat, Nova hanya menggeleng " Lihat aku Nova " Pekik Eliza kesal .


" Maaf " Ucap Nova tetap menunduk


" Princess tahan dirimu " Ucap Naufal.


" Tidak ayah, aku tahu dia seperti apa ?? Aku kenal dia ayah " Ucap Eliza Cepat .


" Biarkan ayah " Ucap Queen pada sang suami .


" Apa benar kata Eliza " Tanya Elvi lembut.


" Apa sikap manis mu belakangan ini ada kaitannya dengan ini " Tanya Edward rendah .


"Sekali lagi saya minta Maaf " Ucap Nova .


" Apa tidak ada lagi yang bisa kakak Nova katakan selain kata maaf ,kami tidak perlu itu kak, kami butuh kejelasan apa semua karena mommy " Tanya El yang mulai jengah.


" Tidak Non, semua keinginan ku " Jawab Nova .


" Sudahlah, dia sendiri tidak mau kan !! lalu kenapa harus memaksa nya dan kalian masih menyalakan Adara " Nova meremas kedua tangannya " Terimakasih karena sudah sadar di mana posisi mu " Ucap Adara ketus .


" Mommy " Bentak Edward emosi .


" kamu berani berteriak hanya karena wanita seperti nya hah " Balas Adara dengan keras .


" Sadar ,dia hanya menyukai uang dan kekua....."


PLak


PLak


Adara memegang rahang nya yang terasa kebas dia menatap ibunya dengan mata berembun .


" Kamu kelewatan, ibu kecewa ...." Marni memegang dadanya


" Ibu " Pekik Daniel dan Adit .


" Lepas " bentak Daniel menjauhkan tangan Adara .


" Jika terjadi papa dengan ibu ,jangan pernah anggap saya ayahmu " Tekan Adit meninggalkan ruangan itu .


" Kamu puas hah, Semua karena kamu ,wanita tidak tahu diri harusnya kamu sadar siapa ....."


"Adara " Teriak Elvi menggema di ruangan itu " Apa dulu aku perna merendahkan kamu ,apa aku dulu melihat di mana asalmu ,bahkan saat anakku sudah bertunangan kami tetap menerimamu dengan tangan terbuka tanpa melihat kamu siapa !! Kamu tahu karena apa karena aku sama dengan posisi mu dulu begitu juga Nova " Elvi menarik napas panjang terasa sesak sudah dadanya .


" Elvi " Panggil Aqila ,tapi Elvi menaikan tangan nya .


" Apa aku dulu membedakan kamu dengan Amanda yang saat itu bertunangan dengan Raymond,Jawab " Teriak Elvi .


" Sayang " Elvi melepaskan tangan Henry dengan kasar .


" ingat ini baik²,kalau memang karena status sosial , aku bisa meminta suami ku untuk membuat perusahaan Keluarga mu hancur dan kamu tidak ada bedanya dengan Nova " Elvi menjeda ucapannya " Dan aku menunggumu bersujud di kakiku " Lanjutnya lalu meninggalkan ruangan itu .


Sendang kan Eliza dan El sedang menenangkan Nova yang sudah menangis ketakutan .


" Abang ,antar Nova kembali " Edward memejamkan matanya kuat lalu berdiri " Ayo aku antar " Ucap Edward merentangkan tangannya .


" Langsung pulang bang " Ucap Henry


" Iya Opa " Jawabnya .


" Maaf jika Nova membuat semuanya jadi begini ,sekali lagi saya minta maaf " Nova menundukan kepalanya 180 lalu pergi bersama Edward .


" Maaf mulai malam ini Raymond akan tinggal di apartemen " Adara langsung menatap suaminya .


" Apa Daddy lebih memilih dia di banding aku " Tanya Adara kesal .


" Opa,Oma ,Daddy !! Ray pamit " Ucap Raymond berdiri .


" Raymond " Bentak Adara tapi Raymond tetap ke luar dari rumah besar itu .


' Aku ikut kakak iya ,kamu sama Della sama kakak " Riane hanya mengaguk saja " Kakak nanti ke kamar Mama iya " Rangga hanya menggaguk .


" Daddy Istirahat saja " Ucap Jose lembut


" Mommy juga " lanjutnya .


" Iya " Jawab mereka bersamaan .


Ana dan Nabilla langsung membawa kedua orang mertua nya ke kamar menggunakan kursi roda.


" Honey jangan lupa Obat Daddy sama mommy " Ucap Davin .


" Iya ' Jawab Nabilla seadanya .


" Daddy sama mommy jangan memikirkan apa pun , semuanya pasti berlalu " Daddy Radit hanya mengaguk sedang kan mommy ellena memilih diam .


" Dad , kami ke kamar iya " Pamit Rifat .


" Hebm "


" ayo sayang " Ajak Radhi pada sang istri .


Satu persatu mereka meninggalkan ruangan itu hingga hanya ada Adara ,Jose ,Davin ,Henry ,Alan dan Jeje .


" Maaf saya lihat keadaan ibu dulu ' Ucap adara tanpa merssa bersalah dan mereka hanya diam saja tanpa ada niat menjawab .


Membuat Adara langsung berdiri menuju ruangan pemeriksaan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟