One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Berbagi



Berbagai macam usaha Henry dan yang lainnya meyakinkan mommy Ellena akhirnya mereka mendapatkan angin segar , di mana mommy Ellena menyetujui melakukan operasi .


" Kapan kita bertemu dengannya " Tanya Henry menatap Davin .


" Besok " Jawab Davin cepat .


" Baiklah " Jawab Henry .


" Reza akan siapkan " Ujar Reza .


" Kami akan membantu " Ucap Rif'at.


" Tidak usah Son " Tolak Henry halus .


" Tidak papa Dad " Jawab Rif'at tersenyum .


" kami sudah mengumpulkan " Rifat mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya " Itu dari Radhi, Xavier, Alister , Naufal dan Daniel maaf hanya itu " Lanjutnya tersenyum ,Adara langsung menatap Rif'at saat nama Daniel di sebut .


"Ambilah ,Daddy masih punya " Ujar Henry lembut .


" Ambil Za " Ujar Alan .


" Ambil saja " Ujar Raymond saat Reza menatap nya .


" Makasih kak " Ujar Rif'at dan yang lainnya .


" Untuk apa " Tanya Mommy Ellena .


" Untuk tanda terimakasih Mom " Jawab Jose .


" Berapa " Tanya Daddy Radit serius .


' Seikhlasnya ,apa Daddy mau nyumbang ,ah Davin lupa Daddy sudah miskin " Ujar Davin menatap sinis Daddy Radit.


" Jangan mulai , Daddy serius " Bukannya takut,mereka malah tertawa membuat Daddy Radit kesal .


" Pulanglah jangan membuat kepala Daddy pusing " Usir Daddy Radit .


" Belum juga makan Dad " Jawab Jose tersenyum.


" Daddy tidak akan memberi kan kalian makan " Ujar Daddy Radit .


" Kami akan tetap makan " Jawab Davin .


Oek ...Oek ...Oek ...


"Nora kenapa " Tanya Adara lembut menatap sang Cucu yang yang di gendong Elvi


" Nova susui saja Mom " Ujar Nova saat Adara akan berdiri mengambil botol susu mereka .


" Kamu yakin baby " Nova mengaguk tersenyum ,Elvi pun memberikan Nora pada Nova dan menutup bagian depannya .


" Biar Mami yang ambil Nak " Ujar Ana saat Adara akan kembali berdiri mengambil botol susu untuk yang lainnya .


" Aku ikut Mba " Ujar Aqila berdiri .


Oek ....Oek ...Oek ...


Satu persatu ketiga anak Edward pun menangis bergantian membuat Edward kaget .


" Koh Nangis " Tanya Edward bingung .


" Tidak papa Bang " Jawab Elsa .


" Pusing iya Bang, syukur ada jasa pengasuh gratis " Ujar Davin tertawa kecil .


" Anak kembar memang gitu bang, kadang mereka akan menangis bersamaan kadang juga tidak dari pengalaman Opa rata² begitu " Lanjutnya tersenyum .


" Oma gantian dulu sama Nora " Ujar Nova menatap Elea yang menangis lebih kencang sedangkan Enzi dan Ethan sudah diam saat di bawah berdiri " Nora sudah minum sedikit " Lanjutnya lagi .


" Tidak Papa Nak, nanti Nora nangis lagi " Ujar Elsa terus menimang Elea .


" Lagian mereka ambil botol susu di mana , di Afrika atau di mana " Gerutu Jose kesal .


" Tapi ....."


" Lo koh anak gadis nangis " Ujar Ana yang baru datang bersama Aqila


" Mami kelamaan ,mereka lapar " Jawab Jeje .


" Maaf tadi lagi di hangat kan " Ujar Ana lalu memberi botol susu pada Elsa , Queen dan Raine


" Elea sudah diam " Ujar Edward pada Nova " Iya bang ,maaf " Edward mengaguk ,dia paham akan khawatirkan sang istri .


" Jangan terlalu di pikirkan di rumah ini banyak yang mengasuh mereka ,jika kamu banyak pikiran kasian juga mereka " Ujar Davin .


" Iya Opa ,Nova hanya bingung lihat Elea nangis " Ujar Nova .


" Itu wajar tidak papa " Jawab Alister .


" Jadi anak gadis itu harus kalem ,jangan Seperti yang sana " Ujar Ela mengelus tangan kecil Elea yang di tutupi sarung tangan .


" Aunty lihat siapa tadi " Tanya Eliza sinis .


" lihat siapa " Tanya Ela masa bodoh .


" Mana ada wanita kalem, ayu, sopan bentuk nya kaya kerupuk seribuan " Ujar Syahzani .


" Seperti nya Aunty Ela sama Aunty Sasa punya dendam sama Zaza makanya begitu peduli dengan kehidupan Zaza " Ujar Eliza.


" Ngaca ,kami banyak pekerjaan untuk apa peduli pada kehidupan mu " Jawab Ela .


" Lihatlah ,jawaban Aunty itu menunjukkan kalau Aunty iri ,ah Eliza harus akui kalau Zaza itu cantik yang pastinya membuat siapa saja iri apa lagi kamu wanita seperti Aunty " Ujar Eliza menatap Ela dan syahzani .


" Apa yang membuat Lintang menyukaimu ,bahkan Opa saja merasa muak " Ujar Jose menatap Eliza .


" Itu karena Opa sudah tua ,matanya rabun jadi tidak bisa ...."


Bugh


" Aaawww Oma " pekik Eliza mengelus kakinya yang baru dapat tendangan Madun dari Elvi .


" yang sopan " Ujar Elvi menatap Eliza " Iya Maaf " Jawabnya dengan wajah yang di tekut lalu dia menatap Ela dan syahzani yang tertawa .


" Jangan membuat Zaza marah " Tegur Elsa pada syahzani .


" Ela " Tegur Ana membuat sang putri terdiam.


" Awas saja nanti ,kalau Zaza menikah aunty tidak akan masuk dalam daftar keluarga apa lagi undangan " Ujar Eliza kesal .


" Kapan nikah nya " Ledek Rif'at .


" Opa " rengek Eliza pada Henry " Fat " Tegur Henry membuat Eliza tersenyum kuda .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Istirahat dulu " Jawab Edward saat melihat Nova kembali memompa ASI nya untuk anak² mereka .


" Sedikit lagi bang " Edward mengambil ahli membantu Nova memompa ASI nya .


" Mereka kuat sekali minum nya " Nova mengaguk tersenyum " Tapi Nova senang , soalnya kalau tidak di pompa bengkak jadi sakit " Ujar Nova .


" Tapi kamu nyaman kan " Nova mengaguk " Abang tidak usah memikirkan aku, yang penting anak² sehat termaksud Nora " Ujar Nova Tersenyum.


" Kamu itu segalanya Baby ,jadi aku harus memastikan kamu nyaman , untuk mereka masih ada sufor jika mereka lapar ' Jawab Edward .


" Jangan, kasian Nora !! Aku baik² saja melihat mereka sehat dan semakin berisi " Ucap Nova serius .


" Hebm "


" Anak² sama siapa bang " Tanya Nova .


" Aku tidak tahu, yang penting susu mereka selalu ada itu urusan mommy dan yang lainnya ' Jawab Edward tenang .


" Abang ehz , bagaimana pun itu anak Abang jangan selalu menyusahkan mereka bang, Nova tidak enak selalu merepotkan mereka " Ujar Nova mengutarakan perasaannya .


" Kamu harus terbiasa mulai sekarang ,bahkan nanti mungkin anak² lebih sering bersama mereka ,Tidak usah sungkan kamu di sini bukan menantu tapi anak " Jawab Edward menatap Nova .


" Tapi kalau anak² nangis kaya tadi nanti mereka kerepotan Bang, Nova saja bingung " Ujar Nova


" Kamu tahu kan kalau mereka membagi jadwal untuk anak² jadi jangan terlalu di pikirkan, tapi bukan berarti kamu tidak bisa merawat mereka ,kamu akan merawat mereka kalau kondisimu sudah meyakinkan " Nova mengaguk tersenyum .


" Masih " Nova menatap kantung ASI nya yang ada di atas meja " Satu lagi bang " Jawab Nova .


" Ini saja hanya untuk sekarang bang, nanti pompa lagi " Lanjutnya tersenyum .


" Tapi ini tidak sakit kan " Tanya edward memegang benda kenyal yang ada di depannya .


" Tidak bang, kalau di pompa terus " Jawab Nova .


" Habis ini giliranku kan " Nova langsung menatap Edward yang tersenyum seringai .


" Abang bercanda kan " Edward hanya diam saja terus memompa ASI untuk anak-anak nya .


" Abang " Edward menatap Nova menaikan alisnya sebelah " Abang Bercanda kan " Tanya Nova lagi ,tapi Edward hanya diam saja .


Beberapa menit kemudian proses pompa memompa selesai ,Edward langsung membawa alat itu untuk di bersihkan,lalu kembali ke kamar mengambil susu anak² nya di antar ke kamar mereka .


" Sekarang giliran ku " Uajr Edward menjatuhkan kepalanya di paha Nova " Abang " Panggil Nova terbata menahan kancing pakaiannya tapi Edward menepis tangan Nova .


" Abang ....ini ..."


" Jangan menghalangi ku baby " Potong Edward cepat membuka kancing baju Nova satu persatu sambil tersenyum miring membuat Nova merinding .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"