One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Kemungkinan besar



Davin menatap peserta yang ada dalam kamar itu ,lalu mengaguk sebagai jawaban .


" Nova sakit apa Opa " Tanya Edward .


" Hanya lelah saja " Jawab Davin berdiri merapikan selimut Nova " Ayo ada yang Opa ingin bicarakan " Edward langsung menatap Davin .


" Biar Mommy yang jaga Nova bang " Ujar Adara lembut .


" istriku tidak papa kan Opa " Davin kembali mengaguk membawa pria itu ke luar dari kamar mereka .


Sedangkan di luar para bujangan langsung berdiri begitu juga ayah mereka serta Hot Daddy siapa lagi jika bukan Rangga saat melihat pintu ruangan terbuka di mana para pria ke luar


" Nova hamil " Ucap Davin saat pintu kamar Edward sudah tertutup rapat .


" Koh bisa " Tanya Edward bingung .


" Karena kamu terus menghajar nya bang " Ujar Reza menggeleng dengan pertanyaan Edward .


" Tapikan dia minum pilnya,kenapa bisa hamil " Tanya Edward.


" Mungkin ada satu hari kalia melupakan nya ,dan itu masuk masa suburnya " Terang Davin, Edward langsung menatap Raymond yang hanya tersenyum tipis .


" Banyak anak banyak rezeki , Daddy Ok " Jawab Raymond .


" Kamu Ok, Daddy tidak " Dengus Henry kesal .


" Apa kamu tidak tahu bagaimana reportnya mengurus keempat Cucu mu itu yang dua lincah melebihi ular yang duanya kaku melebihi kulkas " Lanjutnya dengan kesal .


" belum lagi Cucu nya Jose " Henry mengusap wajahnya kasar .


" Berarti kami tidak perlu menikah kan Opa ??" Tanya Bara tiba² .


" Apa kamu ingin aku membunuh mu " Bentak Radhi membuat Bara meringis.


"Hanya bercanda ayah biar tidak tegang " Lidah Radhi berdecak .


" Lalu Edward harus bagaimana " Tanya Edward menatap Davin .


" ya menemani nya ,bukan kah ini waktunya kamu membalas yang Abang lewati saat Nova hamil baby four " Ujar Davin lembut .


" Apa harus di ingatkan " Davin mengaguk " Apa lagi kali ini dia yang mengalami nya " Jawab Davin.


" Tunggu ,Berapa " Tanya Jeje menatap Davin.


" Kemungkinan besar iya " Jawab Davin .


" Apa " Pekik Henry, Alan dan Jeje .


" Aku akan kembali ke London,aku akan tinggal bersama Erland di sana " Ucap Alan cepat .


"Seperti nya vertigo ku kambuh , kepala ku terasa berat " Ucap Jeje menggeleng pelan kepalanya .


" Semangat Daddy ,ayah ,papi " Ujar Reza tertawa kecil .


Henry ,Jeje dan Alan langsung menatap tajam Reza .


" Aku akan membuang Cucu mu ke pantai asuhan " Ujar Henry kesal .


" Raine akan lebih dulu ke sana sebelum Daddy sampai " Jawab Reza membuat Raymond tersenyum .


" Itu berarti kami tidak perlu menikah bukan " Tanya Eric tersenyum .


" Angkat pakaian mu dan ke luar dari rumah " Jawab Henry ketus .


" Bukannya ...."


" Bukannya apa ?? Awas jika sampai umur kalian bertambah dan belum membawa wanita ke rumah ini ,siap² kalian ke luar tanpa membawa apa pun " Potong Henry tegas .


" Tidak bisa begitu ...."


" Kalau tidak bisa kamu bisa ke luar " Potong Jeje .


" Kami akan bawakan " Jawab Daffa kesal .


" Anak pintar " Davin mengelus pundak Cucu nya " Opa tunggu " Lidah Daffa berdecak kesal .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sudah baikan " Tanya Edward lembut, setelah di temani Adara dan yang lainnya kini Edward kembali ke kamar nya .


"Baby " Panggil Edward pelan " Kamu hamil " Lanjutnya menatap Nova .


" Jadi benar aku hamil " Edward menaikan alisnya sebelah .


" Kamu sudah tahu " Nova menggeleng " Aku hanya menebak saja karena sudah telat beberapa Minggu " Jawab Nova .


" Tapi aku takut jika melakukan test " Lanjutnya lagi.


" Kenapa takut ' Tanya Edward memegang kedua tangan Nova .


" Anak² masih kecil, kasian Mommy dan yang lainnya " Jawab Nova menunduk kepalanya.


"Apa kamu tahu, bahkan Opa memaksa mereka untuk cepat menikah jika di pertambahan usia mereka belum membawa perempuan mereka akan di tendang dari rumah ini " Ucap Edward tersenyum.


" Jangan pikirkan yang tidak pasti, kamu harus tetap sehat demi anak² ,kata Opa Davin kemungkinan kembar " Lanjutnya tersenyum kuda .


" Kau begitu bahagia " Edward mengaguk lalu membaringkan kepalanya di paha Nova menghadap perut sang istri .


" sehat terus dalam perut bunda, jika menginginkan sesuatu katakan pada bunda biar Daddy Carikan " Ucap Edward lembut lalu mencium perut Nova berkali .


" Kamu tidak menginginkan sesuatu " Tanya Edward menatap Nova dari bawah .


" belum, tapi tidak tahu nanti " Jawab Nova .


" Apa pun itu katakan padaku ,kata Opa aku harus mengganti ..."


" Jangan membahas yang dulu, sekarang kita sudah bahagia bersama anak-anak ,dulu hanya salah paham dan aku minta maaf karena mningg mu tanpa meminta izin " Edward langsung memeluk pinggang Nova dengan erat .


" Tidak sia² aku memilih mu " Gumam Edward .


" Ya tidak sia² aku menunggu pria dingin selama 7 tahun " Cibir Nova kesal membuat Edward tertawa kecil .


" Daddy " Panggil Nova serius .


" Tentang Nora " Edward belum memberi respon papa " Bagaimana kalau yang dalam ...."


" Tidak akan ,aku pastikan itu !! untuk Nora itu urusanku sama Daddy " Potong Edward cepat .


" Apa kita harus memberi tahu anak² " Tanya Nova mengalikan pembicaraan .


" Biar mereka tahu sendiri " Jawab Edward bangun dari tidurnya " Ayo kamu harus istirahat " Lanjutnya lagi .


" Aku tidak mengantuk " Tolak Nova .


" Nanti kepala mu pusing Nova " Ujar Edward .


" Itu tadi , sekarang tidak " Edward memicing kan matanya menatap Nova " Jangan bilang ini ulah mereka ,jika iya aku akan menghukum mereka ,jadi ayo tidur sebelum kamu mendesah " Ujar Edward tegas.


" Tapi ...."


" Baiklah " Edward membuka piyama tidurnya ,tapi tangan nya langsung di tahan nova .


" Aku tidur ,tapi peluk " Rengek Nova manja .


" Dengan senang hati " Jawab Edward membaringkan tubuh Nova dengan pelan .


CUP


Edward mendaratkan bibirnya di perut Nova ,sebelum pria membaringkan tubuhnya di samping Nova dan menutup tubuh mereka dengan selimut.


" Harum " Gumam Nova saat Edward menariknya dalam pelukannya.


" Tutup matamu , CUP " Ujar Edward lembut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟