
"Emang kenapa kak? Mereka kan tamu," ucap Wildan
"Masuk ke kamar sekarang!" ucap Sarah
"Kenapa kak?" tanya Wildan
"Jangan buat kakak mengulang perkataan kembali," tegas Sarah
"Tapi kak..." bingung Wildan
"Masuk sekarang!" bentak Sarah
Wildan langsung masuk ke kamarnya, sedangkan Adit dan Reyhan terdiam melihat Sarah yang menjadi galak seketika.
"Kalian mau apa ke sini?" tanya Sarah tanpa memandang wajah Reyhan
"Aku mau minta maaf," ujar Reyhan
"Tidak di maafkan, silahkan keluar!" sahut Sarah
"Dengarkan dulu penjelasan ku!" kesal Reyhan
"Tidak perlu sekarang pergi!" bentak Sarah
"Tapi..." bingung Adit
"Pergi!" bentak Sarah
Adit dan Reyhan memilih pergi terlebih dahulu agar pertengkaran tidak berlanjut. Sementara Sarah masuk ke kamar lalu mengunci pintunya, bersandar di pintu. Sarah menangis sampai terduduk, luka yang berusaha ia tutupi selama ini terbuka kembali.
Kenapa datang hanya untuk memberi luka? - Batin Sarah
.
.
.
Di sisi lain...
"Kenapa dia begitu tidak ramah padaku?" tanya Reyhan
"Apa kau tidak bisa sedikit basa-basi. Kenapa langsung saja, dia pasti tersinggung!" kesal Adit
"Ya mana ku tau, tujuanku kan baik minta maaf," ucap Reyhan
"Kalau caramu seperti itu, kau lebih mirip ibu-ibu di sinetron yang mengancam agar seorang wanita tidak mendekati putramu!" kesal Adit
"Aku bukan ibu-ibu!" kesal Reyhan
"Baiklah, kau kakek-kakek," ledek Adit
"Bosan hidup?" tanya Reyhan
"Uhm... Nikmati saja perjalanannya bos," ucap Adit
///***///
Malam Hari
Tok... Tok... Tok.....
Wildan mengetuk pintu kamar Sarah dan berharap Sarah meresponnya.
"Kak... Apa kakak baik-baik saja?" tanya Wildan
"......."
"Kak, apa kakak ingin berbicara denganku?" tanya Wildan
"........"
"Baiklah jika kakak tidak ingin di ganggu," ucap Wildan
Ceklek....
Sarah membuka pintunya, ia menatap Wildan dengan mata merah yang sedikit bengkak dan keadaan yang sedikit kacau.
"Kak... Kau kenapa?" tanya Wildan yang terkejut
"Tidak apa-apa," jawab Sarah
Sarah memeluk Wildan dengan erat karena hatinya sedang kacau dan pikirannya berkecamuk.
"Apa kau baik-baik saja kak?" tanya Sarah
"Biarkan seperti ini dulu," ucap Sarah
"Baiklah, jika ada masalah beri tau aku. Jangan dipendam," ucap Wildan sambil membalas pelukan Sarah
"Hmmm....." jawab Sarah
Setelah cukup berpelukan, Sarah melepas pelukannya.
"Ada apa?" tanya Wildan
"Entahlah, kakak bingung menjelaskannya," ucap Sarah
"Tidak apa jika kakak tidak bisa cerita. Tapi ingat, suatu saat harus cerita!" ucap Wildan
"Hmmm... Terima kasih karena kau selalu pengertian," ucap Sarah
"Iya, sekarang kakak istirahat. Besok kan kakak kerja di tempat yang baru, jangan sampai buat kesan yang buruk di tempat kerja baru," ucap Wildan
"Siap boss!" ucap Sarah
///***///
Di Rumah Devan
"Kak dari mana?" tanya Devina
"Kerja lah, emang kamu tiap hari main terus," ucap Reyhan
"Aku main kan ad faedahnya," ucap Devina
"Apa faedahnya?" tanya Adit
"Seneng," jawab Devina
"Mau seneng-seneng sama Kak Adit nggak?" tanya Adit
"Nggak usah caper!" peringat Reyhan
"Ni Kak Adit ngapain di sini? Nggak pulang?" tanya Devina
"Mau nginep sama kamu," ucap Adit
Reyhan langsung melototi Adit di tempat sampai suasana menjadi dingin mendadak.
"Udah-udah, kak liat! Gimana?" tanya Devina
"Apaan sih Dev? Kakak capek," kesal Reyhan
Devina menunjukkan sebuah foto pada Reyhan, itu foto Wildan.
"Gimana ganteng gak?" tanya Devina
"Biasa aja, gantengan kakak," ketus Reyhan
"Ih kakak gak seru," sungut Devina
"Jangan pacar-pacaran! Kamu masih kecil," ucap Reyhan
"Ih kakak, aku nggak pacaran!" kesal Devina
"Iya Dev, jaga perasaan kak Adit!" pinta Adit
"Ini apaan sih ngikut mulu," kesal Reyhan
"Sakit hatiku dik, kau tunjukkan foto pria lain di hadapanku," ucap Adit dengan gaya aktor alay
"Idie jijay," balas Devina dengan gaya alaynya
"Lalu siapa?" tanya Reyhan
"Hanya temanku, ganteng kan? Aku hanya memberi tau kakak. Jadi kalo aku main sama dia kakak jangan larang-larang aku ok!" ucap Devina
"Lihat fotonya!" ucap Reyhan
Devina kembali menunjukkan foto Wildan dan Reyhan kembali teringat wajah Wildan saat bertemu tadi sore.
"Kirimkan foto dan kontaknya padaku!" ucap Reyhan
"Gak usah banyak tanya, sana masuk kamar trus tidur!" ucap Reyhan
"Dasar balok es," kesal Devina
"Aku ikut," ucap Adit
"Mau kemana? Ikut gue!" ucap Reyhan sambil menarik kerah belakang baju Adit
"Yah... Lepas woi, Dev.. Tunggu kakak halalin ya Dev," ucap Adit
"Amit-amit," ucap Devina sambil mengelus dadanya
Reyhan membawa Adit ke dalam kamarnya. Lalu ia menunjukkan foto Wildan.
"Loh ini kan..." ucap Adit
"Ingat kan? Kita bisa minta bantuan dia buat deketin Sarah," ucap Reyhan
"Gak gentle banget jadi cowok, kalo mau baikan itu berusaha dong!" ucap Adit
"Kalo gitu kamu aja yang ngajak dia baikan," ucap Reyhan
"Tidak, terima kasih anda bosnya," ucap Adit
"Ck, dasar!" Reyhan berdecak
Reyhan langsung menombol nomor Wildan dan mengirimkan pesan padanya.
Reyhan
Hai...
Wildan
Siapa?
Reyhan
Ini aku Reyhan, yang tadi sore ke rumahmu
Wildan
Oh ada apa kak?
Reyhan
Bisa minta bantuan?
Wildan
Kenapa kak?
Reyhan
Aku ada sedikit masam dengan kakakmu. Bantu aku minta maaf kepadanya
Wildan
Apa kesalahannya fatal? Kakakku tipe orang yang sulit memaafkan orang
Reyhan
Entahlah, bantu aku ku mohon
Wildan
Kau siapanya kakak?
"Dit, seperti ini harus ku jawab apa?" tanya Reyhan sambil menunjukkan chat nya dengan Wildan
"Hmm... Sini biar ku balas," pinta Adit
"Kau tidak akan balas yang aneh-aneh kan?" tanya Reyhan
"Tidak, serahkan saja padaku!" ucap Adit dengan percaya diri
Setelah itu, Adit yang mulai membalas pesan dari Wildan.
Wildan
Apa kau mantan kekasih kakak?
Reyhan
Hmm.... Bisa dikatakan begitu
Wildan
Lalu kakak kenapa? Menyelingkuhi Kak Sarah? Memutuskan Kak Sarah? Atau yang lain?
Reyhan
Yah kami salah paham dan aku membentak kakakmu
Wildan
Yah, Kak Sarah itu tidak toleran dengan pria kasar
Reyhan
Lalu apa yang harus ku lakukan?
Wildan
Dekati dengan tekun dan baik, mungkin Kak Sarah akan memaafkan mu
Reyhan
Baiklah terima kasih sarannya
Wildan
Sama-sama
Reyhan
Jam berapa biasanya kakakmu dirumah?
Wildan
Dari pagi kakakku selalu bekerja, dia pulang mungkin sore hari
Reyhan
Ok terima kasih
"Nih beres," ucap Adit sambil menyerahkan ponsel Reyhan
"Bagus juga kerjaan lo," ucap Reyhan yang mengambil lagi ponselnya
Reyhan melihat chatnya dengan Wildan dari atas, mulutnya menganga seketika.
"Heh gila ya lo?" kesal Reyhan
"Apa sih, jangan puji diriku," ucap Adit percaya diri
"Lo gila ya bales kayak gini!" kesal Reyhan
"Udah jangan marah-marah, besok temui Sarah dengan baik," ucap Adit
"Caranya?" tanya Reyhan
"Hehe..." tawa Adit
///***///
Besoknya
Sore Hari
Reyhan berdiri di bawah pohon didepan rumah Sarah sambil memegang buket bunga dan coklat.
"Yakin gini caranya?" tanya Reyhan yang tampak ragu
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Baca karya lain saya: Penjara Cinta Tuan Muda
She as Devina