My Sexy Wife

My Sexy Wife
Siap?



"Kuat-kuatne atiku... Nompo pacobaning Gusti... (Kuat-kuatkan hatiku... Menerima cobaan Tuhan)," Prima bersenandung


Prima hanya menelan air liur melihat semua orang yang sedang sarapan dengan indahnya tanpa merasa berdosa karena mengiming-imingi Prima.


"Manusia laknat semua kalian! Tidak lihat apa kalau aku sedang puasa!" gumam Prima kesal


"Kalau tidak kuat batalkan saja sayang, kasihan Yakiniku nya," ujar Devan


"Kau pikir ini puasa Ramadhan bisa di batalkan!" kesal Prima


"Ya sudah kalau begitu aku makan dulu," ucap Devan


Ingin ku cincang kalian karena tidak memperhatikan aku! - Batin Prima kesal


"Mas... Kamu kemarin di mana sih? Aku hampir mati malah nggak datang-datang! Mau berakting seperti pahlawan yang menyelamatkan putri ya!" kesal Prima


"Ya mana ku tau, awalnya Katlyn memberikan kami alamat ke sebuah tempat yang agak jauh. Saat aku dan anak buahku sampai di sana, aku baru tau saat Adit mengabariku kalau berpindah tempat," jelas Devan


"Bukankah hp mu ketinggalan di rumah?" tanya Prima


"Oh... Adit menghubungi Tio karena katanya aku sulit di hubungi," jawab Devan


"Lalu Adit kemarin lama sekali? Aku hampir saja meregang nyawa di tebing itu," sela Sarah


"Aku tak muncul bukan berarti cuma jadi penonton ya! Aku memastikan semua aman, menghubungi Wildan, menghubungi Om Devan, menghubungi polisi dan juga melihat situasi yang memungkinkan untuk aku bergerak," jelas Adit


"Baik deh..." ucap Devina gemas sambil mencubit pipi Adit


Semua orang hanya terdiam melihat tingkah Devina. Entah kenapa sejak kemarin Devina menjadi semakin manja, takut dan tidak mau sendirian.


"Kenapa?" tanya Devina


"Nggak..." jawab Reyhan


"Setelah sarapan aku mau berbicara pribadi dengan Reyhan, Sarah dan kamu mas," tegas Prima


"Ok,"


"Kenapa mom?"


"Baik mom,"


"Tanya saja! Nanti juga tau! Jangan tanya-tanya! Aku sedang puasa harus menghemat energi, sejak kemarin hanya dapat asupan cairan infus bukan makanan enak!" kesal Prima


"Adakah sikap orang sakit yang seperti ini?" tanya Devan heran


"Apa? Aku puasa ini!" kesal Prima


"Iya-in!" jawab Devan


.


.


.


.


Setelah selesai sarapan, semua keluar kecuali Devan, Reyhan dan Sarah. Prima menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ada apa mom?" tanya Reyhan


"Sarah... Apa kamu siap menikahi Reyhan?" tanya Prima


Iya... Iya mom! Aku siap! Bahkan besok menikah pun aku siap! Ehem... Jaga image Sarah... - Batin Sarah


"Ehem... Kenapa tanya seperti itu mom?" tanya Sarah


"Aku hanya bertanya. Apa kau benar-benar mencintai Reyhan?" tanya Prima dengan tatapan tajam


Mommy... Tatapan itu membunuhku! Kau benar-benar bukan wanita biasa! - Batin Sarah


"Aku mencintainya mom..." jawab Sarah


"Jika aku mengijinkan kalian menikah tahun ini, apakah kalian siap?" tanya Prima


"HAH?"


"APA?"


"Jangan terkejut seperti melihat setan saja! Sarah... Aku tau apa yang terjadi pada kalian berdua dari awal. Aku bukannya mau menutupi kesalahan Reyhan, hanya saja jika kalian benar-benar mencintai... Aku akan mengijinkan kalian untuk menikah," jelas Prima


Degg...


Perkataan Prima menusuk sekaligus menenangkan hati Sarah. Sarah bingung dengan apa yang dirasakan hatinya saat ini.


Apa ini? Bagaimana ini? Harus ku jawab apa? - Batin Sarah


"Aku tidak memaksa, tapi akan lebih baik jika kalian menikah semakin cepat. Untuk perayaannya kita bisa menunggu kelulusan kalian," ujar Prima


Sarah dan Reyhan saling melempar pandang, mereka bingung harus menjawab apa. Tiba-tiba otaknya blank tidak tau harus apa.


"Kalau tidak mau ya tidak papa, kita tunggu selesai kuliah," sela Prima


"Eh mommy mommy...." cegah Reyhan


"Jadi gimana?" tanya Prima


"Reyhan siap-siap aja kok mom, kalo Sarah... Nggak tau," jawab Reyhan


"Gimana Sar?" tanya Prima


"Sarah..."


Gimana nih? Gimana jawabnya oi... Ah nge-blank gue! - Batin Sarah


"Sarah siap!" jawab Sarah


"Udah siap semua nih?" tanya Devan


"Iya dad," jawab Reyhan


"Ya sudah, setelah mommy kalian sembuh... Nanti kita siapkan semua untuk pernikahannya," ujar Devan


"Hah?" kaget Sarah


"Tidak... Hanya masih tidak menyangka saja dad," jawab Sarah


"Kamu nggak usah khawatir, kalau sudah menikah... Kamu bisa ajak Wildan buat tinggal di rumah kami," sela Prima


"I iya mom," jawab Sarah


"Mommy udah maafin Rey kan?" tanya Reyhan


"Maafin sih sudah dari dulu, tapi jangan kamu pikir mommy bisa semudah itu melupakannya!" tegas Prima


"Maaf lah mom," ujar Reyhan


"Sudah sana keluar, mommy mau istirahat," ketus Prima


"Pagi-pagi istirahat?" tanya Reyhan


"Puasa loh ini," jawab Prima


"Ya sudah, kami kembali ke sebelah dulu mom," ucap Reyhan


"Iya sana-sana!" suruh Prima


Reyhan dan Sarah keluar dengan sesekali curi-curi pandang. Ada rasa bahagia yang menyelimuti hati Reyhan saat ini. Tak beda dengan Reyhan, Sarah juga sering senyam-senyum sendiri.


Cklek...


Reyhan membuka pintunya, 4 makhluk di dalamnya sudah menatap mereka berdua tajam seolah sesegera mungkin meminta penjelasan.


"Apa?" tanya Sarah


"Tapi ngomongin apa?" tanya Adit


"Iya, kita nggak denger nih," sela Evelyn


"Nggak ada masalah kan kak?" tanya Wildan


"Kalian nggak papa?" tanya Devina


"Baru juga masuk, udah di tanya-tanya kayak saksi pencurian aja!" kesal Reyhan


"Abis kita kepo, soalnya tadi nguping nggak denger," jawab Wildan keceplosan


Evelyn langsung menutup mulut Wildan agar tidak keceplosan, namun terlambat. Wildan terlanjur mengatakan semuanya. Semua hanya cengar-cengir tak berdosa.


"Sorry..." ujar Adit


"Dari tadi ternyata cuma nguping?" tanya Sarah


"Nggak kok," sela Evelyn


"Nggak salah?" tanya Reyhan


"Hehe... Apa dong? Kita kepo nih," ujar Evelyn


"Nanti juga tau sendiri," ujar Sarah


"Ih gak asik," celetuk Devina


"Apa dong kak!" pinta Wildan


"Kepo banget deh..." gurau Sarah


"Keponya setengah mati ini!" ujar Evelyn


"Kepo aja apa kepo banget?" tanya Sarah


"Banget!"


"Tanya aja sana sama Rey," ujar Sarah


Semua mata memandang Reyhan, Reyhan tidak menghiraukannya. Hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi.


"Apa?" tanya Reyhan datar


"Kasih tau dong!" pinta Evelyn


"Kita mau nikah! Udah?" tanya Reyhan


"Oh..."


"Cuma gitu doang? Terus ngapain kepo?" tanya Reyhan


"Ya kita semua udah bisa tebak kali Rey," ujar Adit


"Akhirnya kalian pasti nikah," sela Evelyn


"Kalo udah bisa tebak kenapa tanya?" tanya Reyhan


"Cuma pengen denger langsung dari orangnya," sela Wildan


"Tapi kita nikahnya tahun ini," ujar Reyhan


"APA!!!"


"Secepat itu?" kaget Evelyn


"Lo duluin gue Rey?" kaget Adit


"Beneran kak?" tanya Wildan


"Nggak bercanda?" tanya Devina


"Biasa aja napa," ujar Reyhan


"Kita serius," jawab Sarah


"What! Secepat itu? Keknya harus cepet-cepet cari pacar nih biar bisa cepat nyusul!" gurau Evelyn


"Aku harus cepet-cepet lamar nih," ucap Adit


"Emang yang di lamar udah siap?" tanya Reyhan pada Devina dengan sedikit mengode


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏