My Sexy Wife

My Sexy Wife
15 Hari



"Joo masih belum sadar, biarkan saja dulu. Rasanya tidak pantas kalau kita memberikan kabar baik saat sedang ada kabar buruk," ucap Prima


"Tapi kenapa? Biarkan saja," ucap Devan


"Sudahlah jangan mas, nanti kita kasih tau waktu yang tepat." ucap Prima


"Hm baiklah, tapi ingat mulai sekarang jaga jarak dari Aurel. Aku takut ia akan melakukan sesuatu yang berbahaya setelah hari ini!" peringat Devan


"Iya mas, tenang saja." ucap Prima


Prima pergi menemui Dokter Mia. Ia bertanya bagaimana keadaan Joo.


"Jadi bagaimana Mia?" tanya Prima


"Gini Prim, untuk saat ini sudah stabil. Tapi belum sadar sama sekali, aku takut dia akan mengalami koma. Itu akan berdampak besar pada luka di kepalanya," jelas Dokter Mia


"Ya ampun, selalu jaga dia ya Mia. Beri aku kabar kalau ada apa-apa," ucap Prima


"Tentu Prim," ucap Mia


Triinggg... Triinngg... Triinngg...


"Sebentar sayang, aku ada telfon!" ucap Devan


"Iya mas, sana angkat!" ucap Prima


Devan: Halo Tio, bagaimana perkembangannya?


Tio: Tuan, saya sudah mendapatkan semuanya!


Devan: Baiklah, kirim via email ke emailku!


Tio: Baik tuan


Devan mendapat email dari Tio, belum dibuka Devan sudah menghampiri Prima.


"Sayang, bisa kita bicara? Ada hal penting!" ucap Devan


"Tentu mas, Mia aku pergi dulu ya!" ucap Prima


"Iya Prima..." jawab Mia


"Ada apa mas? Sepertinya serius sekali?" tanya Prima


"Di ruangan kamu ada laptop atau komputer?" tanya Devan


"Ada mas," ucap Prima


"Ayo ke sana!" ajak Devan


"Ngapain?" tanya Prima


"Nanti juga tau," ucap Devan


///***///


Di Ruangan Prima


"Mau ngapain sih?" tanya Prima


Devan tak menjawab Prima, ia log in di komputer Prima dengan emailnya. Devan menunjukkan sebuah video.


"Video apa?" tanya Prima


"Kecelakaan Joo," ucap Devan


Prima menutup mulutnya seketika mendengar perkataan Devan.


Click....


Devan memutar video itu. Terlihat Joo sedang menyetir santai dengan mobil sports nya. Saat di lampu merah, bagian Joo hijau. Joo menjalankan mobilnya, tiba-tiba ada sebuah truk besar melaju kencang menerobos lampu lalu lintas dan menabrak Joo dari sebelah kiri.


Seketika mobil Joo mental jauh dan terbalik 5 kali, lalu terseret sekitar 10 meter. Prima menangis melihat video kecelakaan Joo. Nampak Joo bersusah-payah keluar dari mobilnya, ia keluar tertatih-tatih sambil meminta tolong. Baru keluar beberapa langkah, mobilnya meledak dan Joo terpental jauh hingga benar-benar tak sadarkan diri.


"Astaga Joo... Hiks.." tangis Prima


"Dia benar-benar kuat hingga masih bisa keluar dari mobil. Ia sungguh beruntung masih bisa keluar," ucap Devan


Prima menangis kencang melihat video kecelakaan Joo.


///***///


15 Hari Kemudian


Sejak kecelakaan sampai sekarang Joo masih belum sadar, ia mengalami koma. Sedangkan Zalfa setiap hari menunggu Joo setiap saat sampai lupa tidur, makan, mandi bahkan mengurus dirinya. Zalfa sampai terlihat benar-benar kacau karena menunggu Joo. Sampai Devan menyediakan kasur di kamar Joo agar Zalfa bisa tidur di sana.


"Zalfa... Kamu pulang, mandi, makan dan dandan yang cantik. Aku yang akan menunggu Joo. Setelah kamu mandi dan makan kamu boleh kesini lagi. Dandan yang cantik, jangan biarkan Joo melihat tampang mengerikan mu ini saat sadar!" gurau Prima


"Tapi kak.." ucap Zalfa


"Udah sana pulang, setelah itu baru balik lagi ke sini!" ucap Prima


"Ya udah kak, aku pulang dulu!" ucap Zalfa


Zalfa menurut dan pulang. Ia makan banyak, mandi hampir 1 jam dan merebahkan badannya sejenak. Memang Zalfa sampai lupa rasanya bagimana tidur nyenyak. Setelah itu ia kembali lagi ke rumah sakit.


///***///


Zalfa melihat tidak ada Prima, ia hanya melihat sebuah kotak kecil di atas meja dan sebuah catatan.


Zalfa.. Maaf kakak baru kasih ini. Setelah Joo kecelakaan, aku nemuin ini di saku celananya. Aku harap kamu menyukainya, aku pergi dulu karena ada urusan.


•Prima


Zalfa penasaran, ia mengambil kotak itu dan membukanya. Zalfa langsung menutup mulutnya dan menangis.


"Astaga sayang.. Bahkan kau menyiapkan ini?" kaget Zalfa


Terdapat 2 buah cincin di dalam kotak. Yang besar ada tulisan Zalfa, dan yang kecil ada tulisan Jhony. Memang rencananya Joo akan memberikan sebuah cincin pada Zalfa sebagai tanda keseriusannya, namun kecelakaan itu menghalanginya.


"Sayang.. Aku mohon kamu bangun, hiks..." tangis Zalfa


"Kamu bangun! Gimana kita mau nikah kalo kamu begini keadaannya? Aku janji, setelah kamu sadar kita akan secepatnya menikah!" tambah Zalfa


Zalfa masih menangis sambil memegangi tangan Joo. Perlahan Joo menggerakkan jarinya, lalu dengan pelan ia membuka matanya.


"Air..." ucap Joo pelan


Zalfa yang mendengar itu langsing berdiri semangat dan memberikan air minum pada Joo. Zalfa menekan tombol darurat agar dokter datang. Tak lama Dokter Mia datang untuk memeriksanya.


"Syukurlah ia segera sadar, kini tak perlu cemas lagi. Ia pasti akan segera membaik karena sudah sadar. Tolong jangan diganggu dulu ya, biarkan dia istirahat dulu." ucap Dokter Mia


"Iya dok terima kasih," ucap Zalfa


Zalfa keluar dan mengabari kedua orang tua Joo yang sedang bekerja. Sebagai wakil rakyat dan menteri, tidak mungkin kan akan meninggalkan pekerjaannya seenaknya sendiri. Dokter Mia menghubungi Prima, Prima datang dan ikut menjaga Joo.


Beberapa jam kemudian Zalfa melihat Joo benar-benar sadar dan mulai bisa diajak bicara.


"Sayang.. Gimana perasaan kamu? Ada yang sakit?" tanya Zalfa


"Kamu... Kamu siapa?" tanya Joo


Perkataan Joo bagai petir di siang hari untuk Zalfa.


"Aku Zalfa, tunangan kamu!" ucap Zalfa


"Apa? Aku punya tunangan?" tanya Joo


Zalfa yang terkejut langsung membangunkan Prima yang tengah tertidur di sofa.


"Kak.. Kak bangun kak..." ucap Zalfa


"Eh.. Ada apa Fa?" tanya Prima yang baru bangun


"Joo kak.. Joo..." ucap Zalfa


"Joo kenapa?" kaget Prima


"Dia nggak inget apa-apa!" ucap Zalfa


"Apa!" kaget Prima


Prima langsung mengecek detak jantung Joo, semua normal, pendengaran Joo normal, pandangan Joo, juga normal. Kemudian Prima bertanya.


"Hei.. Apa kau mengingat sesuatu?" tanya Prima


"Kau siapa?" tanya Joo


"Aku Prima, doktermu! Jika kau ingat sesuatu, apapun itu katakan! Katakan semua hal yang kau ingat!" ucap Prima


"Oh.. Aku... Siapa namaku?" tanya Joo


"Kau tidak ingat? Jangan dipaksakan!" ucap Prima


"Oh iya, namaku Joo lalu.. Siapa aku? Kenapa aku disini?" bingung Joo


"Kau ingat yang lain?" tanya Prima


"Tidak, aku hanya ingat namaku!" ucap Joo


Zalfa menangis mendengar perkataan Joo, ia tak menyangka Joo akan lupa tentang semuanya. Zalfa langsung berpikiran kemana-mana, apa Joo tetap mencintainya, apa ia bisa menikahi Joo, bahkan apa rasa Joo pada Zalfa masih ada.


"Kak bagaimana ini hiks.." tangis Zalfa


"Sebentar, kau tunggu di sini!" ucap Prima


Prima keluar dan meminta laporan kesehatan Joo. Ia membaca semuanya secara seksama lalu kembali ke kamar Joo.


"Hiks.. Gimana kak? Hiks.." tanya Zalfa


"Zalfa, tak perlu panik! Ia hanya mengalami gangguan ingatan karena gegar otak di kepalanya. Setelah membaik, ia akan kembali mengingat semuanya! Jadi dia hanya perlu waktu," ucap Prima


"Benarkah?" tanya Zalfa


"Tentu," ucap Prima


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan?" tanya Zalfa


_____________________________________________


Cek karya lain saya : Penjara Cinta Tuan Muda