My Sexy Wife

My Sexy Wife
Happy Anniversary



Sudahlah jangan berpikiran macam-macam dulu - Batin Devan


"Sayang apa kau marah?" tanya Devan


"Tidak mas," jawab Prima spontan


"Lalu kenapa kau diam saja?" tanya Devan


"Hanya menikmati," jawab Prima


"Oh," jawab Devan


Kenapa dia tidak menyadarinya sih! Nggak peka banget jadi cowok! IQ nya doang tinggi, tapi cueknya kelewat. Heran, kok ya mau aku dulu dinikahin sama dia yang kayak kulkas mahal gini - Batin Prima


Setelah selesai mereka kembali ke mobil, kali ini Devan mengajak Prima ke alun-alun kota. Prima masih berbaik hati tidak berpikiran buruk lagi, namun.


"Tadaa...." ucap Devan


"Apa ini mas?" bingung Prima


"Ini tempat nongkrong anak muda jaman sekarang. Aku searching di internet, jadi kita bisa makan dan minum ala orang biasa disini. Nggak bakal ada yang bisa tau kalau kita orang kaya," ucap Devan bangga


Tampak ada penjual kopi dan makanan ringan di alun-alun. Tak lupa lantai beralaskan tikar, di sana yang juga ada para pria dan wanita muda yang memandang Prima dan Devan kagum.


"Mereka tidak buta mas. Kalau kita tidak kaya kenapa aku bisa pakai baju mahal, aksesoris mahal dan kamu juga pakai baju yang harganya fantastis," ucap Prima datar


"Itu kan biasa dianggap kw," ucap Devan santai


"Oke baiklah itu bisa dianggap kw. Tapi itu, jam tangan limited edition, hanya ada 50 di dunia ini. Dan ini, tasku ini keluaran terbaru merek mahal yang baru dikeluarkan 3 hari yang lalu dan itu, apa mungkin mobil itu kw?" tanya Prima datar sambil menunjuk barang-barang


"Hm kamu benar juga, harusnya aku pakai mobil yang biasa saja tadi di garasi." ucap Devan


"Mobilmu harganya milyaran semua mas, nggak ada yang murah ataupun yang biasa." ucap Prima datar


"Iya juga," ucap Devan


"Ah entahlah ini membuatku benar-benar marah," jengkel Prima


Karena merasa jengkel Prima melangkahkan kakinya untuk kembali masuk kedalam mobil dengan langkah kasarnya.


Huh sabar Prima, suamimu memang kekanakan. Jangan marah Prima, keep calm - Batin Prima yang berusaha tenang


"Sayang kamu marah ya? Sayang..." panggil Devan


"Bodo!" kesal Prima


"Sayang aku minta maaf, aku hanya berupa melakukan semua yang kamu sukai agar kamu senang." jelas Devan


Penjelasan singkat Devan sedikit mempengaruhi Prima, ia sedikit menoleh melihat Devan.


"Maafkan aku, aku hanya berusaha lebih mengenalmu lagi sayang." ucap Devan


Prima berbalik dan melangkahkan kakinya untuk kembali ke Devan. Terlihat Devan tertunduk bingung dihadapan Prima karena takut Prima kecewa.


"Apa kamu serius?" tanya Prima


"Iya aku serius, aku bersumpah! Aku ini hanya ingin lebih mengenalmu, mengetahui apa yang kamu suka dan bagaimana kehidupanmu sebelum menikah denganku sayang." jelas Devan


"Benarkah?" tanya Prima


"Benar," ucap Devan


"Yakin?" tanya Prima


"Yakin seyakin-yakinnya," ucap Devan


Cup..


Prima mencium singkat pipi Devan yang membuat Devan mengangkat wajahnya menghadap Prima.


"Kau tidak marah?" tanya Devan


"Kenapa aku harus marah? Kau ini suami yang baik, hanya wanita bodoh yang bisa tetap marah bahkan setelah mendengar penjelasanmu tadi sayang." jawab Prima


"Terima kasih tidak marah padaku," ucap Devan sambil tersenyum manis


"Ehem itu anu.." gugup Prima saat melihat manisnya Devan tersenyum


"Kenapa? Malu ya?" goda Devan


"Kata siapa," gugup Prima


"Tuh lihat, kamu nggak berani pandang aku." ucap Devan


"Nggak tuh," gugup Prima


"Kalo nggak ya pandang aku lah," ucap Devan


Prima menatap Devan dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Devan.


"Benarkah?" tanya Devan


"Tentu," jawab Prima


Devan memeluk istrinya di alun-alun itu, terdengar suara riuh tepuk tangan para pengunjung melihat Devan dan Prima. Prima tertunduk malu melihat hal tersebut, ia menenggelamkan wajahnya di dada Devan.


"Aku malu," ucap Prima lirih


"Kenapa malu? Aku kan suamimu," ucap Devan


"Iya tapi malu, disini kan banyak orang." ucap Prima lirih


"Kalau begitu bagaimana kalau kita pindah tempat?" tanya Devan


Prima mendongak melihat Devan, Devan memegang pergelangan tangannya lalu menarik Prima. Mereka berlari menuju mobil seperti orang baru berpacaran.


///***///


Di Perjalanan


"Kita mau kemana mas?" tanya Prima


"Kalo bilang ya nggak surprise dong," ucap Devan


"Kamu ih," kesal Prima


"Daripada kesel sendiri mending minum tuh air," ucap Devan


Prima yang kesal karena tidak diberi tau langsung mengambil botol minum kecil didepannya. Ia langsung meminumnya saat masih kesal. Perlahan ia merasa mengantuk dan merasa kalau matanya berat.


"Kenapa ngantuk ya? Kalo ngantuk tidur aja, nanti sampai sana aku bangunin." ucap Devan


"Hmm iya mas," jawab Prima


Prima tertidur di dalam mobil Devan. Devan tersenyum melihat sekilas istrinya yang tengah tidur itu.


///***///


Setelah Bangun


Setelah beberapa jam, Prima mendadak terbangun di atas kasur. Ia merasa sedikit bingung saat melihatnya tertidur di atas kasur.


"Kok aku disini? Perasaan tadi di dalam mobil deh. Oh iya dimana Mas Devan? Ini juga bukan kamar kita," bingung Prima


Prima yang merasa sedikit pusing perlahan keluar mencari Devan, ia berputar-putar bingung harus kemana. Setelah cukup lama ia akhirnya bertemu Devan.


"Loh ini kan di..." kaget Prima


"Kemarilah sayang," ucap Devan


Prima berjalan menghampiri Devan yang berdiri dengan gagah dan terlihat sangat tampan malam itu.


"Mas ini kann...." bingung Prima


"Iya kenapa? Kamu bilang pakai caraku sendiri, ya seperti inilah caraku." ucap Devan


"Aku nggak ngira bisa disini?" ucap Prima


"Kenapa, nggak suka ya?" tanya Devan


"Bukan, suka banget kok. Aku tau aku tidak terlalu suk barang mewah, tapi aku akan selalu menghargai dan menyukai apa yang suamiku berikan." ucap Prima manis


Devan memeluk Prima di atas dek kapal. Iya, mereka berada ditengah kapal pesiar mewah yang sudah disiapkan Devan. Tepat pukul 12.00 kembang api meledak di angkasa, menambah suasana romantis mereka.


"Mas.." kaget Prima


"Iya, ini semua untuk kamu." ucap Devan


Prima memeluk Devan erat, Devan mendekati telinga Prima namun kedahuluan Prima.


"Happy Anniversary 1 year my sweety husband..." bisik Prima


"Happy Anniversary 1 year my sweety wife..." bisik Devan


Devan tak mengira kalau Prima mengingatnya bahkan lebih dulu mengucapkannya, ia sungguh bahagia.


"Tadi udah kamu yang kasih hadiah, sekarang aku ya yang kasih!" ucap Prima


"Oke," ucap Devan


"Tutup mata dulu," ucap Prima cute


"Hmm baiklah," ucap Devan menurut


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏