
“Kean, kamu jemput aku kan?”
Keanu membuka ponselnya dan mendapati pesan dari sang kekasih yang minta dijemput, sedangkah kekasihnya itu pun tidak menjemput Keanu saat ia baru sampai di kota ini pagi tadi setelah terbang ke Bali.
“Oke, aku jemput kamu sekarang.”
Sesampainya di Bandara Soekarno hatta setelah dari Ngurah Rai, Keanu langsung ke rumah Kevin. Sebelumnya, ia memang sengaja ingin bertemu keponakan kembarnya, lalu pulang ke rumah. Namun, setelah mendapati berita bahwa Jihan sudah menikah, entah mengapa ia pun malas untuk pulang. Keanu masih enggan bertemu Kenan. Walau sebenarnya ia teramat rindu pada sang ibu.
Tok ... Tok ... Tok ...
Keanu mengetuk pintu kamar Kevin. “Kak.”
Di dalam kamar, Ayesha gelagapan. Pasalnya saat ini istri Kevin yang polos itu sedang diajarkan cara lain untuk memuaskan suaminya.
Namun, Kevin tetap meminta Ayesha untuk tidak berhenti dar aktifitasnya.
“Teruskan, Sayang! sedikit lagi. Ya seperti itu.” Kevin meracau mendapat pelayanan dari sang istri, setelah sekian lama terabaikan.
“Kak,” teriak Keanu dari luar pintu.
Kali ini, Keanu berteriak dengan suara yang cukup keras, sehingga membuat Ayesha kembali mengangkat kepalanya.
“Ah, Sayang. Kok berhenti sih.” Kevin kecewa karena baru saja ia akan meledakkan sesuatu yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
“Kak Keanu panggil-panggil kamu itu, Mas.”
“Ck. Biarin aja.”
“Ngga bisa, Mas. Sana temuin dulu!” Ayesha menyuruh Kevin untuk membuka pintu kamar.
“Hm .... Terusin dulu aja!” Kevin tidak mau aktifitasnya terhenti.
“Buka pintu dulu.”
“Ngga usah, lanjut aja.”
“Maaas ...” ucap Ayesha kesal.
“Ck. anak itu ganggu aja. Kapan sih dia pulang?”
Akhirnya, Kevin pun bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu.
Ayesha tertawa melihat suaminya yang terus menggerutu. Salah satu kebiasaan Kevin yang sudah tak lagi Ayesha lihat setelah mendapat cintanya.
“Apa?” tanya Kevin pada Keanu yang berdiri di depannya setelah pintu itu ia buka.
“Pinjem kunci mobil.” Keanu menengadahkan tangan di depan Kevin.
Kevin tidak menjawab. Pria itu langsung kembali ke dalam kamar dan berjalan menuju lemari tempat Ayesha berhias. Di sana, Keanu terssenyum saat melihat Ayesha yang duduk di atas tempat tidur.
“Nih tangkep!” Kevin melempar kunci itu ke arah Keanu yang sedang menatap Ayesha. Pasalnya saat ini Ayesha sedang memakai pakaian tidur yang cukup terbuka.
“Eits, santai Bro.” Keanu menangkap benda itu dengan gerakan cepat dan sesuai sasaran hingga benda itu berada di tangannya.
“Makanya tuh mata jangan jelalatan!” Kevin kembali berjalan menghampiri Keanu untuk menutup kembali pintu itu.
“Ya elah, lebay banget lu, kak.” Keanu tak terima, pasalnya yang ia lihat Ayesha sudah menutup tubuhnya dengan selimut tebal itu.
Ayesha tertawa melihat interaksi kakak beradik yang seperti Tom and Jerry, tapi selalu sering bertanya jika tidak ada.
“Udah sana. Pulang ke rumah Papa atau nginep di apartemen lu sendiri.”
“Ogah, Ah. Gue mau nginep di sini,” jawab Keanu sambil membalikkan tubuhnya dan pergi.
“Ck. ganggu aja lu,” teriak Kevin.
“Sengaja,” kata Keanu dengan menolehkan kepalanya ke arah Kevin sembari tertawa meledek.
Keanu kembali tertawa puas. Kapan lagi ngerjain Kevin? Orang paling menyebalkan sedunia. Walau Keanu seorang adik, tetapi Kevin tidak sering mengalah untuknya. Meski ketika dibutuhkan, Kevin selalu ada. Namun, keegoisan dan sifat pemaksa Kevin lebih dominan.
Kevin memang lebih mendominasi sifat Kenan dan Keanu lebih mendominasi sifat Hanin, walau ada sedikit sifat Kenan di dalamnya.
Keanu berjalan menuju basement. Ia segera mengendarai mobil mewah Kevin menuju tempat pemotretan kekasihnya. Seharusnya, ia pulang ke kediaman sang ayah, karena mobil dan motor balap kesayangannya ada di sana. Namun, Keanu sedang tak ingin pulang.
Hari semakin malam, di jalan pun terlihat lebih lengang. Keanu dapat mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Ia pun membelah jalan untuk sampai dengan cepat ke tempat tujuan.
Malam ini, Chintya sedang melakukan pemotretan di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di pusat kota. Ia di-endors oleh pemilik jewelery yang memiliki berbagai tempat hingga ke luar negeri termasuk di pusat perbelanjaan ini.
Sesampainya di Mall itu, Keanu langsung menuju ke lantai tempat kekasihnya berada. Di sana, Chintya tampak sudah selesai dengan pekerjaannya. Wanita itu tengah berbincang dengan pemilik jewelery itu.
Mata Keanu menyipit saat mendapati Chintya diberikan hadiah oleh pemilik jewelery itu, lalu punggung tangannya pun dikecup.
“Ck.” Keanu kesal dan menoleh ke sembarang arah. Ia kesal dengan pemandangan yang ia lihat ini.
Chintya tidak menyadari kehadiran kekasihnya, hingga beberapa menit kemudian ia melihat Keanu.
“Kean,” panggilnya.
Keanu terpaksa tersenyum dan menghampiri sang kekasih dengan pemilik jewelery itu.
“Kean. Ini Mr. Hans. Pemilik Diamond Jewelery.”
Hans mengulurkan tangannya kepada Kean. “Hans.”
Kean kembali memaksakan bibirnya untuk menyungging. “Keanu.”
“Oh ya, selamat untuk ayahmu yang baru dilantik menjadi gubernur terpilih.”
Keanu tersenyum, padahal ia malas sekali melakukan itu. “Thanks.”
“Ayo, Chin! Kita pulang.” Ajak Keanu.
“Bye, Hans. Senang bekerja sama denganmu,” ucap Chintya pada Hans.
Hans pun tersenyum. “Saya yang senang bekerja sama denganmu, Chin. Terima kasih.”
Hans mengulurkan tangannya pada Chintya dan mencium pipinya di depan Keanu. Parahnya, Chintya malah menerima itu dan seolah biasa saja. Keanu sadar hal itu adalah hal biasa menurut Chintya yang terbiasa tinggal di negara bebas. Tapi untuk Keanu, tidak. Walau pria itu tinggal lama di negara bebas. Namun, darah ketimurannya tetap kental. Itu semua karena ajaran dari sang ibu yang mengedepankan norma-norma itu.
Keanu dan Chintya berjalan beriringan menuju basement. Keanu tak mengeluarkan sepatah kata pun. Pria itu hanya diam dan membuat suasana menjadi dingin.
“Kamu kenapa sih?” tanya Chintya tepat saat lift itu sampi di basement.
Keadaan di basement tampak sepi. Keanu melirik jam mahal yang melingkar di pergelangan tangan kanan Chintya. Jam tangan yang ia lihat saat Hans memberikan dan mengenakannya ke tangan itu.
“Sudah lama kerjasama sama dia?” tanya Keanu.
“Hans maksudmu?”
“Siapa lagi?” Keanu balik bertanya dan hendak kembali berjalan keluar lobby basement.
“Kamu cemburu?” Chintya menarik lengan Keanu.
“Menurutmu?”
“Ayolah, Kean! Dia memberi ini hanya untuk berterima kasih,” ucap Chintya dengan menatap jam tangannya.
“Sekarang tangan kamu yang dicium. Lama kelamaan tubuh kamu yang dicium,” kata Keanu sinis.
“Maksud kamu apa? Aku ga segampangan itu, Kean,” jawab Chintya kesal. “Kalau kamu menilai aku bisa dibeli karena jam tangan ini, kamu salah.”
Chintya membuka jam tangan itu, lalu melemparnya ke lantai hingga benda mahal itu hancur. Ia pun menginjaknya sesaat sebelum memasuki pintu lift yang sudah terbuka. Ia kembali naik ke atas dan meninggalkan Keanu sendiri di basement.
Wanita berparas cantik dan modis itu pun memilih kembali ke lobby dan menaik taksi.