One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Dukun yang kuat



" Kakak mau ke mana " Tegur Adara saat melihat Eric berpakaian Tidak biasanya .



" Temani menantu mommy " Jawabnya seadanya .


" Jangan aneh-aneh iya kak " Ucap Adara kesal


CUP


Eric mencium pipi Adara lalu bergantian mencium pipi Raymond .


Kini mereka sedang duduk di ruangan tengah menunggu makan malam .


Tapi bukan kah Aira mengatakan jam 8 lalu kenapa Eric jam setengah 7 sudah siap .


Entahlah hanya pria itu yang paham, Raymond menatap sang anak .


" Mau ke mana "


" Bukannya kakak sudah bilang menemani menantu mommy dan daddy " Ucapnya sambil tersenyum.


" Menantu, tidur saja masih suka di peluk Mommy nya " Cibir Radhi .


" Makasih atas pujiannya uncle " Ucap Eric Tersenyum paksa .


" Pujian matamu " Ucap Radhi kesal .


" Apa kakak akan pergi bersama Aira " Eric mengaguk membetulkan " Serius ?? wah dukun kakak sangat hebat " Eric langsung menatap tajam sang adik .


" Apa maksud mu " Tanya Eric .


" Bagaimana bisa Aira mau mengajak kakak, pasti kakak pakai dukun kan ,katakan di mana alamatnya biar Erland juga ke sana " Ucapnya dengan bangga .


PLak


" Awwww sakit Kakak " Pekik Erland kesal .


"Apa kalian tidak bisa akur,kalian itu kembar lahir di waktu yang sama hanya beda menit " Ucap Adara bingung .


" Anak manja itu yang mulai " Ucap Eric lalu berjalan ke arah Henry dan Elvi yang tersenyum sejak tadi .


" Sama sopir kan " Tanya Henry .


" Kalau Opa mengizinkan ...."


" umurmu belum cukup" Eric hanya tertawa kecil lalu mencium pipi Henry dan Elvi lanjut mencium punggung tangan Rifat dan Radhi serta istri mereka .


" Jangan telat pulang nya ,makan !! Kaka punya uang kan" Eric menggeleng pelan " Habis Oma " Ucapnya dengan wajah murung .


" Dia punya uang ,jangan bertanya hal yang tidak masuk akal Elvina " Ucap Henry menggeleng membuat Eric tertawa.


" By semuanya doakan Eric iya " Ucap Eric semangat .


" Iya Erland akan doakan semoga kakak di tolak " Eric hanya menaikan bahu nya lalu meninggalkan mereka .


" Siapa Aira kak " Tanya Radhi penasaran menatap Raymond .


" Kau bertanya padaku , sedangkan aku tidak tahu papa "


" Jangan bicara omong kosong sangat tidak mungkin kakak tidak tahu kegiatan anak² di luar ,kegiatan kami saja kakak tahu " Ucap Rifat .


" Iya dan itu menyusahkan ku saja " Cibir Raymond .


" Memang kami yang minta kakak harus tau urusan kami, Kakak saja yang kurang kerjaan " Ucap Radhi kesal .


" Benarkah, kalau begitu hidup lah dengan tenang " Radhi langsung menelan ludahnya kasar .


" Bukan begitu kak, maksud nya ..."


" Reza "


" Iya kak" Radhi Langsung melotot ke arah Reza .


" Jangan macem-macem atau aku sumpahin anakmu nanti laki² lagi " Reza hany menaikan bahunya .


" Mom " Jurus terkahir andalannya .


" Kakakmu tidak akan melakukan itu " Ucap Elvi lembut membuat Radhi mengelus dadanya .


" Maaf Abang ke kamar dulu " Ucap Edward tiba-tiba .


" Jangan lama sudah mau makan malam " Ucap Raymond .


" Iya Dad " jawabnya lalu meninggalkan ruangan itu .


" Erland curiga deh sama Abang " Ucap Erland menatap sepupunya dan El .


" Curiga apa " Tanya Daffi .


" Aneh saja ,Abang selalu menghilang tiba² terus Daddy bilang dia sedang di Paris lalu itu hari juga tiba² dia menghilang ,menurut kalian aneh tidak " Tanyanya sambil menatap sepupunya .


" kaka ke luar ,masuk kamar sana !! kak sama seperi uncle menyebalkan " Usir Erland menatap Bara .


" Sebenarnya Qiandra bingung sih siapa yang di temui Abang di Paris ,apa ada keluarga kita yang tinggal di Paris " Tanya Qiandra .


" Ayah ada keluarga kita di Paris " Tanya Syafa pada Radhi .


"kalau Landon banyak keluargamu dari bagian ibumu " Syafa menatap kesal ke arah Radhi lalu kembali fokus pada pembahasan .


" Kalian itu punya otak kosong semua iya !! Apa kalian lupa jika kakak Nova di Paris , Bodoh " Umpat El jengah .


" Berarti apa Abang pacaran sama ...." Ucapan Erland berhenti begitu saja .


" OMG " Pekik mereka bersamaan hanya Rangga saja terlihat biasa saja .


" Abang kalian ke sana karena ada urusan , yang harusnya di hadiri Daddy mu ,tapi dia tidak bisa karena di sini banyak kerjaan"Bela Henry .


Karena dia tidak ingin Cucu nya berpikiran terlalu jauh mengingat Nova anak yang dia bawah dari kampung .


Sekalipun dia yakin mereka tidak akan berpikiran hal demikian .


" Syukurlah ,Erland kira Abang pacaran sama kakak Nova " Erland mengelus dadanya .


" Memang kalau pacaran kenapa " Tanya Rifat .


" Erland akan menolaknya secara tegas " Ucap Erland dengan mata tajamnya .


" Memang berani " Tanya Raine , Erland mengaguk cepat "Kenapa menolaknya " Tanya Riane lagi .


" Karena dia wanita yang cantik yang pasti nya tidak cocok dengan Abang yang dingin " Jelas Erland .


" Lalu cocoknya sama siapa " Tanya Elvi tersenyum, Erland memukul dadanya pelan membuat Mereka tertawa kecil .


" Why ??Kalian tidak percaya " Tanya Erland kesal .


" Sangat cocok " Ucap Rangga " Jika kamu sebagai anaknya " Lanjutnya dengan senyum .


" Kakak jelek " Ucapnya kesal .


" Sudah jangan berdebat, siapa pun nanti pilihan kalian Oma harap dia wanita yang baik, yang mau menerima kalian,menemani kalian bukan hanya saat kalian di atas tapi saat kalian di bawah pun dia mau menemani kalian " Ucap Elvi menasehati cucunya .


" Aku akan mencari wanita yang seperti Oma ,jika aku tidak dapat maka Oma harus siap " Ucap Erland tertawa kecil .


" Dan Opa akan memotong burung mu " Erland langsung menghentikan tawanya dan memegang bagian bawahnya dan menatap Henry yang menampakan wajah datarnya .


" Bercanda Opa " Ucap Erland Tersenyum tipis .


" Jangan bilang kamu penyuka janda " Ucap Riane .


" Cih Erland suka yang masih Ori " Jawabnya kesal .


" Sorry Edward lama " Mereka menatap Edward saat pria itu kembali bergabung .


" Abang teleponan sama kakak Nova " Tanya Bara.


" Karena " Tanya balik Edward sambil menaikkan alisnya sebelah " Hanya tanya saja soalnya Abang sering ke Paris " Jawab Bara .


" Apa kami sedekat itu, sehingga Abang harus ke Paris hanya untuk menemuinya " Tanya balik Edward membuat adik²nya terdiam .


Karena memang Saat Nova tinggal bersama mereka di rumah besar itu jangankan dekat bertukar sapa saja tidak .


Rifat dan Radhi hanya berdecak saja pintar sekali keponakannya itu berakting itu lah pikiran mereka .


Sedangkan Raymond,Reza dan Henry hanya tersenyum saja .


" Tapi tidak menuntut kemungkinan Abang bertemu dengan nya kan " Kali ini Amanda yang bersuara sebenarnya dia sendiri juga penasaran sejak tadi .


" Bertemu dengannya ,dalam hal apa ?? jika hanya ingin tahu keadaan nya dan kabarnya bukan kah bisa lewat Hp tapi sayang nya aku tidak memiliki itu karena tidak penting bagiku "Jawabnya dengan tenang dan tersenyum.


" Jadi tidak masalahkan kalau Erland menyukai Nova " Edward menaikan alisnya lalu menatap Erland .


" Kenapa harus masalah , Memang Abang orang tuanya " Ucap Edward tenang tapi tidak dengan hatinya .


Awas saja jika sampai kamu mendekati nya aku akan membunuhmu. Batin Edward .


" Pintar Sekali dia " Ucap Rifat.


" Makasih uncle atas pujiannya " Ucap Edward Tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟