
Di gedung Adhitama, Ayesha duduk di atas tempat tidur besar itu dan menunggu suaminya selesai menuntaskan hasratnya sendiri di kamar mandi.
Tak lama kemudian, pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca tebal itu pun terbuka.
“Kamu ngapain?” tanya Kevin terkejut ketika mendapati istrinya duduk manis di sana.
Ayesha tersenyum. Ia tak henti tertawa mendengar lenguhan suaminya tadi diiringi namanya yang selalu disebut.
“Mas sendiri ngapain? Lama banget di kaamr mandi,” kata Ayesha tertawa dengan menutup mulutnya.
“Sejak kapan kamu di situ?” tanya Kevin lagi.
“Ya ... cukup lama,” jawab Ayesha dengan wajah meledek. “Cukup lama untuk dengar Mas menyebut namaku berkali-kali.”
Kevin berjalan menuju meja panjang yang berada di dekat Ayesha duduk. Ia tidak menanggapi ledekan istrinya dan tetap cool. Ia berdiri di depan meja panjang itu dan meraih arlojinya untuk dipakai.
“Sudah selesai?” tanya Ayesha memancing.
“Apanya?” Kevin balik bertanya sembari memakai benda di tangannya itu.
“Itu, yang tadi di kamar mandi,” jawab Ayesha tertawa.
Kevin menyeringai melihat tawa manis yang terlihat lepas.
“Mas, Mas. Ada-ada aja sih kamu,” ucap Ayesha meledek dan tetap tertawa.
“Meledek, Mas. Hmm?” tanya Kevin yang kini menghimpit tubuh Ayesha yang sedang duduk.
Wajah Kevin tepat berada di depan Ayesha, yang kini tanpa jarak.
“Ish, apaan sih Mas. Sana!” Ayesha mendorong dada Kevin untuk menjauh. Namun, Kevin menghiraukannya.
“Seneng ya, lihat Mas tersiksa,” kata Kevin, membuat Ayesha kembali tertawa.
“Makanya jangan gedein gengsi! Capek sendiri kan?”
Kevin tersenyum menyeringai mendengar ucapan sang istri. “Baiklah, Mas tidak akan gengsi.”
Kevn langsung membuka kaos berkerah yang ia kenakan itu.
“Ih, kamu mau apa?” tanya Ayesha terkejut melihat aksi suaminya.
“Menuntaskan hasrat di kamar mandi tadi,” jawab Kevin tanpa dosa.
Pria itu pun membuka celana panjangnya di depan Ayesha.
“Mas, ish ... Apaan sih? Pulang ga?”
Kevin menggeleng. “Ngga. Tuntasin hasrat Mas dulu.”
“Ish, bukannya tadi udah.”
Kevin kembali menggeleng dengan senyum menyeringai, karena kini wajah Ayesha berubah dan tidak lagi mengetawainya.
“Masih bisa lagi. Apalagi kalau udah deket kamu,” ucap Kevin yang tangannya sudah berada di dada Ayesha dan hendak membuak kancing kemeja yang Ayesha gunakan.
“Mas, pulang!” rengek wanita yang menurut Kevin menggemaskan itu. “Nanti kesorean.”
“Kita lakukan disini atau di apartemen? Di sini aja ya? Sensasi baru,” kata Kevin dengan tetap melancarkan niatnya.
“Tidak ada pilihan lain?” tanya Ayesha polos.
Wajah polos yang membuat Kevin tersenyum dan tidak sabar melihat wajah itu meringis merasakan nikmat dibawah kungkungannya.
“Mas ... Eumpphh ...”
Bibir Kevin tersenyum lebar, ketika ia mendengar suara sensual sang istri yang terdengar indah. Itu artinya, Ayesha pun menikmati permainan yang ia lakukan.
“Sayang, Mas Sayang kamu,” kata Kevin sembari mengelus wajah Ayesha yang sedang tidak fokus akibat gerakan suaminya di bawah sana.
Ayesha dan Kevin kembali menikmati peluh di tengah-tengah gedung yang sedang tak berpenghuni itu. Hanya ada satu orang saksi dari aksi mereka hari ini. Dia adalah Aryo, pria ramah yang sering menyapa Ayesha setiap hari. Seorang penjaga keamanan yang hari ini kebetulan adalah jadwalnya untuk berjaga gedung besar ini dengan satu orang lagi yang sedang membeli makan siang.
“Mas, udah.” Ayesha memperingatkan suaminya untuk berhenti, mengingat hari semakin sore.
“Mas ga bisa berhenti kalau sudah menyentuhmu Sayang,” jawab Kevin, kemudian mencium wajah yang dipenuhi peluh itu.
“Mas, tapi ini sudah sore.” Ayesha menahan dada Kevin.
“Baiklah, setelah ini.” Kevin kembali bergerak dan kian cepat untuk mengejar titik terakhir dari kenikmatan itu.
“Mas ... Eum ...” Ayesha tak henti-henti meracau merasakan apa yang juga Kevin rasakan.
“Sayang, Mas udah ga tahan.”
Ayesha mengangguk. Ia pun merasakan hal yang sama.
Lalu tak lama kemudian, mereka pun berteriak bersama-sama sebagai akhir dari pergelutan panas itu.
****
Tiga puluh menit kemudian, Aryo melihat bosnya menggandeng mesra Ayesha. Wanita yang menurutnya cantik, baik, dan lugu. Aryo mengintip bosnya dari kaca luar dan tengah memeluk pinggang Ayesha dan berjalan menuju pintu lobby.
“Yo, mana mobil saya?” tanya Kevin yang meminta Aryo untuk mengeluarkan mobilnya dari basement.
Aryo melihat rambut Kevin yang basah dan kancing kemeja Ayesha di bagian atasnya yang copot, karena Kevin membukanya dengan paksa tadi.
Ayesha pun sontak, menutup kemeja yang kancingnya terbuka itu.
“Kamu lihat apa?” tanya Kevin tajam melihat mata Aryo ke arah dada istrinya.
“Oh, ngga Pak.” Aryo memalingkan pandangan dan kembali ke arah Kevin sembari menggelengkan kepala.
Penampilan Ayesha tampak berantakan, tidak seperti saat ia keluar dari mobil pas tiba di tempat ini.
Lima menit kemudian, mobil Kevin pun tiba. Teman Aryo yang juga bertugas menjaga hari ini pun keluar dari mobil Kevin.
“Silahkan Pak,” katanya sembari membungkukkan sedikit tubuhnya dan tersenyum.
“Oke, terima kasih,” jawab Kevin dan membuka pintu kursi penumpang untuk Ayesha duduk.
Lalu, Kevin menutup pintu itu kembali dan menghampiri kedua karyawan yang menjaga gedungnya itu.
“Ini rahasia,” ucap Kevin pada Aryo dan satu rekannya yang membawa mobil Kevin tadi dari basement hingga ke lobby.
Sontak kedua pria bertubuh tegap itu pun mengangguk patuh.
Kevin mengitari mobilnya menuju kursi kemudi dan berlalu dari hadapan kedua penjaga keamanan itu.
“Ngga nyangka ternyata Mba Ayesha ada affair sama Pak Kevin,” ucap rekan kerja Aryo.
Aryo pun mengangguk. “Ya, cantik-cantik mau aja jadi selingkuhan.”
Kedua pria itu menatap mobil Kevin hingga tak terlihat lagi.
Di dalam mobil, Kevin hanya tersenyum. Sebenarnya ia memang tidak akan merahasiakan hubungannya dengan Ayesha lebih lama lagi. Biar saja satu persatu karyawannya tahu tentang kedekatannya dan Ayesha, karena Kevin berencana ia akan mengumumkan siapa Ayesha saat ulang tahun Adhitama Grup yang akan digelar beberapa bulan lagi, bertepatan dengan perayaan pengangkatan dirinya sebagai CEO.
Di sana, ia akan memperkenalkan Ayesha dan menggandeng istrinya menaiki panggung. Kevin bangga memiliki istri yang cantik, baik, dan pintar seperti Ayesha.