One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Sah



Hari yang di tunggu² Edward akhirnya tiba di mana dia akan menjadi Nova sebagai istri nya setelah pencarian 4 bulan akhirnya dia bisa bernapas dengan lega di mana dia pun di berikan semua hadiah yang sangat luar biasa kehadiran malaikat di rahim orang yang begitu di cintai nya bukan hanya satu melainkan 4.


Sedangkan di kamar lainnya Nova tengah duduk bersama Eliza sahabat nya sejak duduk di bangku SMA


" Selamat akhirnya penantian mu terjawab ,selamat " Nova hanya menarik sudut bibirnya sedikit .


" Berbahagialah,jangan lagi memikirkan hal yang membuat mu semakin terluka " Eliza mengegam kedua tangan Nova " Aku orang pertama yang selalu bersama mu ,kamu tidak lupakan " Nova mengaguk " Terimakasih selalu ada buatku, tegur aku kalau aku salah " Eliza mengaguk cepat .


Tok ....tok ...


" Aku buka dulu iya " Eliza berjalan ke arah pintu


Ceklek


" Masuk Om ,Tante " Ucap Eliza .


" Terimakasih Non ' Jawab Ayah Nova ,Eliza menutup kembali pintu kamar Nova meninggalkan mereka .


" Anak siapa ini " Tanya Ayah Tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca .


" Ayah tidak meminta apa pun padamu ,ayah sama ibu hanya berpesan jangan membuat keluarga Tuan besar malu dan marah,mereka menerima mu pun itu sudah cukup buat ayah dan ibu ,sehat terus ,jangan perna lupa selalu kabari ayah sama ibu sekalipun kami jauh tapi kamu selalu mendoakan yang terbaik untuk mu dan keluarga mu ,jadilah istri yang baik, ibu yang baik jangan pernah memarahi atau memukul apa pun kamu sudah melihat itu pada ibumu " Nova mengagguk menunduk " Tuan besar sudah banyak membantu keluarga kita bahkan sebelum kamu ada ,jadi ayah mohon jangan membuat kesalahan apa pun ,minta maaf itu lebih baik sekalipun kamu tidak melakukan apa pun " Lanjut ayah Nova .


" Boleh ayah mencium mu " Nova mengaguk pelan


CUP


Cukup lama ayah nya mencium kening Nova dengan mata yang terus mengeluarkan cairannya membuat Nova ikut menangis begitu sang ibu .


" Kenapa pipi ayah basah " Ucapnya sambil menghapus cairan yang sudah membasahi pipinya .


" Mungkin atap rumah bocor yah " Jawab sang ibu yang ikut menghapus air matanya .


" Kenapa menangis " Ucap ibu menghapus air mata Nova menggunakan tisu dengan pelan agar tidak merusak riasan wajah Nova .


" Atapnya bocor " Jawabnya serak sambil tersenyum .


Tidak berselang lama pintu kamar Nova di ketuk dari luar membuat ke tiganya menatap ke arah pintu .


Ceklek


Ayah dan ibu Nova langsung berdiri saat melihat Elvi masuk .


" Duduk saja pak ,Bu " Ucap Elvi lembut mendekati Nova


" Sudah siap " Nova mengagguk pelan .


" Jangan takut, kami menerima mu bukan karena kamu hamil tapi karena Edward memilihmu mencintai mu , Kami hanya bisa merestui keputusan kalian selebihnya kalian yang menjalaninya ,Oma hanya berpesan padamu jadilah wanita kuat karena di luar sana banyak yang menginginkan Edward ! Jangan menjadi kelemahan Edward karena dulu Oma begitu harus menjadi wanita kuat karena di luar bukan nyawa Opamu yang mereka incar melainkan nyawa Oma dan anak² Oma " Ucap Elvi lembut .


" Angkat kepala mu tatap mereka yang berani menatap mu, balas apa yang mereka buat padamu jangan beranggapan karena kamu harus menghormati kami atau takut kamu berbuat salah jika mereka mengusik mu kami tidak akan memarahimu karena kamu melakukan hal yang benar " Lanjutnya dengan serius .


Nova menatap kedua orang tuanya yang hanya terdiam lalu dia menatap Elvi mengaguk Tersenyum .


" Mohon bimbingannya Nyonya " Elvi mengaguk sambil tersenyum .


" Di Luar sudah siap, kita harus ke luar " Ucap Elvi .


' Kalau begitu saya duluan nyonya " Ucap ayah Nova karena dia sendiri yang akan menikah kan anaknya .


" Iya pak " Jawab Elvi .


" Ayo " Elvi dan ibu membantu Nova berdiri " Angkat kepala mu sekalipun di kuar sana tanya ada keluarga saja " Perlahan Nova mengangkat kepalanya tapi itu hanya sebentar kemudian dia menunduk lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Nova sudah duduk di samping Edward yang terus menunduk membuat Eliza gemas .


" Apa di bawah kakimu ada emas batangan " Ucap Eliza tiba-tiba .


"Diam atau Oma akan menyeret mu ke luar " Bisik elvi pada Eliza .


" Tapi Oma Hhhhmmmppp " Desi menutup mulut sang Cucu yang selalu tidak ada obatnya Sedangkan Naufal dan Queen hanya bisa menatap datar saja pada putri mereka .


" Selalu saja bikin malu " Cibir El yang langsung di tatap tajam oleh eliza .


" Angel " El mengaguk menutup mulutnya dengan isyarat tangannya .


Kini tiba Edward sudah menjabat tangan ayah Nova setelah penghulu memberikan nasehat pernikahan pada kedua mempelai .


" Siap " Ayah Nova dan Edward mengaguk sedangkan saksi mereka ada mertua Queen sebagai saksi dari Edward .


Sedangkan Saksi dari Nova keluarga nya dari kampung adik dari ayah nya sendiri yang datang sejak subuh tadi .


Semua orang menahan napas saat ayah Nova mulai bersuara dengan lantang dan tegas .


" Saya terima nikah dan kawinnya Nova Denisha binti Abdul dengan mas kawin tersebut tunai " Jawab Edward dengan tegas .


" Sah " Teriak semua orang padahal penghulu belum bertanya pada mereka .


" Alhamdulillah " Ucap penghulu .


Nova langsung meneteskan air matanya sambil mengelus perutnya .


Semoga kalian ikut bahagia nak Ucapnya dalam hati .


" Kenapa kamu menangis ,yang menikah Nova bukan kamu " Lidah Eliza berdecak mendengar ejekan Rif'at .


Nova dan Edward menandatangani berkas yang ada di depan mereka ,lalu Edward memasang cincin pada jari manis Nova mencium kening nya dengan lembut, Edward mengundurkan kursi nya sedikit lalu berjongkok mencium perut Nova membuat mereka kaget tapi bahagia .


Kini giliran Nova memasang cincin di jari manis Edward baru dia mencium punggung tangan Edward yang kini sudah menjadi suaminya .


" I Love you " Nova hanya membalas nya dengan senyuman tipis .


Kini tiba saatnya sungkeman pada kedua orang tua mereka, tapi belum juga memulai Nova sudah menangis membuat Edward bingung tapi dengan sabar dia menemani istrinya .


Mereka lebih dulu sungkeman pada orang tua Nova .


" Ibu ....Ayah .....kini Nova bersimpuh di pangkuan kalian ...... sebagai tanda bakti atas segala pengorbanan ayah sama ibu " Nova menjeda ucapannya " Terima kasih telah merawat Nova hingga hari ini. Mohon maaf bila Nova selalu merepotkan ayah dan ibu !! Doa kan kami agar dapat mengarungi bahtera rumah tangga. Doa kan kami untuk dapat memecahkan seluruh masalah yang ada nantinya. Doa kan kami menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah " Ucap Nova dalam tangisnya .


" Ayah… ibu ..Terima kasih telah mengizinkan kami untuk menikah hari ini. Terima kasih telah memberikan restu kepada kami. Doa kan kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. " Ucap Edward pada kedua mertuanya .


"Bimbing istirmu dengan baik ,ayah yakin kamu bisa !! " Ucap ayah Nova serak .


Setelah itu keduanya menggeser posisi nya di bantu Eliza ke arah Raymond dan Adara .


" Daddy… Mommy Terima kasih telah menjadi Orang tua yang terbaik untuk kami. Terima kasih telah memberikan pendidikan yang terbaik untuk kami. Kini Abang harus merepotkan kalian sekali lagi. Doa kan kami menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Doa kan kami mempunyai putra-putri yang sholeh dan sholehah nantinya. " Ucap Edward serak ,Adara menatap ke ara lain begitu juga Raymond untuk kedua kalinya melihat putranya menangis setelah dewasa .


Raymond hanya memukul pelan pundak Edward tidak ada ucapan yang ke luar di mulut nya .


Sedangkan Adara mengegam tangan Nova dengan lembut sesekali mengusap nya .


" Mommy....Daddy ini adalah persimpuhan Nova yang pertama di pangkuan kalian . Setelah Nova sudah menjadi bagian dari keluarga ini . Jangan bedakan Nova dengan putra dan putrimu yang lain. Ingatkan Nova jika salah. Dukung kami jika kami benar. Doakan kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah." Ucap Nova .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟