
Dengan santai, Keanu bertanya tentang anak Bi Lastri, asisten rumah tangga keluarga Adhitama yang sudah mengabdikan diri sejak berusia lima belas tahun hingga saat ini. Lastri masih setia berada di rumah Kenan. Dia yang dahulu merawat Kevin saat Bayi dan menemani Hanin saat tengah hamil besar.
Kevin belum menjawab pertanyaan sang adik. Ia bingung untuk memberitahukan hal ini. Pasalnya tepat satu bulan sebelum kedatangan Keanu ke tanah air, anak Bi Lastri menikah.
“Jihan udah nikah, Kean.”
“Uhuk … Uhuk … Uhuk …” Keanu terbatuk.
“Satu bulan sebelum lu dateng ke sini,” kata Kevin lagi.
Keanu mengelap soda yang berada di bawah bibirnya karena tersedak tadi. Lalu ia menatap sang kakak. “Pasti Papa sengaja melakukan ini.”
“Jihan memang menikah dengan pacarnya. Bukan campur tangan Papa,” sanggah Kevin membela sang ayah.
Sejak tahu bahwa putra bungsunya memiliki perasaan khusus pada putri semata wayang Bi Lastri. Kenan memang memisahkan dua insan iti dengan cara mengirim mereka sekolah ke tempat yang jauh. Jihan di Surabaya dan Keanu di Inggris.
Jihan lahir tanpa ayah. Wanita yang usianya hanya berbeda dua tahun dari Keanu itu lahir diluar nikah. Bi Lastri mengalami kekerasan *****al oleh pria yang tak dikenal. Hingga saat ini pun, Kenan tidak dapat menemukan sosok pria yang telah melukai fisik dan psikis orang kepercayaannya. Meski ia sudah mengerahkan banyak orang untuk menemukan ayah biologis Jihan. Namun, akses pencarian itu sulit dan seolah ada orang besar dibalik kasus itu yang menutupi.
“Gue tahu, Papa lempar gue sekolah ke Inggris supaya jauh dari Jihan,” ucap Keanu.
“Kalau itu, memang kampus leluhur, Kean. Gue juga dilempar ke sana,” sahut Kevin.
Keanu terdiam.
Jihan mulai tinggal di kediaman Kenan ketika berusia lima belas tahun, tepatnya di saat ia baru akan memasuki Sekolah Menengah Atas. Saat itu, Ibu bi Lastri atau nenek yang biasa mengasuh Jihan meninggal, sehingga Hanin memberi saran agar anak Bi Lastri tinggal di kediamannya dan bersekolah di sini. Hanin pun menempatkan Jihan di sekolah yang sama dengan Keanu, walau mereka berbeda tingkat. Hanin menyayangkan jika Jihan sekolah di tempat biasa, karena prestasi anak itu memang luar biasa. Kebetulan, Adithama memiliki yayasan pendidikan terbaik dan itu dikelola oleh Hanin sendiri.
Di sekolah Jihan dan Keanu sering bertemu. Keanu mulai tertarik pada wanita itu saat dia dibully dan melakukan perlawanan. Keanu tidak tahu bahwa wanita yang sering menjadi perhatiannya tingga di rumah yang sama. Luasnya rumah Kenan membuat mereka tak pernah bertemu.
Hingga akhirnya, Kenan mengendus asmara kedua remaja ini. Sebagai orang tua dan dari keluarga terkaya juga terpandang. Keegoisan Kenan pun muncul. Ia tidak setuju dengan kedekatan putra bungsunya dan anak asisten rumah tangganya. Banyak hal yang membuat Jihan tidak masuk ke dalam kriteria menantu Adhitama. Sikap Kenan pun di dukung oleh sang mama. Rasti yang terus membujuk Kenan agar menjauhkan Keanu dan Jihan dengan alasan masuk akal.
“Jihan kuliah di Surabaya, memang karena dia dapat negeri di sana,” kata Kevin.
Keanu mengangguk. “Dan, Papa menekan mereka agar menjauhiku. Mereka setuju karena hidup mereka dibiayai Papa.”
“Kean, Papa hanya ingin melakukan yang terbaik untuk putranya.” Kevin mencoba menengahi. Ia mencoba berada di posisi Kenan.
“Ya … Ya … gue ngerti. Gue sama Jihan memang seperti langit dan bumi. Tidak akan pernah bersatu. Kalau pun kami memaksa, pasti akan ada banyak rintangan, akan ada banyak orang yang tersakiti. Makanya gue menerima takdir ini. Mencoba membuka hati setiap wanita yang mendekat.”
Kevin mengangguk. “Ya, lebih baik begitu.”
Keanu menoleh ke arah Kevin. “Beruntung jadi lu, Kak. Mencintai Ayesha. Wanita yang diinginkan Papa dan Mama. Jadi ga perlu ada rintangan untuk bersatu.”
Kevin tertawa. “Walau masalahnya bukan dari Papa dan Mama, tapi pasti ada masalah yang lain. hidup itu tidak semuanya mulus, Kean. Walau di luar orang melihatnya mulus. Gue sama Ayesha pernah dalam fase yang belajar saling mencintai dan hampir berpisah.”
Keanu mengangguk setuju. Ya, memang setiap orang memiliki masalahnya sendiri. Kemudian, ia kembali bersuara, “Lu tahu Jihan sekarang tinggal dimana?” tanyanya.
“Buat apa?” Kevin balik bertanya. “Biarlah, dia dengan hidupnya dan lu dengan hidup lu.”
Kevin menepuk bahu sang adik, lalu bangkit dan meninggalkan di sana. Ia melangkah menuju kamar untuk melihat anak dan istrinya yang berada di sana. Sementara, Keanu masih meresapi perkataan sang kakak. Memang ini yang Jihan mau. Wanita itu meminta Keanu untuk melupakannya dan Keanu pun melakukan apa yang wanita itu mau, walau hatinya tidak mau.
Saat bertemu dengan Bi Lastri di rumah, Keanu enggan untuk bertanya tentang Jihan. Ia tidak ingin wanita tua itu mendapat masalah dari Rasti.
Ya, terlalu banyak rintangan, jika ia mempertahankan Jihan. Oleh karenanya, mereka putus baik-baik, padahal saat itu mereka baru meresmikan hari jadi yang ke tiga puluh hari. Ironis, tapi semua benar. Dan, yang mereka lakukan pun benar. Kini, mereka hidup masing-masing dengan mimpi masing-masing tanpa pernah bertemu lagi.
Akankah Tuhan mempertemukan mereka kembali? Tapi Keanu tidak berharap. Ia akan hidup dengan hidupnya sendiri, seperti yang dikatakan sang kakak tadi, karena ia tidak ingin mengecewakan orang-orang yang ia sayangi dan yang begitu menyayanginya.