XL (Extra Love)

XL (Extra Love)
Perjuangan Aldy - 1



“Gimana? Aku oke kan, Yank?” tanya Aldy saat memperlihatkan dirinya di depan sang kekasih.


Malam ini, Kayla berada di apartemen Aldy untuk memastikan bahwa kekasihnya berpenampilan baik saat menemui ayahnya nanti.


Lepas pulang kantor, Aldy sengaja menjemput Kayla untuk belanja baju baru serta makanan yang akan dibawa ke rumah Kayla malam ini, mengingat malam ini Gunawan sudah mau mengajak Aldy untuk datang kerumah Kayla dan makan malam bersama. Memang ini bukan kali pertama Gunawan mengundang Aldy untuk makan malam di rumah. Beberapa bulan lalu pernah seperti malam ini, tapi sayang Gunawan justru tidak pulang cepat dan malah lembur, sehingga Aldy yang sudah berpakaian rapih dan siap dengan segala hal yang akan ditanyakan calon mertuanya pun sia-sia. Namun, Kiara membesarkan hati Aldy, membuat pria itu tidak kecewa.


Dan malam ini, Aldy berharap calon ayah mertuanya itu tidak sedang memberinya harapan palsu dan hanya ingin memenuhi keinginan putrinya saja.


Ya, Gunawan memang tidak pernah bisa melihat putrinya merengek. Begitu pun ketika Kayla memintanya untuk bertemu langsung dengan Aldy. Kayla meyakinkan sang ayah bahwa kekasihnya sudah berubah dan tidak lagi seperti waktu masih remaja. Akhirnya, Gunawan menyerah dan mengundang Aldy untuk makan malam waktu itu untuk pertama kali. Saat Aldy datang, Gunawan sengaja beralasan lembur, padahal ia menghindari kekasih putrinya yang ia nilai tidak layak untuk sang putri. Gunawan memang sangat protect terhadap kedua putrinya sejak mereka kecil. Bahkan hingga keduanya dewasa dan memilih pendamping, Gunawan sangat selektif.


Kayla memandang kekasihnya dari kepala hingga kaki. Ia pun tersenyum dan mengangkat ibu jarinya ke atas.


“Udah, oke. Ayo!” Kayla langsung melingkarkan tangannya di lengan sang kekasih dan menatapnya lagi. “Udah siap kan?”


“Aku sellu siap, Yank.” Aldy memang sangat yakin untuk meminang kekasihnya sejak dulu, tapi kendala restu yang menghalangi.


“Tapi kira-kira Papa kamu beralasan lagi ga?” tanya Aldy di sela langkah kaki mereka menuju basement.


“Jangan su’udzon, Yank. Waktu itu Papa memang sedang banyak kerjaan.” Kayla membela ayahnya.


“Tapi feeling aku, Papa mu memang menghindar bertemu denganku dan hanya ingin membuatmu senang saja.”


“Sayang, jangan buruk sangka!” rengek Kayla.


“Ngga, Yank. Ngga buruk sangka. Tapi feeling aku bilangnya begitu.” Aldy menepuk punggung tangan kekasihnya yang melingkar di lengannya itu dengan pelan.


“Bagaimana pun Papa mu adalah Papa ku. Walau beliau tidak suka denganku tapi aku akan berusaha agar beliau menyukaiku karena aku udah kepentok cinta putrinya,’ ujar Aldy lagi membuat Kayla tersipu malu.


“Gombal.”


Aldy menoleh ke wajah Kayla yang cantik merona. Ia pun tersenyum melihat wajah teduh yang ia sukai itu.


“Ish, beneran. Aku tuh udah dipasung sama kamu dan bener-bener ga bisa sama wanita lain.”


“Berarti pelet aku ampuh dong,” ledek Kayla.


Aldy pun ikt tertawa.


Mereka sudah berpacaran cukup lama. Sebenarnya rencana menikah sudah ada sejak dua tahun lalu. Namun, sayang cinta mereka tidak semulus jalan tol dan Aldy sadar bahwa ketidakmulusan jalan cintanya itu terjadi karena ulah dirinya sendiri di masa lalu. Ketika seseorang sudah memiliki citra buruk, maka untuk mengembalikan citra itu kembali sangat sulit. Walau Aldy sudah bertobat dan bersungguh-sungguh berubah tapi Gunawan masih saja tidak yakin. Untungnya, Kayla yakin dan itu sudah sangat cukup untuk Aldy memperjuangkan cintanya. Karena menurutnya, Kayla memang layak untuk diperjuangkan.


Aldy dan Kayla dengan sumringah masuk ke dalam mobil. Sebelum Aldy duduk di kursi kemud, ia lebih dulu membuka pintu penumpang untuk kekasihnya. Memang selalu seperti itu. Aldy selalu tahu menjadikan Kayla ratu dimanapun mereka berada, karena Kayla memang ratu dihatinya. Dan, hal itu yang membuat Kayla luluh dari seorang cassanova seperti Aldy. Bahkan menerima segala kekurangan pria itu.


“Yank, Ayesha hamil loh.” Kayla memberi tahu kabar gembira kemarin siang yang sempat menghebohkan.


Aldy mengangguk. “Ya, aku juga dikabarin Sean.”


“Pasti Oma seneng banget. Apalagi Om Kenan dan Tante Hanin,” ujar Kayla tersenyum.


“Tapi mereka belum tahu?” tanya Aldy.


“Kayla menggeleng. Sepertinya surprise pas acara makan malam besok malam pas malam minggu.”


“Aku diundang?” tanya Aldy.


“Tergantung. Kalau malam ini kamu lolos. Kamu pasti diundang makan malam keluarga.”


“Semoga lolos ya, Allah,” seru Aldy sembari mengusap wajahnya.


Kayla menoleh ke arah wajah lucu itu dan tertawa. Kemudian, ia kembali menatap jalan di depan sembari mengusap perutnya.


“Aku jadi pengen juga ngerasain hamil seperti Ayesha. Pasti bahagia.”


Sontak Aldy menoleh ke arah kekasihnya. “Mau? Ayo!”


Kayla langsunh memukul pelan pipi Aldy. “Huuu … nikah dulu lah.”


Aldy tertawa. “Kirain berubah pikiran dan mau aku de-pe in dulu.”


Kayla memonyongkan bibirnya.