XL (Extra Love)

XL (Extra Love)
Dasar playboy!



“Yeay, akhirnya dateng juga lu, Bro.” Aldy melayangkan tangannya ke atas untuk ber-tos ria pada Sean yang baru saja tiba dan menghampirinya.


“Iya dong,” sahut Sean yang kemudian melihat Keanu bersama Kevin di sana.


“Hai, Keanu.”


“Hai,” sahut Keanu yang baru saja merapikan perlengkapan tenisnya.


Kevin, Aldy, Keanu, dan Sean sudah berada di lapangan tenis dan siap bermain. Formasi Tian digantikan oleh Keanu hari ini. Walau Tian tak lagi berada di kota yang sama, tetapi mereka masih sering berkomunikasi.


Sean menghampiri Keanu dan memeluknya. “Wah, ada sang pembalap.”


Keanu tertawa. “Halah, biaa aja. Masih kalah saing gue sama orang-orang Eropa.”


“Iya lah, tapi udah masuk grand prix aja udah oke, Bro.”


Keanu tersenyum dan mengangguk.


“Ya, patut dibanggakan,” sahut Aldy dengan menggandeng bahu Keanu.


Keanu adalah satu-satunya yang mewakili nama bangsa pada ajang bergengsi itu. Seluruh keperluan Keanu itu pun didanai penuh oleh sang ayah. Jika Keanu bukan anak Kenan Adhitama, belum tentu ia sampai pada ajang bergengsi itu.


“Biasa aja,” sahut Kevin yang tak ingin membanggakan sang adik.


“Parah lu, Kev. Keanu keren begini lu bilang biasa aja,” kata Aldy.


“Ya, biasa aja. Kalo dipuji mulu nanti malah gede kepala,” ucap Kevin sembari memukul pelan kepala sang adik.


“Iya, kepala gue udah gede gara-gara lu pukul terus, Mas,” sahut Keanu kesal.


Dan, Kevin hanya tertawa. “Ayo mulai!”


Kevin sudah mengambil posisi untuk memulai olahraga ini. Di sebelahnya sudah ada Sean yang menjadi partnernya. Sedangkan di seberang sana ada Aldy dan Keanu yang menjadi lawan.


“Ayesha ga ikut?” tanya Sean yang berdiri memposisikan di sebelah Kevin.


“Ikut lah, mana mau dia gue tinggal,” jawab Kevin. “Itu orangnya!” Kevin menunjuk ke arah Ayesha yang sedang duduk bersama Kayla dan Kinara. “Ditemenin sama dua sepupu gue.”


Sontak, Sean pun menoleh ke arah yang ditunjuk Kevin. Ia tersenyum ke arah sana. Begitupun ketiga wanita yang duduk menunggu di tempat yang tak terpapar sinar matahari. Mereka ikut tersenyum ke arah Sean, terutama Kinara.


Sean tersenyum manis pada anak bungsu Gunawan yang baru beberapa hari tiba di Jakarta. Sean melihat Kinara yang semakin cantik dan tampak lebih dewasa.


“Udah jangan diliatin mulu!” Kevin menyenggol lengan Sean yang masih melihat ke arah Kinara. “Ayo mulai!”


Sean pun mengalihkan pandangan dan mengikuti Kevin. Mereka pun bermain tenis di temani oleh ketiga wanita yang duduk di sana.


Tiga puluh menit, mereka pemanasan dengan permainan yang belum menyerang dan masih stabil. Namun, beberapa menit kemudian, kubu Aldy dan Keanu mulai panas dan mulai mencetak nilai. Kevin dan Sean tak mau kalah, mereka juga berturut-turut mencetak nilai hingga nilai kubu Aldy dan Keanu sedikit terlewati.


“Sayang, Ayo!” teriak Kayla untuk menyemangati kekasihnya.


Aldy dan Keanu semakin semangat. Mereka kembali melewati nilai Kevin dan Sean.


Lalu, terdengar suara Ayesha yang menyemangati suaminya. “Mas, Ayo! Jangan mau kalah!”


“Kak Sean. Kamu bisa.” Kinara pun menyemangati Sean, membuat pria itu menoleh dan tersenyum.


Bugh


Sean yang sedang mengalihkan pandangan ke arah Kinara pun akhirnya terkena pukulan bola dari Aldy.


“Ah.” Sean langsung memegang kepalanya dan jatuh.


“Kak Sean,” teriak Kinara yang melihat kejadian dan langsung berlari ke arah Sean.


“Kak, ga apa-apa?” tanya Kinara sembari memegang kepala Sean.


“Halah, dia akting. Bilang aja mau diobatin bu dokter cantik,” ledek Aldy.


Sean membulatkan matanya ke arah Aldy. “Beneran sakit ini, dodol.”


Aldy tertawa. Begitu pun Keanu dan Kevin.


“Aku obatin dulu, Kak,” kata Kinara menawari Sean untuk duduk di kursi yang tadi ia duduki.


“Modus,” ledek Keanu yang melihat Sean dibantu Kinara.


“Apaan sih? Ini beneran sakit tahu. Pukulan Aldy keras banget,” sahut Sean yang tak terima dikatakan mengambil kesempatan dalam kesempitan, karena baik Aldy atau pun Keanu tahu betul bahwa Sean memang dari dulu menyukai Kinara.


“Iya, ini tuh beneran sakit tahu. Aku pernah ngalamin.” Kinara membela Sean.


“Yah, dibelain. Makin modus dah dia, Ra,” celetuk Aldy membuat Keanu tertawa.


Akhirnya permainan dihentikan. Kevin, Keanu, dan Aldy duduk di sana. Kayla dan Ayesha pun ada. Sedangkan Kinara mengobati dahi Sean yang terkena pukulan bola dari Aldy tadi.


“Ah, gara-gara lu nih, Sean. Kita jadi kalah,” ucap Kevin.


“Aw … Sshh … sakit, Ra.” Bukan menjawab Kevin, Sean malah mengaduh smbari memegang dahi yang elcet karena pukulan itu.


“Halah, lebay banget lu, Sean.” Aldy memukul bahu sahabatnya.


“Tau, nih mentang-mentang yang ngobatin Kinara.” Kevin ikut meledek sahabatnya.


Keanu mengambil minuman dan menenggaknya sembari tersenyum ke arah Sean. Sedangkan sedari tadi, Kayla hanya tersenyum. Wanita itu tidak ikut meledek Sean, karena ia cukup tahu bahwa adiknya hanya menyukai Vinza dan menganggap Sean sebagai kakak yang selalu ada dan siap membantu, karena sejak dulu Sean selalu membantu Kinara dalam hal apa pun. Walau sesibuk apapun Sean, ia akan tetap meluncur menemui Kinara jika wanita itu membutuhkannya.


Dan, Ayesha pun hanya menjadi saksi kedekatan Sean dan Kinara. Ia tidak tahu bahwa Sean memang sedekat ini dengan Kinara. Pantas saja, kakaknya tidak ingin maju dan emngutarakan perasaannya. Mungkin, menurut Vinza, Kinara juga menyukai Sean.


“Nah, udah.” Beberapa menit kemudian, Kinara selesai mengobati Sean.


“Untung aja aku bawa P3K,” kata Kiara lagi.


“Untung aja ada bu Dokter di sini, jadi aku langsung tertangani,” sahut Sean sambil memegang dahinya. “Makasih, Bu Dokter.” Sean tersenyum manis di depan Kinara, membuat para sahabatnya semakin membully.


Sean justru seolah sengaja menggoda Kinara, agar ia semakin dibully oleh kedua sahabatnya, sehingga suasana itu semakin ramai.


Di tempat kost, Nindi berkali-kali melihat ponselnya, berharap Sean menelepon atau memberi pesan, karena seharian ini pria itu tak memberi pesan atau menghubungi. Padahal kemarin hampir setiap satu atau dua jam Sean memberi kabar dengan menelepon atau memberi pesan padanya.


Di sana, Sean lupa dengan Nindi. Setelah bermain tenis, Sean bersama Kevin, Aldy, dan Keanu mampir ke sebuah café sembari menunggu makan siang. Kayla, Ayesha, dan Kinara pun ikut bersama keempat pria itu.


Para anak-anak sultan ini tengah menikmati kebersamaan, sama seperti dulu saat mereka masih remaja. Mereka saling bercerita dan berbagi pengalaman, terutama pengalaman Keanu yang berada di negara orang dan berkompetisi dengan orang-orang hebat di sana.


Usai itu, mereka pun kembali menuju kendaraan masing-masing. Kevin dengan istrinya, Keanu dengan motor besarnya, dan Kayla dengan calon suaminya.


“Ra, kamu mau ikut kakak? Sebelum ke tempat Aldy, kakak drop kamu dulu ke rumah,” ucap Kayla pada adiknya setelah berpisah dengan Kevin dan Ayesha yang sudah melajukan mobilnya lebih dulu dan melambaikan tangan mereka ke arah teman-temannya yang masih di sana.


Kinara menggeleng. “Aku mau ke toko buku xxx dulu, Kak.”


“Mau bareng sama gue?” tanya Keanu yang sudah berada di atas motornya.


Kinara kembali menggeleng. “Ngga. Kamu kan ke arah xxx. Beda jauh sama arah toko buku yang mau aku tuju.”


“Ya udah. Bareng aku aja. Kebetulan aku lewat toko buku itu,” sahut Sean yang baru akan menaiki mobilnya.


“Nah, iya. Sean arahnya ngelewatin toko buku itu,” sambung Aldy.


Kinara piun mengangguk dan menghampiri mobil Sean untuk menumpang pada kendaraan itu.


“Modus lagi,” ledek Keanu sembari melajukan motornya pelan dan pemit pada sepupu juga teman-teman kakaknya di sana.


Aldy dan Kayla pun memasuki mobil mereka. Sean juga memasuki mobilnya. Ia dan Kinara duduk bersebelahan.


Beberapa menit, keadaan di dalam mobil Sean hening saat mereka sudah berada di jalan.


“Sepi, denger lagu ya, Kak.” Kinara memecahkan keheningan sembari menekan tombol player pada layar music digital di mobil itu.


Sean mengangguk dan menoleh ke arah Kinara yang sedang menganggukkan kepalanya mengiringi musik yang sedang ia dengar.


“Kamu makin cantik aja, Ra.”


“Oh ya? Masa?” tanya Kinara mencibir.


Sean tersenyum. Ini yang ia sukai dari Kinara. Wanita itu tidak mudah ditaklukkan. Jika dipuji, ia bukan tersipu malu atau merona, tetapi malah seolah tak percaya akan kelebihan dirinya, membuat Sean ingin memujinya lagi.


"Dasar playboy!" cibir Kinara melihat senyum Sean.