One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Kamu aneh



" Apa kalian merindukan Daddy Ray " Ujar Raymond lalu mencium pipi keempat Cucunya ,tapi gerakannya terhenti saat melihat kening Enzi yang benjol bahkan kening nya sedikit biru .


" Adara " Adara langsung mengentikan gerakannya saat akan duduk karena dia baru dari kamar membantu Raymond .


" Iya Dad " Raymond mengakat Enzi dari box lalu memberikan pada Adara " Jelaskan " Adara menatap Raymond tersenyum kikuk apa lagi tatapan pria itu membuatnya gugup .


" Kenapa Dad " Tanya Edward yang baru turun bersama Nova " Kening Enzi biru " Edward langsung melebarkan langkahnya mendekati Adara, Edward melototkan matanya lalu membalikkan badannya menatap tajam Nova yang sudah berdiri tegap .


Tuhan lindungi hamba dari segala mara bahaya Ucap Nova dalam hati .


" Tadi Enzi jatuh dari tangga mau ke ruangan keluarga,Papi kalah cepat darinya " Terang Jeje tenang .


"Kau membiarkan dia pergi sendiri " Adara menggeleng cepat " Tadi sama papi ke sananya " Jawab Adara cepat .


" Dan kamu hanya duduk saja " Adara menutup mulutnya rapat,karena menjelaskan bagaimana pun tetap akan salah jika sudah berhadapan dengan Raymond.


" Apa Enzi sudah di periksa " Tanya Edward .


" Sudah, tadi Aunty pulang langsung periksa " Jawab Nova dengan pelan .


" Sudah tidak papa, Enzi baik² saja !! " Timpal Daddy Radit lembut .


" Jika terjadi papa dengan anakku ,kau tahu akibatnya " Nova hanya mengaguk lalu duduk, sedangkan Edward mengambil baby Elea dalam box .


" Vika mana sayang " Tanya Raine saat melihat Rangga turun sendiri .


" Kamar ,Rangga mau ke luar sebentar " Jawab Rangga .


" Mau ke mana " Tanya Reza .


" Vika pengen makan kimbab " Jawab Rangga .


" Kan bisa minta chef kak " Timpal Henry .


" Vikanya tidak mau ,harus dari restoran xx " Peserta yang ada di situ di buat bingung tidak kecuali Della yang sibuk bermain dengan baby Nora di box .


" Rangga pamit dulu " pamit Rangga lalu mencium Raine dan Reza .


" Jangan lama Kak " Rangga hanya mengaguk.


" Rangga sekalian sama tteokbokki yang pedas boleh " Edward langsung menatap Nova , begitu juga yang lainnya .


" Apa rujak tadi belum cukup, sehingga meminta makanan beras itu " Tanya Edward menatap Nova .


" Sekalian bang " Jawab Nova tersenyum .


" Ok " Jawab Rangga lalu meninggalkan ruangan itu .


" Kamu tidak hamil bukan " Tanya Alan menatap Nova .


" Tidak Opa ,malahan Nova lagi ada tamu " Jawab Nova .


" APA " Pekik Edward membuat Elea kaget hingga mengeluarkan suara Tangisan nya .


" Abang ehz ,kan nangis " Dengus Nova lalu berdiri mengambil botol susunya .


" Kamu bohong kan baby ,baru juga selesai masa datang lagi " Ujar Edward kesal .


" Sudah sebulan Abang " Jawab Nova memberikan botol susu Elea .


" Aku menghitung nya Nova ,baru tiga hari jangan pernah membohongi ku bahkan pagi tadi tidak ada cairan bodoh itu " Jawab Edward kesal .


" Terserah " Jawab Nova ketus membuat mereka tertawa geli menatap Edward yang menahan kekesalan nya .


" Hal seperti itu datang nya tanpa di undang bang " Terang Amanda tersenyum, Edward hanya berdecak saja .


"masih bisa dengan cara yang lain bang " Ejek Jeje membuat para pria yang ada di situ tertawa .


" Papa " Reza menatap ke arah belakang di mana menantunya berada .


" iya " Jawab Reza lembut.


" Kakak mana " Tanya Vika serak .


" Beli pesanan mu, kenapa " Tanya Reza lagi .


" Koh lama " Jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca .


" Kan baru pergi sayang " Timpal Riane lembut lalu menghampiri Vika .


" Vika kangen Hiks ....Hiks " Rahang Riane terbuka lebar begitu juga yang lainnya saat mendengar Isakan Vika .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kenapa menangis Hm " Ujar Rangga meletakan pesanan Vika dan Nova di atas meja lalu menghampiri Vika .


" Kenapa lama " Tanya Vika serak .


"Kan harus antri " Jawab Rangga lalu duduk di samping Vika " Mau makan " Vika mengaguk , Rangga pun mengambil pesanan sang istri .


" Punya Kaka Nova " Nova langsung tersenyum kuda " Makasih " Rangga hanya mengaguk .


" Bi ambilkan minum buat mereka " Ujar Ana lembut .


" Iya Non " Jawab pelayan .


" Vika , Mama boleh minta " Ujar Riane tersenyum .


" Boleh Ma " Raine memberikan satu potong untuk ibu mertuanya .


" Kaka , Della juga mau " Vika kembali menyuapi Della .


" Gimana suka " Della mengagguk cepat " Mau lagi " Vika tersenyum kuda lalu kembali memberikan pada Della .


" Mama boleh ...."


" Cukup, kalau kamu mau sana pergi beli " Potong Reza cepat .


" Tapi Pa ....Pelit " Dengus Raine saat Reza menatap nya dingin .


" Makan saja sayang sama Ade " Ujar Rangga lembut .


" Nova " Panggil Adara lembut .


" Mommy mau " Adara tersenyum kuda " Boleh " Tanya Adara lagi .


" Tadi kalian hanya diam, sekarang kalian meminta nya " Sindir Henry .


" Jangan banyak² nanti baby Four batuk " Ujar Amanda .


" iya Aunty " Jawab Nova lembut .


"Kayanya enak " Timpal Vania mendekati Nova .


" Apa kamu juga menginginkan nya " Tanya Radhi cepat ,Vania mengaguk tersenyum .


" Tidak papa Uncle,Nova juga tidak akan habiskan " Jawab Nova membuat Raine dan Amanda ikut bergabung bersama Nova .


" Apa yang kalian lakukan " Dengus Rif'at .


" Makan " Jawabnya mereka hampir bersamaan .


" Baby sudah " Tegur Edward .


" Dikit lagi bang " Jawab Nova .


" Baby " Nova mengambil satu lalu berdiri duduk di samping Edward lalu meneguk air minumnya .


" Pedas sekali " Desis Adara bahkan kini keningnya sudah berkeringat .


" Makanya jangan rakus " Ujar Raymond ketus .


" Kakak " Rangga menatap Vika " Sudah kenyang " Vika mengaguk karena memang sudah habis sedangkan Della sudah duduk di samping nya sambil mengelus perutnya .


" Kayanya enak kalau makan jus tomat dingin² " Rangga mengerutkan keningnya .


" Seperti nya akan ada kabar bahagia " Ujar Raymond menatap Reza yang hanya tersenyum .


" Bukannya sudah kenyang " Vika mengaguk " Tapi pengen jus tomat " Rangga menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal lalu menatap keluarga nya yang hanya tersenyum kuda .


" Vika ,kamu tidak kesurupan kan " Tanya Rangga kembali menatap sang istri .


" biar Oma bikinkan ' Ujar Elsa langsung berdiri meninggalkan ruangan itu .


" Memang Vika tidak bisa minum jus " Tanya Vika kesal ,membuat Rangga semakin bingung dengan perubahan sikap Vika .


" Bukan begitu sayang ......."


Hiks ....Hiks ....Hiks ....


" Astaga dia seperti Aqila ' Ujar Elvi tertawa kecil lalu mendekati Vika karena Rangga hanya diam menatap Vika bingung


" Rangga tidak melarang mu sayang, dia hanya takut kamu sakit perut karena tadi kamu bilang kenyang " Ujar Lembut Elvi ,membuat Vika terdiam sekalipun masih sesegukan .


" Nanti selesai minum jus nya , di periksa Aunty boleh " Tanya Elvi lagi .


" Boleh Oma " Jawab Vika .


" Sabar " Henry memukul pelan pundak Cucu nya , seperti nya pria itu belum paham dengan perubahan istri nya .


Beda dengan mereka yang sudah berbagai macam bertemu dengan wanita model seperti Vika bahkan lebih parah juga ada .


" Kamu aneh yank " Ujar Rnagga mengeluarkan isi pikirannya sambil menatap Vika yang sudah kembali tenang .


" Kakak " Tegur Reza menggeleng,Rangga hanya menghela nafasnya panjang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


"