
Berbagai macam usaha Henry dan yang lainnya meyakinkan mommy Ellena akhirnya mereka mendapatkan angin segar , di mana mommy Ellena menyetujui melakukan operasi .
" Kapan kita bertemu dengannya " Tanya Henry menatap Davin .
" Besok " Jawab Davin cepat .
" Baiklah " Jawab Henry .
" Reza akan siapkan " Ujar Reza .
" Kami akan membantu " Ucap Rif'at.
" Tidak usah Son " Tolak Henry halus .
" Tidak papa Dad " Jawab Rif'at tersenyum .
" kami sudah mengumpulkan " Rifat mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya " Itu dari Radhi, Xavier, Alister , Naufal dan Daniel maaf hanya itu " Lanjutnya tersenyum ,Adara langsung menatap Rif'at saat nama Daniel di sebut .
"Ambilah ,Daddy masih punya " Ujar Henry lembut .
" Ambil Za " Ujar Alan .
" Ambil saja " Ujar Raymond saat Reza menatap nya .
" Makasih kak " Ujar Rif'at dan yang lainnya .
" Untuk apa " Tanya Mommy Ellena .
" Untuk tanda terimakasih Mom " Jawab Jose .
" Berapa " Tanya Daddy Radit serius .
' Seikhlasnya ,apa Daddy mau nyumbang ,ah Davin lupa Daddy sudah miskin " Ujar Davin menatap sinis Daddy Radit.
" Jangan mulai , Daddy serius " Bukannya takut,mereka malah tertawa membuat Daddy Radit kesal .
" Pulanglah jangan membuat kepala Daddy pusing " Usir Daddy Radit .
" Belum juga makan Dad " Jawab Jose tersenyum.
" Daddy tidak akan memberi kan kalian makan " Ujar Daddy Radit .
" Kami akan tetap makan " Jawab Davin .
Oek ...Oek ...Oek ...
"Nora kenapa " Tanya Adara lembut menatap sang Cucu yang yang di gendong Elvi
" Nova susui saja Mom " Ujar Nova saat Adara akan berdiri mengambil botol susu mereka .
" Kamu yakin baby " Nova mengaguk tersenyum ,Elvi pun memberikan Nora pada Nova dan menutup bagian depannya .
" Biar Mami yang ambil Nak " Ujar Ana saat Adara akan kembali berdiri mengambil botol susu untuk yang lainnya .
" Aku ikut Mba " Ujar Aqila berdiri .
Oek ....Oek ...Oek ...
Satu persatu ketiga anak Edward pun menangis bergantian membuat Edward kaget .
" Koh Nangis " Tanya Edward bingung .
" Tidak papa Bang " Jawab Elsa .
" Pusing iya Bang, syukur ada jasa pengasuh gratis " Ujar Davin tertawa kecil .
" Anak kembar memang gitu bang, kadang mereka akan menangis bersamaan kadang juga tidak dari pengalaman Opa rata² begitu " Lanjutnya tersenyum .
" Oma gantian dulu sama Nora " Ujar Nova menatap Elea yang menangis lebih kencang sedangkan Enzi dan Ethan sudah diam saat di bawah berdiri " Nora sudah minum sedikit " Lanjutnya lagi .
" Tidak Papa Nak, nanti Nora nangis lagi " Ujar Elsa terus menimang Elea .
" Lagian mereka ambil botol susu di mana , di Afrika atau di mana " Gerutu Jose kesal .
" Tapi ....."
" Lo koh anak gadis nangis " Ujar Ana yang baru datang bersama Aqila
" Mami kelamaan ,mereka lapar " Jawab Jeje .
" Maaf tadi lagi di hangat kan " Ujar Ana lalu memberi botol susu pada Elsa , Queen dan Raine
" Elea sudah diam " Ujar Edward pada Nova " Iya bang ,maaf " Edward mengaguk ,dia paham akan khawatirkan sang istri .
" Jangan terlalu di pikirkan di rumah ini banyak yang mengasuh mereka ,jika kamu banyak pikiran kasian juga mereka " Ujar Davin .
" Iya Opa ,Nova hanya bingung lihat Elea nangis " Ujar Nova .
" Itu wajar tidak papa " Jawab Alister .
" Jadi anak gadis itu harus kalem ,jangan Seperti yang sana " Ujar Ela mengelus tangan kecil Elea yang di tutupi sarung tangan .
" Aunty lihat siapa tadi " Tanya Eliza sinis .
" lihat siapa " Tanya Ela masa bodoh .
" Mana ada wanita kalem, ayu, sopan bentuk nya kaya kerupuk seribuan " Ujar Syahzani .
" Seperti nya Aunty Ela sama Aunty Sasa punya dendam sama Zaza makanya begitu peduli dengan kehidupan Zaza " Ujar Eliza.
" Ngaca ,kami banyak pekerjaan untuk apa peduli pada kehidupan mu " Jawab Ela .
" Lihatlah ,jawaban Aunty itu menunjukkan kalau Aunty iri ,ah Eliza harus akui kalau Zaza itu cantik yang pastinya membuat siapa saja iri apa lagi kamu wanita seperti Aunty " Ujar Eliza menatap Ela dan syahzani .
" Apa yang membuat Lintang menyukaimu ,bahkan Opa saja merasa muak " Ujar Jose menatap Eliza .
" Itu karena Opa sudah tua ,matanya rabun jadi tidak bisa ...."
Bugh
" Aaawww Oma " pekik Eliza mengelus kakinya yang baru dapat tendangan Madun dari Elvi .
" yang sopan " Ujar Elvi menatap Eliza " Iya Maaf " Jawabnya dengan wajah yang di tekut lalu dia menatap Ela dan syahzani yang tertawa .
" Jangan membuat Zaza marah " Tegur Elsa pada syahzani .
" Ela " Tegur Ana membuat sang putri terdiam.
" Awas saja nanti ,kalau Zaza menikah aunty tidak akan masuk dalam daftar keluarga apa lagi undangan " Ujar Eliza kesal .
" Kapan nikah nya " Ledek Rif'at .
" Opa " rengek Eliza pada Henry " Fat " Tegur Henry membuat Eliza tersenyum kuda .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Istirahat dulu " Jawab Edward saat melihat Nova kembali memompa ASI nya untuk anak² mereka .
" Sedikit lagi bang " Edward mengambil ahli membantu Nova memompa ASI nya .
" Mereka kuat sekali minum nya " Nova mengaguk tersenyum " Tapi Nova senang , soalnya kalau tidak di pompa bengkak jadi sakit " Ujar Nova .
" Tapi kamu nyaman kan " Nova mengaguk " Abang tidak usah memikirkan aku, yang penting anak² sehat termaksud Nora " Ujar Nova Tersenyum.
" Kamu itu segalanya Baby ,jadi aku harus memastikan kamu nyaman , untuk mereka masih ada sufor jika mereka lapar ' Jawab Edward .
" Jangan, kasian Nora !! Aku baik² saja melihat mereka sehat dan semakin berisi " Ucap Nova serius .
" Hebm "
" Anak² sama siapa bang " Tanya Nova .
" Aku tidak tahu, yang penting susu mereka selalu ada itu urusan mommy dan yang lainnya ' Jawab Edward tenang .
" Abang ehz , bagaimana pun itu anak Abang jangan selalu menyusahkan mereka bang, Nova tidak enak selalu merepotkan mereka " Ujar Nova mengutarakan perasaannya .
" Kamu harus terbiasa mulai sekarang ,bahkan nanti mungkin anak² lebih sering bersama mereka ,Tidak usah sungkan kamu di sini bukan menantu tapi anak " Jawab Edward menatap Nova .
" Tapi kalau anak² nangis kaya tadi nanti mereka kerepotan Bang, Nova saja bingung " Ujar Nova
" Kamu tahu kan kalau mereka membagi jadwal untuk anak² jadi jangan terlalu di pikirkan, tapi bukan berarti kamu tidak bisa merawat mereka ,kamu akan merawat mereka kalau kondisimu sudah meyakinkan " Nova mengaguk tersenyum .
" Masih " Nova menatap kantung ASI nya yang ada di atas meja " Satu lagi bang " Jawab Nova .
" Ini saja hanya untuk sekarang bang, nanti pompa lagi " Lanjutnya tersenyum .
" Tapi ini tidak sakit kan " Tanya edward memegang benda kenyal yang ada di depannya .
" Tidak bang, kalau di pompa terus " Jawab Nova .
" Habis ini giliranku kan " Nova langsung menatap Edward yang tersenyum seringai .
" Abang bercanda kan " Edward hanya diam saja terus memompa ASI untuk anak-anak nya .
" Abang " Edward menatap Nova menaikan alisnya sebelah " Abang Bercanda kan " Tanya Nova lagi ,tapi Edward hanya diam saja .
Beberapa menit kemudian proses pompa memompa selesai ,Edward langsung membawa alat itu untuk di bersihkan,lalu kembali ke kamar mengambil susu anak² nya di antar ke kamar mereka .
" Sekarang giliran ku " Uajr Edward menjatuhkan kepalanya di paha Nova " Abang " Panggil Nova terbata menahan kancing pakaiannya tapi Edward menepis tangan Nova .
" Abang ....ini ..."
" Jangan menghalangi ku baby " Potong Edward cepat membuka kancing baju Nova satu persatu sambil tersenyum miring membuat Nova merinding .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"