
" Daddy " Edward langsung berjalan dengan langkah besar di ikuti sang istri di belakang nya .
Bugh
" Princess " Edward langsung menahan tangan Nova saat akan membantu Nora yang terjatuh .
" Abang .....Kakak Hiks ....Hiks ....."
" Ade tidak papa kan ?? Ada yang luka " Tanya Enzi menatap kaki Nora lalu membantunya berdiri .
" Sakit " Cicitnya dengan sesegukan.
" maaf kakak tidak bisa menjaga ade " Ujar Ethan dengan wajah sendu .
" Sakit " Elea langsung mengusap kedua tangan Nora meniup dengan pelan " Sudah bersih " Ujar Elea .
Ketiga anak Edward dan Nova begitu menyayangi Nora ,mereka tahu jika keadaan adik bungsu nya itu tidak sebaik mereka ,kini umur mereka sudah empat tahun.
Keempat nya sudah bersekolah ,tapi sekolah homeschooling karena mereka tidak ingin meninggalkan Nora sendirian di rumah karena itu akan membuat nya kesepian dan beda sendiri .
" Are you ok " Tanya Edward mensejajarkan tubuhnya pada anak-anak nya .
" Jangan hukum mereka ,Abang yang salah tidak bisa jaga Ade dengan baik ,kalau Daddy ingin menghukum,hukum Abang saja " Edward menatap Enzi lalu mengusap kepala anak pertama nya itu .
" Daddy tidak akan menghukum kalian " Ujar Edward lembut .
" Daddy marah " Tanya Nora polos dengan mata yang berkaca-kaca" No princess , Daddy tidak marah " Nora menatap Edward dengan lembut " Promise " Ujar Edward lagi membuat Nora tersenyum .
Daddy Radit yang melihat itu hanya bisa mengulum senyumnya begitu juga yang lainnya .
Tidak berselang lama mobil milik Reza masuk di ikuti mobil Rangga .
" Papa " Pekik seorang Gadis kecil membuat langkah Reza semakin besar .
" Itu Papa Kaka Della " Ujar Della menggoda keponakan nya yang baru berumur 3 tahun .
" Papa Rachel " Ujar nya dengan kesal .
" Papa Rachel itu ,Papa Rangga " Goda Della sambil tertawa kecil.
" Jangan ganggu adeknya kak " Tegur Reza lalu mencium pipi gembul Rachel yang berada di gendongan Vika ,sedangkan Rangga hanya tersenyum saja .
" Jangan sering menggendong nya, pikirkan kandungan mu " Ujar Rangga lembut.
Iya kini Vika sudah hamil anak kedua nya yang berusia 2 bulan ,Rangga menatap anak pertamanya yang sedang duduk bersama Henry .
" Boy " Sapa Rangga, dengan pelan anak laki² itu turun lalu memeluk kaki Rangga .
" Tidak ingin memeluk Daddy Ray " Tanya Raymond saat berada di dekat anak kecil itu .
" Hei kenapa ,apa kalian berbuat salah " Tanya Raymond lembut ,Edward berdiri di samping sang istri meninggal kan Raymond bersama ke empat anaknya menuju tempat berkumpulnya keluarga.
" Maaf Daddy Ray ,tadi Nora jatuh " Raymond masih terdiam belum menanggapi ucapan Ethan .
" Jangan marahi Kakak ,tadi Nora yang tidak dengar saat mommy melarang Nora lari " Bela Nora agar saudaranya tidak hukuman .
" Ayo " Raymond mengajak ke empat Cucu nya untuk bergabung bersama .
Cup
" Eric,Randy sama Bara mana Dad " Tanya Adara setelah Raymond mencium bibirnya .
" Ada urusan sebentar " Jawab Raymond .
" Adikmu mana nak " Tanya Elvi lembut .
" Lagi cari istri baru Mom " Jawab Raymond membuat Vania melototkan matanya tajam .
" Lagi jemput kedua princess nya " Lanjutnya membuat Vania menghela napas panjang .
" Kamu membuat istri nya hampir bunuh diri Ray " Ujar Jeje tertawa kecil .
" Ayo masuk " Ajak Daddy Radit .
" Bunda " Panggil Elea menatap Nova .
" Iya sayang " Jawab Nova Lembut mensejajarkan tubuhnya pada Elea .
" Tadi Miss Siska meminta aku sama Nora membuat origami " Ujar Elea .
" Nanti kita buat bersama " Ujar Nova lembut .
" Kalau Abang sama kakak apa " Tanya Nova menatap kedua putranya .
" Sama " Jawabnya cuek .
" Tapi Bunda kita belum punya kertasnya " Ujar Nora .
" Nanti kita minta tolong sama paman yang belikan " Ujar Nova .
" No " Pekik Elea " Kami mau beli sendiri " Lanjutnya lagi .
" Tapi sayang ...."
" Deal, nanti Daddy temani tapi setelah makan malam Gimana " Nova langsung menatap Edward yang hanya tersenyum .
" Papa Rachel juga mau " Rengeknya pada Rangga .
" Ok ,nanti kita ikut" Jawab Rangga lembut .
" Sekarang boleh kita masuk " Tanya Daddy Radit menatap ke enam Cicitnya .
" Go " Pekik mereka lalu berjalan masuk ke arah rumah .
" Ingin sekali aku menggigit salah satu dari mereka " Ujar Alan sambil mendorong kursi roda Daddy Radit .
" Daddy akan membunuh mu " jawab Daddy Radit membuat mereka tertawa kecil .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Daddy cepat " Pekik Elea heboh menunggu Edward yang kembali ke kamar mengambil kunci mobilnya dan juga dompetnya .
" Berisik " Ujar Ethan menatap Elea " Biar ,kakak bisa tutup kupingnya ' Jawab Elea kesal .
" Sayang " Tegur Nova lembut .
"Abang sama kakak ikut Daddy " Kedua pria itu menggeleng memilih duduk sambil menonton TV .
Tidak berselang lama Edward turun bersama Rangga yang mengendong Rachel .
" Baby " Nova mengambil jaket milik Nora " Ade pakai jaket iya ,di luar dingin nanti Ade sakit " Nora mengaguk tersenyum tanpa membantah apa pun yang di ucapkan Nova .
" Sayang " Elea mendekat ke arah Adara lalu mengakat kedua tangan nya saat wanita itu memakaikan switer tebal miliknya .
" Jangan beli es krim " Ujar Adara menatap Elea, membuat gadis kecil itu memanyunkan bibirnya lalu menatap Raymond yang menggeleng artinya tidak boleh .
Dengan gontai Elea mendekati Edward " Daddy " Edward hanya tersenyum sambil mengusap kepala Elea .
" Sudah , CUP " Ujar Nova mencium pipi Nora .
" Richard tidak ikut Papa " Tanya Rangga menatap Putranya .
" Tidak " Jawabnya tanpa menatap Rangga dan fokus pada benda tipis di depannya bersama kedua saudaranya Enzi dan Ethan .
" Salim Papa " Richard berdiri menghampiri Rangga .
" Iya Umi " Jawabnya lalu mencium punggung tangan Rangga dan Edward setelah itu kembali duduk .
Setelah kepergian Rangga dan Edward serta membawa anak gadis mereka di ruangan itu kembali sunyi karena hanya ketiga gadis itu yang membuat ruangan hidup.
" Hei makhluk hidup " Ujar Alan menatap ketiga pria yang hanya fokus pada TV .
" Apa kalian tidak punya mulut " Lanjutnya lagi .
" Enzi, Ethan , Richard " Panggil nya dengan kesal .
" Iya " Jawab mereka seadanya tanpa membalikkan badan mereka .
" Jangan ganggu mereka ,jika tidak ingin mendengar ucapan yang pedas " Ujar Jeje tertawa kecil .
" Malam " Adara dan Riane menatap ke sumber suara begitu juga Vania .
" Dari mana " Ujar Elvi berdiri meletakan kedua tangannya di pinggang membuat langkah ketiga pria itu terhenti .
" Cari istri mereka Oma " Ujar Syafa lalu tertawa kecil .
" Iya Oma ,tadi malam Syifa dengan Kaka teleponan panggil sayang " Ujar sang kembar .
" Ini jam berapa, kenapa baru kembali " Ujar Elvi menatap ketiga Cucu nya .
" Kan bisa setelah makan malam baru ke luar " Lanjutnya lagi .
" Cape Oma ,harus ke luar lagi mendingan keluar sekalian mumpung di luar " Jawab Randy tenang.
" Oma akan menelpon Aunty Endang untuk mengusir mu jika selalu ke sana " Ujar Elvi menatap Randy .
" Menikah nak " Ujar Elsa lembut .
" Nanti Oma " Jawab Randy tenang .
" Mandi , Oma tunggu di sini " Titah Elvi .
" Iya Oma " Jawab mereka tapi sebelum itu mereka mencium pipi para wanita dan juga para pria tidak kecuali Vika dan Nova serta pria kecil yang sedang fokus pada tontonan mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa mampir di karya author yang baru, like,vote ,bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 dan komentar nya .
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟