
Hari yang di tunggu untuk melakukan operasi sudah tiba, Mommy Ellena sudah di minta berpuasa sebelumnya kini semua keluarga sudah berada di ruangan mommy Ellena sebelum nantinya akan di bawah ke ruangan Operasi kecuali Nova dan Adara yang tetap standby di rumah utama karena mereka tidak mungkin membawa atau meninggalkan baby four apa lagi Nora hal yang sangat berat untuk mereka lakukan .
Rumah sakit di jaga dengan ketat , Rehan,Arif ,dan Morgan langsung turun tangan sebagian pasien di pindahkan ke rumah sakit cabang ,hanya pasien berat yang berada di sana ,bahkan yang menjaga mereka hanya ada satu orang selain itu mereka di larang masuk jika tidak ada kepentingan mendesak tapi kegiatan di dalam tetap berjalan seperti biasanya .
" Mom ' Panggil Davin lembut .
" Bantu kami, dan berjanjilah tetap baik² saja " Lanjutnya dengan serius .
" Mommy akan usahakan " Ujar mommy Ellena.
" Kami ingin Oma berjanji " Ujar Alister .
" Oma tidak bisa menjanjikan hal itu Nak,sekuat apapun Oma berusaha jika sudah batasnya Oma tidak bisa berbuat papa ' Ujar Mommy Ellena lembut .
" Davin sama Alister akan melakukan yang terbaik, mommy percaya kan " Mommy Ellena mengaguk .
" Daddy akan menunggu sampai mommy bangun, jangan takut Daddy selalu di samping mommy " Ujar Daddy Radit lembut dan terus menggegam tangan mommy Ellena .
" Temani ke dalam " Daddy Radit mengaguk " Pasti " Jawabnya serius .
Perasaan semua orang bercampur aduk semuanya menatap Mommy Ellena dengan tatapan berbeda, takut ,gugup dan khawatir itu lah yang mereka rasakan .
Di kepala mereka banyak pertanyaan apa ini langkah yang baik yang mereka ambil atau ini akan membuat mommy Ellena semakin sakit !! Masih banyak pertanyaan di kepala mereka dan mereka hanya menginginkan hasil yang baik untuk kelancaran Operasi Mommy Ellena .
Kini mereka menunduk berdoa sebelum mommy Ellena di antar ke ruangan operasi tangan Daddy Radit dan mommy Ellena terus berpegangan .
Setelah selesai mereka mendorong tempat tidur pasien ke ruangan operasi, Daddy Radit tidak perna melepaskan tangan mommy Ellena sekalipun dia duduk di kursi roda di dorong Xavier .
"Bantu Oma sembuh " Alister mengaguk tersenyum merangkul pinggang Ela " teruslah berdoa kami akan melakukan yang terbaik " Jawab Alister lembut .
Saat mereka sudah berada di depan pintu operasi semua para dokter dan staf rumah sakit sudah menunggu di sana berdiri di depan pintu operasi .
" Selamat pagi tuan ,nyonya " Sapa mereka serempak .
" Pagi, mohon bantuannya " ujar Daddy Radit .
" Iya tuan besar " Jawab mereka lagi .
" Sudah siap " Tanya Davin .
" Sudah Dok " Jawabnya tegas .
" Kami akan menemani Mommy di ruangan kaca ,jangan takut Henry dan yang lainnya akan berada di sana sampai selesai " Ujar Henry menatap mommy Ellena.
" Jangan tinggalkan mommy sampai selesai " Ujar Mommy Ellena terbata .
" Kami akan terus menemani mommy " Ujar Jeje .
" Van kami berharap padamu " Ujar Jose menatap Davin dan Alister bergantian " Papa yakin kamu bisa " Alister mengaguk dengan yakin .
" Mari tuan " Ujar salah satu dokter menatap Henry dan yang lainnya .
" Jangan takut " Uajr Daddy Radit lembut ,Henry mencium kening mommy ellena begitu juga yang lainnya setelah itu mereka mengikuti dokter ke ruangan khusus agar bisa melihat proses operasi mommy Ellena .
" Mommy siap " Tanya Davin lembut
" Iya Nak " Jawab Mommy Ellena pelan .
" Sayang bantu Opa ganti bajunya " Ujar Davin pada Amanda yang sejak tadi hanya terdiam " Ah iya Ayah " Amanda membawa Daddy Radit ke ruangan di ikuti perawat .
" Kita masuk iya mom " Mommy Ellena mengaguk sambil memejamkan mata ,para dokter yang ikut menangani mommy ellena pun ikut masuk ke dalam .
Ruangan Operasi itu mendadak jadi tegang di mana mereka harus melakukan tindakan pada sang pemilik rumah sakit ,dan jika sampai mereka melakukan kesalahan yakinlah bahwa mereka tidak akan selamat bahkan keluarga merekapun begitu .
Satu persatu Davin , Alister dan dokter lainnya langsung mencuci tangannya setelah itu mereka membiarkan perawat memasang APD khusus operasi .
Davin dan Alister menatap mommy Ellena yang sudah di bius tidak berselang lama Amanda sudah masuk bersama Daddy Radit yang pastinya sudah dengan pakaian khusus .
Lalu mereka menatap ke bagian atas menunduk kepalanya di mana di atas ada Henry dan yang lainnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah utama Adara dan Nova sedang kebingungan di mana Enzi yang jarang sekali menangis tiba² menangis dan itu membuat mereka bingung .
" Nyonya mungkin Tuan muda kecil ingin ke bawah " Ujar salah satu pelayan yang menemani mereka sejak tadi .
" Abang mau ke bawah ,iya sudah Oma akan membawamu ke bawah " Ujar Adara lembut .
" Nova di sini saja iya Mom " Adara mengaguk " jaga mereka saja nanti pelayan akan menemani mu " Nova mengaguk dengan pelan .
" Mom, apa Nova telepon Edward saja ,Abang akan diam kalau sama Daddy nya " Ujar Nova sendu .
" Pasti mereka lagi menemani Eyang operasi nak, mommy ke bawah saja dulu semoga Enzi bisa tenang " Nova mengaguk saja .
" Bi,tolong bawakan susu sama keperluan Enzi yang lainnya ,kalian temani Nova di kamar " Ujar Adara pada dua pelayan yang ada di kamar baby four .
" Baik Nyonya " Jawab mereka bersamaan .
" Cup ...cup ...Abang kangen sama Daddy tunggu iya sedikit lagi Daddy pulang " Ujar Adara di sela langkahnya menuruni tangga .
Oek ....Oek ...Oek ....
Enzi terus menangis bahkan kini matanya sudah sembab dan suaranya mulai melemah karena terlalu lama menangis .
" Kita main ke luar Abang suka kan " Ujar Adara tidak habis akalnya dia langsung keluar dari pintu rumah utama membuat para penjaga langsung berdiri tegap tapi tetap sama Enzi terus menangis bahkan semakin kencang .
" Bibi gimana ini " Ujar Adara kebingungan .
' Tuan muda kecil kenapa nyonya " Tanya penjaga memberikan diri .
" Tidak tahu pak ,sejak tadi Enzi menangis terus bahkan dia menolak saat di beri ASI " Uajr Adara terus menenangkan Enzi .
" Maaf mungkin ini kurang sopan dan saya siap menerima hukuman ,biasanya anak bayi seperti tuan muda kecil sangat peka terhadap sesuatu " Ujar penjaga terbata menunduk .
" Apa ini ada kaitannya dengan Oma " Tanya Adara .
" Maaf Nyonya " Jawab penjaga" Apa kita masuk ke kamar tuan besar saya Nyonya " Ujar pelayan gugup .
" Mungkin itu bisa membuat tuan muda kecil lebih tenang ,karena di sana ...." Belum juga pelayan menyelesaikan ucapan nya Adara langsung masuk ke dalam .
" jangan Nangis lagi nak ,Oma bingung jika kamu begini " Uajr Adara serak berjalan ke arah kamar Daddy Radit .
Ceklek .
" Maaf Opa Oma " Gumam Adara sebelum masuk dalam kamar, secara perlahan tangisan Enzi mulai melemah.
" Abang merindukan Eyang, Kita doakan Eyang sehat kembali iya ' Ujar Adara dengan helaan napas panjang " Susu nya sus " Pelayan langsung memberikan botol susu Enzi dan langsung di isap dengan kuat ,mungkin karena haus atau karena terlalu lama menangis Enzi begitu kuat mengisap botol susunya .
Sedangkan di kamar atas Nova menenangkan Elea,Nora dan Ethan yang selalu saja kaget padahal tidak ada suara apa pun hanya lagi tidur mereka yang selalu menemani mereka .
" Ethan sama Nora jangan di lepas iya Bi " Ujar Nova .
" Iya Nyonya " Jawab Pelayan .
" Sesekali periksa keadaan Nora " Ujar Nova " Kalau cape, gantian saja " Lanjut Nova lembut .
" Iya Nyonya " Jawab pelayan .
" Hari ini kalian kenapa ?? Apa ada yang sakit katakan sama Bunda yang bagian mana yang sakit " Ujar Nova menatap Elea dalam pelukannya .
" Abang juga menangis terus sejak tadi padahal Abang kalian tidak perna menangis bahkan saat penuh popoknya dia hanya akan bergerak tidak nyaman begitu juga jika dia lapar " Lanjutnya sambil mengelus kening Elea .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟