
" Abang ,kakak " Pekik penghuni rumah besar itu .
" Berisik " Ucap Edward ketus .
" Kangen " Rengek Erland manja .
Tak
" Jauh " Erland mengelus kepalanya lalu berjalan pelan ke arah Adara dengan wajah yang di tekuk .
" Gimana perjalanan bang " Tanya Henry .
" Opa kaya tidak pernah ke sana saja " Jawab Edward lalu menghampiri Adara dan mencium pipinya begitu Rangga langsung mencium pipi seorang wanita tapi bukan Raine iya melainkan adik kecil nya yang begitu montok dan berisi .
" Mama tidak " Rangga Tersenyum lalu mencium kedua pipi Riane .
" Mandi dulu, sebentar lagi Daddy pulang " Ucap Adara .
" Kakak kalian mana " Tanya mommy Elvi yang tidak melihat Eliza .
" Ke rumah ayah Naufal Oma " Jawab Rangga .
" Iya sudah sana mandi " Keduanya pun langsung ke lantai dua kamar mereka .
" Setahun lebih di sana, Abang sama Kakak makin tinggi " Ucap Qiandra .
" Kamu yang pendek bukan mereka yang tinggi " Ucap Syifa tertawa .
" Memang kamu tinggi " Tanya Qiandra ketus .
" Mau Oma hukum " Kedua gadis itu menggeleng cepat lalu menunduk .
Tidak berselang lama satu persatu suami dari penghuni rumah itu datang .
" Abang sudah datang " Adara mengagguk setelah mendapat kan ciuman dari suaminya .
" Papa " pekik Raine kesal karena Reza langsung mencium anaknya " Tidak papa ,aku hanya dalam ruangan " Raine menatap tajam suaminya " Dia menggoda ku sayang " Ucap Reza lalu mencium istrinya barulah dia naik ke atas .
" Ayo aku mau mandi " Adara berdiri mengikuti suaminya .
" Kalian tidak mandi " Tanya Henry menatap Rifat dan Radhi yang masih bergelut manja pada Istri mereka .
" Tunggu Dad ,lagi Transfer energi " Ucpa Radhi memejamkan matanya memeluk Vania .
" Sudah ,ayo " Vania berdiri sambil menggeleng kepalanya .
" Ayah sana mandi " Ucap Daffi .
" Iya tunggu " Jawab Rifat .
" Ayah " Rifat mendengus kesal lalu menarik istrinya pergi dari ruangan itu .
" Sudah tua ,bangkotan masih saja sok manis ' Cibir Erland .
" Ini anak mulutnya iya " Ucap Riane menggeleng .
" Tidak boleh begitu dek " Tegur El sang kakak .
" Iya kak " Jawab Erland patuh .
Kini semuanya sudah kumpul kembali di ruangan keluarga ,Rangga tidak habis-habisnya mencium pipi adik bungsunya sedangkan Edward hanya duduk diam saja menatap ponselnya .
" Berapa lama liburnya bang " Edward menyimpan HP nya menatap Henry .
" Dua Minggu Opa " Jawab Edward.
" Koh cepat bangat bang "Tanya Adara tidak terima.
" Mau lama² juga di sini mau ngapain Mom " Jawab Edward tenang .
" Memang di sana Abang mau ngapain " Tanya balik Adara .
" Main kuda-kudaan sama bule " Jawab Edward asal .
" Abang jangan aneh-aneh , umurmu masih mau 17 " Ucap Adara emosi .
" Setahun lagi kan 18 ,latihan mom " Raymond langsung menahan tubuh Adara yang sudah siap berdiri mengajar anak nya .
" Lagian mommy ada² saja kalau bertanya ,Abang belajar mom, belajar baca buku " Ucap Edward Tersenyum kuda .
" Awas kalau Abang macem² ,mommy akan menyeret wanita bule itu dan mommy buang ke laut " Ucap Adara serius .
" Mommy cemburu " Adara menatap Erland yang memasang wajah polosnya .
" Kalau cemburu kenapa " Tanya Adara kesal .
" Ehs mommy tidak boleh ,Abang itu anak mommy masa mommy suka sama anak sendiri ,ehs mommy " Erland menatap jijik pada Adara .
" Erland ' Pekik Adara emosi .
" Maaf Riane ,ajarin itu keponakanmu mulutnya minta di jahit selalu saja bikin kepalaku sakit " Ucap Adara kesal .
" Tidak papa Kaka Ipar " Ucap Riane tenang sambil memegang tangan Della yang sudah berada di gendongan Reza .
" Ade diam iya " Tegur Eric ,Erland mengaguk patuh merapatkan kakinya dan menyimpan kedua tangannya di atas lututnya.
Daffi , Qiandra, Randy,El ,Bara dan kedua adik kembarnya tidak peduli dengan keributan di belakang,mereka lebih fokus pada layar di depan mereka yang menurut nya lebih asik apa lagi di temani camilan buatan Oma mereka .
" Kaka Zaza tidak ke sini bang " Tanya Eric .
" Mungkin besok,kalian tahukan dia seperti apa " Eric mengaguk paham .
" Seperti jelangkung datang tak di antar pulang tak di jemput Haaauuwww " Erland meraung sepeti harimau di depan Elvi membuat wanita itu kaget .
" Sorry ✌️✌️✌️" Lanjutnya sambil tertawa kecil dan mengangkat ke dua jarinya bentuk huruf V
" Kau membuat istri ku takut " Ucap Henry .
" Dia Oma ku " Ucap Erland tidak mau kalah .
" Anak ini lama² aku bisa mati duluan sebelum waktunya " Ucap Elvi mengelus dadanya .
" Itu latihan jantung Oma ,biar Oma panjang umur " Ucap Erland .
" Terserah " Ucap elvi pasrah karena menjawab pun Cucu nya itu tidak akan pernah diam dia akan selalu menjawab .
" Oma kalah " Elvi hanya menggeleng saja .
" Jangan ganggu Oma dek " Ucap Edward .
" Iya bang " Erland mengunci mulutnya menggunakan tangannya .
" Gimana di sana enak " Edward mengagguk " Enak dan tidak " Jawabnya Tersenyum .
" Tidak enak iya tanpa pelayan " Ucap Henry Tersenyum .
" Abang ham6pit membakar apartemen Opa ' Ucap Rangga tertawa kecil .
" Itu karena kamu tidak bilang harus di kecilkan apinya " Sanggah Edward .
" Kan tugas Abang yang masak, masa aku harus turun tangan juga " Bantah Rangga yang tidak mau di salahkan .
" Kenapa tidak minta bantuan kakak kalian, lagian bisa pesan kan kenapa harus masak kalau kalian kenapa² gimana " Omel Elvi menatap Edward dan Rangga .
" Kan belajar Oma " Ucap Rangga .
" Tidak ada belajar², pesan saja makannya atau nanti Oma tiap Minggu kirimkan makanan nanti kalian tinggal panasi saja " Ucap Elvi serius .
"di sana alat dapur kalian lengkap kan ,jadi tidak usah pakai api²an " Kedua pria itu hanya diam saja .
' Maaf ,makan malamnya sudah siap tuan ,nyonya " Henry mengangguk sebagai jawaban .
" Ayo makan malam dulu sayang " Panggil Elvi menatap Cucu nya yang masih asik nonton TV.
" Iya Oma " Jawab mereka lalu satu persatu meninggalkan ruangan itu menuju meja makan .
Sedangkan di lain tempat Nova sedang melakukan panggilan video Dengan sahabat nya siapa lagi kalau bukan Eliza .
" Kamu serius di indo " Eliza mengaguk " Kenapa tidak bilang " Ucapnya kesal.
" Kalau aku bilang memang kamu mau jemput " Nova menggeleng pelan " Tapi setidaknya bilang " Ucap nya lagi .
" Kamu ngekost " Nova menggaguk ' Dekat kantor koh, jadi hemat biaya " Jawabnya Tersenyum .
" Berarti sudah bisa traktir ,bakso dekat sekolah juga tidak papa " Nova tertawa " masih banyak kebutuhan sayang " Jawabnya .
" Lupakan saja ,aku ingin banyak cerita denganmu tapi nanti iya ketemu kalau lewat HP malas aku nya " Ucap Eliza .
" Kapan ?? Jangan buat aku penasaran " Ucap Nova menekuk wajahnya .
" Kan kamu libur nya hanya Sabtu sama Minggu itu pun Sabtu setengah hari kan " Nova mengaguk " Berarti lagi 2 hari " Nova menghela napas panjang" Lama sayang " Ucap Nova .
" Apa aku nginap di situ saja " Nova langsung menggeleng " Kecil say ,kedua orang tua ku saja langsung ku suruh pulang karena bingung harus tidur di mana " Tolak Nova .
"Terimakasih sudah mengizinkan ,berarti tinggal izin sama ayah dan bunda " Nova menggeleng saja , karena melarang pun percuma akan sia² dan buang tenaga saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟