
Keanu tidak bisa bergerak dari tempat duduknya. Ia harus duduk di sini bersama para keluarga inti sebagai pemilik hajat yang menyelenggarakan acara ini. Padahal ingin sekali rasanya ia mendekati Jihan di sana, tapi itu tidak mungkin.
Mata Keanu terus melirik ke arah itu. Arah tempat wanita yang ia yakini sebagai Jihan, anak dari Bi Lastri, asisten rumah tangga setia keluarga Adhitama. Namun, kepala Jihan terlihat terus menunduk. Wanita itu tidak menengadahkan kepalanya sekali pun, membuat Keanu penasaran.
Acara utama hampir selesai. Semua orang menengadahkan tangan untuk mengaminkan doa yang di pimpin oleh utazd kondang yang Hanin undang.
“Aamiin.” seru semua orang setelah doa selesai.
“Oh, cucu Opa.” Kenan menggendong Kaisar dan diikuti oleh Vicky yang menggendong Kalila.
Kevin dan Ayesha tampak tersenyum lebar. Rasti, Hanin, Kiara beserta keluarganya pun sama. Aldi tampak menggandeng istrinya yang tengah hamil muda. Dan Vinza yang terus menggenggam tangan Kinara.
“Kevin, Ayesha. Selamat ya, kalian sudah menjadi orang tua,” ucap Rasti pada cucu dan cucu menantunya di sana.
“Terima kasih, Oma,” sahut Kevin dan Ayesha bergantian dan mendapat peluk cium dari sang ibu s*r* yang ototritasnya tidak terbantahkan.
Rasti adalah wanita yang tegas. Kepergian suaminya dengan keadaan anak yang masih butuh perhatian serta pengelolaan keuangan yang belum stabil, membuat dirinya harus tangguh dan tegas. Ia tidak memandang status sosial sejak menerima Hanin sebagai menantunya, tapi ia tetap melihat bibit yang akan menjadi bagian dari keluarganya. Dan, Jihan tidak masuk dalam kriteria bibit itu, karena Rasti tahu siapa ayah biologis anak yang dilahirkan Lastri.
Sejak insiden Lastri terjadi, Kenan sangat bertanggung jawab. Semua orang yang sudah mengabdikan diri untuk keluarganya hingga puluhan tahun, Kenan anggap sebagai saudara. Begitu pun dengan Lastri. Saat ayah biologis Jihan hendak mengambil anak itu dari tangan Lastri, Kenan pun menjadi orang yang terdepan untuk melindungi. Atas dasar itu pula, Jihan memilih mundur. Ia cukup tahu diri untuk tidak jatuh cinta pada anak dari orang yang paling berjasa dalam hidupnya. Walau cinta itu sudah terlanjur ada di hati kedua. Dan, Keanu pun tahu diri untuk tidak memaksa apa yang diputuskan Jihan.
Keanu tersenyum senang melihat keluarganya bahagia. Aura kebehagiaan itu terpancar dari Kenan, pria paruh baya yang masih terlihat tampan itu semakin berwibawa. Lalu, Keanu melirik lagi ke arah jejeran asisten rumah tangga yang berada cukup jauh darinya. Keanu mengedarkan pandangan keseluruh penjuru, karena sosok yang wanita yang sedari tadi menunduk itu menghilang.
Fokus semua orang berpusat pada Kaisar dan Kalila, cucu pertama dari keluarga Adhitama generasi Kenan. Setelah keluarga inti, para tamu dan undangan ikut memberikan wewangian pada Kaisar dan Kalila disertai dengan ucapan selamat pada kedua orang tuanya.
Di saat seperti itu, Keanu mengambil kesempatan untuk memisahkan diri dari keluarga inti yang sedang terfokus itu. Ia mencari keberadaan wanita yang ia yakini sebagai Jihan tadi.
Keanu berlari ke dapur.
“Cari apa, Den?” tanya salah satu asisten rumah tangga Kenan yang lain.
Keanu juga tidak mendapati Lastri di sana. Lalu, pria tinggi dan tampan itu beralih ke taman belakang, tepatnya ke kamar para asisten di sana. Ia melihat semua pintu kamar tertutup. Keanu kembali mencari ke seluruh ruangan rumah ini. Dan, ah ternyata wanita itu ada di dapur kedua, dapur kecil di sudut taman yang disediakan khusus untuk acara bakar-bakar dan kumpul keluarga. Di sana, Jihan tengah menggantikan sementara seseorang yang bertugas membakar ayam.
Keanu berjalan pelan mendekati wanita yang berdiri membelakanginya.
“Apa ada yang sudah matang?” tanya pria itu tepat di telinga Jihan, membuat wanita itu terkejut.
“Ah.” Jihan terlalu kaget, hingga ibu jarinya menyentuh sedikit alat panggang yang terbuat dari besi itu.
Sontak, Keanu menarik tangan Jihan dan menghisap ibu jari itu. “Kebiasaan. Kamu selalu ceroboh,” ucapnya dan kembali menghisap ibu jari Jihan.
“Kean, lepas. Nanti ada yang lihat,” kata Jihan sembari matanya berjaga-jaga ke arah pintu.
Keanu menggelengkan kepala sambil tetap dengan ibu jari Jihan.
“Kean, lapas!” Jihan berusaha menarik tangannya.
Keanu pun melepaskan jari Jihan dari mulutnya. Lalu, ia menahan lagi lengan yang Jihan tarik. “Katanya kamu sudah menikah. Mana cincinnya?”
“Bukan urusanmu.” Jihan menarik lagi lengannya dengan sedikit bertenaga hingga akhirnya terlepas dari tangan Keanu.
Lalu, ia meletakkan ayam itu ke piring dan membiarkan panggangan itu kosong. Jihan berlari menghindari Keanu. Namun, Pria itu tetap mengejarnya.
“Jadi kamu ke sini bukan karena aku? Bukan karena merindukanku?” tanya Keanu.
Jihan menggeleng. “Kita sudah memiliki pasangan masing-masing, Kean. Kamu juga sudah punya pacar kan? Hubungan kita hanya cinta monyet.”
Jihan kembal membalikkan tubuhnya setelah menoleh ke arah Keanu yang terus mengejarnya.
“Baiklah, akan kita buktikan.” Keanu mengambil paksa pergelangan tangan Jihan dan menyeret wanita itu hingga ke gudang belakang.
Gairah Keanu sudah tak terbendung. Rasanya sudah sampai ke ubun-ubun. Ia sungguh merindukan wanita itu. Sekian tahun ia memendam rindu ini dan berusaha untuk menghilangkannya dengan pelarian ke wanita lain,tapi sosok Jihan tetap menghantui. Wanita itu benar-benar misterius. Walau raganya tidak hadir, tapi sosoknya selalu ada di sekelilingnya. Keanu ingat saat di Itali, ia juga pernah bertemu sosok ini, walau dengan penampilan yang sedikit berbeda. Tapi ia yakin bahwa wanita itu adalah wanita yang ia cintai sejak remaja. Namun, sayang wanita yang ia temui di Itali itu bersikeras bahwa namany bukan Jihan.
Keanu membenturkan tubuh Jihan ke dinding, diikuti oleh tubuh Keanu yang mengungkung. Ia menatap lekat kedua bola mata jihan. Wanita itu pun melakukan hal yang sama. Dada Jihan kembang kempis. Ia khawatir Keanu akan menciumnya. Dan, benar saja. sebelum Jihan melakukan perlawanan, Keanu sudah lebih dulu menyentuh bibir itu.
Cup
Keanu memakan bibir atas dan bawah Jihan bergantian. Namun, Jihan berontak. Wanita itu memukul dada Keanu.
“Mmpphh …”
Keanu tidak peduli, bahkan pria itu menggigit bibir bawah Jihan agar terbuka dan berhasil. Lidah Keanu memaksa menelusuri rongga itu dan menikmati bibir kenyal yang ia rindukan.
Keanu menekan tengkuk Jihan agar ciuman itu tak terlepas. Semakin lama, Jihan pun menyambut ciuman itu. Kedua tangan Jihan yang semula berada di dada Keanu dan memukul, kini berada di pinggang pria itu.
Mereka pun larut dalam ciuman panas dengan durasi yang cukup lama.
Setelah puas, Keanu melepaskan pagutan itu. Dada keduanya naik turun. Nafasnya mereka tersengal-sengal seperti baru saja lari puluhan kilometer.
Jihan baru sadar, ternyata dirinya ikut larut dalam ciuman panas itu. Lalu, Jihan langsung mendorong Keanu.
“Pergi, Kean! Jangan ganggu aku!”
Keanu menyeringai sembari mengusap sisa saliva yang menempel di bibirnya.
“Ck. Dasar pembohong. Aku tahu kamu juga masih menginginkanku kan?”
Jihan tak ingin mendengarkan Keanu dan segera pergi dari hadapan pria itu. namun, Keanu kembali mencekal tangannya.
“Kean, lepas! Atau aku tendang punyamu.”
Keanu tertawa. “Galakmu itu membuatku rindu setengah mati, Ji.”
“Aku sudah menikah. Bersikaplah yang baik.”
“Oh ya? Tapi aku tidak percaya. Buktinya tidak ada cincin di sini.” Keanu mengangkat tangan Jihan ke atas.
Lalu, Jihan menarik tangannya. “Terserah kamu percaya apa ngga. Yang jelas kita tidak punya hubungan apa apa lagi sekarang.”
Jihan bergegas lari meninggalkan Keanu dan keluar dari gudang itu.
Keanu masih berdiri di san menatap punggung Jihan yang semakin jauh. Ia tersenyum sambil memegang bibirnya. Rasanya masih seperti dulu, seperti saat mereka pacaran. Bibir itu yang selalu jadi bulan-bulanan Keanu saat gairah itu memuncak.