
Hanin menerima ucapan selamat dari seluruh anggota keluarga yang hadir di sana, tak terkecuali Rasti. Rasti adalah orang yang terakhir memberi ucapan untuk Hanin.
“Selamat ya, Sayang.” Rasti memeluk menantunya, menantu yang dulu pernah ia tentang dan tak disetujui karena latar belakangnya yang hanya orang biasa.
“Terima kasih, Mama.” Hanin menerima pelukan itu.
“Mama yang terima kasih padamu, karena kehadiranmu memberi warna pada keluarga ini,” kata Rasti lagi. “Terutama warna bagi putra Mama.”
Rasti melonggarkan pelukan dan menatap Kenan yang ada di samping istrinya.
Hanin tidak bisa membendung rasa haru itu. Ia kembali menangis dan meneteskan air mata. “Mama adalah ibu mertua yang paling baik.”
“Walau Mama pernah menjadi orang yang paling jahat waktu itu,” sambung Rasti membuat Hanin dan Kenan tertawa.
Lalu, Kevin dan Ayesha mendekati Hanin lagi, sementara yang lainnya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang sedang berbincang, ada yang sedang menata makanan dan ada yang sibuk makan.
“Oh ya, ada kado dari kami untuk Mama,” ucap Kevin.
“Oh ya?” tanya Hanin terharu sembari menoleh ke arah suaminya.
“Kamu belikan mama mu apa? Tas brended? Papa sudah membelikannya,” jawab Kenan.
Kevin menggleng. “Bukan, bukan itu.”
“Berlian? Tidak usah repot-repot. Mama mu sudah mengoleksi banyak berlian dari Papa.”
Kevin kembali menggeleng. “Bukan juga.”
Kemudian, Ayesha menyerahkan kotak hadiah itu pada Hanin. “Ini, Ma. Semoga Mama semakin bahagia dengan kado ini.”
“Apa ini?” tanya Hanin sembari menerima kotak yang Ayesha berikan.
“Buka saja, Ma,” ucap Kevin.
“Ayo, coba buka, Han. Oma juga jadi penasaran,” sahut Rasti.
“Buka. Buka …” Seru Vicky yang di ikuti Kayla dan Aldy.
Lalu, yang lain pun mengalihakn aktifitas mereka ke arah Hanin. Perlaha, Hanin membuka kotak itu. Di dalam sana terlihat dua benda, alat tes kehamilan yang bergaris dua dan print foto usg.
“Aaa …” teriak Hanin sembari menutup mulutnya.
Kenan pun tampak terkejut, begitu juga Rasti yang juga melihat isi kotak itu.
“Kamu hamil, Sayang?” tanya Kenan pada menantunya.
Ayesha mengangguk. “Iya, Pa.”
“Ya, Allah. Terima kasih.” Hanin langsung memeluk Ayesha dan mencium seluruh wajahnya.
“Oma senang sekali.” Rasti pun memeluk Ayesha.
Ayesha tak henti melebarkan senyumnya. Begitu pun dengan Kevin dan anggota keluarga lain yang menyaksikan.
“Kita bukan hanya akan mendapatkan satu cucu, Ken. Tapi dua,” celetuk Vicky.
“Kamu hamil bayi kembar?” tanya Hanin pada Ayesha.
Ayesha mengangguk.
“Kata dokter, kantung janinnya dua, Ma.” Kevin bantu menjawab dengan menunjukkan hasil USG itu.
“Alhamdulillah.” Hanin kembali memeluk Ayesha dan Rasti memeluk Kevin.
Kevin pun memeluk sang nenek. Semua tampak bahagia. Kini bukan hanya Hanin yang diberi ucapan selamat. Ayesha pun mendapat giliran untuk diberi ucapan selamat.
“Jadi beruang kutub ini udah ga jadi beruang kutub lagi?” ledek Kinara saat generasi muda tengah berkumpul memberi ucapan pada Ayesha dan Kevin.
“Udah jadi beruang madu sekarang Ra,” jawab Kayla tertawa.
Sontak, Kinara, Aldy, dan Keanu pun tertawa. Sedangkan yang dibicarakan hanya nyengir saja dan Ayesha tersenyum menatap suaminya yang tak lepas menggandeng pinggangnya.
“Untung ada Ayesha yang mau jadi istri Mas Kevin,” sambung Keanu. “Kalo ga ada Ayesha, mungkin kakakku akan menjadi bujang lapuk.”
“Kurang ajar.” Kevin memukul kepala adiknya. Sementara Keanu hanya tertawa.
“Ya, kan hanya Ayesha yang tahan sama Mas Kevin yang mulutnya sepedas bon cabe level sepuluh." Keanu berceletuk lagi.
Dan, yang lain pun ikut tertawa. Mereka juga mengangguk membenarkan apa yang Keanu katakan.
“Puas. Puas,” ucap Kevin ketus, karena sedari tadi ia menjadi bahan bully-an saudara-saudaranya.
“Ngga kok. Mas Kevin ga sejelek itu. Dia tuh manis banget. Perhatian banget. Tanggung jawab banget.” Ayesha membela suaminya dengan membelai wajahnya.
Kevin tersenyum menerima perlakuan manis sang istri sembari mengambil tangan itu dan mengecupnya.
“Ciye …” sorak Kinara.
“Eum … so sweet,” sahut Kayla.
“Mau muntah gue.” Aldy pura-pura hendak memuntahkan isi perutnya melihat adegan romantis itu.
Sedangkan Keanu tertawa dan menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar melihat perubahan besar dari diri sang kakak.
“Kalo begini, gue jadi baper nih. Pengen cepet-cepet nikah juga jadinya,” celetuk Keanu membuat kedua sepupunya itu heboh.