
" Apa kalian merindukan Daddy Ray " Ujar Raymond lalu mencium pipi keempat Cucunya ,tapi gerakannya terhenti saat melihat kening Enzi yang benjol bahkan kening nya sedikit biru .
" Adara " Adara langsung mengentikan gerakannya saat akan duduk karena dia baru dari kamar membantu Raymond .
" Iya Dad " Raymond mengakat Enzi dari box lalu memberikan pada Adara " Jelaskan " Adara menatap Raymond tersenyum kikuk apa lagi tatapan pria itu membuatnya gugup .
" Kenapa Dad " Tanya Edward yang baru turun bersama Nova " Kening Enzi biru " Edward langsung melebarkan langkahnya mendekati Adara, Edward melototkan matanya lalu membalikkan badannya menatap tajam Nova yang sudah berdiri tegap .
Tuhan lindungi hamba dari segala mara bahaya Ucap Nova dalam hati .
" Tadi Enzi jatuh dari tangga mau ke ruangan keluarga,Papi kalah cepat darinya " Terang Jeje tenang .
"Kau membiarkan dia pergi sendiri " Adara menggeleng cepat " Tadi sama papi ke sananya " Jawab Adara cepat .
" Dan kamu hanya duduk saja " Adara menutup mulutnya rapat,karena menjelaskan bagaimana pun tetap akan salah jika sudah berhadapan dengan Raymond.
" Apa Enzi sudah di periksa " Tanya Edward .
" Sudah, tadi Aunty pulang langsung periksa " Jawab Nova dengan pelan .
" Sudah tidak papa, Enzi baik² saja !! " Timpal Daddy Radit lembut .
" Jika terjadi papa dengan anakku ,kau tahu akibatnya " Nova hanya mengaguk lalu duduk, sedangkan Edward mengambil baby Elea dalam box .
" Vika mana sayang " Tanya Raine saat melihat Rangga turun sendiri .
" Kamar ,Rangga mau ke luar sebentar " Jawab Rangga .
" Mau ke mana " Tanya Reza .
" Vika pengen makan kimbab " Jawab Rangga .
" Kan bisa minta chef kak " Timpal Henry .
" Vikanya tidak mau ,harus dari restoran xx " Peserta yang ada di situ di buat bingung tidak kecuali Della yang sibuk bermain dengan baby Nora di box .
" Rangga pamit dulu " pamit Rangga lalu mencium Raine dan Reza .
" Jangan lama Kak " Rangga hanya mengaguk.
" Rangga sekalian sama tteokbokki yang pedas boleh " Edward langsung menatap Nova , begitu juga yang lainnya .
" Apa rujak tadi belum cukup, sehingga meminta makanan beras itu " Tanya Edward menatap Nova .
" Sekalian bang " Jawab Nova tersenyum .
" Ok " Jawab Rangga lalu meninggalkan ruangan itu .
" Kamu tidak hamil bukan " Tanya Alan menatap Nova .
" Tidak Opa ,malahan Nova lagi ada tamu " Jawab Nova .
" APA " Pekik Edward membuat Elea kaget hingga mengeluarkan suara Tangisan nya .
" Abang ehz ,kan nangis " Dengus Nova lalu berdiri mengambil botol susunya .
" Kamu bohong kan baby ,baru juga selesai masa datang lagi " Ujar Edward kesal .
" Sudah sebulan Abang " Jawab Nova memberikan botol susu Elea .
" Aku menghitung nya Nova ,baru tiga hari jangan pernah membohongi ku bahkan pagi tadi tidak ada cairan bodoh itu " Jawab Edward kesal .
" Terserah " Jawab Nova ketus membuat mereka tertawa geli menatap Edward yang menahan kekesalan nya .
" Hal seperti itu datang nya tanpa di undang bang " Terang Amanda tersenyum, Edward hanya berdecak saja .
"masih bisa dengan cara yang lain bang " Ejek Jeje membuat para pria yang ada di situ tertawa .
" Papa " Reza menatap ke arah belakang di mana menantunya berada .
" iya " Jawab Reza lembut.
" Kakak mana " Tanya Vika serak .
" Beli pesanan mu, kenapa " Tanya Reza lagi .
" Koh lama " Jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca .
" Kan baru pergi sayang " Timpal Riane lembut lalu menghampiri Vika .
" Vika kangen Hiks ....Hiks " Rahang Riane terbuka lebar begitu juga yang lainnya saat mendengar Isakan Vika .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kenapa menangis Hm " Ujar Rangga meletakan pesanan Vika dan Nova di atas meja lalu menghampiri Vika .
" Kenapa lama " Tanya Vika serak .
"Kan harus antri " Jawab Rangga lalu duduk di samping Vika " Mau makan " Vika mengaguk , Rangga pun mengambil pesanan sang istri .
" Punya Kaka Nova " Nova langsung tersenyum kuda " Makasih " Rangga hanya mengaguk .
" Bi ambilkan minum buat mereka " Ujar Ana lembut .
" Iya Non " Jawab pelayan .
" Vika , Mama boleh minta " Ujar Riane tersenyum .
" Boleh Ma " Raine memberikan satu potong untuk ibu mertuanya .
" Kaka , Della juga mau " Vika kembali menyuapi Della .
" Gimana suka " Della mengagguk cepat " Mau lagi " Vika tersenyum kuda lalu kembali memberikan pada Della .
" Mama boleh ...."
" Cukup, kalau kamu mau sana pergi beli " Potong Reza cepat .
" Tapi Pa ....Pelit " Dengus Raine saat Reza menatap nya dingin .
" Makan saja sayang sama Ade " Ujar Rangga lembut .
" Nova " Panggil Adara lembut .
" Mommy mau " Adara tersenyum kuda " Boleh " Tanya Adara lagi .
" Tadi kalian hanya diam, sekarang kalian meminta nya " Sindir Henry .
" Jangan banyak² nanti baby Four batuk " Ujar Amanda .
" iya Aunty " Jawab Nova lembut .
"Kayanya enak " Timpal Vania mendekati Nova .
" Apa kamu juga menginginkan nya " Tanya Radhi cepat ,Vania mengaguk tersenyum .
" Tidak papa Uncle,Nova juga tidak akan habiskan " Jawab Nova membuat Raine dan Amanda ikut bergabung bersama Nova .
" Apa yang kalian lakukan " Dengus Rif'at .
" Makan " Jawabnya mereka hampir bersamaan .
" Baby sudah " Tegur Edward .
" Dikit lagi bang " Jawab Nova .
" Baby " Nova mengambil satu lalu berdiri duduk di samping Edward lalu meneguk air minumnya .
" Pedas sekali " Desis Adara bahkan kini keningnya sudah berkeringat .
" Makanya jangan rakus " Ujar Raymond ketus .
" Kakak " Rangga menatap Vika " Sudah kenyang " Vika mengaguk karena memang sudah habis sedangkan Della sudah duduk di samping nya sambil mengelus perutnya .
" Kayanya enak kalau makan jus tomat dingin² " Rangga mengerutkan keningnya .
" Seperti nya akan ada kabar bahagia " Ujar Raymond menatap Reza yang hanya tersenyum .
" Bukannya sudah kenyang " Vika mengaguk " Tapi pengen jus tomat " Rangga menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal lalu menatap keluarga nya yang hanya tersenyum kuda .
" Vika ,kamu tidak kesurupan kan " Tanya Rangga kembali menatap sang istri .
" biar Oma bikinkan ' Ujar Elsa langsung berdiri meninggalkan ruangan itu .
" Memang Vika tidak bisa minum jus " Tanya Vika kesal ,membuat Rangga semakin bingung dengan perubahan sikap Vika .
" Bukan begitu sayang ......."
Hiks ....Hiks ....Hiks ....
" Astaga dia seperti Aqila ' Ujar Elvi tertawa kecil lalu mendekati Vika karena Rangga hanya diam menatap Vika bingung
" Rangga tidak melarang mu sayang, dia hanya takut kamu sakit perut karena tadi kamu bilang kenyang " Ujar Lembut Elvi ,membuat Vika terdiam sekalipun masih sesegukan .
" Nanti selesai minum jus nya , di periksa Aunty boleh " Tanya Elvi lagi .
" Boleh Oma " Jawab Vika .
" Sabar " Henry memukul pelan pundak Cucu nya , seperti nya pria itu belum paham dengan perubahan istri nya .
Beda dengan mereka yang sudah berbagai macam bertemu dengan wanita model seperti Vika bahkan lebih parah juga ada .
" Kamu aneh yank " Ujar Rnagga mengeluarkan isi pikirannya sambil menatap Vika yang sudah kembali tenang .
" Kakak " Tegur Reza menggeleng,Rangga hanya menghela nafasnya panjang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
"