
Keanu kembali berkumpul bersama keluarganya di ruang utama. Bibirnya terus mengulas senyum saat mengingat ciuman panasnya tadi bersama Jihan di gudang.
“Hei, kenapa lu senyam senyum sendiri?” tanya Sean yang melihat Keanu tidak sedang tersenyum ke arah acara yang berlangsung.
“Hm.” Keanu menoleh ke arah Sean. “Ya senenglah melihat semuanya bahagia.”
Setelah acara pengajian selesai dan para tamu sedikit demi sedikit pamit, berganti dengan acara Vinza dan Kinara.
“Tapi gue liat lu bahagia bukan karena itu juga,” jawab Sean menyeringai dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan memandang istrinya yang sedang menemani Ayesha di sana.
Lalu, Sean kembali mengarahkan wajahnya ke arah Keanu. “Gue lihat Jihan tadi.”
Keanu mengangguk. “Udah ketemu. Udah gue cium juga.”
“Ah, si*l. seharusnya gue ga perlu bilang. Pasti lu lebih tahu.”
Keanu mengarahkan wajahnya ke arah Sean dan tertawa. “Jiwa kita sama, Bro. Cuma gue ga berani buat celap celup kaya lu.”
“Rese lu.” Sean tertawa kesal sembari menggelengkan kepalanya. Keanu memang selalu tahu kartu As-nya.
“By th way. Lu tau kalau Jihan udah nikah?” tanya Keanu pada Sean.
Sejak awal menjalin hubungan dengan Jihan, hanya Vinza dan Sean yang mengetahui itu. bahkan Kevin sebagai kakaknya, justru tahu setelah hubungan mereka kandas karena campur tangan Rasti dan Kenan.
“Gue ga tahu itu. malah baru denger,” jawab Sean.
“Kevin bilang begitu,” sahut Keanu. “Tapi gue juga ga percaya, walau Jihan juga mengatakan yang sama.”
“So, lu minta gue buat cari tahu?” tanya Sean.
“Kalau ga keberatan.”
Sean tertawa. “Jujur dari sekian banyak keluarga Adhitama yang gue kenal. Lu paling asyik.”
“Emang Kevin ga asyik?” tanya Keanu.
“Hahahaha … Pake tanya,” jawab Sean.
“Tapi lu betah jadi sahabatnya.”
“Nah itu dia kelebihannya Kevin.”
“Tapi dia banyak berubah sekarang, Sean,” ujar Keanu dengan memandang ke arah sang kakak yang kini sedang bersama Ayesha. Sementara kedua anak mereka tengah digending oleh Nindi dan Rea.
“Ya, banyak sekali.” Sean menganggukkan kepala dan setuju dengan perkataan Keanu. “Itu semua karena cinta.”
“Termasuk lu?” tanya Keanu yang kembali melirik ke arah Sean.
Sean kembali menganggukkan kepalanya. “ya, termasuk gue.”
Kedua pria itu pun tertawa.
“Gue juga berubah karena cinta,” gumam Keanu di dalam hatinya.
Dulu, Keanu bukanlah pria playboy. Walau sederet wanita mengejar-ngejarnya dengan cara apa pun, Keanu tetap cool. Ia tidak pernah meladeni satu pun wanit-wanita yang mendekatinya itu. selain karena anak pemilik yayasan, kepintaran dan hobby membalap Keanu semakin membuat dirinya terkenal. Belum lagi ketampanan itu, membuat kaun hawa klepek-klepek jadinya.
Namun, setelah cintanya kandas karena permintaan Jihan. Ia pun menjadi pria seperti sekarang. Menerima wanita yang mendekatinya dan tidak pernah serius. Di saat ia ingin serius dan menyudahi masa bermainnya, Chintya tidak cukup membuatnya yakin.
“Uuuu …” sorak para wanita yang ada di ruangan besar itu.
Mereka menyoraki sikap malu-malu Vinza yang sedang melamar Kinara. Lamaran itu dimulai oleh Vicky kepada Gunawan.
“Jadi kamu mau melamar anak Om?” tanya Gunawan pada Vinza.
“Memang Kinara mau?” tanya Gunawan pura-pura. Padahal sejak dulu, ia juga tahu bahwa kedua insan ini sudah saling menyukai.
“Jawab iya, Kinara,” seru Kayla yang antusias.
“Semangat banget sih kamu, Yank,” kata Aldi yang duduk di samping istrinya.
Kinara menoleh ke arah sang kakak dan kembali pada ayahnya. Acara itu kini hanya dihadiri keluarga inti. Hampir semua tamu undangan sudah pamit dan meninggalkan acara yang terlaksana dengan lancar.
Lalu, Semua mata tertuju pada Kinara. Wnita itu pun menunduk dan mengangkat lagi kepalanya.
“Kinara mau, Papa.”
“Uuuuu …” suara sorak itu kembali menggema.
Semua orang tertawa dan menyerukan agar Vinza menyematkan cincin di jari manis kanan Kinara. Vinza dan Kinara berdiri di depan keluarga, kerabat, dan sahabat dekat. Vinza mulai memakaikan cincin yang kemarin mereka beli.
Namun, pria itu agak kesusahan memakai cincin itu.
“Ih, kok susah.”
“Jari kamu membesar, Ra.”
“Eum. Enak aja,” sungut Kinara pada Vinza. “Kamu aja yang memakaikannya tidak benar.”
Kinara membantu Vinza memakaikan cincin itu di jarinya. Semua orang yang menyaksikan hanya tertawa.
“Apa kamu tidak mengukur dulu jari Kinara, Za? Dasar payah,” ucap Vicky.
“Sudah, Pa.”
Tangan Vinza gemetar, sehingga ia tidak benar memakaikan cincin itu.
“Haduh, gimana mau masuk nih cincin. Orang lu makeinnya gemeteran gitu,” sahut Keanu yang langsung maju membantu Vinza.
“Ngga apa-apa sekarang gemeteran. Yang penting pas malam pertama ga gemeteran ya Za,” sambung Kenan memberi sedikit lelucon pada acara keluarga itu.
Sontak, semua pun tertawa. Akhirnya, cincin itu tersemat di jari manis Kinara karena bantuan Keanu.
“Makasih, Bro.” Vinza menepuk lengan Keanu.
Keanu tersenyum, lalu ia kembali melihat wanita di sudut yang cukup jauh tengah ikut bertepuk tangan dan tersenyum ke arah Vinza dan Kinara. Siapa lagi kalau bukan Jihan. Karena untuk Jihan, Kinara adalah teman yang baik. Saat di sekolah, wanita itu yang sering membantunya ketika mendapat perundungan dari teman-teman yang lain. apalagi saat ia dan Keanu pacaran, Kinara dan Vinza sering menjadi alasan hingga mereka bisa berkencan.
Sudah hampir delapan bulan ia berada di sini, tepatnya sejak Hanin ulang tahun dan Ayesha baru mengumumkan kehamilannya. Namun, ia tidak pernah bertemu Jihan sekali pun di rumah ini.
Keanu tersenyum menatap wanita itu hingga arah mata Jihan pun ikut mengarah pada pria yang sedang menatapnya. Keanu memonyongkan bibir seolah ingin mencium lagi wanita itu.
“Dasar orang gila. Ngga sadar apa kalau dia udah punya pacar,” gerutu Jihan dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.
Hari itu, Jihan memang sudah menikah. Ia menikahi pria yang menjadi teman baiknya saat berada di Surabaya. Teman yang selalu membantu dalamhal apa pun. Mereka satu kampus. Tapi sayang, pria itu di vonis pengidap kanker otak stadium tiga. Jihan menikahi pria itu untuk membalas semua kebaikannya selama ini. Tapi sayang, pernikahan itu tak berlangsung lama, hanya dua bulan. Lalu, pria itu menghembuskan nafas terakhinya. Pria yang belum sama sekali menyentuh istrinya itu meninggal tepat di dekapan Jihan. Suami Jihan drop tepat setelah ijab qobul berlangsung. Jihan tahu kemungkinan buruk yang akan terjadi pada pria itu. Oleh karenanya, ia menerima permintaan terakhir sang sahabat yang ingin menikahinya.
“Inget Chintya, Kean.” Sean menyenggol lengan Keanu.
Tak lama Sean berkata seperti itu, Chintya pun muncul.
“Nah tuh, yang gue sebut, orangnya nongol.”
Keanu mengikuti arah mata Sean. Benar saja, model cantik dan sexy itu baru saja memasuki kediaman mewah Kenan dengan pakaian yang tidak sexy untuk menghormati acara ini. Namun, semua orang masih berpusat pada Vinza dan Kinara sehingga tidak memperhatikan kehadiran Chintya.
Hanya satu yang melirik ke arah Chintya, yaitu Hanin. Hanin melihat Keanu yang perlahan keluar dari kerumunan barisan anggota keluarga untuk menemui kekasihnya. Jihan yang melihat itu pun langsung ke dalam, ke kamar sang ibu yang berada di jejeran kamar para pelayan di sudut paling belakang rumah besar ini.