My Sexy Wife

My Sexy Wife
Khawatir



///***///


Di Kantor Devan


Pukul 09.00


Berita Terkini!


Perusahaan keluarga Adinata terancam bangkrut setelah kehilangan beberapa investor saham mereka. Dan kini CEO perusahaan mereka belum memiliki rencana untuk mengadakan pertemuan pers.


Sekian...


"mereka harus tau, siapa yang diajak bermain-main" tegas Devan


Kenapa aku nggak tenang? Harusnya dia udah nyampe dari tadi kan? - Batin Devan


Devan mengambil ponselnya dan mulai mencari nomor Prima.


To: Istriku


Gimana udah nyampe kan?


Prima yang sedang beristirahat merasa ponselnya bergetar langsung melihat ponselnya.


Mas Devan


Gimana udah nyampe kan?


Prima


Udah mas


Mas Devan


Lagi apa?


Prima


Istirahat, nanti baru mulai persiapan


Mas Devan


Oh yaudah, semangat. Pulang harus berkalung medali🤗


Prima


hehe iya mas💖


Devan langsung panik, bingung senang dan salah tingkah melihat pesan dari Prima.


"astaga aku nggak salah kan..." bingung Devan


Sedangkan....


"astaga... Aku salah kirim emot.. Ya ampuunnnn, gimana nih. Tarik nggak ya pesannya.." bingung Prima


Mas Devan


semangat istriku! Aku punya kabar baik🤭


Astaga, kenapa aku merasa kalau pesanku menjadi sangat alay. Halah bodo amat - Batin Devan


Prima


Apaan mas? Jangan buat penasaran deh🤨


Mas Devan


Pulang dulu, baru kasih tau🤭


Prima


Gitu kan.. Nggak asik deh😒


Mas Devan


Makanya buruan pulang☹️


Prima


Udah kangen apa, suruh pulang aja. Kan baru nyampe 😒


Mas Devan


Kalo gitu aku nyusul ya😝


Prima


Jangann!!!😧


Mas Devan


Kenapa?😕


Prima


Biasanya kalo ada keluarga yang datang aku nggak konsen dan bisa kalah☹️


Mas Devan


Terus gimana?🤨


Prima


Udah tunggu aja lah dirumah. Jangan lupa makan teratur, jangan sering-sering lembur😑


Mas Devan


Hehe iya iya😆 Kamu udah sarapan?


Prima tak kunjung membalas, Devan pergi ke meetingnya pagi ini. Namun Devan tetap tak fokus beberapa kali ia menyalakan hpnya hanya untuk sekedar mengecek balasan dari Prima.


Ni anak baru aja online kok udah nggak bales aja sih - Batin Devan


"pak Devan.. Pak.. Pak..." panggil Staff


"ah iya maaf.. Sampai mana tadi?" tanya Devan


"mungkin kita meeting lain kali saja, sepertinya pak Devan sedang ada pikiran dan tidak fokus" ujar staff


"ah iya maaf. Baiklah meeting hari ini selesai, maaf ketidaknyamanan nya" jawab Devan


Semua staff keluar hingga menyisakan Devan dan Tio saja.


"Tuan kenapa tidak fokus sama sekali? Apa ada masalah?" tanya Tio


"tidak, hanya saja istriku belum membalas chatku sejak tadi. Padahal barusan dia online" ucap Devan


"oh lagi kasmaran toh" gumam Tio


"saya kembali dulu ya" ucap Devan sambil memandangi ponselnya


///***///


Di Ruangan Devan


Devan tidak menggubris semua staffnya yang datang untuk memberikan laporan, jawabannya hanya.


"pak ini laporannya" ujar staff


"ya.." jawab Devan


"ok" jawab Devan


"pak presentase produksi perlu ditambah" ujar staff


"aturlah" jawab Devan


"pak, ada masalah di bagian pemasaran" ujar staff


"urus saja dulu" jawab Devan


"pak ini apakah perlu ada peningkatan?" ujar staff


"tanyakan Tio" jawab Devan


Devan masih menunggu jawaban dari Prima. Sambil menunggu, Devan kembali membaca pesannya dari atas sambil senyam-senyum sendiri seperti orang tidak waras.


Sementara Prima masih senyam-senyum dengan hanya melihat pesan Devan.


"hayo lagi apaa?" ucap Aldo


"eh mas Aldo, nggak kok cuma lagi chatan aja" jawab Prima


"chatan kok senyam-senyum, lagi kasmaran yaa... Atau chatan sama pacar?" tanya Aldo


"apaan sih mas, nggak tau. Prima nggak punya pacar" malu Prima


"Prim.. Gimana? Cantik nggak?" tanya Aldo sambil menunjukan sebuah foto


"cantik mas, manis. Siapa?" tanya Prima


"pacar aku hehe... Tapi jangan bilang siapa-siapa dulu ya" ucap Aldo


"pa pacar? Sejak kapan mas Aldo punya pacar?" kaget Prima syok


"sekitar 4 bulanan lah" ucap Aldo


"kok Prima nggak tau?" tanya Prima


"kita ketemu waktu pertandingan di Jogja. Terus tukeran nomer, eh malah jadian" ucap Aldo


"oh gitu yaa.." ucap Prima


Mas Aldo punya pacar, harusnya kan aku sedih. Kan aku suka sama dia udah 6 tahun. Tapi kok biasa aja - Batin Prima


///***///


Di Ruangan Devan


Devan benar-benar tak sabar, ia mencoba kembali mengirim pesan pada Prima tapi tetap tak dibalas. Devan vc tak diangkat, akhirnya Devan telfon dengan nomor biasa.


Nomor yang anda tuju sedang diluar service area, cobalah beberapa saat lagi...


"sialan! Dia ini lagi kemana sih?" kesal Devan


Devan menelfon Tio agar menuju ruangannya.


"Pagi Tuan.. Ada apa?" tanya Tio


"siapkan mobil, kita akan ke Bogor sekarang!" ucap Devan


"Bogor?" kaget Tio


"cepat! Aku menunggumu dibawah!" tegas Devan


"baik tuan" jawab Tio


Tio pergi menyiapkan mobil untuk Devan, Devan pergi menemui Andri sekretaris nya.


"Andri handle pekerjaan saya untuk 1 minggu kedepan, tunda semua janji. Jika memang sangat mendesak kirim via email ke saya!" tegas Devan


"baik pak, memangnya bapak mau kemana?" tanya Andri


"saya mau pergi tugas, ini sangat penting. Tugas negara yang menyangkut hidup dan mati!" ucap Devan


"hidup dan mati siapa pak?" tanya Andri


"saya lah!, sudah jangan banyak tanya! Saya pergi dulu! " tegas Tio


Devan berlari turun kebawah dan bergegas naik mobil untuk pulang, ia membawa beberapa baju dan laptop. Ia mencari-cari informasi dikamar nya tentang dimana pertandingan Prima dilaksanakan.


"Tio ke Cibinong sekarang!" tegas Devan


"baik tuan" ucap Tio


Devan kembali menelfon Prima berulang-ulang kali. Namun nihil, tak ada jawaban.


///***///


Di Bogor


Setelah beberapa jam perjalanan, Devan sampai di Bogor. Ia melacak ponsel Prima, untung ketemu lokasinya. Ia langsung pergi.


///***///


Di Penginapan


"permisi..." panggil Devan


Seorang pria paruh baya datang saat Devan memanggil.


"siapa?" tanya Om Pram


"Prima nya ada?" tanya Devan


"iya ada, kamu siapa ya?" tanya Om Pram


"saya suaminya.." jawab Devan cemas


"su suami? Kamu jangan bercanda, Prima itu masih lajang. Dan jika memang dia sudah menikah, saya pasti tau" ucap Om Pram


"memangnya Om ini siapa ya kalau boleh saya tau?" tanya Devan


"Saya ini Pram, pelatih silat Prima sejak kecil. Prima sudah seperti anak saya sendiri" ucap Om Pram


"siapa yah?" tanya Aldo yang baru datang


"masuk dulu masuk..." ucap Om Pram


Devan masuk dan menjelaskan semuanya hingga Aldo dan Pram percaya.


"jadi nak Devan ini kesini nyusul Prima karena khawatir?" tanya Om Pram


"iya om, soalnya hpnya mati dan tidak bisa dihubungi. Saya cemas" ujar Devan


"hahahaha... Memang kalau atlit ditempat latihan om, setiap ada pertandingan semua hp akan dimatikan dan disita. Setelah selesai pertandingan baru diberikan lagi" jelas Om Pram


"oh gitu yaa..." ucap Devan


"apa Prima nggak cerita sama kamu?" tanya Devan


"nggak om" ucap Devan


"ya sudah, mau saya panggilkan Prima?" tanya Om Pram


"nggak usah om.. Penting saya tau keadaanya saja sudah cukup" ucap Devan


"Tuan.. Apakah kita akan kembali ke Jakarta?" tanya Tio


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏