
Acara empat bulanan yang diadakan di kediaman Kenan pun berlangsung mewah. Hanin dan Rea sengaja membuat acara di bulan ke empat kehamilan Ayesha, karena di masa itulah menurut yang diyakini keluarga ini bahwa janin yang masih dalam perut sang ibu akan ditiupkan ruh.
Seperti yang dikutip dalam hadits riwayat Muhammad Ismail al-Bukhari dalam Sahih al-Bukhari (Beirut: Dar al-Fikr, 1422), juz IV, hal. 111, hadits nomor 3208 berikut:
“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah. Kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …”
Berdasar hadits di atas, para ulama menerjemahkan masa empat bulan kehamilan merupakan akumulasi dari empat puluh hari setiap tahapan proses perkembangan janin dalam rahim sang ibu. Empat puluh hari pertama adalah membentuk embrio, empat puluh hari kedua menjadi darah, empat puluh hari ketiga menjadi segumpal daging lalu ditiupkan ruh. Tiga kali empat puluh hari menjadi 120 hari atau empat bulan.
Maka itulah, usia kehamilan empat bulan diperingati dengan tasyakuran ataupun selamatan sebagai simbol kebahagiaan dan syukur tidak terukur atas genapnya penciptaan janin oleh Allah SWT. Dan, pada masa inilah dianjurkan memperbanyak doa untuk ‘si kecil’ agar ia lahir dengan selamat dan tumbuh menjadi anak yang salih dan salihah.
Acara empat bulanan dalam islam disebut juga dengan walimatul haml.
Hanin membawa banyak perubahan pada keluarga Adhitama terutama agama. Walau setelah dewasa Kevin dan Keanu berada di negara besar yang bebas. Namun, pengajaran Hanin pada kedua putranya tentang agama sudah ditanam sedari kecil, sehingga mereka pun tetap menjalankannya. Itu terbukti dalam diri Kevin yang tetap memegang teguh norma agama walau memiliki kedua sahabat yang jauh dari kata itu.
“Aku cantik memakai seperti ini, Mas?” tanya Ayesha yang kini menggunakan hijab.
Kevin menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan cermin sembari mengungkung tubuh itu dari belakang dan menyelipkan kepalanya di atas bahu Ayesha.
“Cantik. Semakin cantik malah,” ucap Kevin dengan menempelkan pipinya pada pipi sang istri sembari melihat ke cermin.
Ayesha tersenyum. “Bagaimana kalau aku memakai ini seterusnya?”
“Kenapa tidak? Mas justru lebih suka, karena keseksianmu hanya Mas yang bisa melihatnya,” sahut Kevin.
“Mas, ih. Kenapa arahnya kesitu?” protes Ayesha karena semakin hari Kevin semakin mesum. Berbeda dengan Kevin yang dulu, yang dingin, kaku dan jaim.
Kevin tertawa dan mengecup pipi istrinya. Semakin hari, Ayesha semakin menjadi wanita yang selama ini ia cari.
“Aku ingin seperti mama Hanin,” ucap Ayesha, membuat Kevin tersenyum dan lagi-lagi mencium pipi itu.
Setiap harinya, ada saja hal yang membuat Kevin jatuh cinta lagi dan lagi terhadap Ayesha. Seiring kebersamaan dan hidup bersama dalam satu atap, membuat Kevin semakin mengenal sang istri dan menemukan banyak kebaikan dalam diri wanita itu.
Hanin memang sudah lama menggunakan hijab, sejak ia kehilangan bayi yang seharusnya seusia dengan Ayesha. Hanin memang sosok yang menjadi idola Ayesha, setelah ibunya. Kedua wanita itu menjadi inspirasi Ayesha untuk menjadi istri yang baik yang disayang suami hingga bucin sampai usia senja seperti saat ini.
****
Semua kerabat, teman dekat, dan rekan sejawat, hadir di tasyakuran ini. Kediaman Kenan yang sepi seketika ramai. Belum lagi dari para pemburu berita, karena saat ini gerak gerik Kenan dan keluarga tidak luput dari sorotan media.
“Hai, adiknya Abang yang makin cantik,” ucap seseorang berbisik di telinga Ayesha saat Ayesha tengah duduk untuk istirahat sejenak, setelah acara pengajian selesai.
Para orang tua berkumpul dengan orang tua. Kenan dan Vicky menyambut para tamu. Kinara dan Kayla sedang berada di stand makanan dan mengambil makanan yang mereka inginkan. Sedangkan Aldy selalu mengekori Kayla dan Sean bersama Kevin mengambil makanan. Kevin mengambil makanan untuk istrinya sedangkan Sean untuk dirinya sendiri.
Ayesha menoleh ke sumber suara itu. “Abang.” Wajahnya berbinar saat melihat Vinza berjongkok dibelakangnya dan memberi kejutan.
“Abang kapan dateng? Katanya ga bisa dateng?” tanya Ayesha terkejut melihat sang kakak ada di depan mata.
“Surprise dong. Kalo bilang berarti ga surprise.”
“Jahat. Nyebelin.” Ayesha memukul lengan kakaknya. Ia memang marah pada Vinza yang sejak kemarin selalu saja banyak alasan untuk tidak datang ke sini.
Vinza tertawa sembari memeluk adiknya. “Ga mungkin lah, Abang ga dateng. Ini kan adik abang satu-satunya yang Abang sayang.”
“Eits, Ayesha sekarang punya gue. Jadi stop gombalin dia.” Kevin langsung menarik istrinya agar tidak dipeluk oleh Vinza.
“Ya ampun, Kev. Plis deh, posesif banget lu,” sahut Sean yang juga ada di sana.
Vinza hanya tertawa. Ia cukup mengenal Kevin dengan keposesifannya.
“Apa kabar, Za?” tanya Sean sembari mendekat ke arah Vinza dan memeluk pria itu.
“Baik, apa kabar juga, Bang?” Vinza balik bertanya sembari menerima pelukan itu.
“Fine. Gue juga baik.”
“Katanya lagi ga baik-baik aja,” sahut Kevin dengan mengarahkan matanya pada Sean.
Ya, sedari tadi Sean memang terlihat lesu, tidak seceria biasanya. Sejak kembali dari Subang, entah mengapa hatinya resah. Ia khawatir jika ayah Nindi tidak merestui hubungan mereka. Jika hanya Alin, ia masih bisa mengendalikan tapi untuk ayah Nindi, Sean tidak bisa mengendalikan. Dan, yang membuat Sean khawatir jika Ayah Nindi akan memberi keputusan ekstrim yang akan memisahkan mereka. semoga saja tidak.
"Vinza ..." teriak Kayla yang menghampiri pria pendiam itu.
"Hai, Kay."
Kayla langsung memeluk Vinza. "Apa kabar? Long time no see."
"Alhamdulillah, baik. Kak Kay juga apa kabar?"
"Very happy."
"Iya lah, happy. Minggu depan kawin," sahut Sean.
"Nikah, kak." Ayesha membenarkan ucapan Sean.
"Ih, lu sewot banget ngomongnya," ucap Aldy.
"Dia lagi baper, terhalang restu." Kevin menambahi.
Aldy tertawa. "Rasain. Dulu suka ngeledek gue sih. Sekarang kebagian."
Kevin ikut tertawa.
"By the way, Kinara masih di Belitung?" tanya Vinza.
"Hmm ..."
Baru saja Kayla akan menjawab, tiba-tiba suara ceriwis itu datang.
"Ada yang nanyain aku? Masih inget sama aku?" tanya Kinara dengan langkah mendekati Vinza.
Sontak Vinza pun melihat ke arah itu dengan senyum malu.