One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Lupa cara jalan



" Selamat malam Ayah ibu " Nova menyapa kedua orang tuanya yang sudah duduk di atas karpet dan berhadapan dengan beberapa menu makanan .


" Ah Ibu memang terbaik, Nova selalu menginginkan ini tapi itu tidak mungkin sekarang aku dengan puas akan memakannya " Ucap Nova lalu duduk di samping sang ayah .


" Maaf iya nak, ibu tidak bisa mengirim kan nya ,kamu kuliah....."


" Sudah tidak usah di bahas Bu, yang penting sekarang Nova sudah berada di sini " Potong Nova Tersenyum .


" Ayah bangga denganmu ' Nova memukul pelan dada nya menyombongkan dirinya membuat sepasang suami istri itu tertawa.


" Ayo makan " Mereka pun mengambil makan mereka .


" Habis ini rencana mu apa lagi " Tanya sang ayah di sela makannya .


" Nova di sini hanya 4 hari Yah, habis itu ke kota Langsung kerja , ayah dan ibu yang sudah tahu tentang itu hanya bisa mengaguk .


Berat !! Itu sudah pasti tapi mereka mau gimana lagi karena dari awal mereka sudah di beri tahukan .


Dan mereka juga tidak menolak karena itu demi masa depan sang anak .


" Apa di sana kamu kost nak " Nova mengaguk " kalau Nova sudah ada uang mungkin baru kontrak Bu " Jawabnya Tersenyum .


" Semoga semua nya lancar iya Nak ,jika kamu ingin sesuatu katakan pada ibu, ibu akan membuat nya " Nova mengaguk karena mulutnya masih penuh dengan makanan .


" Kerja dengan benar ,jangan membuat orang-orang kecewa denganmu ,yang paling utama jujur " Nova kembali mengaguk .


" Ayah sama ibu tenang saja ,Nova akan melakukan yang terbaik nantinya " Jawabnya dengan serius .


" Pastinya akan membahagiakan ibu sama ayah " Lanjutnya sambil tersenyum .


" Tidak perlu memikirkan kami nak, melihat mu sehat dan bahagia itu sudah cukup buat ayah dan ibu " Ucap sang ayah .


" Dan membahagiakan ayah dan ibu adalah kebahagian Nova " Sambung Nova yang tidak mau kalah .


" Ayo Selesai kan makannya dulu , kamu harus istirahat perjalanan mu sangat panjang hari ini " Ucap sang ibu .


" Ibu memang terbaik ,aku semakin menyayangi mu " Ibu hanya menggeleng saja mendengar rayuan sang putri .


" Besok bangunkan Nova iya, Nova ingin berkeliling kampung sudah kangen selama 3 tahun lebih di sana pasti sudah banyak yang berubah " Ucap Nova ,karena memang dia tidak pernah kembali beda dengan sang sahabat yang sesuka hatinya pulang kapan pun ,bahkan saat libur semester pun dia memanfaatkan untuk bekerja .


" Kalau begitu sekalian kita ke pasar ,masih kuat kan jalan kaki " Nova mengaguk ragu , tapi dia akan mencobanya .


" Kelamaan hidup di luar negeri dia Bu, jadi lupa jalan kaki itu bagaimana " Goda sang ayah .


" Nova tahu iya ayah " Jawabnya dengan wajah yang di tekut membuat kedua orang tuanya tertawa .


melihat itu Nova senyum lembut menatap kedua orang tuanya .


Berbahagialah ,nova akan membuat kalian tersenyum seperti ini Batin Nova Tersenyum .


" Sudah² habiskan makanmu " Ucap sang ibu di sela tawanya .


" Bu besok masak kaya gini lagi iya " Tunjuknya pada sambal yang di campur kemangi ,terasi dan sedikit ikan asin .


" Iya " Jawab ibu singkat .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lalu di susul Rangga kedua pria itu menjadi idola kampus membuat yang lainnya merasa iri ,tapi karena pembawaan Edward dan Rangga yang dingin membuat yang lainnya tidak terlalu ambil pusing .


" Hai " Edward menatap pada wanita yang selalu menarik perhatian nya .


" Ayo " Edward merangkul bahu Rangga meninggalkan wanita yang tadi menyapanya .


" Shhiiit !! Kenapa susah sekali mendekati nya, apa aku kurang cantik ? Bahkan semua orang di kampus ini memuji kecantikan ku " Ucap nya dengan perasaan kesal .


" Ha ha ha ha " Wanita itu berbalik menatap seseorang yang sudah berani menertawakan nya .


" Diam " Bentaknya ,tapi bukannya takut dia malah semakin tertawa .


" Dia tahu mana wanita yang benar dan tidak " Ucapnya ketus .


" Bukan urusanmu" Jawabnya meninggalkan pria itu tapi baru satu melangkah tangannya sudah di tahan .


" kau ingin aku bantu " Wanita itu menatap sinis ke arah pria " Kau kira aku percaya dengan pria seperti mu " Jawabnya menghentakan tangannya kuat hingga terlepas .


" Kau tidak ingin kan foto dan video kita tersebar " Pria itu tersenyum saat melihat tawanan nya merespon ucapan nya " Apa mau mu " Tanya nya dengan marah .


" Gampang " Dia mendekat ke arah wanita itu membelai pipinya lalu berbisik " Cukup datang di saat aku membutuhkanmu " Bisiknya laku menarik tubuh nya Tersenyum seringai pada wanita itu .


" Bajingan ,kamu memanfaatkan ku untuk kepuasaan mu " Bentaknya dengan kesal .


" Rendahkan suara mu sayang " Ucapnya pelan lalu menatap sekeliling di ikuti wanita itu.


Sekalipun ini negara bebas tapi sebagian dari mereka bukan orang² asli new York ada berbagai dari penjuru dunia yang kuliah di situ .


" Bukannya kamu juga menikmati nya ,bahkan kamu selalu meminta lebih ,kamu masih ingat bukan " Wanita itu mengepalkan tangannya kuat ,ingin sekali menamparnya dengan keras .


Tapi dia masih cukup waras sehingga hanya bisa memendamnya .


Aku akan ikut permainan mu tapi lihat siapa nanti yang akan kalah. Batin sang wanita


" Deal " Jawabnya dengan serius .


" Keputusan yang baik, aku tunggu di apartemen , CUP " Pria itu meninggal wanita yang masih sibuk menghapus jejak bibir nya .


" Kita lihat sampai mana kamu bertahan Edward " Gumam nya sambil tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟