My Sexy Wife

My Sexy Wife
Game



"Nyawa di balas dengan nyawa? Apa maksudnya?" gumam Reyhan


Reyhan menyandarkan bahunya ke kursi, ia memejamkan mata dan berpikir sejenak.


Siapa? Siapa yang sebenarnya menjebak ku, meneror ku bahkan berusaha mencelakai keluarga ku - Batin Reyhan


"Ah sudahlah! Aku pikir nanti saja, untuk saat ini harus fokus bekerja!" ucap Reyhan menyemangati diri sendiri


Reyhan menyimpan kotak pengejut dan kotak musik yang ia temukan di kantornya. Sedangkan pesan-pesan yang ia terima, ia simpan dengan benar-benar aman.


///***///


Jam Makan Siang


Reyhan keluar untuk persiapan meeting dengan klien, di dalam mobil ia mengirim pesan pada Wildan. Reyhan bertanya tentang keadaan Sarah.


Reyhan


Dan... Keadaan Sarah gimana?


Wildan


Udah lebih baik kak


Reyhan


Maaf aku belum bisa ke sana


Wildan


Tidak apa kak


Reyhan


Aku minta tolong benar-benar awasi Sarah. Aku juga akan mengirim beberapa orang untuk menjaga kalian!


Wildan


Iya kak. Tapi kenapa? Apa ada masalah?


Reyhan


Tidak ada. Hanya saja aku takut kalau ada paparazi yang mengganggu kalian


Wildan


Oh begitu, ok kak!


Reyhan


Tunggu saja, mereka akan sampai!


Wildan


Siap kak!


Reyhan


Eh Dan...


Wildan


Apa lagi kak?


Reyhan


Mommy ku ke situ nggak? Atau sekedar nengok bentaran?


Wildan


Iya kak, bahkan hampir setiap beberapa jam sekali saat dia tidak ada jadwal operasi, mommy Prima akan selalu menengok Kak Sarah


Reyhan


Oh syukurlah!


Reyhan bernafas lega saat mengetahui kalau Prima memperhatikan Sarah. Reyhan sedikit senang, setidaknya kan Prima masih mau menuruti kata-kata Reyhan. Walaupun Prima menurutinya karena perasaan bersalah pada Sarah.


///***///


Sore Hari


Reyhan bersandar di kursinya, kepalanya sedikit mendongak dan memejamkan mata. Membuat seluruh tubuhnya rileks sejenak.


"Akhirnya hari ini selesai juga!" gumam Reyhan


Reyhan melihat ke arah jam di tangannya. Tak terasa sudah pukul 17.30 sore. Ia terkejut, padahal hanya membaca beberapa berkas lalu tanda tangan, ternyata waktu berlalu cepat.


Reyhan mengechat Wildan kembali untuk bertanya keadaan di rumah sakit.


Reyhan


Dan...


Wildan


Ya kak?


Reyhan


Yang di rumah sakit siapa aja?


Wildan


Aku, Kak Sarah, Devina, Kak Adit, sama Evelyn


Reyhan


Oh ya udah


Reyhan turun untuk mencari sopirnya, Devan tadi sudah pulang lebih dulu. Jadi Reyhan pergi ke sebuah restoran, memesan makanan untuk dirinya dan yang lain.


Reyhan juga tak lengah, ia pergi membeli masker dan memakainya. Karena paparazi yang kemarin itu memotret Reyhan yang hanya keluar dari rumah sakit, dan tidak menunjukkan di rumah sakit mana. Jadi kesannya Reyhan sakit.


"Pak ayo jalan!"


"Baik Tuan Muda,"


Mobil melaju menuju rumah sakit, Reyhan turun dan membawa makannya ke atas. Sesampainya di depan ruangan Sarah, sudah ada beberapa orang yang menjaga.


"Selamat sore Tuan Muda,"


"Sore..." jawab Reyhan


"Ehem...." Reyhan berdehem


"Itu dok pasiennya," jawab Adit asal tanpa melihat siapa yang datang karena ia masih fokus dengan game nya


"Ayo kill.. Kill... Kil..."


"Halah nyampah!"


"Nge buff dulu woy!"


"Jungling,"


"War woy!"


"Awas ada Alucard,"


"Eh Miya nya pedes anj*r,"


"Hah... Gue nge-slain!"


"Nyampah lo anj*ng!"


"Bodo!"


Reyhan kesal sendiri melihat mereka berempat yang asik bermain game online dan tidak memperhatikan Sarah. Bahkan mungkin jika Sarah di ambil orang pun mereka tidak sadar.


Padahal di bayangan Reyhan tadi, mereka akan senang saat melihat Reyhan datang dengan membawa banyak makanan enak di tangan.


Mungkin seharusnya aku memesan kamar yang paling biasa saja agar mereka tidak bisa nge-game! - Batin Reyhan kesal


"Ehem...." Reyhan kembali berdehem


"Itu loh dok! Masa kurang jelas sih pasiennya?" kesal Adit tanpa melihat siapa yang datang


"Ehem..!!!” Reyhan kembali berdehem


"Dok! Anda itu buta ya? Pasiennya di...." kesal Adit yang kemudian mendongak melihat siapa yang datang, "Eh Reyhan.." ucap Adit sambil cengar-cengir


"Dokternya mana?" tanya Reyhan


"Anu... Itu...." gugup Adit


Adit tampak menyenggol Devina agar membantunya. Masalahnya Devina, Evelyn dan Wildan itu kenal game online ya gara-gara Adit. Anggep aja virus lah si Adit itu.


"Sejak kapan kalian suka game online?" tanya Reyhan datar


"Sejak di kasih tau Kak Adit!" jawab Wildan, Devina dan Evelyn bersamaan


Reyhan menatap sinis ke arah Adit, Adit bingung gelagapan. Dia mematikan game nya dan sok-sokan selfie.


"Lah, kok AFK sih kak?" tanya Wildan


"Iya nih, padahal dikit lagi menang!" kesal Devina


"Biarin, biar credit score nya turun!" ketus Evelyn


Kenapa manusia-manusia ini tak bersahabat? Ketika temannya hendak di lahap macan, mereka malah melemparkan aku ke macam itu! - Batin Adit


"Simpen hp nya sekarang atau aku buang semua hp nya!" tegas Reyhan


"Dikit lagi kak,"


"Iya nanggung nih,"


"Udah mau menang nih,"


"1...."


"2...."


"Oke-oke udah nih!" ucap Devina sambil meletakkan hpnya


"Nah udah, udah menang!" sela Wildan sambil meletakkan hpnya


"Mantap kalo gini!" ucap Evelyn berbangga diri


"Di rumah sakit bukannya jaga pasien malah nge-game sendiri!" kesal Reyhan


"Abis, kamarnya bagus. Ada AC, sinyal bagus, tempat duduk enak, temen main ada bahkan makanan dan camilan pun full di kulkas. Kurang apa coba?" tanya Evelyn


"Iya, kan jadi berhawa nafsu nge-game gitu," sela Devina


"Anj*r bawa-bawa nafsu," sela Evelyn


"Aku nggak ikut-ikutan, aku cuma di paksa!" hindar Adit


"Perlu aku pindah ke kamar yang lebih biasa?" tanya Reyhan


"Ngg... Jangan dong... Kak Rey kan baik, ganteng, kaya, populer, banyak fans, dicintai Kak Sarah, di cintai kita juga..." bujuk rayu Devina


"Basi!" jawab Reyhan


"Hehe... Jangan pindahin ya," pinta Devina dengan puppy eyes


"Haih! Jangan keseringan nge-game! Nggak baik," peringat Reyhan


"SIAP BOS!"


"Udah, makan nih! Makanannya ambil sendiri-sendiri,” ujar Reyhan sambil memberikan sekantong plastik besar yang berisi makanan dan minuman


"Nah gini dong!" ucap Adit semangat saat melihat makanan


"Kenapa rasanya di sini malah seperti piknik ya?" gumam Reyhan


"Ayo makan kak!" ajak Devina


"Kalian makan dulu aja," ucap Reyhan


"Key lah," jawab Evelyn


"Sarah tadi baru tidur?" tanya Reyhan


"Nggak sih, udah dari tadi," jawab Wildan


Seseorang datang untuk mengantarkan jatah makan Sarah. Bahkan Reyhan pun juga menyuruh seseorang yang bertugas untuk mengecek makanan Sarah.


"Bagaimana makanannya?" tanya Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏