One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Sudah siap



" Ada apa " Tanya Daddy Radit .


" Ini masih pagi kenapa sudah kembali apa ada masalah di perusahaan " Tanya Jeje serius .


" Nova ada di rumah sakit xx " Mereka langsung menegang kaku menatap Reza .


" Jangan bercanda " Ujar Alan .


" Jika aku main² ,untuk apa Reza Pulang cepat " Ucapnya kesal .


" Siapa tahu kamu merindukan lahanmu " Ucap Jeje .


" Itu kebiasaan ayah sama papi " Cibir Reza ketus membuat kedua pria itu terdiam .


" Papa punya lahan apa " Tanya Della polos .


" Lahan tanah untuk rumah Della " Jawab Reza seadanya .


" Apa Della akan punya rumah sendiri " tanya nya lagi .


" Della main sama pelayan dulu iya " Ucap Elvi lembut .


" Bosan Oma " Ujar Della sendu.


" Ade main dulu ,nanti weekend kita ke mall " Ujar Raine lembut .


" Baiklah " Jawabnya lesu meninggalkan ruangan itu .


' Wajah dan jawaban tidak sesuai " Riane menatap kesal ke arah Daddy Radit.


" jangan suka membicarakan anak Riane iya " Ujar Raine, Daddy Radit menaikan bahunya .


" Kalau kamu menjawab lagi mendingan kamu temani Della " Ujar Henry datar membuat Raine terdiam.


" Nova bikin apa di rumah sakit " Tanya Henry .


" Periksa kandungan nya " Jawab Raymond melempar kan ipadnya di atas meja .


Adara menarik napas lega ,akhirnya penantian mereka ada hasilnya dan sedikit lagi mereka akan bertemu dengan wanita yang sudah dia sakiti itu .


" Apa yang Abang lakukan " Tanya Alan .


" Edward bingung " Jawabnya jujur .


" Pastikan dulu di mana mereka tinggal, setelah itu kita jemput kedua orang tuanya bagaimana pun mereka harus tahu keadaan Nova baru kita ketemu dengan nya " Ujar Daddy Radit .


Saat semuanya tengah serius ponsel Raymond berdering dan itu panggilan dari Arif .


Tanpa menunggu lagi dia menjawab panggilan itu dan menekan pengeras suara .


" Hebm "


" Kandungan nona Nova 4 bulan dan ini pemeriksaan ke duanya karena saat awal kehamilan dokter memintanya datang saat usia kandungan nya 4 bulan mengingat mereka tinggal di desa xx bersama nenek Nur ,Tapi dokter menyarankan Nona Nova tetap memeriksa kan kandungan nya pada bidan yang ada di sana " Ucap Arif .


" Jadi Dokter memberikan vitamin dalam jangka panjang, Jenis kelaminnya duanya laki² dan untuk yang duanya belum kelihatan " lanjutnya lagi .


" maksud mu Nova hamil kembar 4 " Tanya Henry terbata .


" Iya tuan " Semua orang langsung menatap Edward yang hanya terdiam .


" Kembali lah, kita akan ke sana " Ujar Daddy Radit


" Baik tuan besar " Jawab Arif .


" Hubungi Rehan dan Morgan untuk menjemput kedua orang tua Nova " Ujar Daddy Radit .


" Baik tuan besar " jawabnya ,lalu Raymond mematikan panggilannya .


" Abang " Panggil Henry membuat Edward tersadar " Maaf " Ucapnya terbata menatap Henry .


" Siapkan dirimu " Edward hanya mengaguk saja sekalipun dia masih bingung .


" Apa Opa akan ikut " Tanya Raymond .


" Iya " Jawabnya serius .


" Apa tidak bisa biar Daddy saja yang menemani kami sama ayah dan papi " Daddy Radit menggeleng .


" Tapi Opa ...."


" Hubungi Papa mu dan ayah mu ke sini ,biar nanti Nova langsung di periksa sekalipun dia sudah memeriksakan kandungan nya " Reza mengaguk sebagai jawaban .


" Boleh Adara ikut " Tanya Adara lirih .


" Di rumah saja iya ,bersama yang lain " Ucap Raymond lembut .


" Tapi Dad ...."


Adara menatap putra pertama nya yang masih saja terdiam sejak dia pulang dari perusahaan.


" Abang baik² saja " Edward menatap Adara lalu mengaguk .


" Apa yang Abang pikirkan " Tanya Mommy Ellena lembut .


" Tidak ada Eyang ,hanya beberapa malam ini Edward bermimpi melihat 4 anak yang bermain di taman tapi Edward bingung apa itu artinya mereka anak Edward " Tanya pelan .


" Kenapa tidak cerita sebelumnya " Ujar Alan .


" Abang kira itu hanya mimpi biasa soalnya selalu terulang " Jawab Edward .


" Apa yang kamu lihat " Tanya Elvi lembut .


" Tidak terlalu jelas hanya ada 4 orang anak yang bermain " Jawabnya.


" Abang siapkan " Tanya Elsa .


" Siap Oma ,hanya Edward bingung bagaimana nanti urusnya " Jawabnya jujur .


" Apa kamu tidak melihat wanita pengangguran di rumah ini " Ujar Alan menunjuk ,Elvi ,Adara ,Elsa dan ana .


" Iya jadikan tenaga mereka sebagai bayaran yang hanya tau makan ,tidur dan menghabiskan uang suami " Timpal Jeje membuat Edward sedikit tenang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan Nova dan Nenek Nur sesampainya mereka di desa langsung masuk dalam rumah .


Nova membongkar semua belanjaan nya, sedangkan nenek Nur hanya menggeleng saja .


" Kenapa selalu menolak uang yang nenek kasih " Tanya nenek Nur.


" Nova punya uang nek, maaf jika itu menyinggung perasaan nenek tapi Nova sudah bersyukur saat Nenek menerima Nova di sini dan Nova tidak ingin membebani nenek apa lagi Nova sedang hamil 4 " Ujar Nova Tersenyum .


" Nenek sampai bosan mendengar alasanmu " Nova tertawa kecil .


" karena itu kenyataan nya Nek " Nenek Nur hanya diam saja melihat Nova membongkar belanjaan nya .


" Nenek coba pakai ini " Ujar Nova menyerah pakaian tidur sepasang .


" Nenek sudah tua Nova ,untuk apa pakai baju yang bergambar boneka seperti ini " Ujar Nenek Nur tapi dia tetap menerima nya .


" Coba dulu ,Nova beli samaan dengan Nenek biar kita couple " Ujar Nova Tersenyum.


" lalu milikmu mana " Nova mengakat tangannya yang memegang baju tidur yang sama dengan nenek Nur .


" Nenek seperti nya akan kembali muda" Lanjutnya tertawa kecil.


" Nenek memang masih muda koh " Jawab Nova .


" Jangan menggoda Nenek nak, nenek tidak tergoda " Ucapnya sambil tertawa .


" Sana nenek coba dulu ,kalau sudah pas kita akan mencucinya kalau sudah kering kita akan memakainya bersama " Nenek Nur meninggalkan Nova sendirian .


Sedangkan Nova kembali mengatur belanjaan yang tadi di beli di kota bersama nenek Nur.


Tidak berselang lama Nenek Nur kembali dengan pakaian tidur .


' Nova " Nova membalikkan badannya langsung Tersenyum menatap nenek Nur .


" Sangat cocok ' Ujarnya sambil mengacungkan jempol nya .


" Apa tidak jelek " Nova menggeleng " Nenek sangat cantik " Puji Nova Serius .


" Nenek akan memakai ini terus ,karena ini pemberian darimu " Ujar Nenek Nur.


" Nova akan belikan yang banyak jika nenek suka " Ucap Nova .


" Jangan ini saja sudah cukup nak ,kamu harus pikirkan kedepannya " Ujar nenek Nur .


" Tenang saja ,kalau Nova Kehabisan uang banyak sayuran dan buah yang akan Nova jual " Ucap nya lalu keduanya tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘