One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Sikap dingin



" Abang " Edward menatap Adara yang masuk dalam ruangan belajar bersama Raymond .


" Hebm " Jawabnya lalu kembali menatap Bukunya " Kenapa tidak ikut kumpul " Tanya Adara .



perubahan sang anak sulung begitu terlihat jelas semenjak tempo hari entahlah apa yang sebenarnya terjadi ,karena sang suami pun enggan membuka suara .


" Abang mau ujian Mom ,jadi harus belajar " Jawab sekenanya " Bukannya selama ini Abang juga belajar tapi tidak pernah mengurung diri seperti ini " Edward menutup bukunya lalu menghela nafasnya " Mom, Edward harus banyak belajar perusahaan membutuhkan orang yang tidak hanya tau duduk makan dan pulang " Ucpa Edward .


" Tapi ...."


" Baby " Raymond menggelengkan kepalanya "Papa Reza sudah membelikan apartemen di sana " Edward hanya mengaguk .


" Apartemen di mana ?? Apa Abang akan tinggal di apartemen " Tanya Adara menatap kedua pria yang berbeda usia .


" Dia akan kuliah ke new York ,aku harap kamu bisa pahami itu " Ucap Raymond lembut .


" Koh mommy tidak tahu " Protes Adara kesal .


" Mom ,Daddy juga dulu begitu " Ucap Edward datar .


" Abang " Tegur Raymond,Edward hanya menghela napas entah kenapa emosi nya selalu terpancing bahkan hal kecil .


" Sorry " Jawabnya singkat .


" Hanya sebentar Baby, tidak akan pergi sendiri kalau liburan nanti dia akan kembali " Jelas Raymond lembut .


" Kenapa tidak Landon saja di saja ada Oma, Opa ,papi dan ayah juga " Tanya Adara .


" Lagian kakak mu juga sudah mau selesai bukan,dia akan kembali lalu siapa yang akan memasak untukmu , mengurus mu belum la......"


" Mom ,Abang sudah besar !! Abang bisa lakukan semuanya sendiri,makan bisa pesan ,mencuci ada laundry, bersih ² nanti panggil jasa bersih² " Ucap Edward .


" Kalau Abang pesan terus itu tidak sehat Abang " Ucap Adara .


" Nanti Abang pilih yang sehat " Jawab Edward .


"Tidak semua makanan di luar sehat Abang, bisa saja ...."


" Mom " Panggil Edward memejamkan matanya kuat " Abang akan masak sendiri ,simpel kan " Lanjutnya .


" Jangan ,kalau kebakaran gimana nanti ....."


" Abang sudah besar, Abang sudah 15 tahun ok , jadi mommy tidak usah khawatir tentang itu ,mommy tahukan Abang seperti apa ?? Untuk sekarang doakan saja Abang sehat biar bisa kembali menggantikan Daddy iya ,bukannya mommy ingin jalan-jalan berdua bersama Daddy ?? Kalau mommy menahan Abang rencana mommy akan semakin jauh untuk mommy gapai " Ucap Edward panjang lebar .


" Apa Abang ada masalah " Edward menggeleng cepat " Abang, mommy yang melahirkan kamu , sekalipun saat kalian kecil lebih banyak waktu bersama Nany ,tapi perasaan mommy tidak baik-baik saja bang " Ucap Adara mengeluarkan isi hatinya .


" Abang hanya butuh Mommy sehat, itu saja cukup jangan memikirkan yang lain " Jawab Edward .


" Apa mommy Tidak bisa tahu " Edward menarik napasnya berat " Abang tidak papa mom, jika mommy tidak percaya tanya sama Daddy ,semua yang terjadi di rumah ini Daddy tahu bahkan apa yang di lakukan di London atau di paris Daddy tahu ,jadi mommy bisa tanya Daddy " Ucap Edward .


" Tapi Daddy bilang tidak ada papa " Jawab Adara polos .


Cup .


" Bisa tahan ,ada Abang " Dengus Edward kesal saat Raymond mencium pipi Adara .


" Apa peduliku " Jawab Raymond ketus .


tok ...tok ....


" Boleh Erland masuk " Ucap dari luar .


Ceklek


Erland Tersenyum kuda saat melihat Adara membuka pintu ruangan itu lalu masuk menjatuhkan tubuhnya di paha Raymond .


" Daddy " Rengeknya manja .


" Hebm "


" Kaka Eric sibuk terus sama pacarnya ,adiknya di abaikan padahal yang menemani nya selalu Erland " Adara tertawa kecil membuat Erland semakin kesal .


" Apa Ade cemburu " Erland menggeleng " Sepi mom ,mana ada cemburu !! Mommy kira Erland jeruk makan jeruk " Dengusnya kesal .


" Makanya pacaran " Cibir Edward .


" Memang Abang punya pacar, tidak bukan !! " Jawabnya ketus lalu dia menatap buku yang ada di atas meja " Pacarannya sama buku terus ,tidak rontok itu rambut " Cibirnya ketus .


" Memang kakak mu ke mana" Tanya Raymond lembut " Tuh di kamar ,main hp terus ketawa kaya orang gila ,mommy harus membuat aturan baru tidak boleh Memegang HP biar di rumah " Ucap Erland .


" iya nanti mommy buat aturan baru " Jawab Adara seadanya biar Erland tidak mengomel lagi .


" Sita HP nya semua iya mom, Janji " Adara hanya mengaguk saja membuat Erland Tersenyum .


" Abang kenapa ?? " Edward menaikan alisnya sebelah " Abang kaya bunglon tahu suka berubah-ubah " Lanjutnya .


" Terserah " Jawab Edward ketus .


" Abang tidak seru,kaku kaya Daddy " Cibirnya langsung dapat tatapan dari Raymond .


" Erland sayang Daddy " Ucapnya lalu memeluk pinggang Raymond " Cari aman " Erland hanya menatap Edward sinis lalu kembali tersenyum pada Raymond yang hanya tersenyum sambil menggeleng .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟