One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Keusilan Erland



Eric turun dari mobil saat melihat Aira berdiri dengan ke dua orang tuanya dan juga kakak perempuan nya .


" Selamat malam Om ,tante, kak " Sapa Eric menunduk kepalanya lalu mengulurkan tangannya .


Melihat itu kedua orang tua Aira langsung menerima nya tapi mereka tidak sangka jika Eric mencium punggung tangan mereka bahkan begitu juga pada kakak Aira .


" Apa aku terlambat " Kini matanya menatap wanita cantik yang berdiri di samping ayah nya.


" Tidak kok " Jawab Aira .


" Ayah ,ibu Aira jalan dulu iya ,kak " Aira berpamitan pada kedua orang tuanya mencium punggung tangan orang tuanya begitu juga kakak nya .


" Hati² iya ,jangan jauh² sama tuan Eric " Ucap sang ayah,Aira hanya mengaguk saja .


" Om titip Aira iya ,Maaf sudah merepotkan mu " Eric mengaguk Tersenyum " Saya senang menjaga Aira Om, tapi kalau bisa jangan memanggil saya tuan " Ucap Eric keberatan .


" Tapi ..."


" Maaf , Kalau seperti ini panggil saya seperti biasanya saja anggap saja saya teman Aira " ketiganya saling pandang " Kami usahakan " Jawab ayah Aira .


" Kalau begitu kami pamit Om , Tante ,kak " Ucap Eric .


" Iya hati² iya " Ucap sang ibu .


" Iya tante ,ayo " Eric menggegam tangan Aira lalu membukakan pintu untuk Aira .


" Hati² " Eric melindungi kepala Aira " Makasih " Eric hanya mengaguk lalu menutup pintu dengan pelan .


lalu dia memutari mobil masuk lewat pintu satunya, saat mobil akan meninggalkan pekarangan rumah Aira sopir membunyikan klakson mobilnya .


"Pantasan media selalu memuji nyonya Adara sekalinya anaknya begitu " Ucap ibu Aira .


" Iya , awalnya ayah takut saat Aira meminta izin akan pergi bersamanya " Timpal ayah Aira .


" Ayah sama ibu kebanyakan nonton " Cibir sang anak sulung .


" Urus saja perusahaan " Ucap sang ayah lalu mereka masuk dalam mobil .


Sedangkan di dalam mobil Eric menatap Aira sejak tadi membuat Aira salah tingkah .


" Ke-napa " Tanya Aira Gugup .


" Kamu cantik " Ucap Eric jujur membuat Aira mengalikan pandangan ke arah luar .


" Gombal " Gumam Aira .


" Hei aku di sini " Ucap Eric menarik dagu Aira dengan pelan .


Hingga kini mereka berdua saling melempar tatapan.


" Kamu sekarang milik ku ,jangan pernah mengabaikan atau menghindari ku ,paham " Ucap Eric menekan ucapannya .


" Bagaimana bisa aku ....


Cup


" Jangan membantah " Aira menatap Eric dengan mata bulat nya " Paham kan " Aira mengaguk sekalipun dia tidak paham .


" Apa yang kamu paham " Aira menggeleng pelan .


Tak .


" Aawww " Aira mengelus kening nya yang terasa perih .


" Bukannya kau sudah bilang kamu milikku itu artinya kamu tidak bisa menghindari ku atau kamu berdekatan dengan pria lain paham " Ucap Eric kesal .


" Tapi bagaimana dengan wanita....."


" Itu urusan mereka ,bukan urusanku siapa suruh menyukai ku , menyusahkan saja " Aira menggeleng tidak percaya pada pria yang kini duduk di samping nya .


Sedangkan sang sopir hanya mengulum senyum tipis saja darah lebih kental dari pada air .


istilah itu lah yang cocok untuk keturunan bosnya dari yang tua sampai yang sekarang.


" Tapi ...."


" Kamu cukup menurut Aira ,apa kamu mau aku batalkan saja acara malam ini menemani mu " Aira menggeleng cepat bisa gagal rencana nya " Maka menurut lah " Aira mengaguk pasrah .


" Tapi di sekolah ...."


" Masa bodoh ,kamu hanya menuruti ku tidak menuruti mu " Aira hanya menghela napas panjang " Iya " Ucap Aira


" Baby " Aira menatap Eric kaget .


CUP


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jika Eric sedang berkencan di hari pertama jadiannya maka beda halnya di meja makan yang terlihat heboh hanya karena perdebatan yang menurut orang sangat konyol semua itu karena ulah Erland kembaran Raine dari segi mulutnya .


" Opa " Henry menatap Erland .


" Opa kan orang pintar makanya bisa bikin perusahaan Eyang besar sampai sekarang " Henry masih menatap sang cucu " Menurut Opa mana yang duluan ada ayam atau telur " Ucapnya sambil mengangkat telur menggunakan garpu .


Uhuk .....uhuk .....


Rifat menatap keponakan nya begitu kesal karena pertanyaan bodohnya dia hampir mati .


" Apa tidak ada pertanyaan yang lebih bodoh " Ucap Radhi yang ikut kesal .


" Bagaimana Opa " Tanya Erland tanpa mempedulikan kedua pamannya .


" ayam " Jawab Henry .


" ayam nya dari mana ? kan belum ada telur nya nya " Tanya Erland .


" Lalu kamu dari mana ?? " Erland menunjuk Adara " Sama halnya dengan telur yang dari ayam " Ucap Rifat emosi .


" Terus sebelum dia bertelur ayamnya dari mana ,kan tidak mungkin langsung jadi ayam " Ucap Erland .


" Tanyakan pada tuhanmu, shalat tahajud minta petunjuk biar di beri petunjuk " Ucap Rifat.


" Urus anak Kaka yang otaknya kaya Riane " dengus Radhi .


" Kenapa nama Raine di bawah² " Ucap Raine kesal .


" Karena dia keponakan mu " Jawab Radhi .


" Dia juga keponakan mu " Ucap Reza menatap Radhi .


" Dia orang lain, yang kakak pungut di rumah sakit " Jawab Radhi .


" Anakmu yang di pungut di Landon " Jawab Raymond ketus .


" Tau itu Kaka Rad ,suka betul berdebat dengan anak² " Timpal Amanda .


" Berkaca ,suami mu juga tadi bersuara " Ucap Radhi .


" Kenapa berteriak pada istri ku " Ucap Rifat menatap tajam Radhi .


" Mba Amanda yang duluan " Ucap Vania .


Erland melihat perdebatan yang semakin panas membuat dirinya berdiri dan pergi dengan pelan agar tidak ketahuan .


Tapi gerakannya itu di tahu Henry, Raymond dan Edward .


" Kenapa kalian berdebat" Ucap Elvi yang sedikit meninggi kan suara nya .


" Karena anak manja ....Eh Mana dia " Ucap Raine menatap setiap orang .


" Erland " Teriak Rifat membuat sang empedu hanya tertawa kecil setelah berhasil kabur dari sana .


" Apa dia pencuri " Ucap Radhi kesal.


Raymond dan Adara hanya menggeleng saja selalu saja anak bungsu nya itu membuat masalah .


" Sudah jangan memikirkan nya " Ucap Henry Tersenyum.


" Anak itu selalu saja habis bikin kacau kabur " Ucap El .


"Kaka El kaya tidak tahu ,Erland saja " Ucap Daffi .


" Jangankan kita ,guru saja sering di kerjain " Ucap Randy .


" Syukur mereka tahu dia anak Daddy ,jika tidak mungkin kepala nya sudah di gantung tiang basket " Ucap Bara .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟