
Setelah dua jam berada di ruangan Operasi kini Nova sudah di pindahkan di ruangan perawatan tapi sebelum itu Nova lebih dulu ke ruangan pemulihan,Nova di rawat di mana lantai yang sama dengan Mommy Ellena hanya beda ruangan ,awalnya Henry ingin menyatukan ruangan mereka biar gampang di pantau tapi Davin menolak dengan tegas .
Hingga kini di ruangan Nova hanya ada Edward, Elvi ,Raymond dan beberapa perawat yang memantau keadaan Nova , sedangkan di ruangan mommy Ellena ada Rif'at dan Amanda, Henry ,Jose, Reza di minta Istirahat oleh Rif'at begitu juga Daddy Radit yang sudah tidur di tempat tidur pasien yang lainnya yang tidak jauh dari tempat mommy Ellena .
" Tidur Bunda " Rif'at memukul pelan pahanya , Amanda langsung merebahkan tubuhnya di sofa memeluk pinggang Rifat .
" Semuanya baik² saja kan "Amanda menggeleng pelan " Salah satu anak Abang harus di rawat " Jawab Amanda .
" Nanti di bahasanya, sekarang istirahat dulu ok " Amanda mengaguk menyembunyikan wajahnya di perut Sang suami sedangkan Rif'at bersandar di sofa memejamkan matanya tangannya terus mengusap kepala Amanda dengan lembut.
" Apa yang harus aku katakan pada Abang ,karena aku belum menjelaskan apa pun " Tanya Amanda ,karena memang sejak tadi dia sibuk mengurus anak Edward yang terlahir .
" Istirahat Bunda ,2 jam lagi akan pagi " Amanda menurut dia memejamkan matanya dia harus memiliki tenaga untuk melakukan pekerjaan besok.
Sedangkan di ruangan lain Edward terus menggegam tangan Nova menatap wajah wanita itu yang masih dalam pengaruh obat bius .
" Tidur Abang " Ucap Elvi .
" Tidak ngantuk Oma , Oma tidur saja " Jawab Edward .
" Koh belum bangun Dad " Tanya Edward saat pria itu memegang bahu dan mendekatinya .
" Memang seperti itu bang, kaya mommy dulu !! cuma mommy ...."
" Jangan di teruskan " Ucap Edward tegas memotong ucapan Raymond .
" Ayo kita istirahat ,ada mereka yang menjaga istri mu besok banyak yang akan kamu hadapi " Edward mengaguk lalu merebahkan kepala di atas ranjang tidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan Nova .
Raymond kembali ke sofa menatap sang ibu yang begitu terlelap mungkin wanita itu lelah karena semua terlihat jelas dari wajahnya .
Selamat tidur Mommy " Gumam Raymond lalu merebahkan tubuhnya juga di sofa panjang yang ada di ruangan itu .
🌵
🌵
🌵
🌵
Ceklek
Pintu ruangan Nova terbuka hingga membangunkan peserta yang ada di dalam ruangan itu .
"Pagi semua " Sapa Amanda lembut .
" Pagi " Jawab Salah satu dari mereka ,di mana ruangan Nova sudah kembali ramai Henry ,Jose ,Reza ,Davin dan Daddy Radit mereka melihat wanita itu sebelum nantinya kembali ke rumah untuk gantian dan kembali ke perusahaan .
" Bunda periksa dulu iya " Edward memberikan ruangan untuk Amanda , sedangkan Nova sadar beberapa menit yang lalu .
Hanya saja dia belum bisa menggerakkan badannya mungkin karena pengaruh obat bius .
Setelah memeriksa Nova ,Amanda ke luar di ikuti Edward dan yang lainnya hanya ada Elvi yang ada di situ .
"salah satu anak Abang harus di rawat " Ucap Amanda menatap Edward " Organ tubuhnya ada yang bermasalah ,tapi Amanda usahakan biar dia sehat seperti Kakak nya ,Amanda sudah meminta dokter anak " Lanjutnya lagi .
" Anaknya Abang sepasang dua laki² dan dua perempuan dan yang sakit si bungsu perempuan " semua orang menatap Edward yang hanya terdiam tanpa memberikan Rekasi apa pun .
" Abang " Panggil Raymond pelan.
" Abang tidak tahu harus bagaimana Dad , bagaimana nanti jelaskan pada Nova " Ucap Edward lirih mengusap wajahnya dengan kasar .
" Kalau Abang ingin melihat mereka bisa ,tapi tidak boleh langsung semuanya harus bergantian ini sudah aturan rumah sakit " Edward mengaguk pelan " Ayo sama Aunty Karena pagi ini aunty belum melihat mereka " Ucap Amanda .
Henry ,Jose ,Reza , Raymond dan Daddy Radit mengikut Amanda begitu juga Edward yang perasaan nya campur aduk di mana dia harus memikirkan Mommy Ellena ,Nova sekarang keadaan anaknya .
Raymond yang paham dengan perasaan anaknya memukul pelan pundak edward dengan lembut .
" Mereka anak yang kuat " Edward hanya diam saja ,dia bingung harus berkata apa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Edward dan Daddy Radit masuk lebih dulu bersama Amanda ,Edward menatap anak²nya dengan mata yang berkaca-kaca ,apa lagi melihat keadaan anak bungsu nya yang memang lebih kecil dari ketiga Kakak nya dengan pelan Edward mengusap inkubator dari luar hingga akhirnya dia membuka suara sekalipun dia tidak ingin .
" Berjuang sayang, Daddy menunggumu bunda juga !! Jangan takut kami bersama mu kakak juga bersama Adek , Daddy akan melakukan apa pun untuk kesembuhan mu , Terimakasih sudah berjuang bersama ketiga kakak mu kini kita sudah bertemu teruslah berjuang baby " Ucap Edward serak .
" Cicit buyut Eyang yang cantik , Eyang yakin kamu kuat seperti Bundamu ,ayo kita lewati ini dengan doa dan perjuangan biar kita bisa bertemu Eyang Ellena ,maaf Eyang tidak bisa melihat kalian ke sini tapi percaya lah dia begitu mencintai kalian " Ucap Daddy Radit lembut .
" Daddy ke luar dulu iya ,Opa sama Eyang Henry mau lihat kalian juga ,yang sehat maaf Daddy belum bisa menemani kalian karena Bunda juga sedang di rawat " Ucap Edward lembut .
" Mungkin sore nanti baru mereka ikut gabung sama bunda nya,tapi hanya yang bungsu belum bisa harus do rawat dulu " Ucap Amanda lembut .
" Iya Tuan muda,tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk nona muda kecil " Jawab Dokter anak yang bertanggung jawab menangani anak² Edward .
" Iya , terimakasih " Jawab Edward seadanya lalu ke luar dari ruangan itu sambil mendorong kursi roda Daddy Radit .
" Daddy sama Opa masuk lah, Abang langsung ke atas kasian Eyang di tinggal terlalu lama " Henry dan Raymond serta yang lainnya mengaguk saja .
" Nanti Mommy akan ke sini membawakan pakaian ganti Abang ,dan gantian menjaga Eyang bersama ibu Elsa dan Riane " Edward hanya mengaguk saja lalu mendorong kursi Daddy Radit .
" Jangan nampakan kesedihan mu di depan istrimu, sekalipun kamu sakit melihat mereka terluka!! Kamu sumber kekuatan mereka dan kamu juga harus menguatkan mereka " Ucap Daddy Radit .
" Iya Eyang " Jawab Edward .
" Eyang tahu perasaan mu tidak baik² saja tapi lakukan itu untuk istri dan anakmu ,apa lagi sudah begitu banyak hal yang dia lewati selama mengandung keempat anakmu " Edward mengaguk sekalipun Daddy Radit tidak melihat nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟