My Sexy Wife

My Sexy Wife
Manja



Ternyata ada dekan yang sedang lewat melihat Prima dan Aryn yang bertengkar. Rektor itu mendatangi mereka.


"hei apa-apaan ini? Cukup berhenti!" bentak dekan


Prima melepaskan tangan Aryn karena ada dekan.


"kalian berdua ikut saya kekantor!" tegas Rektor


Mereka berdua pergi ke rektor, Joo yang mendengar hal ini langsung khawatir dan pergi menunggu diluar ruang dekan.


///***///


Di Ruang Dekan


"ada apa ini? Kalian ini mahasiswa tapi masih seperti anak-anak saja!" kesal dekan


"dia dulu pak yang mulai" kesal Aryn


Prima hanya menanggapi santai karena memang dia tidak salah.


"jangan saling menuduh! Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya dekan


"dia mau mencelakai saya pak, lihat tangan saya hampir patah" ucap Aryn


"jangan pinter omong doang, kasih penjelasan itu yang lengkap. Jadi saya mau makan siang, dia nyari masalah pak. Nah dia jambak rambut saya, ya karena saya nggak salah ya saya lawan. Saya cuma menahan tangannya agar tidak menjambak saya, lagipula tangannya juga tidak papa kok" jawab Prima santai


"kenapa dia menggebrak mejamu?" tanya dekan


"dia ini wanita simpanan orang kaya pak!" ucap Aryn


"apa? Prima apa benar? Kau ini bisa merusak reputasi universitas kita" bentak dekan


"haih baiklah, sepertinya aku tidak bisa menanggapi hal ini dengan santai lagi" ucap Prima


Prima mulai duduk dengan tegak dan benar, menatap dekan dengan pandangan tajam dan menjelaskan perlahan apa kebenarannya.


"jadi saya ini bukan wanita simpanan pak. Apa salah jika suami saya mengantar saya kuliah?" tanya Prima


"halah, dia bohong pak" ucap Aryn


"lihat KTP saya, sudah berstatus menikah. Saya ini sudah menikah sejak 10 bulan yang lalu pak. Salah kah jika suami saya mengantar dan perhatian pada saya?" tanya Prima


"kalau begitu, suruh suamimu kesini untuk memastikan apa itu benar. Jika kau berbohong maka kau akan diskors ataupun dikeluarkan dari kampus" ucap dekan


"****** kamu" gumam Aryn


"oke, tidak masalah" jawab Prima


Prima menelfon Devan.


Prima : 'halo mas... Kamu dimana?'


Devan : 'dikantor, ada apa?'


Prima : 'bisa kekampusku?'


Devan : 'ada apa?'


Prima : 'haih, nanti aku jelaskan. Kesini sekarang ya, aku tunggu'


Tumben ni cewek ngomongnya halus banget - Batin Devan


Sekitar 15 menit kemudian Devan datang.


"lo kenapa diluar?" tanya Devan pada Joo


"nungguin Prima lah" ucap Joo


"ada apa sih?" tanya Devan


"Prima berantem sama cewek lain" ucap Joo


"kok bisa?" kaget Devan


"cewek itu bilang dan sebarin rumor kalo Prima itu cewek simpanan" ucap Joo


"sialan, siapa yang berani mengusik nyonya muda Kalandra!" kesal Devan


Ceklek...


Devan masuk kedalam ruangan hening itu.


"mas.." panggil Prima


"ya Tuhan, tampan sekali" gumam Aryn


"Devan.. Kamu ngapain disini?" tanya dekan


"lho, om itu dekan disini?" kaget Devan


"iya, la kamu sendiri ngapain disini?" tanya Rektor


"istri saya katanya ada masalah, jadi ya saya kesini" ucap Devan


"loh... Prima?" tanya dekan


"iya, Prima itu istri saya" ucap Devan


"wah beruntung sekali ya kamu dapat istri seperti Prima" ucap dekan


"gimana pak? Saya nggak bohong kan" ucap Prima


"sialan" gumam Aryn


"oh iya iya iya, saya percaya. Aryn kamu ini nuduh orang sembarangan, untung kita tidak salah menskors orang. Tidak memandang ayahmu sering memberikan banyak bantuan di universitas ini, saya sudah memberikan sanksi padamu!" ucap dekan


"tunggu om, sebenarnya ini ada apa?" tanya Devan


"mas... Masa aku dituduh sebagai wanita simpanan hanya karena kamu mengantarku. Banyak juga teman-teman priaku yang merendahkanku dan menganggapku murahan" ucap Prima manja dilengan Devan


"sudah, intinya semua sudah selesai. Kalian bisa mengurus ini sendiri kan" ucap dekan


"ok, sama salam buat ayah kamu" ucap dekan


"ok om" ucap Devan


Devan, Prima dan Aryn keluar. Tapi masalah tak berhenti begitu saja.


///***///


Di Luar


"gimana Prim?" tanya Joo panik


"everything is okay" ucap Prima


"syukurlah" ucap Joo


"mas... Gimana, istrimu ini sudah dipermalukan loh. Aku sakit hati mas" ucap Prima manja ke Devan


"tunggu nona..." panggil Devan


"iyaaa..." jawab Aryn genit


Dasar bulu **** gepeng genit - Batin Prima


"jangan berpikir jika saya ramah didepan dekan berarti saya ramah pada anda" tegas Devan


Aryn mulai gugup didepan Devan karena perkataan Devan.


"anda itu bukan siapa-siapa bagi saya. Siapa keluarga anda?" tanya Devan


"ke keluarga Adinata" gugup Aryn


"baiklah nona Aryn Adinata, saya harap anda meminta maaf pada istri saya sebelum saya membuat anda dan keluarga anda menyesal" ucap Devan


Aryn hanya terdiam gugup mendengar perkataan Devan yang membuatnya tertekan seketika.


"kau sudah selesai kuliahnya?" tanya Devan


"sudah..." jawab Prima


"mari pulang istriku.." ucap Devan lembut


"Joo gue balik dulu" bisik Prima


Prima meninggalkan Aryn dengan berjalan melenggok dan menggandeng mesra Devan.


Sialan, aku akan membalasmu wanita j*l*ng - Batin Aryn


Saat dihalaman kampus Prima melepas tangannya dari lengan Devan. Banyak para gadis yang melirik Devan, bahkan ada yang menghampiri Devan untuk mengajaknya kenalan.


"ha hai.. Ka kamu kuliah disini ya? Kok aku baru liat pertama kali?" tanya mahasiswi


"ah apakah aku terlihat semuda itu, sayangnya aku tidak kuliah disini" jawab Devan


"lalu?" tanya mahasiswi


"hanya membantu istriku menyelesaikan permasalahannya" jawab Devan


"i istri?" kaget mahasiswi


"iya, gadis disamping saya ini adalah istriku. Aku pergi dulu" ucap Devan


Prima menyenggol Devan, tapi Devan tak menghiraukannya.


"kenapa nggak gandeng tangan aku lagi?" tanya Devan


"bodo! Kamu ngapain sih kasih tau mereka kalo aku istri kamu" kesal Prima


"kenapa? Aku tak perduli, kau juga tadi bersikap lembut padaku lalu sekarang kembali bar-bar?" ucap Devan


"kan tadi aku butuh.. Hehe, jadi ya harus bersikap baik dong" ucap Prima


"istri nakal ya kamu.." ucap Devan


Devan langsung menggendong Prima ala bridal style dari halaman kampus sampai parkiran mobilnya. Meski Prima memberontak tapi tak ada efeknya untuk Devan pastinya. Banyak mahasiswa yang iri, tapi juga banyak yang bersiul dan menyoraki tingkah Prima dan Devan.


///***///


Di Mobil


Prima hanya diam dari tadi karena masih marah pada Devan.


"kenapa... Masih marah?" tanya Devan


"bodo!" kesal Prima


"kenapa kamu nggak cerita masalah ini ke aku?" tanya Devan


"karena aku juga tidak terlalu perduli pada masalah tak penting seperti ini" jawab Prima


"lain kali masalah sekecil apapun itu aku harus tau" ucap Devan


"haih iya iya, aku itu tidak terlalu perduli pada masalah seperti ini Van.." ucap Prima


"hei dengarkan aku! Aku paling tidak suka ada yang mengusikmu, kau ini istriku, Nyonya Muda Kalandra. Tidak boleh ada yang memandang rendah dirimu. Aku tidak mengizinkan siapapun menyakitimu ataupun mencoreng nama baikmu, kau dengar!" tegas Devan


Prima hanya mengangguk, setelah perkataan tersebut mereka saling diam sampai Prima mengawali pembicaraan.


"btw kok kamu kenal sama dekan?" tanya Prima


"oh dia itu teman akrab ayahku sejak sekolah. Dulu dia dan keluarganya sering kerumahku untuk sekedar silaturahmi. Tapi beberapa tahun ini istri dan anaknya ada di London, jadi dia juga jarang di Indo dan jarang ke rumah ayah lagi. Aku juga baru tau kalau dia itu dekan di kampus kamu" ucap Devan


"oh gitu ya" ucap Prima


"habis ini kita kerumah nenek" ucap Devan


"loh ngapain? Kok dadakan?" tanya Prima


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏