One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
pilihan yang berat



Tok ....tok ....


" Dad ,ini Edward " Ucap Edward dari luar .


Ceklek


' Mommy ada " Raymond mengaguk " Masuklah " Edward masuk dalam kamar orang tuanya setelah di persilahkan " Makasih Dad " Raymond memukul pelan pundak sang anak.


" Daddy tunggu di bawah " Edward hanya mengaguk Tersenyum lalu berjalan mendekati Adara yang duduk di sofa.


" Mom " Adara hanya diam saja ,Edward duduk di samping Adara .


' Maaf semua karena Abang ,tapi Abang tidak mungkin meninggalkan Nova ,Abang harap mommy paham maksud Edward " Ucap Edward sambil menatap Adara .


" Kenapa tidak mungkin !! Dia lebih tua dari mu bang ,kenapa tidak paham dengan perasaan mommy , mommy ingin yang terbaik untuk mu bang ,dan perasaan seorang ibu tidak pernah salah " Ucap Adara tanpa menatap Edward .


" Apa boleh Abang tahu alasan mommy membenci Nova " Tanya Edward .


" Mommy tidak membencinya, dan mommy melakukan ini untuk kebaikanmu " Jawab Adara .


" Dan kebahagiaan Abang bersamanya mom " Ucap Edward .


" Kamu terlalu cepat menilai seseorang bang " Edward memejamkan matanya kuat .


" Abang tidak tahu apa yang membuat mommy membenci Nova , tapi yang pasti Edward akan tetap menikahi Nova ,karena Abang di ajarkannya bertanggung jawab dengan apa yang sudah Abang lakukan " Tekan Edward tegas .


" Berarti kamu lebih memilih dia yang tidak ada papanya !! Mommy yang melahirkan kamu sampai membuat Daddy mu trauma dan takut untuk mommy hamil lagi , apa dia begitu berarti di banding mommy " Ucap Adara kesal .


" Kenapa mommy selalu membahas kekayaan sih, Mom kekayaan keluarga tidak akan pernah habis dan kita paling teratas !! Mommy harus ingat itu " Ucap Edward yang mulai kesal .


" Berikan alasan yang jelas biar Abang bisa mengambil keputusan " Lanjutnya dingin .


" Tidak ada alasan apa pun , mommy hanya tidak setuju, sejak dulu mommy berharap Abang sama Eliza ,jadi mommy tidak akan merubah itu !! Eliza anak yang baik ,pintar ,dia punya usaha sekalipun itu punya bundanya tapi dia bisa mengelolanya " Ucap Adara .


" Mom ,Eliza kakakku dan itu tidak pernah akan berubah !! Apa mommy lupa bahwa Eliza dan Nova seumuran " Ucap edward memejamkan matanya kuat mengepalkan kedua tangan nya karena menahan emosinya .


" Dia bukan kakak mu " Bantah Adara emosi, Edward menghela napas panjang .


"Abang merasa kalau yang ada di depanku saat ini bukan mommy, karena yang Abang tahu mommy itu lembut , tidak perna merendahkan orang lain apa lagi melihat nya dari soal kehidupan, Edward sampai bingung apa dulu mommy mengatakan kami untuk selalu menghargai siapa pun itu mau orang di bawah kita atau di atas kita apa itu hanya omongan saja ?? Kenapa sekarang mommy mempermasalahkan itu "Tanya Edward .


" Maaf mom ,kali ini Edward memilih menjadi anak pembangkang, terserah mommy beranggapan apa tentang Abang tapi itu sudah keputusan Abang, sekali lagi Edward minta maaf " Edward menundukan kepalanya bahkan matanya ikut berembun lalu beranjak dari duduknya .


" Iya silahkan dengan pilihanmu dan saat itu juga kamu akan kehilangan mommy " Edward mengentikan langkahnya tangannya semakin kuat mengepal hingga urat tangan nya bisa terlihat jelas .


Edward memilih ke luar jika dia berada di dalam takut emosi nya akan meledak dan melukai wanita yang begitu dia cintai .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Daddy " semua orang menatap ke arah Edward yang langsung berbaring di paha Raymond .


Semua orang terdiam saat melihat bahu Edward bergetar, Raymond mengelus punggung itu dengan lembut .


" kamu laki² pertama di keluarga ini, jangan melakukan ini kamu harus kuat ' Ucap Raymond .


" Dia bukan mommy Edward " Dari bahasa Edward semua orang sudah paham .


Bahwa memang Adara tidak setuju, entahlah apa alasannya bahkan Raymond pun tidak tahu .


Setelah merasa lebih baik ,Edward bangun dan duduk di samping Raymond dia menatap El yang menatap .


" Cantik " El hanya tersenyum saat edward mengacak rambutnya jika biasanya dia akan marah kali ini dia hanya diam .


" Eyang akan bicara ,soalnya sejak semalam mommy mu tidak keluar sama sekali jadi biarkan eyang yang ke atas " Ucap mommy Ellena .


" Apa kamu tidak bicara dengan istri mu Ray " Tanya Alan.


" Dia tahu sifatku yah, bahkan mungkin Daddy dan mommy saja tidak !! jadi dia sudah bisa sadar kalau aku hanya diam berarti dia sudah di luar batas nya " Jawab Raymond serius .


" Lalu rencana Abang sekarang apa " Tanya Reza .


" Abang tidak tahu " Jawabnya jujur .


" Urusan mommy biarkan Daddy , Bukannya Eyang juga bilang akan bicara pada mommy ?? Ada Oma dan juga yang lainnya " Edward menggeleng " Abang tidak mau ada yang tersakiti termaksud mommy ' Ucap Edward sendu .


" Tapi Abang harus memikirkan Nova juga " Timpal Riane .


" Mama ,Nova itu siapa " Tanya Della polos .


" Bibi ....Bibi ." Teriak Reza .


" Iya tuan " Jawab pelayan .


" Bawa anak kecil ini pergi ,sebelum kepalaku pecah " Ucap Reza menatap Della .


" Della hanya bertanya Papa " Ucap Della tidak terima .


" Ikut bibi " Della menggeleng " Riane,urus anakmu jika tidak jangan harap kalian bisa menikmati uang ku lagi " Ancam Reza membuat kedua wanita itu melotot


" Ikut bibi dulu iya ,nanti Mama belikan tas terbaru " Ucap Riane .


" Janji " Riane mengaguk " setuju ,3 " Riane mengagguk lagi " Ayo bi " Ajak Della pada pelayan.


" Lihat karena ulahmu , Cucu ku seperti wanita dolar " Ucap Elvi menatap Riane tajam .


" Apa yang kamu lakukan padanya Raine " Tanya Jeje kaget selama ini dia hanya mendengar cerita saja tapi saat ini dia melihat dengan jelas dia semakin percaya dengan apa yang di dengar .


" Sepertinya dia memiliki hoby baru " Ucap Alan tertawa kecil .


" Bahkan kamar Ade sepeti salon " Ucap Rangga .


" Wajar dia anak perempuan harus tampil sempurna dan cetar " Jawab Riane bangga .


" Lupakan gadis kecil itu " Raine langsung menatap Daddy Radit kesal " Eyang akan tetap ke rumah orang tua Nova " Ucap Daddy Radit .


" Eyang ...."


" Abang tidak mau terjadi sesuatu dengan mommy ,Abang tidak mau semuanya tersakiti " Ucap Edward sekalipun di larang berkomentar, dia masih memikirkan ucapan Adara tadi .


Jika dia memilih Nova berarti dia sudah siap berpisah dengan nya bukan entah itu sementara atau selamanya .


Dan Edward tidak ingin itu terjadi sekalipun tidak mungkin tapi tentu dia merasa takut .


" Tidak akan terjadi papa dengan mommy mu " Edward tetap menggeleng " Abang mohon " Semua orang hanya bisa menghela napasnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟.