
Devina juga menelfon Adit, Adit pun langsung bergegas menuju rumah sakit. Devina duduk sambil berusaha menenangkan Lily. Kebetulan Prima sedang lewat, Prima pun menghampiri putrinya yang sedang duduk lemas di ruang tunggu.
"Loh Dev... Kamu ngapain di sini?" bingung Prima
"Mommy..." panggil Devina sendu
Prima menghampiri Devina, ia memeluk putrinya lembut untuk menenangkannya.
"Cerita... Kenapa kamu di sini?" tanya Prima
"Kak Galang ketabrak mobil mom..." ucap Devina sendu
"Apa!!!"
"Sekarang Kak Galang lagi ditangani di dalem," ucap Devina
"Kamu tenang aja! Ada dokter yang tangani dia kan? Kalau nggak ada operasi atau tindakan darurat, kemungkinan dia baik-baik saja," jelas Prima
"Iya mom..."
"Ini siapa?" tanya Prima menunjuk Lily
"Lily.... Kak Galang nyelamatin dia dari mobil yang nabrak," jawab Devina
Prima merasa iba melihat anak kecil bernama Lily itu yang tampak masih syok dan terpukul atas kejadian ini.
"Namanya Lily kan?" tanya Prima sambil duduk berjongkok di depan Lily
Lily menjawab pertanyaan Prima dengan sebuah anggukan.
"Ayo ikut yuk, nanti kita beli makanan enak, mainan sama permen lollipop besar," ajak Prima
Lily tampak ragu, Devina pun ikut menyakinkan Lily.
"Dia itu mommy nya Kak Dev, mommy ini orang baik kok,"
Lily pun menurut dan ikut pergi bersama Prima menuju kantin Rumah Sakit.
"Kamu urus Galang, segera hubungi keluarganya. Mommy bawa Lily dulu, kasihan dia masih syok," bisik Prima
"Iya mom,"
"Ayo cantik... Kita beli lollipop besar!"
Prima pergi bersama Lily, Devina masih duduk khawatir dengan keadaan Galang. Tak berselang lama, Adit tiba.
"Dev... Kak Galang di mana?" tanya Adit panik
"Masih di tangani,"
Adit memeluk erat Devina, Devina menangis di pelukan Adit.
"Udah jangan nangis... Kak Galang pasti baik-baik aja kok," jawab Adit
Sekitar 5 menit setelah kedatangan Adit, Silvy pun datang menyusul.
"Adit... Galang mana?" tanya Silvy sambil mengatur nafasnya setelah berlari dari parkiran mobil rumah sakit
"Kamu..." bingung Adit
"Aku Silvy... Pacarnya Galang," jawab Silvy
Adit dan Devina menengok, mereka berdua melihat Silvy dengan tatapan tidak percaya. Pacar? Sejak kapan Galang punya pacar?
Silvy menjelaskan semuanya, termasuk tentang kedatangan Galang yang merupakan rencana papa Adit. Silvy juga meminta agar Devina dan Adit tidak berselisih lagi.
Devina dan Adit hanya mendengarkan penjelasan Silvy dari awal sampai akhir. Pembicaraan mereka berhenti saat dokter yang menangani Galang keluar.
"Dok... Gimana keadaan kakak saya?" tanya Adit
"Kalian tenang saja, pasien tidak apa-apa. Benturan di kepalanya yang membuatnya pingsan, selebihnya tidak apa-apa selain beberapa luka goresan. Tapi kita harus menunggu juga hasil X-Ray kaki pasien,"
"Kakinya kenapa dok?"
"Ada kemungkinan retak atau patah, untuk lebih pasti, kita akan menunggu hasil X-Ray,"
"Perlukah di pindahkan ke ruang perawatan biasa dok?" tanya Adit
"Sebenarnya tidak perlu, tapi kalau pasien merasa tidak nyaman, bisa di pindahkan ke ruang perawatan biasa,"
"Ok pindahkan dok! Yang paling bagus kamarnya!" sela Silvy
"Silahkan di urus bersama suster yang ada di ruang administrasi,"
"Iya,"
///***///
Di Ruang Perawatan
Galang sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa, kesadarannya pun sudah kembali.
"Dit... Dev... Maafin aku, bukannya aku punya niat buruk sama hubungan kalian, tapi aku nggak bisa nolak permintaan papa," jelas Galang
"Nggak papa Kak, lagian semua juga udah jelas kan?" tukas Devina
"Kak Silvy udah jelasin semuanya kok," sela Adit
Galang melihat ke arah Silvy, Silvy hanya senyam-senyum seperti manusia tanpa dosa.
"Jangan kasih tau mama papa ya tentang keadaanku! Nanti mereka khawatir, udah cukup kita aja yang tau. Dan juga... Kapan aku boleh pulang? Aku sudah bosan di sini, lebih baik aku di rumah baca buku," ucap Galang
"Bukunya nanti aja! Kamu tetep di sini atau aku bakar semua buku yang ada di apartemen!" ancam Silvy
"Ok-ok!"
"Tapi sebenarnya ini gimana sih, kok bisa sampe ketabrak mobil?" tanya Silvy
"Bukan salah supir mobilnya kok, salah aku," sela Galang
Flashback On
Galang sedang jalan-jalan untuk mencari udara segar, ia berencana untuk membelikan Silvy beberapa makanan ringan yang ada di taman kota. Lampu merah masih menyala, pandangannya tertuju pada Lily yang berdiri beberapa langkah didepannya.
"Eh itu Lily... Aku sapa ah," gumam Galang
Baru beberapa langkah Galang berjalan, lampu hijau menyala bersamaan dengan Lily yang berjalan ke tengah jalan. Tanpa pikir panjang, Galang langsung berlari untuk melindungi Lily.
Untungnya lampu baru saja berubah, kecepatan pengendara pun tidak terlalu tinggi, namun tetap saja membuat Galang sedikit terpental sambil memeluk Lily.
Flashback Off
"Kak Galang nyelametin anak kecil yang hampir tertabrak, gitu?" tanya Adit
"Iya, Kak Galang mau nyelamatin Lily. Eh iya! Lily!" kaget Devina
Cklek...
Pintu terbuka, Prima dan Lily kembali dengan lollipop besar di tangan Lily.
"Nah itu Lily," ujar Galang
"Nih... Mommy balikin Lily nya," ucap Prima
"Kak... Mommy baik, dibeliin Lily lollipop!" jawab Lily girang
"Eh Lily... Kak Dev mau tanya, Lily tadi di jalan sama siapa? Mama Lily mana?" tanya Devina
"Mama nggak mau ajak Lily jalan-jalan, jadi Lily jalan-jalan sendiri!" jawab Lily
"Lily... Lain kali nggak boleh gitu lagi ya, karena Lily bisa bahayain banyak orang. Kalo mau jalan-jalan harus ajak mama atau papa ya," tutur Prima
"Iya..."
"Ya udah, kalian lanjut ya. Galang, lain kali hati-hati ya! Mommy mau balik kerja dulu," ujar Prima
"Who is she? (Siapa dia?)" tanya Silvy
"Dia mommy ku," jawab Devina
"Oww.... Aku sekarang tau darimana kau mendapatkan wajah cantikmu. Your mommy is beautiful, her beauty is natural (Mommy mu cantik, kecantikannya natural)," ujar Silvy
"Terima kasih,"
"Dit... Dev... Dengan baik dan benar, aku kenalkan dia. Dia calon istriku, Silvy," ujar Galang
"Hai... Aku Silvy, calon kakak ipar kalian," gurau Silvy
"Kenapa baru kasih tau sih kak? Kan aku baru bisa nyapa Calon Kakak iparku yang cantik ini," gurau Adit
"Ehem..." Devina berdehem
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏