
"Aku... Aku tidak tau! Aku masih bingung dengan ini semua!" ujar Reyhan
"Apa jangan-jangan ini ada kaitannya dengan Laras?" tanya Adit
"Laras?" tanya Devan
"Tentu saja, dia juga memiliki dendam pada kita," jawab Adit
"Ada benarnya juga," gumam Devan
Ting...
Sebuah pesan masuk ke ponsel Reyhan, Reyhan pun segera melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya.
Julia
@Julia send you a pict
Booo..... Dia... Atau Dia....
Reyhan terkejut setengah mati saat melihat Sarah dan Devina yang terikat di kursi dengan keadaan lemas, beberapa luka di badan dan sedang pingsan.
Reyhan mencoba menelfon nomor itu, namun tetap saja tak di angkat. Reyhan benar-benar marah saat ini.
Julia
Ckckck... Sepertinya tidak sabaran sekali
Reyhan
Cepat katakan di mana mereka!
Jangan bermain-main denganku!
Julia
Oww.... Terburu-buru? Besok kita akan bertemu!
Reyhan
Katakan di mana mereka sekarang!
Reyhan tak mendapatkan balasan pesan, karena marah ia membanting ponselnya ke lantai sampai layarnya retak.
"Aargghhh.... Sialan!" murka Reyhan
Pruuakkk...
Hp Reyhan pun terbentur ke lantai, Devan dan Adit masih bingung kenapa Reyhan bisa semarah ini.
"Ada apa Rey?" tanya Devan
"Apa ada informasi tentang mereka?" tanya Adit
Reyhan duduk di sofa, ia terdiam menunduk dengan tangan yang memegangi kepalanya. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Rey jawab ada apa!" kesal Adit
Reyhan tak menjawab, ia hanya menunjuk ke arah ponselnya yang sudah tergeletak di lantai. Adit pun segera mengambil ponselnya dan melihat ada apa di ponsel Reyhan.
"APA!!!"
Adit juga terkejut saat melihat foto siapa yang ada di ponsel Reyhan. Adit pun menyerahkan ponselnya pada Devan, Devan yang terkejut langsung menghubungi Tio.
"Tio... Naiklah ke atas!"
"Baik tuan..."
Hanya beberapa menit setelah Devan menelfon, Tio pun datang menghampiri mereka yang ada di ruang keluarga.
"Ada apa Tuan?" tanya Tio
"Cepat cari dan lacak di mana lokasi si pengirim pesan ini! SEKARANG!!!" bentak Devan
"Baik Tuan," jawab Tio
Devan menelfon seseorang yang dia kenal untuk membantunya. Kali ini ia tak akan melepaskan siapapun yang berani menyentuh kulit Keluarga Kalandra.
"Halo Tuan..."
"Apa kau masih bekerja sebagai polisi?"
"Iya masih tuan, ada apa?"
"Cari keberadaan anak perempuan ku! Tak perduli apapun yang terjadi, dia harus di temukan. Datang lah ke rumahku untuk info lebih jelasnya!"
"Apakah menghilang sudah lebih dari 24 jam tuan?"
"Haruskah aku menuruti kata-kata mu? Cepat datang ke sini jika masih ingin bekerja di kantormu!"
"Ba baik tuan, saya akan ke sana sekarang!"
"Aku menunggumu!"
Setelah menunggu, ada sekitar 3 orang petugas polisi yang datang. Pastinya suruhan Devan tadi, jam menunjukkan pukul 20.00. Hal itu tetap saja tak bisa membuatnya lelah ataupun mengantuk, saat ini Devan masih belum bisa mengatakan sesuatu pada Prima.
"Eh ada tamu? Polisi? Kenapa mereka di sini?" gumam Prima yang melihat mereka dari kejauhan
Prima pergi ke dapur dan menyiapkan beberapa minuman dan makanan ringan, lalu mengantarkannya ke meja tamu.
"Silahkan di minum..." ujar Prima
"Terima kasih Nyonya,"
Prima menangkap sedikit kekhawatiran di wajah tampan Devan dan Reyhan, ia bingung dengan anak dan suaminya ini. Tak biasanya mereka begini, bahkan saat perusahaan sedang down pun mereka tidak akan seserius ini.
Devina di mana sih? Ini sudah malam tapi kok belum pulang! Itu anak kol hoby nya main terus, nggak seperti biasanya deh! - Batin Prima
Prima ikut duduk dan sedikit mendekat ke sebelah Devan. Devan pun tau pasti maksud istrinya, ia pasti penasaran dan ingin bertanya sesuatu.
"Ini pada ngapain sih?" bisik Prima
"Urusan pekerjaan," jawab Devan
"Dev di mana? Ini sudah malam kok belum pulang? Coba kamu telfon mas," bisik Prima
"Mmm.... Dev... Dev di culik," jawab Devan
Lebih baik memberitahukan semua sekarang daripada nanti ini malah menjadi masalah! - Batin Devan
"APA!!! Bagaimana bisa?" kaget Prima
Prima yang terkejut pun spontan berdiri dan menghadap Devan, ia menatap Devan seolah menyuruh Devan untuk bilang kalau semua hanya bercanda.
"Kau jangan bercanda mas! Nggak lucu!" tegas Prima
"Aku tidak bercanda, aku serius!" jawab Devan
Bruukk....
Prima pun jatuh pingsan mendengar kabar ini, Devan dengan sigap menangkap badan Prima.
"Kalian selesaikan dulu! Aku akan mengurus istriku terlebih dahulu!" ujar Devan
"Baik dad," jawab Reyhan
///***///
Di Kamar Devan
Prima masih terbaring tidak sadar di atas kasur. Devan pun masih setia menunggunya dan sesekali juga mengoleskan minyak agar Prima segera sadar.
Mereka tak terasa pun tertidur karena Devan terlalu lama menunggu sadarnya Prima. Sementara Reyhan dan Adit pun tak terasa juga tertidur di ruang tamu saat menyelidiki semuanya.
///***///
Pagi Hari
Reyhan sedikit membuka matanya saat merasa lebih dingin karena memang ia dan Adit tertidur di lantai.
"Ugh... Badanku sakit semua," gumam Reyhan
Ia melihat Adit yang ada di sampingnya, Reyhan pun mencoba membangunkan Adit. Jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi.
"Hmmm.... Dit... Bangun Dit!" ucap Reyhan sambil membangunkan Adit
"Dev!" Adit mengigau
"Adit bangun!" kesal Reyhan
"Hmm.... Ada apa? Apa Devina sudah ketemu?" tanya Adit
Reyhan hanya menggeleng, tampak sedikit tersirat ekspresi lelah, putus asa dan khawatir di wajah tampan Reyhan dan Adit.
"Tuan Muda... Apa Tuan ingin sarapan sekarang?"
"Iya siapkan sekarang saja! Kami akan sarapan lebih awal!" jawab Reyhan
"Baik Tuan Muda,"
Seorang ART pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan, semalam pun tak ada yang berani mengganggu mereka karena karakter keras kepala Reyhan yang membuat mereka tidur di lantai.
"Ayo sarapan!" ajak Reyhan
"Aku tidak nafsu makan," jawab Adit lemas
"Ayolah, kita hari ini butuh sarapan bukan harapan!" tegas Reyhan
"Aku tidak mau, kau saja yang sarapan!" ujar Adit
Apa bocah ini benar-benar mencintai Dev kah? - Batin Reyhan
"Hei... Kita butuh tenaga untuk menemukan Sarah dan Dev hari ini! Jangan buat dirimu sakit dan membuat mereka semakin lama menunggumu!" tegas Reyhan
"Hmm.... Baiklah," jawab Adit lemas tak bersemangat
Mereka pun sarapan berdua di jam yang masih sangat pagi ini. Reyhan hanya makan sedikit dan Adit hanya mengaduk-aduk makanannya sambil sesekali bengong.
"Dit makanlah! Segera makan dan kita akan cari mereka berdua hari ini!" ujar Reyhan
"Aku tak nafsu sama sekali Rey!" jawab Adit
"Paksa Dit! Ayolah, jangan seperti ini!" ujar Reyhan
"Hmm...."
"Tuan Muda..." sapa Tio yang baru saja datang dan menghampiri Reyhan
"Ada apa?" tanya Reyhan
"Ada informasi terbaru mengenai Nona Devina dan Nona Sarah," jawab Tio
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏