My Sexy Wife

My Sexy Wife
Jahil



Seorang pria diam-diam datang dan mendekati meja. Ia menatap ke-5 orang yang ada di meja itu dengan tatapan tajam.


"Udah puas ghibah nya?" tanya Pria itu


Uhuk... Uhukk....


Evelyn yang minum langsung terdesak mendadak saat ada suara yang ia kenali.


"Kak Rey..."


"K kamu?"


"Ini kah kehidupan keseharian kalian? Selalu omongin hal-hal yang nggak penting?" tanya Reyhan


"Eh he hehehe... Kok Kak Rey ke sini nggak bilang-bilang?" tanya Evelyn basa-basi


"Iya nih, Kak Rey kangen ya sama kakak ipar?" sahut Devina mengalihkan perhatian


"Nggak usah mengalihkan perhatian, suka banget ya ngomong tentang aku? Kalian tu anggota Reyhaners ya?" tanya Reyhan datar


"Amit-amit," ucap Evelyn sambil mengelus dadanya


"Idie," ucap Sarah begidik ngeri


"Uhm, kok kakak bisa ke sini? Kok juga tau kalau kita di sini?" tanya Devina


"Adit yang kasih tau," jawab Reyhan


Sarah, Devina dan Evelyn langsung melirik tajam dan membunuh ke arah Adit. Adit yang di lirik langsung merasa sedikit takut.


"Oh jadi Kak Adit yang kasih tau," tanya Devina dengan tatapan membunuh


"Oh ada yang ember ternyata," tanya Sarah dengan tatapan tajam ke arah Adit


"Kayaknya aku laper mendadak nih," ujar Evelyn yang memegang pisau sambil melirik tajam ke arah Adit


"Dan bantuin gue, baru di lihat aja nyawa gue udah serasa melayang," ucap Adit yang begidik ngeri


"Aku nggak ikut-ikutan kak, aku nggak berani ganggu macan tidur," tolak Wildan halus


"Jangan bunuh gue, gua masih belum nikah. Gue nggak mau mati perjaka," pinta Adit


"Ya udah kita nikahin aja sama mbak-mbak yang jualan sayur," sela Devina


"Trus kita bunuh setelah nikah," sahut Evelyn


"Setelah di bunuh trus kita ghibahin," sahut Sarah


"Ide bagus, hahahaha...." sahut Devina dan Evelyn


"Rey selametin gue Rey!" pinta Adit


"Aku nggak ikut-ikutan, aku di zona putih jadi netral," tolak Reyhan


"Mama tolongg...."


"Udah kita pergi aja," ajak Reyhan sambil menarik Sarah


"Ke mana?" tanya Sarah


"Jalan," ajak Reyhan


"Hah?" bingung Sarah


"Wildan hati-hati, di sini nanti banyak pertumpahan darah," ledek Reyhan


"Tapi kan...." tolak Sarah


"Udah ayo ikut," ajak Reyhan


Reyhan menarik tangan Sarah untuk pergi, mereka pergi untuk berkeliling mall. Melihat pakaian, permainan, make up, sepatu dll.


"Wah ada es krim..." kaget Sarah


"Pengen?" tanya Reyhan


"Boleh?" tanya Sarah


"Sana beli," suruh Reyhan


"Silahkan... Mau rasa apa?"


"1 cookies and cream, 1 cokelat chips," pesan Sarah


"Tunggu bentar ya kak,"


"Oke,"


"Ini kak es krimnya,"


"Makasih, berapa kak?" tanya Sarah


"25.000 kak,"


"Ini kak makasih,"


Sarah datang ke arah Reyhan sambil membawa es krim di tangan kanan dan kirinya.


"Beli dua?" kaget Reyhan


"Kami suka rasa apa?" tanya Sarah


"Aku nggak suka es krim," jawab Reyhan dingin


"Udah deh, yang dingin es krimnya aja kamu nggak usah. Mau yang mana?" tanya Sarah


"Nggak suka," jawab Reyhan datar


"Ya udah kalo nggak suka, buat aku semua aja," jawab Sarah santai


"Udah sini satu," ujar Reyhan sambil mengambil es krim cookies and cream dari tangan Sarah


"Yee... Katanya nggak mau," ledek Sarah


"Kebanyakan makan es krim nggak baik," jawab Reyhan


"Heleh, tapi aku pengen coba yang rasa itu," ucap Sarah memelas


"Ya udah tuker," jawab Reyhan


"Tapi yang coklat chips itu rasa favoritku," ujar Sarah


"Satu aja, gak boleh dua!" tegas Reyhan


"Tapi pengen yang itu," pinta Sarah


"Nih cobain," ucap Reyhan


Reyhan mengulurkan es krimnya dan Sarah mencicipinya.


"Hmm... Enak banget," ucap Sarah "Kamu yang coklat aja, aku yang ini!"


"Gak bisa, kamu tetep yang coklat!" tegas Reyhan


"Tapi kan yang itu sisa aku, kamu yang ini aja masih utuh!" pinta Sarah


"Gak mau, aku suka yang ini!" jawab Reyhan


Susah banget sih ni orang di bilangin - Batin Sarah


Reyhan hendak mencicipi es krim rasa cookies and cream tadi, dan Sarah mulai usil. Saat Reyhan hendak memakannya, Sarah sedikit menyenggol tangan Reyhan hingga hidung mancung Reyhan terkena es krim.


"Hahahaha.... Kayak badut," tawa Sarah sambil sesekali memakan es krimnya


Cup...


Reyhan tiba-tiba mencium sekilas bibir Sarah, sedangkan Sarah lebih terkejut. Kalo ini bukan usil namanya, tapi cari kesempatan.


"Hmm.. Yang coklat juga enak rasanya, manis," jawab Reyhan


"A apaan sih, kalo minta bilang!" malu Sarah


Reyhan kok di jahili, aku jahilin balik nangis kamu - Batin Reyhan


"Di hapus dulu, itu hidungnya juga kena es krim," ledek Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏